
Malam pun datang menyambut,setelah menunaikan kewajibannya,Fai dan Aska turun untuk makan malam bersama.Setelah selesai makan mereka kumpul bersama di ruang keluarga,terkecuali shey.Gadis itu tidak mau bergabung karena masih terlalu malu dengan Fai lebih tepatnya tak mau bertemu Fai.
Aska dan Papanya tak tahu soal kelakuan Sherly di butik Fai.
"Pa,Aska ada yang mau Mama bicarakan."
"Tentang apa Ma?"Tanya Pak Bramasta.
"Tentang kejadian tadi siang di butik Fai."
"Ada apa sayang? kok kamu gak ada cerita apa-apa sama aku ?"Tanya Aska heran.
"Gak apa-apa Mas."Ucap Fai.
"Ma."Fai menggeleng Pelan.
"Gak apa-apa Fai,biar Papa dan Aska juga tahu."Lalu Mama Nita pun menceritakan kejadian di butik tadi.
"Benar-benar keterlaluan si Sherly,kamu kenapa gak cerita sama aku sih sayang."Aska kesal.
"Maaf mas, karena aku anggap masalah ini sudah selesai.Sherly juga sudah meminta maaf sama aku."
"Tapi tetap saja sayang,kamu harus cerita sama aku."
"Iya Fai,kamu harus cerita dengan Aska.Apalagi Sherly itu sepupunya Aska."Ucap Pak Bramasta.
"Iya Pa,maaf ya mas."Fai merasa tak enak hati dengan Aska.
"Iya gak apa-apa,lain kali kalau ada masalah apapun kamu harus cerita sama aku yaa."Fai mengangguk.
"Tapi maaf sebelumnya buat Mama,Papa dan kamu mas.Fai sebenarnya sudah menaruh curiga dengan Sherly,jadi Fai menyuruh karyawan butik untuk mengawasi Sherly.Dan ternyata kecurigaan Fai benar."Fai menunduk.
Ohh.. rupanya dia memang sudah curiga padaku dan menyuruh karyawannya untuk mengawasi ku,awas kamu Fai! Rupanya sedari tadi ada yang menguping pembicaraan mereka.
"Gak apa-apa Fai,itu bentuk kewaspadaan kamu.Justru malah bagus dong,kalau kamu tidak menyuruh karyawan butik untuk mengawasi,kamu bisa rugi puluhan bahkan ratusan juta kan."Ucap Pak Bramasta.
Obrolan pun di tutup,dua pasangan yang beda usia itupun masuk ke kamar masing-masing.Aska langsung mengunci pintu setelah mereka masuk kamar.Dan langsung mendorong Fai ke ranjang hingga terjatuh dan Aska langsung mengukung Fai.
"Kamu kenapa mas,aku mau ganti baju dulu."Mata mereka saling pandang,Fai mendorong Aska tapi tubuh Aska tak bergerak sama sekali.
"Kamu sudah membuat kesalahan Fai,jadi kamu harus di hukum."Bibir Aska menyeringai.
"Kesalahan apa?"Fai tak mengerti.
"Kesalahan karena kamu tak menceritakan kejadian di butik tadi."
"Kan tadi mama sudah menceritakannya mas,"Ucap Fai masih terus mendorong Aska yang wajahnya semakin dekat.
__ADS_1
"Tapi kalau Mama gak cerita,aku pasti gak tahu dan kamu juga tak memberitahu kan.Jadi aku akan menghukum mu."Aska tersenyum penuh arti.
"Mas,aku mau ganti baju."Fai merengek.
"Oke,pakai yang hitam ya sayang,kamu tambah seksi kalau pakai warna hitam."Bisik Aska di telinga Fai membuat bulu kuduk Fai berdiri.Aska lalu melepaskan Fai.Fai langsung berlalu,pipi nya langsung bersemu merah.
Fai sengaja berlama-lama di kamar mandi,dia sudah tahu maksud dari hukuman Aska.Aska yang menunggu di ranjang tak sabar, karena menurutnya Fai sudah lama di kamar mandi.
Rupanya dia mau mengulur waktu yaa...
Aska menyusul Fai ke kamar mandi,mengetuk pintu kamar mandi dengan tidak sabar.
"Sayang,kenapa lama sekali."Sambil terus mengetuk pintu.
"Sebentar lagi mas."Sahut Fai dari dalam.Tak lama Fai pun keluar dari kamar mandi.
"Kenapa lama sekali,hhmmm.."Ucap Aska sambil memeluk pinggang Fai.
"Ee..Tadi aku sakit Perut mas."Fai gugup.
"Kenapa gugup begitu,jadi makin menggemaskan."Aska menggigit bahu Fai yang terbuka.
"Aawww..Sakit mas."Usap Fai di bahunya.
"Maaf sayang,habisnya mas gemes banget."Sambil mengambil alih mengusap bahu Fai,lalu tangannya menurunkan tali baju Fai.
Aska memulai aksinya dengan mencium bibir Fai,lalu tangannya mulai menyentuh titik-titik sensitif di tubuh Fai.Membuat Fai mengeluarkan suara yang membuat Aska tambah semangat menjalankan aksinya.
Penyatuan Mereka menyalurkan rasa cinta dan juga hasrat yang kian menggebu.Fai menikmati setiap sentuhan yang dilakukan Aska.Aska begitu lembut memperlakukannya semakin membuat Fai melayang terbang ke angkasa.
Tengah malam Fai dan Aska baru saja selesai melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri.
"Terima kasih ya sayang."Aska mengecup kening Fai lama,menyalurkan kasih sayang.
"Kamu ternyata cepat belajarnya jadi makin pintar."Fai malu Aska berkata begitu,dia menyembunyikan kepalanya di dada Aska.
"Lain kali kalau ada masalah apapun kamu harus cerita sama aku ya sayang.Aku mau kita saling terbuka.Bukankah "Mengelus-elus bahu Fai yang polos.
"Iya sayang,udah ahh aku ngantuk mau tidur."Ucap Fai yang matanya sudah setengah terpejam.
"Kamu tadi panggil aku apa sayang?"Mata Aska berbinar mendengar sebutan yang di ucapkan Fai untuknya.
"Apa?"Masih dengan mata yang setengah terpejam.
"Tadi kamu panggil aku apa?"Tanya Aska sekali lagi.
"Mas lah, memangnya aku panggil kamu apa."
__ADS_1
"Bukan,kamu tadi panggil aku sayang."Aska antusias.
Beberapa menit tak ada suara ataupun tanggapan dari Fai.
"Yang!"
"Fai."Aska tersenyum karena ternyata Fai sudah tertidur.
Lucunya istriku,semoga kita selalu bisa menghadapi ujian rumah tangga yang entah ujiannya seperti apa dan kapan akan datang...
Pagi menjelang, mereka sarapan dengan tenang.
"Sherly,aku harap kejadian kemarin adalah pertama dan terakhir kalinya kamu membuat ulah dengan Fai.Kalau kau melakukannya lagi tahu sendiri aku bisa melakukan apapun."Sherly hanya diam dan menunduk.
"Mas,sudah."Mengelus lengan Aska agar tak terpancing emosi.
"Aku permisi."Sherly bangkit,lalu pergi meninggalkan makannya yang belum habis.
"Sherly makananmu belum habis."Ucap Mama Nita.
"Sudah biarkan Sherly Ma."Pak Bram menghentikan Mama Nita yang mau menyusul Sherly.
"Biarkan dia merenungi sikapnya kemarin ma,selama ini aku selalu membelanya saat dia salah.Mungkin ini yang membuat sikapnya begitu."Ucap Aska yang dari dulu selalu ada untuk Sherly.
Setelah sarapan seperti biasa Aska mengantarkan Fai ke butik terlebih dahulu.Sampai di butik,Fai dan Aska terkejut melihat ada Roy disana.
"Tumben kau kemari Roy,ada apa?"Roy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Roy bingung harus bicara apa.
"Mmmm...Aku habis mengantarkan Malika berangkat kerja."Fai dan Aska melongo mendengarnya dan menahan senyum mereka.
"Kok bisa di antar sama Kak Roy,bukannya Malika biasa berangkat pakai motor." Ucap Fai curiga.
"Kemarin aku bertemu dia di jalan ban motornya pecah dan belum sempat di antar sama bengkel jadi aku menjemputnya."Fai dan Aska hanya mengangguk menanggapi, mereka tidak mau menanyakan lebih detail lagi takut membuat Roy tak enak hati.
Setelah itu Aska dan Roy berangkat kantor bersama walaupun menggunakan mobil yang berbeda.
Kejadian kemarin sore,saat Roy mengantarkan malika pulang tak ada pembicaraan antar keduanya justru kecanggungan yang terjadi.
"Rumah mu sebelah mana Ika,gak apa-apa ya saya panggil Ika,kalau Malika kepanjangan.?"Roy berbicara memecah kesunyian.
"Gak apa-apa kak,rumahku di jalan Melati dua No empat lima. Kak.Gak terlalu jauh."Jawab Malika,Roy mengangguk, keheningan tercipta kembali.
"Ini rumahmu Ika?"Tanya Roy saat mereka sampai di depan rumah Malika.Rumah yang sederhana bagi Roy.
"Iya kak,mau mampir dulu."
"Tidak usah,saya masih ada urusan.Besok saya jemput kamu berangkat kerja Tak ada bantahan!"lalu langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Kenapa dia jadi seenaknya begini sih...