
Saat Arlan merasa cemburu, ia jadi tau bagaimana jadi Fira kemarin saat melihat dirinya bersama dengan Tania. Ya meskipun hanya sebatas teman tapi entah kenapa ia tidak rela istrinya tertawa bersama dengan pria lain.
Kemudian ia beranjak dari duduknya lalu menyusul Fira berganti baju. Dilihatnya Fira sudah selesai berganti baju dan sedang mengambilkan baju untuknya.
Berjalan mendekat dan memeluk Fira dari belakang..
'' Eh..kenapa?" tanya Fira sambil mengusap tangan Arlan yang di perutnya.
'' Biarkan seperti ini dulu..'' akhirnya Arlan membuka suara.
'' Beneran sakit ya..?'' Fira menyentuh dahi Arlan yang ada di pundaknya.
'' Aku hanya sedang kesal saja.'' jawab Arlan lesu.
'' Kesal kenapa? Lalu kesal dengan siapa?" Fira berbalik menghadap suaminya.
'' Sama kamu...tapi kamu gak peka. Tadi kamu ketawa-ketawa sama temen kamu itu, sampai lupa sama aku.'' jawabnya sambil menatap Fira.
'' Hahaha... Astaga Mas, dia hanya teman ku. Lagian kamu juga udah pernah kan sama temen kuliah kamu.'' sindir Fira.
'' Ya..dan aku sekarang tau bagaimana rasanya.'' jawab Arlan dengan muka sendu.
'' Maaf ya.. sekarang ganti bajunya, abis itu kita makan.'' ucap Fira memeluk pinggang Suaminya dan Arlan mengangguk patuh.
Setelah membantu Arlan berganti baju, Fira mengajak suaminya makan di luar saja sambil sekalian jalan-jalan malam.
'' Mau makan dimana sayang?" tanya Arlan saat mereka berjalan menuju mobil.
'' Entah...aku juga belum tau mau makan apa. Kita cari sambil jalan aja ya?" jawab Fira dan arlan mengangguk.
Menyusuri jalan yang masih ramai meski sudah hampir tengah malam. Mata Fira tertuju ke penjual nasi goreng ya ramai pengunjungnya.
'' Mas.. kita putar balik.'' ucap Fira tiba-tiba.
'' Udah dapet mau makan apa?" tanya Arlan sambil memutar balik.
'' Aku mau makan di situ...'' tunjuk Fira pada penjual nasi goreng.
'' Kamu yakin mau makan di situ sayang?'' tanya Arlan ketika mobil sudah berhenti tidak jauh dari penjual nasi goreng itu.
'' Iya.. Mas gak mau ya?"
'' Bukan gak mau, tapi aku gak pernah makan di pinggir jalan.'' jawab Arlan jujur.
'' Ya udah Mas gak usah makan kalo takut, biar aku sendiri aja.'' ucap Fira sambil melepas sefety beltnya.
'' Oke-oke..aku mau. Kamu tunggu aja di sini, biar aku yang pesen dan nanti kita makan di mobil. Di sana ramai sayang..'' ujar Arlan mengalah.
__ADS_1
'' Oke kalo gitu...'' ucap Fira senang.
Arlan kembali lagi ke mobil setelah memesan dan membawa dua botol air meneral.
'' Lama gak siapnya?" tanya Fira.
'' Gak tau, aku gak nanya.'' jawab Arlan dan membuat Fira mendengus kesal.
'' Cowok yang tadi di pesta teman kuliah kamu sayang?" tanya Arlan penasaran.
'' Dia satu tingkat di atas aku, tapi umurnya cuma beda beberapa bulan.'' jawab Fira sambil memainkan game di ponselnya.
'' Kok bisa kenal kalo satu tingkat di atas kamu?''
'' Dia dulu cukup terkenal di kampus yang sering gonta-ganti cewek, terus di pernah minta aku jadi pacarnya.'' jawab Fira santai tanpa menatap Arlan.
Arlan yang sedang minum pun tersedak sampak terbatuk mendengar ucapan Fira, kalo cowok tadi di pesta pernah menyukai istrinya. Bahkan pernah meminta menjadi pacarnya..
'' Pelan-pelan kalo minum.'' ujar Fira menepuk punggung Arlan.
'' Terus kamu terima gak?'' tanya Arlan lagi setelah batuknya mereda.
'' Ya gak lah.. aku gak mau di tenteng-tenteng kesana kemari keliling kampus habis itu di campakkan.'' jawab Fira dan kembali bermain game.
'' Tapi dia kan terkenal terus ganteng juga.'' ucap Arlan.
'' Jadi dia tidak percaya kalo kamu udah nikah?"
'' Mungkin.. sampai saat Mas dateng, dia baru percaya.'' jawab Fira dan menyudahi bermain game.
'' Tadi kamu menyuruhnya membawanya ke Boutique kalo sudah menemukannya, memang apa yang hilang?" tanyanya masih belum hilang penasarannya.
'' Wanitanya..'' jawab Fira singkat karena lacanya sudah di ketuk dan pesanannya sudah siap.
Meski masih penasaran, tapi Arlan tak melanjutkan bertanya. Ia juga menjadi kesal setelah mendengar kalo cowok tadi meminta Fira kembali menjadi pacarnya. Tapi ia juga mendengar kalo cowok itu sedang mencari wanitanya, berarti istrinya tak akan di ganggu cowok tadi.
Mereka berdua makan dengan tenang, Fira sangat menikmati makanannya. Berbeda dengan Arlan yang tak menikmati makanannya, pikirannya memikirkan bagaimana jika cowok tadi mendekati istrinya lagi dan melupakan wanitanya yang tak tau dimana.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Selesai makan, mereka kembali ke rumah dengan suasana hening tanpa obrolan. Fira yang mengantuk setelah kekenyangan dan Arlan yang pikirannya yang kemana-kemana.
Sesampainya di rumah, Arlan bersikap sama seperti pulang dari pesta tadi. Ia meninggalkan Fira tanpa membukakan pintu.
Fira pun membuka pintu sendiri sambil hanya terkikik lalu berjalan mengikuti Arlan. Sesampainya di kamar, suaminya yang sedang kesal itu tidak ada. Ia menebak kalo Arlan sedang di kamar mandi.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong Cingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya...
Gamsahaeyo🌹😘
__ADS_1
*Guys bantu baca " Khania " dong 😬🙏*