Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 6 Malam Pertama


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan sudah selesai.Fai dan Aska di antar oleh para Mama ke kamar pengantin mereka.


Ceklek...Pintu terbuka...


"Mama antar sampai depan pintu saja yaa,koper kalian sudah ada di dalam.Selamat istirahat."Ucap Mama Nita.


Aska menghidupkan lampu..


Blaarrr..


Keadaan Kamar menjadi terang benderang.


Fai terkejut dengan keadaan kamar saat ini.Bunga mawar bertaburan di lantai bahkan di tempat tidur bunga mawar di susun berbetuk Love.Di atas tempat tidur pula terdapat handuk yang di bentuk sepasang angsa.


Padahal tak perlu sampai seperti ini toh Aku dan Aska tidak akan melakukan ritual malam pertama.Gumam Fai.Sambil melihat sekeliling kamar yang sudah di hias layaknya kamar pengantin.


"Aku ke kamar mandi dulu yaa."Ucap Aska membuat Fai kaget.Fai hanya mengangguk.


Sambil menunggu Aska mandi,Fai membersihkan make up yang masih menempel di wajahnya.Lalu mencopot aksesoris yang melekat di kepala dan di tubuhnya.Saat Fai ingin membuka resleting baju yang terletak di punggungnya Fai kesusahan.Fai masih berusaha untuk bisa membukanya,hingga sebuah tangan ikut memegang ujung resletingnya membuat Fai kaget.


"Kalau tidak bisa membuka sendiri,minta tolong dong."Ucap Aska tepat di belakang telinga Fai.Membuat tubuh Fai kaku,bulu kuduknya meremang merasakan tangan Aska yang dingin menyentuh punggung polosnya.


"Aska tutup matamu."Ucap Fai galak.


"Aku sudah terlanjur melihatnya Fai."jawab Aska santai.


"Askaaa."Teriak Fai.


"Oke..okee,aku akan tutup mata,lagian ini juga sudah mau selesai kok."


"Sudah selesai belum Aska,kenapa lama sekali."


"Ini sudah."


"Jangan buka matamu sampai aku masuk kamar mandi."


"Iya bawel."


Fai melirik Aska,ternyata lelaki itu memang menutup matanya.Segera Fai lari ke kamar mandi.Aska tersenyum melihat tingkah Fai.


Padahal dari tadi Aska sudah melihat punggung polosnya Fai bahkan tanpa kedip.


Sial,bahkan hanya lihat punggungnya saja aku sudah bergairah begini.Dasar duda mesum.Aska merutuki dirinya sendiri.


Di dalam kamar mandi,pipinya Fai memerah dia merasa malu karena baru pertama kalinya ada yang melihat punggungnya tanpa di tutupi apapun.Saat Fai sudah selesai mandi,ternyata dia lupa membawa handuk dan juga pakaian ganti.


Bodoh kamu Fai, bagaimana bisa sampai lupa begini sih.Fai mondar-mandir di dalam kamar mandi,bagaimana caranya dia bisa mengambil bajunya tanpa di ketahui Aska.Mau keluar tapi dia malu.


Aska yang dari tadi memainkan ponselnya di tempat tidur merasa cemas,kenapa Fai mandinya lama sekali.Dia pun bangkit dan mendekati kamar mandi.Menempelkan telinganya di pintu.Tak terdengar suara apapun.Jangan-jangan Fai pingsan lagi.


Segera Aska mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.


Tok..Tok...Tok..


"Fai kamu baik-baik saja,kenapa lama sekali mandinya."Aska masih terus mengetuk-ngetuk.


"Nanti kamu kedinginan Fai."lanjut Aska.


"Kalau kamu tidak menyahut aku akan dobrak pintu ini."


Fai yang di dalam kamar mandi memang sudah merasa kedinginan.Dia pun segera menyahut.

__ADS_1


"Aska aku baik-baik saja,tapi..-"


"Tapi apa Fai."


"Aku lupa membawa handuk dan juga koperku Aska.Bisa minta tolong ambilkan"Ucap Fai malu.


"Astaga aku kira kenapa,sebentar."


"Buka pintunya Fai,aku sudah membawa handuk dan juga koper mu."


"Kamu berbalik dulu,aku tidak mau kamu melihat tubuhku.Jangan modus Aska."Aska hanya tersenyum.


"Iya aku berbalik."


Fai membuka pintu sedikit untuk mengintip Aska, lelaki itu membelakangi pintu kamar mandi.Dengan gerakan cepat Fai menarik koper dan menutup pintu dengan kuat.Tapi sebelum Fai menutup pintu tadi dengan cepat Aska berbalik badan.


"ASKAAAAA DASAR DUDA MESUUUM!!"Teriak Fai dari dalam kamar mandi.Aska tertawa terbahak-bahak.


Saat Fai membuka koper,dia tidak menemukan baju tidurnya.Yang ada malah baju kurang bahan.Entah siapa yang menggantikan dan memasukkan baju tidur kurang bahan ini.


Ini pasti kerjaan mama..


Dengan di lapisi handuk Fai keluar dari kamar mandi,dia terlalu malu untuk memakai pakaian itu.


"Kamu jangan modus ya Aska,kamu tadi melihat tubuhku kan."


"Ciihh..walaupun aku melihat tubuhmu aku tidak akan bernafsu.Badanmu kurus begitu."Padahal setelah Aska melihat tubuh polos Fai sekilas dia berusaha menahan mati-matian gejolak nafsunya.


"Kamu kenapa masih pakai handuk Fai,bukannya aku tadi sudah kasi koper mu."


"Gak apa-apa ini juga aku mau lepas, berhubung katamu tadi tidak bernafsu melihat tubuhku,jadi aku juga tidak apa-apa dong pakai pakaian seksi begini di depanmu."Ucap Fai sambil melepas handuk dan berjalan untuk menaruh handuk tersebut.


Seketika mata Aska melotot melihat pemandangan di depan matanya,Fai begitu seksi.


"Siapa yang mau menggodamu,hanya ada baju tidur ini di koperku.Sepertinya ada yang menukarnya.Lagi pula kamu juga tidak bernafsu kan melihat tubuhku."Ucap Fai sambil menyelimuti tubuhnya dengan rapat.


Sebenarnya Fai sangat malu memakai pakaian seperti itu di hadapan laki-laki,walaupun Aska suaminya, tetapi Fai tidak mencintai Aska.


"Awas yaa,jangan macam-macam kamu sama aku,ini pembatas kita dan jangan dekat-dekat."


"Tenang saja aku tidak akan macam-macam paling satu macam saja."Ucap Aska sambil tersenyum aneh.


"Askaaa!"


"Duh kenapa sih kamu senang sekali teriak.Sudahlah aku ngantuk mau tidur."Ucap Aska lalu tidur membelakangi Fai.


Fai yang memang sudah mengantuk pun ikut memejamkan matanya dan tak lama terdengar dengkuran halus pertanda Fai sudah terlelap dalam tidurnya.Aska yang memang belum bisa tidur membalikkan badannya menghadap Fai.


'Kau manis,baik dan juga cantik Fai,entah kenapa aku suka sekali melihat mu saat panik dan marah seperti tadi.Mungkinkah aku bisa membuka hatimu untukmu Fai.Aku masih terlalu takut.


Aska mendekati Fai dan mencium kening Fai.


"Selamat tidur Fai istriku."Lalu tak lama Aska pun ikut tidur juga.


Pagi pun menjelang,bantal yang tadinya sebagai pembatas di antara mereka sekarang entah kemana keberadaannya.Kini posisi tidur mereka saling memeluk.Bahkan Fai menggunakan lengan Aska sebagai bantal.Tangannya memeluk pinggang Aska, Kakinya pun menindih kaki Aska seperti memeluk guling.Rupanya posisi seperti ini membuat Fai semakin nyaman dalam tidurnya.


Aska yang bangun terlebih dahulu tersenyum melihat posisi tidurnya saat ini.Tak lama terlihat ada pergerakan dari Fai,Aska pun kembali memejamkan matanya kembali.


Fai masih enggan membuka matanya,dia belum menyadari posisi tidurnya kini.


Kenapa tidurku nyenyak sekali,mungkin karena kemarin memang sangat melelahkan.Gumam Fai.

__ADS_1


Fai sadar kalau saat ini dia sedang memeluk tapi kenapa keras,sepertinya yang di peluk bukan guling.Dia Raba apa yang ada di depannya.Saat membuka mata dia kaget dengan posisi tidurnya.


"Akkkhhhh..."Teriak Fai.


"Astaga Fai,kenapa kamu teriak sih."Ucap Aska pura-pura tidak tahu.


Dengan cepat Fai mendorong Aska.Hingga posisi Aska kini terlentang.


"Kamu sengaja kan peluk aku kayak gini."Ucap Fai ketus.


"Coba kamu liat sekarang sebenarnya siapa yang main peluk gini.Lihat kaki saja tertindih kakimu."


"IIHHH..Dasar,awas aku mau mandi."Fai bangkit ,dia terlalu malu mengakui bahwa ternyata dia yang memeluk Aska.


"Jangan lupa bawa handuk dan bajumu Fai,aku tidak mau mengambilkannya lagi."


"Iissshh."ternyata Fai lupa lagi membawa handuk dan bajunya.Dia pun kembali keluar.


"Jangan lihat-lihat aku nanti jatuh cinta lagi."Ucap Fai sambil mengambil handuk dan baju di kopernya.


"Jangan kepedean Fai,aku tidak akan jatuh cinta padamu."


Lihat saja nanti... Batin Fai


Setelah mereka rapih,mereka pun menuju ke restoran untuk sarapan,para orang tua sudah menunggu mereka berdua Disana.


"Duh pengantin baru,bangunnya kesiangan yaa.Semalem capek habis lembur."Ucap mama Nita.


"Apaan sih Mama,"jawab Aska cuek.


"Fai makan yang banyak yaa,semalam pasti kamu kecapean."


"Iya Tante."


"Lho kok panggilnya masih Tante sih,panggilnya mama dong."


"Iya Ma,"


"Setelah ini kalian mau kemana?"tanya pak Bram.


"Sepertinya kita pulang ke rumah Papa Alam dulu Pa,sekalian kita mau ambil baju-baju Fai dan keperluan Fai.Baru setelah itu kita ke rumah Papa.Iya kan sayang."Ucap Aska dengan tersenyum.


"Dih..apaan pake bilang sayang segala."Ucap Fai ketus.


"Fai gak boleh begitu sama suami."Ucap Mama Farah menasehati Fai.


"Gak apa-apa ma,mungkin Fai memang belum bisa terima aku sebagai suaminya."Ucap Aska santai.


"Kamu yang sabar ya menghadapi sikap Fai."


"Papa."Fai kesal tak terima.


"Nanti papa sama Mama pulang duluan saja,biar kami pulang naik taksi."Ucap Aska


Setelah selesai mereka pun kembali ke kamar mereka.


Sesampainya di kamar Aska langsung saja mendorong tubuh Fai hingga ke tembok.


"Apa yang mau kamu lakukan Aska,jangan macam-macam."


"Aku melakukan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai pengantin baru Fai,"Ucap Aska sambil menelusuri pipi Fai menggunakan jarinya.

__ADS_1


"Jangan Aska,"Fai memejamkan matanya.


Tiba-tiba...


__ADS_2