Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 126


__ADS_3

Sella duduk di meja makan menghadap laptopnya dan di temani secangkir teh panas. Matahari belum muncul dan di luar masih gelap, saat ini jam dinding di dapur menunjukkan masih jam 4 pagi. Sebelum menghubungi costumer-costumernya, Sella terlebih dahulu menghubungi Fira untuk menanyakan keadaannya.


" Hallo... Ada apa Bu manager?" ternyata yang mengakat telfonnya adalah Arlan.


" Fira mana? Kata Lani masuk rumah sakit, itu benar?" cecar Sella.


" Iya masuk rumah sakit, dan ini masih di rumah sakit. Tapi dia sedang tidur, nanti aku telfon balik kalau Fira bangun." jawab Arlan dengan pelan karena takut Fira terganggu dan bangun.


" Tunggu...tunggu.. Sakit apa sih sampai masuk rumah sakit, cepat kasih tau dari pada aku penasaran dan langsung memesan tiket untuk pulang" ucap Sella cepat karena seperti Arlan akan mematikan telfonnya.


" Kecapekan dan sepertinya sering telat makan." Arlan hanya menjelaskan secara singkat.


" Hufff... Lo gimana sih sampai Fira sampai kecapekan dan telat makan. Jangan cuma mikirin kerjaan aja, pikirin juga istrinya. Awas aja kalau Fira sampai kenapa-kenapa." Arlan kena semprot dan Sella langsung mematikan telfonnya.


Sella memijat pangkal hidungnya, dirinya bingung harus mulai dari mana yang ia kerjakan...


" Sella... " panggilnya pelan.


Sella menoleh perlahan, pasalnya semua ruangan gelap dan ia takut jika yang memanggilnya bukan manusia. Dan ia bernafas lega karena yang memanggilnya adalah kakak iparnya..


" Jantungku berhenti sebentar Kak... " ucap Sella sambil mengusap dadanya.


" Kenapa udah bangun? Terus udah berhadapan dengan laptop." tanya Karina dengan suara khas bangun tidur lalu duduk di dekat Sella.


" Iya Kak, keadaan boutique lagi darurat." jawab Sella terus meminum tehnya.


" Ada masalah apa?" tanya Karina.


" Partner ku masuk rumah sakit dan hanya aku dan dia yang bisa membuat semua design." jela Sella sambil memijat pelipisnya.


" Ya ampun... Semoga partnernya cepat sembuh ya Dek. Kamu dari kapan di sini?" Karina mendoakan Fira dan bertanya ke Sella sudah berapa lama duduk gelap-gelapan di dapur.

__ADS_1


" Kira-kira setengah jam lah Kak... Kakak tadi mau apa?" tanya Sella karena saat ini Karina malah menemani ya duduk.


" Tadi Kakak mau minum, malah lupa Kakak. Hehehe..." jawab Karina dan sambil terkekeh.


" Kenapa gak di kamar aja kerjanya? Disini pasti tidak nyaman." ujar Karina yang sedang menuang air minum ke gelas besar.


" Takut ganggu Mas Jordan Kak, soalnya aku mau telfon banyak orang. Nanti kalau udah terang rencananya mau kerja di gazebo belakang rumah." timpal Sella, selama di Jerman ia memanggil Jordan dengan ' Mas '.


" Gak nyaman di sini dan di sana, kamu kerja di kamar atau di ruang keluarga sana. Ingat kamu sedang hamil lho Dek." ucap Karina lagi.


" Iya Kak nanti... " jawab Sella sambil senyum. Sebagai anak tunggal, saat ini Sella merasa bahagia karena bisa merasakan punya kakak perempuan yang begitu peduli dengannya.


" Kalau begitu Kakak ke kamar dulu ya... Masih ada waktu untuk tidur, jangan terlalu keras dalam bekerja." ucap Karina dan sambil menepuk bahu Sella lalu berjalan menuju kamarnya lagi.


Sella dengan muka serius menghadap ke laptop, sesekali mengucek matanya yang terasa berair. Tadi ia lupa membawa kaca matanya dan sekarang matanya terasa pedih dan akhirnya berair.


Matahari sudah terbit dan sinarnya sudah masuk melalui celah gorden di jendela dapur. Sella sudah dua kali membuat teh panas untuk menemaninya, dan sekarang perutnya berbunyi minta diisi. Baru akan beranjak membuat sarapan, ponsel miliknya berdering di dilihat nomernya adalah nomer costumer yang ia telfon tapi tak menjawab. Akhirnya Sella menelfon sambil membuat susu untuk mengganjal perutnya sementara.


Susu sudah tandas ia minum, sekarang Sella ada di halaman belakang rumah. Ia berjalan mondar-mandir masih sambil menelfon, tapi kemudian ia melihat ada bunga mertuanya, ia menghidupkan selang air dan sekarang ia menelfon sambil menyiram bunga mertuanya.


" Astaga sayang... Kamu pagi-pagi sudah menyiram bunga aja." ucap Mami Irene tiba-tiba dan mengagetkan Sella yang masih sibuk dengan ponselnya.


" Mami... Aku kaget." ujar Sella sambil mengusap dadanya.


" Ap keluarga ini memang suka membuat orang kaget? Sudah 2x aku kaget pagi ini.... Kamu baik-baik aja kan sayang. Maaf ya Ibu gampang kagetan." ucap Sella dalam hati. Ia tak lupa mengusap perutnya yang sudah mulai kelihatan buncit. Jika Jordan memanggil dirinya Papa, Sella memanggil dirinya Ibu.


" Maaf sayang... Mami lihat ada laptop di meja makan, itu punya mu?" tanya Mami Irene penasaran.


" Iya Mam... " jawab Sella, ia memasukkan ponselnya ke saku cardigannya.


" Sepagi ini kamu udah kerja?" tanya Mami Irene lagi.

__ADS_1


" Udah dari 3jam yang lalu sih Mam... Hehehe." jawab Sella sambil tertawa kecil.


" APAAA?" teriak Mami Irene, Sella sampai menutup telinganya.


" Apa ada masalah?" tanya Mami Irene, kali ini suaranya sudah normal.


" Fira masuk rumah sakit dan boutique jadi kacau." jawab Sella sambil tersenyum kecut.


" Sella mau mandi dulu Mam, masuk dulu ya Mam." kemudian Sella berjalan masuk ke rumah meninggalkan mertuanya.


" Sudah sarapan belum?" teriak Mami Irene.


" Nanti setelah mandi Mam, kalau minum susu sudah." jawab Sella lalu ia melanjutkan langkahnya.


Mami Irene geleng-geleng melihat Sella, sudah 2minggu anak menantunya disini. Dan selama itu Mami Irene memanjakan Sella, dari memaksakan makanan yang Sella suka dan ada juga membelikan makanan atau buan yang berkualitas premium. Semua itu di lakukan agar menantu dan calon cucunya sehat dan mendapatkan gizi terbaik. Tak lup juga mengajaknya shoping membeli baju hamil yang lucu-lucu.


Sella sudah sampai didepan kamar yang di tempati bersama Jordan, sebenarnya ia masih enggan bertemu Jordan. Tapi dirinya yang sudah biasa mandi pagi, mau tidak mau harus kembali ke kamar.


Dengan perlahan Sella masuk, dan di lihatnya Jordan masih nyenyak bergelung dengan selimut. Sella menghela nafasnya kasar, ternyata Jordan tak sebegitu peduli dengannya. Buktinya Jordan masih tidur dengan nyenyak.


Sampai Sella selesai mandi, Jordan belum juga bangun. Masih dengan handuk di kepalanya, Sella menelfon Lani untuk mencarikan tiket ke Indonesia secepatnya. Ya... Sella memutuskan untuk pulang saja, meski nantinya ia akan bertengkar lagi dengan Jordan.


Saat Sella sedang mengeringkan rambut, Jordan terusik dan perlahan membuka mata. Matanya makin melebar saat melihat Sella sudah mandi, bahkan sudah rapi..


" Apa dia beneran mau pulang ke Indonesia?" ucap Jordan dalam hati dan matanya mengikuti pergerakan Sella.


" Kamu jadi mau pulang?" tanya Jordan akhirnya.


" Iya... Lani sedang mencarikan tiketnya." jawab Sella tanpa menatap Jordan, kemudian ia berjalan ke luar kamar untuk sarapan.


" Akan kusembunyikan paspor miliknya, dengan begitu dia tidak bisa pulang... Hahahaha." gumam Jordan saat melihat Sella keluar kamar dan ia beranjak dari ranjang untuk mencari paspor milik Sella.

__ADS_1


Jordan menyeringai saat berhasil menemukan paspor milik Sella, selanjutnya ia menyembunyikan di tempat yang tak mungkin Sella kira.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2