
Sesudah sampai di Villa, semuanya masuk ke kamar masing-masing untuk menyimpan barang-barang pribadi. Villanya terletak di daerah seminyak dan Villa ini adalah milik Papanya Arlan, Villa cukup besar karena mengingat memiliki keluarga yang besar. Dari tadi Setibanya di Villa dan melihat ada kolam renang, Abi terus merengek minta untuk berenang. Merengek ke Nenek Kakeknya dan Oma Opanya. Tapi jawaban mereka tanya Daddy dan Mommynya.
" Mom... Mau berenang. Boleh ya?" ucap Abi langsung saat sudah sampai di kamar Fira dan Arlan.
" Bilang sama Daddy..." ujar Fira yang saat ini sedang berbaring meluruskan pinggang dan Arlan juga berbaring di sampingnya dengan HP ditangannya.
" Daddy mau berenang" gantian merengek ke Arlan, Abi sudah naik ke atas ranjang.
" Sebentar lagi Boy... Kalau gak ajak Nenek atau Oma sana lah. Kalau gak ajak Kakek sama Opa. " jawab Arlan santai sambil mengutak-atik HPnya.
" Ya elah... Abi cuma mau berenang lho Dad. Adek ayo berenang yuk. " ucap Abi lesu lalu ia membaringkan badannya di samping Fira sambil memeluk perut buncit Mommynya.
" Makan dulu sana Kak ajak Sus, setelah makan baru berenang." ujar Fira sambil mengelus kepala Abi, ia tak tega dari tadi Abi merengek.
Kebetulan pihak Villa sudah menyediakan makanan, karena sebelumnya Arlan juga sudah pesan..
" Hore... Makasih Mommy cantik. Emang Mommy yang paling the best. " Abi yang senang langsung lompat-lompat di kasur, sebelum turun dari ranjang ia tak lupa mencium seluruh wajah Mommynya dan dan mencium perut Mommynya.
" Hey... Daddy kok gak di cium juga? " ucap Arlan menghentikan langkah Abi yang sudah mau keluar kamar.
" Kan Mommy yang bolehin Kakak berenang, jadi cuma Mommy yang Kakak cium. Wleeee๐.." jawab Abi sambil meledek Daddynya.
" Heh.. Gak sopan itu." seru Arlan menegur Arlan.
" Kakak gak boleh kayak gitu sama Daddy, minta maaf dulu sama Daddy baru boleh berenang. " Fira juga ikut menegur Abi yang menjulurkan lidahnya ke Arlan.
Abi mendekat ke arah Arlan," Maaf Daddy... " ucap Abi dengan muka tak seceria tadi.
" Cium Daddy dulu baru Daddy maafin. " jawab Arlan, ia langsung menunduk ke arah Abi biar Abi bisa menciumnya dan Abi langsung menuruti kemauan Daddynya.
" Kamu tu terlalu manjain dia sayang..." ujar Arlan saat Abi sudah keluar.
" Mana ada aku manjain Abi, orang Abi cuma minta berenang kok." timpal Fira cepat.
" Iya deh sayangku.." ujar Arlan, ia mendekat ke Fira dan langsung memeluknya.
" Sana lihat anaknya Mas." suruh Fira, ia heran kenapa suaminya ini terus menempel padanya.
" Pasti udah ada Mama sama Papa sayang, jadi tenang aja. Kita istirahat dulu.." Arlan malah mengeratkan pelukannya.
" Awas deh, ngapain jauh-jauh kesini kalau cuma dikamar aja." Fira berusaha melepaskan pelukan suaminya.
" Ya gak apa-apa sayang cuma dikamar aja, tapi kan suasananya beda sama jakarta." ada saja jawaban Arlan.
" Ya udah Mas aja yang di kamar, aku mau lihat anakku." timpal Fira, ia sudah lepas dari pelukan suaminya. Setelah itu ia berjalan keluar kamar.
Arlan memandang Fira yang berjalan keluar kamar dengan senyum mengembang. Istrinya terlihat lucu cara berjalannya dengan perut buncit.
__ADS_1
Sampai di area kolam renang, Fira dibuat kaget karena bukan hanya Abi yang berenang. Melainkan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya.
" Sus gak ikut berenang?" tanya Fira pada Suster Rahma yang berdiri dipinggir kolam renang mengawasi Abi.
" Hehehe... Saya gak bisa berenang Buk. Bukannya jagain Mas Abi, malah nanti Mas Abi yang nolongin saya tenggelam." jawab Sus Rahma sambil meringis memamerkan giginya.
" Ada-ada aja kamu ini Sus." Fira meninggalkan Sis Rahma untuk mendekati kedua orang tuanya.
" Ya ampun kenapa Mama sama Papa ikut berenang juga?" ujar Fira, ia juga merasa gemas saat melihat kedua Mamanya lomba balapan berenang.
" Ayo sayang ikut berenang juga." ajak Mama Ratih saat mendengar suara Fira.
" Fira nanti agak sorean aja deh Mah, lha kok udahan Pah?"tolak Fira, sekarang malah kedua Papanya keluar dari kolam renang.
" Udah lah Dek, udah dingin. Orang tua kayak Papa kan udah gak tahan dingin." jawab Papa Doni yang masih sering memanggil Fira dengan "Adek".
Kedua Papanya masuk untuk bilas dan ganti baju. Memasang kaca mata hitam, Fira duduk di kursi santai yang ada di samping kolam renang melihat kedua Mamanya dan Abi yang belum kedinginan.
Skip sore hari...
Arlan dan keluarga sudah siap berangkat untuk makan malam diluar, mereka menggunakan dua mobil. Arlan memilih menyetir sendiri dan mobilnya berisi Fira, Abi dan Sus Rahma. Sedangkan mobil satunya berisi kedua orang tuanya menggunakan supir.
" Istri ku dan Mama ku sudah cantik-cantik ya..." ujar Arlan saat melihat Fira dan kedua Mamanya keluar Villa.
" Alah bisaan aja kamu." jawab Mama Ratih sewot, ibu dan anak itu dimana pun tak pernah tak ribut.
" Ya kan emang, kalau ganteng tu Papa, Abi sama aku." ucap Arlan tak mau kalah.
Akhirnya setelah ucapan Papa Anton, mereka masuk ke mobil masing-masing dan langsung menuju ke tempat makan yang sudah mereka bicarakan tadi siang.
Sepanjang jalan Abi tak hentinya bertanya tentang semua yang ia lihat selama perjalanan. Harap maklum ya, selama Fira menikah dengan Arlan, Abi jarang pergi-pergi yang jauh menggunakan pesawat. Di samping Abi yang sekolah, entah kenapa Abi tak pernah merengek untuk liburan keluar negeri atau keluar kota meski saat libur sekolah. Saat liburan sekolahnya Abi menghabiskannya dengan ikut Mommynya kerja, ikut Nenek Kakeknya keluar kota menggunakan mobil atau ke rumah Oma Opanya bermain dengan baby Sabrina. Dan saat ini Fira merasa bersalah kerena tak menyempatkan waktu untuk lebih sering mengajak Abi liburan.
Fira berjanji dalam hati, jika nanti sudah melahirkan dan si Adek sudah bisa di ajak jalan-jalan,maka ia akan mengajak liburan keliling Indonesia bahkan keliling dunia. Nanti ia akan membicarakannya lagi dengan Arlan.
" Kok diem aja sayang? Udah laper atau ada yang sakit?" tanya Arlan saat Fira diam saja dengan tatapan kosong.
" Ada yang aku pikirin Mas, nanti kalau udah di Villa aku cerita ya." jawab Fira dan diakhiri dengan senyum, karena tak mau suaminya khawatir.
" Oke kalau kamu mau gitu sayang." balas Arlan, ia mengelus tangan Fira yang ia genggam.
" Dad masih lama ya?" tanya Abi menyela.
" Kenapa Boy? Udah laper kayak Mommy ya?" goda Arlan jail.
" Kok aku sih..." protes Fira tak Terima.
" Emang Mommy sama Adek udah laper ya?" Abi malah balik bertanya.
" Cepet Daddy, Mommy sama Adek udah laper." sambung Abi lagi, ia sampai berdiri di belakang kursi Arlan menyuruh Daddynya cepat.
__ADS_1
" Mommy belum laper Kak, Daddy cuma iseng aja itu. Duduk yang bagus Kak, bahaya kalau berdiri kayak gitu." ujar Fira membongkar keisengan suaminya.
" Daddy ni emang gak bosen-bosen ngerjain aku." sungutnya sambil bersedekap dada.
" Hahaha... Sorry Boy." ucap Arlan sambil tertawa. Sangat seru jika mengerjai anaknya.
" Emang bener Mom, kalau Daddy itu gak usah di temenin. Biarin aja sendiri..." omel Abi lagi yang masih kesal dengan Daddynya.
Lagi dan lagi Fira hanya bisa geleng-geleng jika Arlan dan Abi sudah seperti ini. Apa jadinya jika anak laki-laki di perut ya sudah lahir. Apa akan sama selalu ribut dengan Daddynya atau Daddynya iseng terhadapnya. Bisa-bisa makin pusing lagi Fira menghadapi tiga laki-laki di keluarga kecilnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
__ADS_1
*Gamsahaeyo ๐น๐****