Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 56


__ADS_3

Pagi hari Fira sudah sibuk mengurusi dua bayinya, yan satu akan ke sekolah dan satunya lagi pergi bekerja.


'' Sayang hari ini ingat kan kita pergi ke ulang tahun Samudra Group milik pamannya Tania.'' ucap Arlan ketika Fira memasangkan dasi.


'' Iya ingat Mas..kenapa?"


'' Hari ini tidak usah ke Boutique ya..ikut ke kantor aja.'' ucapnya lagi.


'' Tidak bisa Mas..aku harus ketemu klien. Lagian Sella sudah mengomel karena aku sering tidak datang ke Boutique dan minta gajinya naik.'' jawab Fira, ia ingat sahabat sekaligus partner kerjanya mengomel karena kewalahan jika Fira tidak datang.


'' Ya udah naikin gajinya..kalo perlu tambah karyawan lagi. Jadi kamu gak harus ke Boutique sayang..'' ucapnya santai sambil memeluk pinggang istrinya tapi membuat Fira menatapnya jengah.


'' Mas aja yang ke Boutique nanti..gantian. Oke sudah selesai..'' ucap Fira yang sudah selesai memasangkan dasi.


'' Tidak ingin bekerja?" tanya Fira saat Arlan masih betah memeluk pinggangnya.


'' Iya..rasanya aku ingin menghabiskan waktu dengan mu di kamar.'' jawab Arlan dan tubuhnya semakin mendekat.


'' Ayo kita turun sarapan..'' ujar Fira tak menanggapi ucapan suaminya.


Keduanya turun ke bawah, dan orang tuanya beserta Abi sudah memulai sarapan terlebih dulu. Selesai sarapan Abi berangkat bersama dengan Mommy dan Daddynya.


Sepanjang perjalanan ke sekolah, Abi berceloteh dengan semangat. Ditambah ia berangkat ke sekolah diantar kedua orang tuanya. Hari ini Fira tidak menunggu Abi sampai selesai sekolah karena harus bertemu dengan kliennya.


'' Maaf ya sayang, Mommy tidak menunggu sampai selesai sekolah. Mommy ada pekerjaan pagi ini..'' ucap Fira setelah mobil sampai di depan sekolah Abi.


'' Tidak masalah Mommy. Ada suster, jadi Mommy tidak perlu khawatir.'' jawabnya mengerti,


'' Terima kasih sayang..nanti pulang sekolah Abi bisa ke Boutique atau langsung saja pulang.'' ucap Fira dan mencium kedua pipi Abi.


'' Oke Mommy.. bisakah aku turun sekarang?'' ucap Abi.


'' Haha..baiklah. Belajar yang rajin sayang dan jangan nakal ke temannya ya.'' ujar Fira dan mencium kembali pipi Abi dengan gemas.


Abi turun di ikuti susternya, setelah Abi tak terlihat Arlan baru menjalankan mobilnya menuju Boutique Fira. Di tengah perjalanan, Arlan mengambil tangan Fira menggenggamnya dan menciumnya.


'' Kenapa Mas?" tanya Fira heran, sejak tadi suaminya hanya diam saja.


'' Terima kasih sayang..'' itu yang di ucapkan Arlan.


'' Untuk??"


'' Karena sudah memberi Abi kasih sayang dan perhatian sangat banyak.'' ucapnya tulus.


'' Terima kasih juga karena sudah memiliki anak semanis dan selucu Abi.'' ucap Fira dengan senyum.


Arlan mengecup kepala Fira sekilas dan makin mengeratkan menggenggam tangan Fira. Dan tak terasa mereka sudah sampai di Boutique Fira.


'' Sayang..nanti aku jemput sore, maaf siang ini aku harus ketemu klien jadi tidak bisa kesini.'' ucap Arlan ketika Fira melepas safety belt.


'' Iya..jangan sampai telat makan siang. Aku turun, terima kasih sayang sudah mengantarku.'' ucap Fira dan mengecup pipi Arlan sebelum turun dari mobil.


Fira mengetuk kaca jendela dan mengisyaratkan Arlan untuk menurunkan kaca. '' Hati- hati membawa mobilnya.'' ucap Fira, belum dijawab Arlan ia segera berlari kecil menuju Boutiquenya.

__ADS_1


Senyum Arlan mengembang melihat kelakuan Fira, istrinya itu selalu memberikan kejutan. Saat di suruh istrinya selalu banyak alasan, tapi ketika tidak di suruh itu membuat jantung Arlan berdetak dengan cepat. Contohnya saat di suruh menciumnya selalu saja banyak alasannya, begitu juga jika di suruh memanggilnya sayang ia juga susah.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jam makan siang sudah lewat tapi Fira baru akan makan siang, pekerjaannya benar-benar banyak. Jika perutnya tidak minta di isi, mungkin ia akan terus bekerja.


Sella meninggalkannya pergi makan siang dengan pacarnya. Katanya selama Fira tidak datang ke Boutique, ia jadi jarang pergi dengan pacarnya. Sella juga bilang, kalo ia merasa beruntung kalo pacarnya tidak mencari pacar baru karena Sella yang sibuk.


'' Lani mana makan siang ku?" tanya Fira saat sudah sampai di lantai satu.


'' Masih otw Mbak..nanti aku anter ke atas.'' jawab Lani, ia heran kenapa temannya yang disuruh membeli makan siang Fira lama sekali.


" Pasti dia menggoda pelayan di sana lagi." gerutu Lani, ia tau temannya itu menyukai salah satu pelayan tempat mereka biasa membeli makan.


'' Oke..Makasih.'' ucap Fira sebelum kembali naik ke ruang kerjanya.


Sambil menunggu makan siangnya yang masih otw, Fira melanjutkan pekerjaannya. Saat ia serius dengan pekerjaan, ada yang masuk ke kantornya dan ia menebak kalo itu Lani yang membawakan makan siangnya.


'' Taruh di situ aja Lan, terima kasih ya..'' ucap Fira tanpa melihat siapa yang datang.


Tapi ia heran kenapa Lani diam saja, ia juga seperti mengenal bau parfum yang tercium oleh hidungnya. Dengan perlahan ia mendongak dan ia terkejut karena melihat suaminya berdiri di depan meja kerjanya.


'' K-kok Mas yang bawa?" tanyanya gugup, tapi ia kembali berpikir kenapa ia harus gugup.


Arlan diam tak menjawab dan malah menatap tajam ke arah Fira. Tadi pagi istrinya mengingatkan dirinya agar tidak telat makan siang, tapi apa yang ia lihat. Jam sudah menunjukan hampir pukul setengah empat sore dan Fira belum makan siang.


Tadi saat memasuki Boutique istrinya, ia melihat salah satu karyawan Fira akan naik ke lantai dua dengan membawa bungkusan makanan. Setelah di tanya ternyata itu untuk makan siang untuk Fira.


'' Jika aku tau kamu begini aku tidak akan mengizinkan kamu pergi bekerja.Makan siang telat sampai jam segini dan baru akan makan.'' ucap Arlan dingin.


Arlan berjalan mendekat ke Fira yang menunduk..'' Ayo.'' ucap Arlan tegas sambil menarik pelan Fira agar bangkit dari duduknya.


Membawa Fira duduk di sofa dan di bukanya makanan yang ia bawa. Fira menurut, duduk diam dan melirik suaminya yang sedang membuka makanannya.


'' Aku makan sendiri aja M-mas..'' ucap Fira saat Arlan mengarahkan sendok berisi makanan ke mulutnya.


Karena mendapat tatapan tajam dari Arlan, Fira membuka mulutnya dan mengunyah makanannya perlahan. Dengan telaten Arlan menyuapi Fira sampai makanannya habis tak tersisa.


'' Maaf..'' ucap Fira setelah selesai minum.


'' Jangan harap besok kamu bisa berangkat bekerja.'' ucap Arlan tegas membuat Fira kaget dan melotot.


'' Kenapa? Tidak terima? Kamu harus di hukum..'' ucap Arlan lagi.


'' Tapi hukumannya jangan tidak boleh berangkat kerja..'' Fira mencoba menawar hukuman yang Arlan berikan.


'' Terserah aku dong.. kan aku yang ngasih hukuman!" ujar Arlan dan menyenderkan badannya.


'' Hukuman yang lain aja. Ya Mas..ya..ya..'' Fira merapat ke tubuh Arlan mencoba merayu agar hukumannya di ganti.


Arlan tak bergeming dengan rengekan Fira, ia malah mengambil ponsel dari sakunya dan memainkannya. Merasa tak dihiraukan Arlan, Fira merebut ponsel Arlan dan menaruhnya di meja. Selanjutnya ia langsung melompat duduk di pangkuan Arlan.


'' Mau ngapain?"

__ADS_1


'' Mau bernegosiasi.'' jawab Fira sambil memamerkan giginya.


Arlan menahan tawanya sekuat tenaga, istrinya ini benar-benar ajaib. Dan ia akan menggunakan kesempatan ini..


'' Awas..kamu berat.'' ucap Arlan bohong.


'' Hukumannya ganti dulu, baru aku turun.'' ujar Fira dan malah mengalungkan kedua tangannya ke leher Arlan.


'' Apa kamu sedang menggoda ku?"


'' Apa bisa Mas ubah hukumannya?" tanyanya dengan muka yang sudah dekat dengan wajah Arlan.


'' Itu tergantung..'' ucapan Arlan terputus saat Fira sudah membenamkan bibirnya di bibir Arlan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong cingudeul...

__ADS_1


Jangan lupa Like & Komen ya...


Gamsahaeyo 🌹😘


__ADS_2