
Malam pun menjelang, setelah istirahat kini Fai dan Aska kembali segar.Tadi mereka benar-benar istirahat,tidur saling memeluk.Setelah selesai mandi kini mereka sudah bersiap untuk makan malam.Aska sudah menyiapkan sesuatu untuk Fai.
"Aku tutup mata kamu ya sayang."Ucap Aska sambil menutup mata istrinya dengan kain.
"Kok pake acara di tutup segala sih matanya,aku takut jatuh mas."Rengek Fai.
"Gak akan jatuh,nanti aku akan menuntun kamu.Aku akan menjadi mata untukmu."Setelah selesai menutup mata Fai,Aska pun mulai menuntun Fai berjalan keluar dari tempat penginapan mereka.
Terus berjalan hingga Aska menyuruh Fai berhenti.
"Sudah sampai mas?"Tanya Fai.
"Sudah, sebentar aku buka dulu yaa."Aska membuka penutup mata Fai.Setelah mata Fai terbuka,Fai terkejut dengan apa yang ada di depannya.Fai hingga menutup mulutnya sangking kagetnya.
"Mas..Ini.."Tunjuk Fai sambil menengok ke arah Aska.
"Iya,ini yang aku bilang tadi sore sayang."
"Kamu romantis sekali mas."Fai memeluk Aska.
Ada meja bundar dan juga dua kursi yang sudah di hias cantik,Meja tersebut terletak di pinggir pantai.Di pinggir pinggir pantai itu juga di kelilingi lilin yang menyala menambah kesan romantis malam ini.
Aska memegang tangan Fai lalu berjalan bersama menuju meja tersebut.Aska menarik kursi untuk Fai duduk lalu Aska pun duduk di kursi depan Fai.
"Terima kasih ya mas,kamu selalu buat aku bahagia."
"Sama-sama sayang,mas akan berusaha selalu membuatmu bahagia."Sambil menggenggam tangan Fai.
Lalu mereka pun makan malam dengan hikmad, setelah selesai makan,pelayan menghampiri meja mereka.Pelayan tersebut membawa sebuah bucket bunga yang sangat cantik lalu menyerahkannya pada Aska.
"Ini buat kamu sayang."Sambil menyerahkan buket bunga tersebut.
"Terima kasih mas."Mata Fai berkaca-kaca.
"Kamu kenapa nangis sayang?"Aska duduk jongkok di depan Fai.
"Aku bahagia mas,aku merasa di istimewakan sama kamu.Aku gak nyangka kamu akan bersikap seperti ini sama aku."Aska tersenyum mendengarnya.
"Kau istri ku,mas akan melakukan apa saja agar kamu selalu bahagia."Memegang tangan Fai lalu menciumnya.
"Tapi setelah ini kamu harus membayar semuanya di kamar."Bisik Aska,lalu berdiri kembali.
Setelah selesai makan malam Fai dan Aska menikmati suasana malam di resort tempat mereka menginap.
"Malam begini makin cantik ya mas pemandangannya."ucap Fai,
"Lebih cantik kamu sayang."Posisi mereka saat ini Aska memeluk Fai dari belakang.
"Dih mulai deh gombalnya,kamu makin kesini makin pinter gombal mas."Fai sambil menepuk tangan Aska.
__ADS_1
"Aku gak gombal sayang,itu fakta."
"Terserah kamu mas."Fai menyerah lalu tersenyum.
"Masuk yuuk sayang,sudah malam ini.Anginnya semakin kencang,"Fai mengangguk lalu mereka pun kembali ke kamar mereka.
Fai dan Aska bergantian masuk kamar mandi dan berganti pakaian tidur.Aska lebih dulu, setelah itu baru Fai yang menggunakan kamar mandi.
Aska menunggu Fai di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.Pintu kamar mandi terbuka Aska langsung menoleh.Aska kaget sekaligus terpana karena pakaian Fai malam ini lebih minim dari biasanya.
Fai pun dengan berani melangkah sambil terus menampilkan senyum menggoda.Aska tersenyum istrinya kini lebih berani.Lalu Aska pun menaruh ponselnya di nakas dengan cepat meraih pinggang Fai agar lebih dekat dengannya.
"Rupanya kau sudah mempersiapkan semuanya sayang?"
"Iya sayang,aku juga ingin membuat kamu senang mas."Ucapnya sambil terus tersenyum,pipi Fai memerah menahan malu tapi dia juga ingin memuaskan suaminya.
"Malam ini biar aku yang memimpin,sebagai ucapan terima kasih aku karena kamu selalu buat aku bahagia."Fai mulai memajukan bibirnya dan mulai memagut bibir Aska,menyesapnya.Aska pun membiarkan Fai bertindak.Menikmati yang di lakukan oleh Fai.Mereka pun melakukan kegiatan panas yang hanya boleh dilakukan pasangan yang sudah menikah.Setelah selesai melakukan kegiatan olahraga, mereka pun tidur terlelap hanya dengan berselimut tanpa memakai pakaian mereka kembali
Pagi menjelang,bukan pagi bahkan menjelang siang,Fai dan Aska baru bangun.Lalu saling melempar senyum,Fai yang mengingat kelakuannya semalam menutupi kembali tubuhnya dengan selimut.Wajahnya memerah menahan malu.Malu karena semalam dirinya begitu aktif.
"Hei, kenapa di tutup rapat seperti itu nanti kamu gak bisa bernafas sayang."Aska menarik paksa selimut.
"Aku malu,aku semalam seperti wanita penghibur saja."
"Menghibur suami sendiri itu ibadah sayang, pahalanya besar."
"Aku capek mas,badanku pegal-pegal semua."
Aska pun bangkit,lalu pergi ke kamar mandi agar dirinya terlihat lebih segar.
"Mau aku gendong ke kamar mandi untuk cuci muka?"Karena tadi subuh pun Aska menggendong Fai.
"Boleh."Sambil merentangkan tangannya.
"Manja sekali istri aku."Menggendong Fai di depan, seperti kangguru saja.
Di dalam gendongan Fai menciumi wajah Aska,apalagi bibir lebih sering di area itu.
"Kamu mau menggoda mas lagi,hmmm."Tanya Aska.Fai menggeleng cepat membuat Aska tertawa.
"Aku masih lelah mas,masa di gempur lagi."Fai cemberut bibirnya mencebik.
"Ya habisnya kamu begitu mas kira itu kode kalau kamu mau lagi."Aska menurunkan Fai di depan wastafel.
Setelah sarapan Aska mengajak Fai naik Speedboat mengelilingi sekitar pulau.Setelah puas berkeliling Aska juga mengajak Fai snorkeling menikmati keindahan bawah laut.Banyak momen yang sudah di abadikan mereka berdua.
"Suasana alam begini membuat kita jadi tenang ya sayang."Ucap Aska setelah mereka selesai snorkeling dan sudah duduk di dalam kamar.
"Iya mas,makanya aku ajak kamu bulan madu kesini, karena tempatnya yang masih asri begini.Benar-benar tempat refreshing yang pas."
__ADS_1
"Nanti sore aku akan ajak kamu melihat sunset di depan sana.Katanya tempatnya cocok banget untuk lihat sunset."
"Boleh mas,aku sudah gak sabar deh."Fai menjawab dengan antusias.
"Sepertinya nya pemilik dari resort ini orang Bali ya mas, karena ornamen-ornamen yang menghiasi resor ini banyak sekali yang berbau pulau Dewata."Fai berucap kembali.
"Iya,jadi kita juga bisa merasakan suasana seperti di Bali juga."
Sore hari,Fai dan Aska sudah duduk di dermaga.Tempat yang cocok untuk melihat sunset.Banyak pengunjung juga yang ikut menikmati dan Aska berpelukan menikmati indahnya matahari terbenam.
Satu Minggu sudah waktu yang di habiskan Fai dan Aska di Raja Ampat.Benar yang di ucapkan Aska karena mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar saja.Aska benar-benar mengurung Fai,hingga Fai merajuk.Aska sungguh memanfaatkan situasi.
Kini mereka sudah kembali berada di Ibu Kota yang mana hiruk pikuk kendaraan terdengar.Sopir sudah menunggu Fai dan Aska di pintu kedatangan penumpang.
Fai dan Aska tak lupa membawa oleh-oleh khas Raja Ampat.
Fai sangat bahagia dan sangat bersyukur memiliki suami seperti Aska.Dirinya benar-benar diratukan.Semua keinginan Fai di penuhi,bahkan selalu di manja oleh Aska.
Tak terasa kini mereka sudah masuk ke dalam halaman rumah Aska.Rupanya Mama Nita sudah menunggu mereka di depan pintu, ingin menyambut anak dan menantunya yang pulang dari bulan madu.
"Pak,yang ini bawa ke belakang bagi rata sama yang lain."Ucap Aska pada sopir.
"Yang ini tolong bawa ke kamar ya Bi,"Fai berkata pada Bi Sari.
Sementara Fai sudah menenteng paperbag di tangannya oleh-oleh untuk mertuanya.
"Fai, Mama kangen deh sama kamu."Mama Nita langsung memeluk erat Fai saat Fai sudah di dekatnya.Aska berkacak pinggang.
"Kenapa Fai duluan yang di sambut,Mama gak kangen sama aku,anak Mama sendiri?"Tanya Aska dengan nada tak suka.Fai tersenyum mendengarnya.
"Mama pasti kangen juga dong sama anak Mama yang tampan ini."Beralih memeluk Aska tapi cuma sebentar.
"Tapi Mama lebih kangen sama Fai,"Memeluk pundak Fai.
"Ciiihhh.."Membuat Fai dan Mama Nita tertawa.
"Ini ada oleh-oleh untuk Mama sama Papa."Ucap Fai sambil masuk ke dalam rumah.
"Waahh,apa ini Fai?"Mata Mama Nita berbinar melihat cenderamata yang di bawa oleh Fai.
"Terima kasih ya Fai,Mama suka banget ini.Ini kan gak ada di sini.Pasti Papa juga suka deh."
"Itu juga ada makanan khas sana ma,nanti malam kita makan sama-sama yaa."
"Iya,ya sudah sekarang kamu masuk kamar gih istirahat pasti kamu lelah sekali.Mama tahu pasti disana Aska tidak melepaskan kamu kan Fai.Karena Mama susah sekali menghubungi kalian berdua."Membuat Fai tersenyum malu.
"Mama gak Menyuruh aku istirahat juga gitu?"Lagi-lagi Aska merasa di abaikan oleh dua wanita di depannya.
"Ya kamu juga Aska,kamu ini kenapa cemburu gini sih kan Mama kangen sama anak perempuan mama yang selama satu Minggu gak ketemu."
__ADS_1
"Ayo sayang,kita ke kamar."Aska langsung menarik Fai begitu saja,tak mengindahkan panggilan Mama nya.
Selama Bulan Madu,Aska dan Fai memang lebih sering mematikan ponsel mereka.Lebih tepatnya Aska yang menyuruhnya.Karena dia tak mau kalau acara bulan madu mereka terganggu.Apalagi Aska tahu sifat Mama nya yang akan selalu menjadi pengganggu dan menggoda dirinya dan Fai.