Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 92


__ADS_3

Menatap diri di cermin dalam tatapan kosong, Sella melamun memikirkan ucapan mertua Fira dan juga memikirkan Devin. Karena nomor Devin ia blok, jadi tak tahu apa Devin menghubunginya atau tidak.


Di kira sudah lama di toilet, Sella memutuskan untuk keluar dari toilet. Entah salah liat atau tidak tapi sepertinya Sella melihat orang mirip Devin. Kalau benar Devin, apa ini sebuah kebetulan.


Dengan rasa penasaran apa yang di lihatnya benar Devin atau bukan, Sella mengikutinya dari belakang sampai akhirnya orang itu berhenti di hadapan seorang gadis. Dengan mata tak berkedip Sella menatap orang itu, dan bagai tersambar petir mata Sella semakin terbuka lebar. Sebab orang yang di ikutinya memang benar Devin, ia tak salah lihat.


Di lihatnya Devin belum sadar ada Sella di sekitarnya, air mata Sella sudah meleleh mengalir ke pipi. Devin terlihat sangat bahagia dan bermesraan sambil joget dengan seorang gadis dihadapannya, berbeda dengan Sella yang galau memikirkan nasib hubungannya.


Dengan langkah perlahan Sella mendekat ke arah Devin, mungkin waktunya untuk mengakhiri semuanya... Ditepuknya pundak Devin dan Devin menoleh kaget sampai kaku badannya.


" Sa..sayang..." ucap Devin tergagap, apalagi melihat air mata Sella yang tak berhenti menangis.


" Sayang? Dia siapa Dev?" tanya gadis yang bermesraan dengan Devin tadi.


" I.. Ini bukan seperti yang kamu pikirkan sayang, biar aku jelaskan dulu." ucap Devin makin panik, karena Sella hanya diam saja menatapnya. Bisa Devin lihat dari mata Sella, pacarnya ini sangat tersakiti.


" Masih bisa kamu panggil aku sayang dia depan cewek ini?" ucap Sella pelan dan tenang serta menatap Devin.


" Sayang ini gak seperti yang kamu pikirkan." ucap Devin lagi.


" Emang kamu tahu apa yang aku pikirkan?" tanya Sella dan membuat Devin makin gelagapan.


" Ayo aku jelaskan, tapi tidak disini." ajak Devin dan menarik tangan Sella, tapi Sella diam saja tak bergerak.


" Aku pikir kamu bakal nyari aku, bahkan nomor kamu aku blok tapi ternyata kamu gak ada coba buat menghubungi aku dengan nomor lain atau dengan cara lain. Beberapa hari aku juga mikirin hubungan kita, apakah akan berakhir atau tetap lanjut. Tapi setelah apa yang kulihat barusan, sepertinya kita sampai sini saja. Silahkan lanjutkan kegiatan kalian, maaf mengganggu." ucap Sella panjang setelah itu balik arah.


" Sayang... Sayang... Tunggu, aku gak mau. Please dengar dulu penjelasan ku." Devin mencoba menahan Sella yang akan meninggalkannya.


" Sudah Devin, kita sampai sini aja. Kayaknya kamu masih ingin bersenang-senang dan itu bukan dengan ku lagi. Bahagia selalu Dev..." Sella melepaskan tangan Devin dan langsung pergi.


Devin mengejar Sella yang pergi, lagi-lagi ia menahan Sella agar Sella tak meninggalkannya. Sekuat Devin menahan Sella, sekuat-kuatnya juga Sella berontak.


" Sayang please maafin aku, jangan tinggalin aku. Aku benar-benar minta maaf... " ucap Devin saat bisa ia tahan.


" Please Dev, biarkan aku juga bahagia. Aku tidak mentolerir kesalahan berselingkuh. " ujar Sella juga.


" Aku tidak selingkuh, ayo aku jelaskan." lagi-lagi Devin tak mengijinkan Sella pergi.


" Sudah Dev, aku tak mau dengar penjelasan apapun. Tolong lepas tangan ku. " Sella berusaha melepaskan tangan yang ditangan kuat Devin.


" Sayang please maafin aku... " mohon Devin lagi.


" Muak banget aku... Lepas Devin sebelum aku teriak. " ancam Sella, ia sebenarnya sangat malu dengan sekitar.

__ADS_1


" Gak sayang, aku gak mau. Ayo kita selesaikan jangan di sini." Devin tak mau dan mencoba menarik Sella mengikutinya.


Karena kekuatan Devin lebih besar darinya, meskipun kesulitan menahan, Sella tetap tertarik oleh Devin...


Saat sedang berusaha melepaskan tarikan Devin, tiba-tiba tangannya terlepas. Setelah mendongak, terlihat tangan Jordan sudah menggantikan tangannya yang di tarik Devin.


" Kalau orang gak mau jangan di paksa." tegas Jordan.


" Gak usah ikut campur!" ucap Devin sengit, ia juga menyentak tangan Jordan.


" Sayang ayo kita pergi dari sini, aku jelaskan." ucap Devin ke Sella, ia juga mencoba mendekat ke Sella tapi terhadang Jordan.


Buuugghh...


" SUDAH KU BILANG, KALAU DIA TIDAK MAU JANGAN DIPAKSA. KAU MENGERTI BAHASA MANUSIA TIDAK!!" teriak Jordan setelah menonjok Devin, sampai orang yang kebetulan lewat sampai berhenti. Tapi karena tak mau ikut campur lalu orang-orang itu pergi begitu saja.


Karena sudah jengkel melihat Devin yang terus memaksa Sella, sampai akhirnya Jordan kelepasan menonjok Devin. Sella pun kaget dengan apa yang ia lihat...


" Kamu siapa ikut campur?" tanya Devin kaget karena di tonjok Jordan dan bingung tiba-tiba Jordan datang. Ia juga menyeka bibirnya yang di tonjok Jordan dan ternyata berdarah.


" Gak perlu tau aku siapa, yang jelas aku kenal dengan Sella dan aku lihat dia tak ikut denganmu." jelas Jordan.


" Ayo... Fira dan yang lainnya udah nunggu untuk makan malam. Atau kamu mau ikut pacarmu ini? Tapi yang aku lihat kamu sepertinya gak mau." ujar Jordan ke Sella.


" Ayo... Dia bukan pacar ku lagi dan aku tak sudi ikut dengannya." ucap Sella, itu membuat Devin kaget.


Tadi saat kembali dari pantai ia berniat pergi ketoilet, ia tak sengaja melihat Sella yang baru keluar dari toilet dan mengikuti seseorang. Melupakan niat awalnya yang ingin ke toilet, Jordan malah berjalan mengikuti Sella dengan diam-diam.


Jordan berdiri tidak terlalu jauh di belakang Sella jadi sedikit banyak ia mendengar pembicaraan Sella dan pacarnya. Saat sudah maj sampai di tempat sam yang lain berada, Jordan menahan tangan Sella.


" Kenapa?" tanya Sella, ia menatap tangan yang Jordan tahan sebentar lalu menatap Jordan.


" Sorry...." dengan perlahan dan perhatian Jordan menghapus sisa air mata yang ada di pipi Sella.


" Wajah mu sangat kacau sekarang, apa kamu punya make-up agar bisa menutupinya?" ucap


Jordan berdiri sejajar di hadapan Sella.


" Bisakah kamu bawa aku pergi dari sini saja, jika Fira tau bisa-bisa dia bakal cari Devin malam ini juga. Please aku minta tolong padamu..." ucap Sella memohon.


" Tapikan bisa kamu tidak cerita." ucap Devin, ia juga menatap Sella. Bisa di lihatnya kalau Sella sangat tersakiti.


" Dia bisa tau hanya dengan melihat muka ku. Aku tidak tau dia punya kekuatan apa, yang jelas dia bisa tau kalau aku sedang tidak baik-baik saja." jelas Sella lagi.

__ADS_1


" Sebentar aku telfon Arlan dulu." setelah berucap begitu, Jordan lalu mengeluarkan hpnya dan berjalan sedikit menjauh dari Sella.


" Ayo... Sebisa mungkin sudah ku jelaskan pada Arlan dan agar tidak memberi tahu Fira." sedikit banyaknya Jordan menceritakan ap yang terjadi ke Arlan agar bisa menjelaskan ke Fira.


" Terima kasih ya... " ucap Sella dan akhirnya mereka berbalik arah tak jadi menemui Fira dan yang lain.


Dengan menggunakan taksi, Sella dan Jordan pergi meninggalkan tempat itu. Tanpa mereka sadar, ternyata Devin tadi sempat mencari-cari Sella. Sampai akhirnya Devin melihat Jordan menghapus air mata Sella dan juga melihat Sella pergi meninggalkan beach club tersebut dengan Jordan. Mau menyesal pun sudah tidak ada gunanya...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...

__ADS_1


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo 🌹😘****


__ADS_2