Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 101


__ADS_3

Malam hari suasana ruang rawat Fira terasa sepi, hanya tersisa Arlan dan Abi. Ya... Abi merengek minta untuk tinggal di rumah sakit, alasannya ingin menemanin Mommy dan adiknya. Alhasil sekarang Arlan menemani tidur di kamar yang ada di situ. Sedangkan Fira tidur bersama dengan baby Al yang berbaring di atas dadanya.


Beruntung baby Al malam ini tidak mengajak Mommynya bergadang. Mungkin karena kenyang menyusu jadi malam ini ia tidur nyenyak, apalagi tidurnya di pelukan Mommynya.


Sedangkan Mama Ratih dan Papa Anton sudah pulang bersamaan dengan Jordan Dan Sella. Tadi sempat Sella tak mau pulang bareng Jordan, tapi akhirnya setelah di bantu bujuk Mama Ratih berakhir dia pasrah pulang bersama Jordan.


**Mari kita tinggalkan pasutri ini.... *


Suasana hening di sebuah mobil berisikan seorang perempuan dan seorang laki-laki, mereka adalah Sella dan Jordan. Tak ada yang membuka suara, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing dan fokus menyetir mobil.


" Kamu lapar?" tanya Jordan akhirnya setelah lama diam.


" Hah... Tidak. Aku hanya masih ingin bersama baby Al." jawab Sella lesu.


" Besok kan bisa kesana lagi. Ini beneran gak mau mampir makan dulu atau kemana gitu?" ujar Jordan, entah kenapa ia masih ingin bersama dengan Sella.


" Aku akan makan di apart saja, rasanya energi ku sudah habis." timpakan Sella.


" Boleh aku ikut makan di apartemen mu?" tanya Jordan sambil melirik ke Sella, ia takut Sella marah.


" Kalau tidak boleh tidak apa-apa, aku hanya bercanda." ucap Jordan lagi karena Sella diam saja menatapnya.


" Kamu gak makan malam sama Mami mu?" Sella malah balik bertanya.


" Mami udah pulang ke rumah Kakak ku lagi." jawab Jordan.


" Kamu beneran mengusir Mami mu?" karena kaget dengan jawaban Jordan, Sella sampai beralih duduk menghadap Jordan.


" Aku gak ngusir, Mami aja yang gak betah di Indonesia. Jadi gak boleh aku numpang makan di apart mu?" ujar Jordan. Kebetulan sedang lampu merah jadi Jordan juga sedikit menghadap Sella.


" Tapi aku bukan orang yang bisa masak makanan enak, hanya makanan simpel." ucap Sella, ia sebenarnya tak keberatan jika Jordan mau ikut makan di apartnya. Tapi ia masih canggung jika hanya berdua saja dengan Jordan.


" Gak masalah, aku makan gak pilih-pilih kok." jawab Jordan cepat.


" Ya sudah kalau begitu." ucap Sella akhirnya.


" Jadi boleh ya?" tanya Jordan lagi.


" Iya.. Boleh." jawab Sella singkat.


Dengan cepat Jordan memacu mobilnya menuju apartemen Sella, kebetulan jaraknya sudah tak terlalu jauh. Rasanya ia sangat bersemangat, walau hanya makan malam biasa di apartemen Sella.


Sebelum naik ke unitnya, Sella terlebih dulu mampir ke family mart yang ada di lantai bawah. Ia berencana membeli beberapa bahan makanan yang akan di masaknya. Sella mengelilingi family mart itu, Jordan pun diam mengekori di belakang sambil membawa keranjang.


Semua yang di butuhkan Sella sudah dapat, dan sekarang ia sudah di kasir. Saat akan membayar, Jordan lebih dulu menyodorkan kartunya dan kasir mengambil kartu milik Jordan.


" Pacarnya beda Kak?" ucap basa basi kasir tersebut, karena cukup kenal Sella yang lumayan sering belanja ke family mart dan kadang juga bersama Devin.


" Dia bukan pacar ku." ujar Sella dengan sedikit geram.


" Tapi calon suaminya." jahil Jordan ikut menimpali.

__ADS_1


" Apaan sih." sewot Sella menatap Jordan sinis.


" Wah jangan lupa undangannya ya Kak.. Hehehe." kasir itu termakan omongan jail Jordan.


" Diam... Kalian sama saja." kesa Sella ia membawa belanjaannya dan meninggalkan Jordan yang masih menunggu kartunya.


" Thanks bro... Do'a in dan tunggu aja undangannya." ucap Jordan lalu berjalan keluar menyusul Sella.


Ternyata Sella masih berdiri dekat lift dengan muka kesal. Dan Jordan mendekat dengan senyum jail mengembang.


" Kirain udah di tinggal. " ujar Jordan sambil cengengesan.


" Ngapain sih tadi ngomong kayak gitu?" sewot Sella di tambah menatap Jordan sinis.


" Amin kan aja, siapa tahu kita beneran jodoh terus menikah." jawab Jordan santai.


Sella membuang nafas kasar dan menghentakkan kakinya, kemudian ia memencet tombol lift. Tak lama lift terbuka dan ia langsung masuk di ikuti Jordan.


Mereka sudah sampai di lantai dimana unit Sella berada. Masih dongkol, Sella melangkah tanpa memperdulikan Jordan yang senyum-senyum melihat tingkah Sella.


" Masuk lah, maaf jika berantakan." ucap Sella setelah ia membuk pintu unitnya dan berjalan mendahului.


" Rapi gini kok di bilang berantakan." timpal Jordan dan melangkah memasuki apartemen Sella.


" Duduk lah dulu, aku akan ganti baju dulu." ucap Sella setelah meletakkan belanjaan tadi di dapur.


Saat Sella sedang di kamarnya berganti baju, Jordan melihat sekeliling apartemen Sella. Jordan mengambil sebuah bingkai foto yang berukuran sedang, di sana terdapat kumpulan foto-foto polaroid Sella dan Fira sepertinya dari kuliah sampai yang baru-baru ini. Dari foto-foto itu jika Sella dan Fira terlihat sudah seperti saudara kembar. Tanpa sengaja Jordan melihat bingkai foto yang di tertelungkup, setelah di angkat ternyata itu foto Sella dan mantan pacarnya Devin.


" Kenapa di buang?" tanya Jordan yang mengikuti ke dapur.


" Kemarin aku lupa membuangnya, beruntung tadi kamu melihatnya. " jawab Sella santai, ia sambil mengambil bahan makanan yang akan ia masak.


" Apa tidak masalah jika membuangnya?" tanya Jordan lagi.


" Masalah apa? Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya jadi buat apa di simpan. Bikin aku susah move on aja." jawab Sella santai. Padahal di hatinya sakit saat mengucapkan itu. Ia masih tidak menyangka jika hubungannya yang hampir 5tahun dengan Devin harus berakhir.


" Hidup terus berjalan, aku sudah memutuskan untuk melihat kedepan dan melanjutkan hidup. Meski berat awalnya, tapi aku yakin pelan-pelan pasti akan sembuh." sambung Sella, ia bahkan sampai berhenti memotong-motong bahan makanan.


" Aku setuju dengan mu, kita boleh sedih tapi jangan terlalu berlarut dengan kesedihan itu. Semoga kamu cepat sembuh dan membuka hati lagi untuk cinta yang baru." ujar Jordan tulus sambil menatap Sella, Sella pun juga menatapnya.


Sella memutus kontak terlebih dahulu dan melanjutkan kegiatannya...


" Duduk saja dulu, nanti aku panggil jika sudah matang makanannya." ucap Sella, ia membelakangi Jordan. Sebenarnya saat ini ia sedang gugup jika Jordan berdiri melihatnya memasak.


" Tidak ada yang bisa ku bantu? Aku bisa masakjuga kok." ujar Jordan yang enggan beranjak.


" Tidak ada, aku hanya memasak masakan simpel. Jadi kamu duduk saja.." ucap Sella kekeh mengusir Jordan dari dapurnya.


" Baiklah... Aku akan menjadi tamu yang penurut. Masak yang enak ya." akhir Jordan, lalu ia berjalan ke sofa.


Sella yang mendengarnya hanya mencibir sekaligus lega, karena Jordan tak lagi berdiri menatapnya memasak.

__ADS_1


Masakan sudah tertata di meja makan kecil Sella yang hanya untuk tiga orang. Sella hanya memasak spaghetti dengan steak ikan salmon diatasnya. Belum di panggil tapi Jordan sudah datang sendiri ke meja makan.


" Aku belum panggil padahal." ucap Sella, saat ia sedang menuang air putih ke gelas dan Jordan sudah berdiri di dekatnya.


" Masakan kamu yang manggil aku. Hehehe..." jawab Jordan sambil cengengesan.


" Sudah boleh duduk?" tanyanya.


" Silahkan... Maaf jika hanya ini." jawab Sella, ia juga duduk berhadapan dengan Jordan.


" Selamat makan... dan terima kasih untuk makanannya." ujar Jordan dan mulai menyuapakan ke mulutnya.


Sella belum makan, ia menunggu respon Jordan akan masakannya. Dan setelah Jordan berkomentar jika masakannya enak, ia langsung menyiapkan ke mulutnya. Ternyata benar, berarti skill masaknya tak terlalu buruk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..

__ADS_1


*Gamsahaeyo 🌹😘****


__ADS_2