Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 46 Membawa mobil sendiri


__ADS_3

Setelah puas mengajak Alvian bermain,Aska dan Roy kembali ke kantor.Tak menampik dalam dirinya Aska menyukai Alvian.Sambil bermain bersama Aska terus saja mengamati wajah Alvian.Dan jika di perhatikan memang anak tersebut memiliki sedikit kemiripan dengan dirinya.


"Segera atur untuk tes DNA Roy,gue gak mau terlalu lama menunggu hasilnya."


"Baiklah,nanti gue akan atur semuanya."


"Tapi entah kenapa walaupun wajah anak itu mirip dengan gue kenapa saat gue di dekatnya gak ada ikatan batin sama sekali yaa biasa aja gitu."


"Masa sih Ka?"


"Serius Roy, harusnya kalau memang dia anak gue.Kita kan gak pernah ketemu dan baru kali ini harusnya ada perasaan kuat dalam hati ini tapi ini tuh biasa aja.Senang memang,karena memang gue kan senang sama anak kecil tapi ya sekedar senang aja gitu."


"Sepertinya kita harus menyelidiki tentang Alvian Ka."


"Gue setuju Roy,Loe kerahkan anak buah loe untuk mencari informasi tentang Alvian."Roy mengangguk.


Di butik Fai masih saja memikirkan tentang Aska yang tidak mau bercerita masalah apa yang sedang ia hadapi.


"Heeei..Bumil gak boleh ngelamun."Malika mendekati Fai yang tengah melamun.


"Ada apa sih?"Tanya Malika sambil duduk di depan Fai.


"Gak ada apa-apa kok."


"Yakin?aku kenal kamu sudah lama lho jadi aku tahu kaalu sekarang pasti kamu lagi ada masalah.Tapi kalau kamu gak mau cerita ke aku gak apa-apa kok.Yang penting kamu jangan terlalu banyak pikiran.Orang hamil gak boleh stress kasian sama dedek bayi di perut kamu Fai."


"Entah mengapa aku merasa mas Aska sedang menyembunyikan sesuatu dari aku Lika."Akhirnya Fai mulai bercerita.


"Kenapa kamu bilang begitu?"


"Dua hari yang lalu,tengah malam mas Aska menerima telepon aku bisa melihat dari raut wajahnya kalau dia sedang marah.Saat aku tanya ada masalah apa,dia bilang katanya masalah kantor.Kemarin pagi pun begitu dia menjauh saat menerima telepon itu.Aku merasa ada yang mas Aska sembunyikan dari aku."


"Mungkin memang benar Fai kalau itu masalah di kantornya cuma dia gak mau cerita aja yang sebenarnya terjadi karena gak mau kamu kepikiran."Ucap Malika.

__ADS_1


"Justru karena mas Aska gak cerita ke aku,aku jadi penasaran dan kepikiran."Ucap Fai dengan lesu.


"Sudah jangan di pikirkan,lebih baik kamu doakan saja supaya masalahnya cepat selesai.Oya aku sampai lupa,aku mau memberi tahu kamu kalau tadi ada produsen kain ingin mengajak kerjasama dengan butik kita.Tapi aku belum menyetujuinya aku ingin menanyakan hal ini dulu sama kamu.Gimana Fai menurutmu?"Malika mencoba mengalihkan pikiran Fai agar tidak memikirkan masalah yang di hadapi suaminya.


"Bahan apa nih? Kebetulan kan aku memang mau buat koleksi terbaru tapi dari bahan crinkle yang lagi booming saat ini."


"Pas sekali produsen kain ini juga menawarkan bahan crinkle Fai,gimana kita mau cek kainnya dulu?"Malika berhasil mengalihkan pikiran Fai.


"Boleh deh,tapi kapan yaa kan untuk tiga hari kedepan jadwal kita padat Fai."


"Ya sudah nanti aku atur waktu buat bertemu dengan produsen kain itu,yang penting kamu mau kan buat cek kainnya dulu."


"Iya aku mau cek kainnya dulu,kalau memang bagus dan harganya cocok kita angkut.Kamu atur deh kapan waktunya kita kesana cek kainnya."


"Siaaap,aku cek dulu yaa kegiatan kita senggangnya kapan."Fai mengangguk,Malika keluar dari ruangan Fai.


Tak terasa waktu menjelang sore,Fai sedang menunggu Aska menjemputnya di butik.Tak lama mobil Aska datang,Aska keluar dari mobilnya menghampiri sang istri yang tampak menekuk wajahnya.


"Maaf ya sayang,mas telat jemputnya.Tadi kebetulan ada pertemuan mendadak jadi mas harus hadir."Aska mengecup kening Fai.


"Ya sudah nanti kita tanyakan sama dokter Nadia kamu boleh gak bawa mobilnya.Sudah jangan cemberut gitu nanti mas cium disini lho."Goda Aska.


"Iihh..Dasar nyebelin."Aska tertawa.


Fai dan Aska kini sedang menuju rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan Fai.Aska yang memang sudah memesan nomor antrian agar tak lama menunggu.Dan benar saja tak lama mereka datang,nama Fai dipanggil untuk masuk ke ruangan.


"Hallo selamat sore,jumpa lagi ya kita."Sapa dokter Nadia ramah.


"Gimana apa ada keluhan Fai?"Tanya dokter Nadia.


"Selama ini gak ada dokter."


"Baiklah yuk kita periksa dulu."Fai di tuntun untuk menaiki ranjang lalu dokter Nadia mulai melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Semuanya bagus, perkembangan janin juga baik."Dokter Nadia lalu menjelaskan kepada Fai dan Aska tentang anak mereka.


"Jenis kelaminnya gimana Nad?"Tanya Aska yang penasaran.


"Sepertinya anak kalian belum mau kasih tahu nih jenis kelaminnya apa.Di tutup pakai tangan tuh jadi gak kelihatan deh."Aska gemas dengan anak yang di dalam perut Fai, padahal dia sudah menantinya selama beberapa bulan.


"Mungkin bulan depan dia mau menunjukkannya yaa."Nadia selesai memeriksa Fai dan kembali duduk.


Setelah berbincang-bincang Fai pun mengutarakan keinginannya untuk bisa membawa mobil sendiri.


"Boleh saja semua aman,karena kehamilan Fai juga sehat janin juga berkembang dengan baik."


"Tuh kan sayang kata dokter Nadia boleh."Fai tersenyum senang karena dokter membolehkannya membawa mobil.


Keesokan harinya Fai terlihat semangat karena pada akhirnya dia akan membawa mobil kesayangannya.


"Duh semangat bener yang mau bawa mobil sendiri."Ledek Aska.


"Ya dong, kebetulan sekali karena hari ini aku dan Lika mau ke produsen kain untuk cek kain karena stok di gudang sudah menipis."


"Tapi ingat kamu gak boleh capek-capek ya dan bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut."Aska menghampiri Fai yang sedang merias wajahnya.


"Siap bosku."Fai melakukan tangannya seperti sedang hormat.


"Lagian nanti juga Malika yang bawa mobilnya kalau aku pergi-pergi."Aska mengangguk.


"Makin gemes deh sama istri aku,jadi pengen ngurungin kamu pagi ini."Bisik Aska.


"Apaan sih mas,ini sudah siang gak usah aneh-aneh deh."Fai memasang wajah waspada membuat Aska tertawa.


Setelah sarapan Fai dan Aska masuk ke mobil mereka masing-masing.Aska mengawal Fai sampai ke butik,Aska hanya khawatir dengan istrinya yang membawa mobil dalam keadaan hamil.Fai pun memaklumi dan merasa senang karena Aska begitu perhatian terhadapnya.Setelah memastikan Fai sampai di butik dengan selamat Aska pun kembali melajukan mobilnya menuju perusahaan.


Belum juga sampai kantor,Aska mendapatkan telepon dari Viona.Dengan malas Aska mengangkat telpon tersebut.

__ADS_1


"Halo,ada apa?"


__ADS_2