Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 85


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat, saat ini usia kandungan Fira sudah menginjak 7 bulan. Fira dan keluarga juga sudah merencanakan mengadakan acara 7bulanan sekalian mengumumkan jenis kelamin anak mereka. Acaranya akan diadakan dalam bulan ini. Seluruh keluarga sepakat akan mengadakannya di kediaman orang tua Fira.


Semuanya Fira serahkan ke Mama dan Mertuanya, selain itu juga kedua Mamanya tidak mau Fira kecapekan. Lalu bagaimana hubungan Fira dan Arlan? Apakah masih banyak drama pasutri itu? Jawabannya ya masih... Tapi tidak sampai saling bertengkar apalagi ada yang berteriak.


Semenjak kehamilannya semakin besar dan juga sudah mendekati lahiran, Fira selalu memikirkan nasehat dari Sella ataupun dari Mamanya yang harus lebih sabar. Jangan sebentar-sebentar marah dan kabur dari rumah. Ya... Fira menerapkannya meskipun harus menahan emosi dengan suaminya yang kadang-kadang menyebalkan tapi tak menyadarinya.


Seperti pagi ini, kesabarannya di uji oleh Abi yang tiba-tiba bilang membawa kerajinan tangan dari kertas...


" Kakak kenapa baru bilang sekarang, ini udah mau berangkat sekolah lho..." ujar Fira setelah mendengar Abi memintanya membuat kerajinan tangan.


" Kakak lupa Mom..." jawab Abi sambil menunduk.


" Terus bagaimana sekarang, waktunya tidak akan cukup kak. Kita mau bikin apa juga..." ucap Fira lagi, kali ini ia jongkok di depan Abi yang duduk di meja makan.


" Kenapa jongkok gitu sayang... Bangun, kasihan Adek nanti ke gencet." tanya Arlan yang baru saja sampai di meja makan.


" Abi di suruh bawa kerajinan tangan dari kertas hari ini dan dia lupa bilang semalam." jelas Mama Ratih.


" Gimana ni Mas?" tany Fira yang sudah berdiri di samping Arlan.


" Udah gak usah sekolah." jawab Arlan santai dan duduk di dekat Abi yang menunduk.


" Kamu ini gimana sih Mas, malah gak usah sekolah." protes Fira tak setuju.


" Ya terus mau gimana? Mau sekolah juga gak ada kerajinan tangannya kan?" jawab Arlan lagi-lagi santai, ia malah mengambil sarapannya dan memakannya.


" Bik, Susternya Abi mana? " tanya Fira pada Bibi maid yang kebetulan lewat.


" Tadi masuk kamarnya lagi Non, sebentar Bibi panggilkan. " jawabnya dan langsung bergegas menuju belakang.


" Kamu udah sarapan sayang? " tanya Arlan yang melihat Fira hanya duduk tak memakan apapun.


" Nanti lah, udah kenyang duluan aku. " jawabnya lalu ia meminum air putih di depannya.


" Sudah lah Mom, aku tidak sekolah saja. " ucap Abi pelan.


" Ya gak kayak gitu dong Kak, nanti Kakak jadi kebiasaan. Gak bikin tugas terus gak berangkat sekolah." Fira langsung menolak ketika Abi mengikuti omongan Daddynya tadi.


" Maaf Buk (Sus memanggil Fira dan Arlan dengan Bapak & Ibu) , tadi ada yang saya ambil di kamar. " sela Susternya Abi yang baru saja tiba.


" Suster gak tau juga ya kalau Abi ada tugas? Ini Abi baru bilang sama saya. " ujar Fira langsung saat Suster Abi sampai.


" Maaf Buk, sebelumnya saya tidak tau. Tapi tadi malam waktu saya ke mini market, saya ketemu sama temen saya. Dia pengasuh temen sekolah Mas Abi (panggilan Sus untuk Abi), dia sedang membeli perlengkapan untuk kerajinan. Langsung saya tanya apakah ada tugas dan dia menjawabnya ada. Jadi saya juga ikut beli bahan-bahannya, saya pikir saat pulang bisa bikin bersama dengan Mas Abi. Tapi Mas Abi pergi dengan Bapak dan Ibu. Maaf Buk, Biasanya juga ada pemberitahuan lewat grup kelasnya Buk, Apa Ibu tidak dapat pemberitahuan?" jelas Suster Abi yang bernama Rahma itu.


Mendengar kalimat terakhir dari Sus Rahma, Fira menatap suaminya yang sudah selesai sarapan..

__ADS_1


" Mas... Kamu gak baca lagi grup sekolah Kakak Abi? " tanya Fira selidik.


" Kayaknya gak ada aku baca. " jawab Arlan sangat santai.


" Hemmm... Pantesan, nanti aku bilang aja sama Missnya biar ganti nomor ku aja." ujar Fira kesal.


" Terus bahan-bahannya mana Sus biar saya yang bikin di jalan. " tanya Fira, ia beralih bertanya ke Sus Rahma. Ia sudah malas menggapi Arlan yang hanya cengengesan.


" Ini Buk sudah saya buat untuk Mas Abi, tapi maaf kalau tidak bagus. " jawab Sus Rahma sambil menyerahkan paperback berisi kerajinan tangan berbentuk mobil-mobilan hasil karyanya bersama dengan para pekerja yang ada di rumah itu.


Fira menerima paperbag itu dan mengeluarkan isinya. Semua orang yang ada di meja makan ikut lega karena Abi bisa membawa kerajinan tangan tugas sekolahnya. Fira dengan tiba-tiba memeluk Sus Rahma dan mengucapkan Terima kasih, ia sangat bersyukur mempunyai pengasuh yang begitu perhatian dan memperhatikan semua kebutuhan Abi tanpa diminta.


" Kakak sini bilang Terima kasih sama Sus." panggil Fira ke Abi dan Abi langsung mendekat saat ia sudah selesai memeluk Sus Rahma.


Abi juga sama, ia langsung memeluk kaki Sus Rahma dan juga mengucapkan Terima kasih. " Sus, Terima kasih ya... Kalau Sus tidak membuatkan tugas Abi pasti Abi sudah tidak masuk sekolah. " ucap Abi, karena Abi kecil jadi Sus Rahma berjongkok agar Abu bisa memeluknya dengan benar.


" Sama-sama Mas Abi, ayo kita berangkat nanti macet dan terlambat. " ujar Sus Rahma, ia juga membalas pelukan Abi.


" Sudah cepat pergi sekolah Kak nanti terlambat. Nanti Mommy jemput ya..." ujar Fira pada Abi yang masih menempel pada Sus Rahma.


Setelah Abi berangkat sekolah dengan Sus, rasa lapar Fira baru datang. Sebelum makan ia menghabiskan air putih satu gelas langsung.


" Aku berangkat ya sayang... " ujar Arlan berpamitan pada Fira yang sedang duduk bersandar sambil mengelus perutnya.


" Iya gak apa-apa, Adek Daddy kerja dulu ya. " Arlan mencium kening Fira dan mengelus perut Fira berpamitan dengan si Adek.


" Mah berangkat dulu ya. " Arlan juga pamit pada Mamanya yang masih ada di meja makan menemani Fira makan. Sedangkan Papanya sudah tak terlihat..


" Iya hati-hati..." jawab Mama Ratih.


Rumah sudah sepi setelah yang sekolah dan yang bekerja semuanya sudah berangkat. Tinggal hanya Mama Ratih dan Fira yang baru saja akan sarapan.


" Mau minum susu sekarang sayang?" tanya Mama Ratih.


" Nanti aja Mah, ini aja Fira baru mau makan. " jawab Fira sambil memakan sarapannya. Mama mertuanya menyiapkan sarapan untuknya sangat lengkap. Dari makanan berat, buah, sampai dessert juga ada.


" Makasih ya Mah, tiap hari buatin Fira sarapan enak-enak dan lengkap juga." sambung Fira lagi, ia sangat bersyukur akut dengan mertuanya.


" Apa sih sayang kok makasih-makasih segala. Mama mau kamu sama cucu Mama sehat." Mama Ratih menanggapi menantunya.


" Oiya... Sayang, soal acara 7bulanan kamu semuanya sudah beres semua ya. Tinggal tunggu hari H aja. Yang mau di undang mau jdi tambah atau masih yang kemarin sayang? Kalau dari Mama Mira katanya ada tambahan, kalau kamu sama Arlan ada gak? " ujar Mama Ratih membahas acara 7 bulanan Fira.


" Nanti Fira tanya Mas Arlan deh Mah. Maaf ya Mah Fira malah ngerepotin Mama-mama." jawab Fira, sebenarnya Fira mau mengurusnya sendiri dan di bantu Sella tapi kedua Mamanya tak mengijinkannya.


" Mama sama Mama kamu tu seneng kalau sibuk gini. Jadi ada kegiatan, jadi tambah makin deket. " Mama Ratih senang bisa tambah dekat dengan besannya.

__ADS_1


Mertua dan menantu itu mengobrol kesana kemari sampai tak terasa Fira sudah waktunya menjemput Abi. Akhirnya ia bergegas ke kamarnya untuk ganti baju, untung tadi pagi ia sudah mandi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo 🌹😘****

__ADS_1


__ADS_2