
Jordan sedang mengendarai mobilnya, ia berencana mengajak Sella makan siang bareng. Dan saat ini mobilnya melaju ke arah boutique tempat Sella bekerja.
Saat di perjalanan HPnya berdering, dan di liriknya nama Arlan yang tertera. Jordan sengaja tak mengangkat telfon Arlan, nanti setelah sampai di boutique baru akan menelfonnya balik. Tepat saat mobil di lampu merah, HPnya kembali berdering. Jordan mengabaikannya lagi, tapi kembali HPnya berdering dan di lihat lampu merah masih merah ia memutuskan untuk mengangkatnya.
" Sella? Kenapa dia tumben menelfon duluan." ucap Jordan pelan saat di layar HPnya tertera nama " Sella♡"
Dengan cepat Jordan mengeser tombol hijau lalu mendekatkan ke telinganya..
" Hallo... Kenapa? Apa ingin makan sesuatu?" todong Jordan langsung.
" Cepat ke boutique kalau tidak sibuk." jawab Sella fan telfon langsung terputus.
" Dia kenapa? Apa ada yang sakit? Aku akan balap agar cepat sampai sana." gumam Jordan.
Karena sudah lampu hijau, Jordan menjalankan mobilnya menuju boutique Fira. Tak berapa lama, akhirnya Jordan sudah sampai dan mobil sudah terparkir dengan rapi. Saat Jordan keluar mobil, ia melihat mobil Arlan terparkir di situ juga.
Dengan sedikit berlari, Jordan memasuki boutique. Tak banyak karyawan yang terlihat, itu karena sebagian istirahat makan siang. Tanpa bertanya Jordan langsung naik ke lantai dua.
Dengan pasti Jordan membuka pintu ruangan Fira dan Sella, tapi saat pintu terbuka semua mata orang yang ada di ruangan itu tertuju kepadanya.
" Kenapa?" tanya Jordan, setelah menutup pintu ia sambil berjalan mendekat ke Arlan dan Fira.
Arlan berdiri dari duduknya dan mendekat ke Jordan dan tanpa babibu Arlan melayangkan pukulan ke wajah Jordan.
Bugh..
" Aaaaa..." dengan kompak Fira dan Sella menjerit melihat Arlan meninju Jordan.
" Mas... Jangan. Kita bisa bicarakan baik-baik." ujar Fira menenangkan suaminya.
" Lo emang temen Gue, tapi Sella juga udah Gue anggap adik Gue sendiri. Bisa-bisanya Lo..." ucapan Arlan tak berlanjut dan saat ini ia marah sambil menunjuk ke muka Jordan.
" Ada apa? Kenapa Lo tiba-tiba nonjok Gue?" tanya Jordan yang kebingungan karena tiba-tiba Arlan meninjunya.
" Wah belum sadar juga dia, sini Gue tinju lagi biar sadar kasalahan Lo." ucap Arlan dan bersiap untuk meninju Jordan lagi.
" Ar.. Udah, ini bukan salah dia sepenuhnya. Aku juga ikut andil." Sella menyela menghentikan dan sudah berdiri dekat Jordan.
Untungnya kali ini baby Al tidak terganggu tidurnya, padahal tadi Mommy dan Auntynya sudah menjerit dengan nyaring.
" Mereka udah tau?" tanya Jordan manatap Sella dan Sella mengangguk.
" Pantesan aja ni raksasa nonjok gue, mana sakit. Beneran pakek tenaga dalam ni raksasa." ucap Jordan dalam hati sambil mengelus bekas tonjokan Arlan.
Sekarang empat orang itu sudah duduk berhadapan, terlihat juga Jordan sedang mengompres pipinya dengan kantong es. Saat ini tonjokan Arlan sudah membiru dan itu sedikit membuat Sella khawatir.
" Kalian.. Arggghhhh.." Arlan tak melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja tengkuknya terasa berat dan ini ulah dua orang di depannya ini.
" Sabar.. Minum dulu." ujar Fira, ia menyodorkan botol air mineral ke Arlan.
__ADS_1
" Jadi kapan kalian menikah?" tanya Arlan setelah selesai minum dan sudah agak rileks.
" Nanti malam baru mau kami bicarakan dengan Mami Papi." jawab Jordan.
" Mereka udah tau? Terus dimana mereka?" tanya Arlan lagi.
" Di mansion.." jawab Jordan seadanya, sebab pipinya terasa nyeri jika ia berbicara.
" Komentar Mami sama Papi apa? Aku lihat masih mulus muka mu itu, rambut mu juga gak di gunduli." ucap Arlan.
" Mereka senang, apalagi cucunya udah ada duluan." jawab Jordan slengean.
" Pikir lagi deh Sell nikah sama orang stres. Ayo sayang kita pulang, aku lapar... di tambah berhadapan dengan orang stres jadi makin lapar." ajak Arlan, ia berjalan mendekat ke baby Al dan langsung menggendongnya.
" Pulang sekarang aja, kan mau ketemu camer. Jadi siap-siap deh. " suruh Fira, terakhirnya ia menggoda Sella.
" Kabari nanti jam berapa, kami akan kesana." timpal Arlan yang sudah berdiri di ambang pintu.
" Baik Tuan.." ucap Jordan sarkas.
Malam pun telah tiba, saat ini Sella masih di apartemennya.. sendiri. Ya sendiri, sebab Jordan pulang ke mansion orang tuanya. Sella baru saja selesai mandi dan masih menggunakan bathrobe serta handuk di kepalanya, ia berjalan ke dapur untuk membuat susu. Perutnya sudah lapar tapi nanti ia akan makan malam dengan orang tua Jordan, jadi ia akan mengganjal dengan susu dan roti dulu yang di kirim oleh Fira.
Baru ingin meminum susunya, tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Sella tau yang datang pasti Jordan, maka dari itu ia berjalan ke kamar dulu untuk ganti baju. Sedikit tergesa-gesa Sella memakai bajunya, pasalnya bel apartemennya tak berhenti berbunyi.
Dengan sedikit berlari Sella berjalan menuju pintu, sampai zipper di belakang dressnya belum tertutup sempurna.
" Bisa sabar gak?" ucap Sella membuka pintu, dan benar yang datang adalah Jordan.
Sella tak menanggapi Jordan, ia berjalan ke mana makan dan duduk untuk meminum susunya..
" Pinter banget sih minum susunya... Ini rotinya beli dimana? Perasaan tadi kita gak mampir beli roti deh." komentar Jordan saat melihat Sella sedang meminum susunya dan di meja makan terdapat beberapa roti yang sebelumnya tidak ada.
" Fira yang kirim tadi." jawab Sella di sela ia minum susu.
" Mami udah nanyain kamu, katanya kenapa gak langsung ke mansion aja. " ucap Jordan, saat ini sudah duduk di dekat Sella dan menatapnya intens.
Lagi-lagi Sella diam saja tak merespon, ia malah menghabiskan susu dan langsung beranjak menunju kamarnya.
" Harus banyakin sabar kalau sama si cantik." ucap Jordan dalam hati saat melihat Sella meninggalkannya begitu saja.
Daripada suntuk menunggu Sella bersiap, akhirnya Jordan berpindah ke ruang tamu dan menyalakan TV. Mungkin karena lelah, Jordan tertidur dan gantian TV yang menontonnya.
Di dalam kamar Sella berjalan mondar-mandir, sebenarnya ia sudah siap dari tadi tapi karena gugup ia malah tak sadar sudah meninggalkan Jordan terlalu lama. Saat membuka kamar, terdengar suara TV dan tebakannya Jordan sedang menonton TV. Tapi Sella berjalan menghampiri, malah terlihat TV sedang menonton Jordan yang tidur dengan nyenyaknya. Bahkan sampai terdengar suara dengkuran..
Sella memperhatikan wajah Jordan dengan seksama, wajahnya terlihat lelah. Rasanya tak tega Sella membangunkannya, tapi tiba-tiba saja ponsel Jordan berbunyi dan tertera nama Maminya yang menelfon.
Rupanya suara ponselnya mengganggu Jordan, sekarang matanya sudah terbuka dan menatap Sella yang berdiri di depannya.
" Siapa yang menelfon?" tanya Jordan dengan suara serak khas bangun tidur.
__ADS_1
" Ni.. Mami yang telfon." Sella mengulurkan ponsel Jordan yang kebetulan ia pegang.
Bukan mengambil ponselnya, Jordan malah menarik Sella dan Sella yang tak siap berakhir duduk di pangkuannya. Saat Sella akan bangun, Jordan menahan pinggangnya..
" Sebentar saja...aku belum menyapa anak ku." ucap Jordan dan langsung menyentuh perut Sella.
" Hai sayang... Lagi apa? Sebentar lagi kita akan bertemu dengan grandma dan grandpa." ucap Jordan yang sambil menunduk dan itu membuat Sella menahan nafasnya.
" Sudah ayo... Mami pasti udah nunggu. Dari sini ke mansion tu gak deket." ujar Sella dan membuat Jordan menoleh padanya.
Cup...
Secepat kilat Jordan mengecup bibir Sella dan itu membuat Sella langsung membeku. Tapi setelah kesadaran kembali, Sella langsung berdiri dari pangkuan Jordan.
" Cepat cuci muka sana...iler mu tu kemana-mana. Jorok banget.." ucap Sella sewot dan langsung berjalan ke dapur.
" Hahaha... Lucu banget kalau lagi salting." gumam Jordan pelan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
__ADS_1
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo **🌹*