
"Hai semuanya,apa kabar?"Ucap Sherly,Anak dari adik Mama nya.
Mereka pun semua menoleh ke arah suara tersebut.
"Sherly?"Ucap semua orang kaget.
"Datang gak kabarin Tante dulu."Mama Nita segera menghampiri Sherly.
"Kejutan Tante,"Sherly bersikap manis.
"Tante,Kak Aska nikah kok gak kabarin Sherly sih."Sherly cemberut.
"Memangnya mama mu tidak bilang sher?"Tanya Mama Nita.
"Gak Tante,baru beberapa hari yang lalu aku di kasih tau Papa."
"Kak Aska,selamat menempuh hidup baru yaa.Moga langgeng dan selalu bahagia."Lalu Sherly menghampiri Aska dan memeluknya erat.Aska pun membalasnya.
"Terima kasih ya adikku,maaf kakak gak kabarin kamu Semuanya serba mendadak."
Ada yang memantik dalam hati Fai,melihat kedekatan Aska dan Sherly.
"Sayang,kenalin ini Sherly sepupu aku."Aska mengenalkan Fai pada Sherly.
"Fai."
"Sherly"Hanya bersalaman sebentar dengan Fai lalu membuang muka.Lalu bersikap manis lagi kepada yang lain.
Apa-apaan dia, seperti tidak suka denganku.Batin Fai.
"Fai, Sherly ini anak dari adiknya mama."Ucap Mama Nita,Fai hanya mengangguk dan tersenyum.
Mereka pun duduk kembali,dan Sherly memilih duduk di sebelah kiri Aska sedangkan Fai di sebelah kanan Aska.
Ternyata masih cantikkan aku di banding istrinya Kak Aska.Aku akan merebut perhatian Kak Aska..
"Kamu berapa lama di Indonesia sher?"Tanya Mama Nita.
"Belum tahu Tante, sepertinya aku akan lama Disini.Aku mau liburan disini,sudah lama kan aku tidak kesini."
"Ya sudah selama kamu di Indonesia,kamu tinggal saja disini."Mama Nita menawarkan.
"Apa gak apa-apa Tante?"
"Ya gak apa-apa dong, memangnya kenapa?"
"Nanti aku malah merepotkan."
"Siapa yang direpotkan justru Tante senang kamu tinggal disini,biar rumah makin ramai,Iya kan Pa?"
"Iya Sherly,kamu lebih baik tinggal disini saja."Papa Bram ikut menimpali.
__ADS_1
"Terima kasih ya Om."Ucap Sherly.
Mereka pun melanjutkan berbincang-bincang.Fai lebih banyak diam karena mereka semua membicarakan keluarga Aska yang lain yang tidak Fai ketahui.Fai merasa di abaikan,ingin memainkan ponsel tapi tidak enak dengan kedua mertuanya.
Fai melirik Sherly yang duduk sangat dekat sekali dengan suaminya.Sherly bahkan tak sungkan menyenderkan kepalanya di bahu Aska.Aska pun hanya diam tak keberatan dengan sikap Sherly,mungkin hal biasa bagi Aska.Tapi tidak dengan Fai,Fai merasa jika Sherly bukan hanya menganggap Aska sebagai kakak sepupunya melainkan lebih dari itu.Seperti wanita yang menyukai lelaki pada umumnya.
Sherly memang sengaja melakukan hal itu,dia ingin menunjukkan bahwa dia begitu dekat dengan Aska.Aska bahkan sesekali mengelus kepala Sherly.Membuat hati Fai semakin berdenyut.
Ponsel Fai tiba-tiba berdering,ada telpon masuk dari butiknya,Fai merasa lega dia bisa menghindar dari keadaan yang membuat dirinya merasakan sakit hati.
"Ma,Pa,Mas,Fai angkat telpon dari butik dulu yaa."Fai langsung beranjak dari duduknya,menerima panggilan itu sambil berjalan menuju kamarnya.
"Halo Fai,kamu besok bisa datang ke butik?Ini Tante Dewi mau pesan desain baju."Ucap Malika saat telponnya sudah di angkat.
"Iya bisa Lika,aku besok ke butik.Gimana butik aman?"
"Aman terkendali bos,tenang saja."Malika tertawa karena mendengar Fai marah dirinya memanggil bos.
"Lika,ada yang ingin aku ceritakan padamu besok."
"Tentang apa Fai?"
"Aku bilang kan besok jadi ya Besok saja."
"Iya..Ya udah dech selamat menikmati malam yang selalu panas Fai."Malika tertawa lalu segera menutup telponnya.
Setengah jam berlalu Aska tak menyusulnya ke kamar.Fai pun mengecek laporan butik yang baru saja di kirim oleh Malika. Alhamdulillah semakin hari semakin banyak pengunjung yang datang ke butiknya.Bahkan banyak pesanan seragam untuk acara pesta yang masuk.Fai sangat bersyukur sekali.Kerja kerasnya selama ini membangun butik impiannya tak sia-sia.
Malika juga ikut andil dalam membangun butik.Malika yang kala itu mendapat tawaran kerja oleh Fai sangat senang.Dia tidak perlu lagi kerja serabutan di pasar.Malika mempromosikan butik Fai di berbagai media sosial.Malika bahkan rela tidak di gaji di awal-awal Fai membuka butik.Tapi Fai tak sampai hati Malika tidak beri gaji.Fai memberi gaji dari hasil keuntungan butiknya yang masih di bilang sedikti.Tapi justru menurut Malika gaji yang di terimanya lebih dari cukup.Gaji itu bahkan lebih besar dari pada dia bekerja di pasar.
Fai terbangun dia melirik jam di dinding sudah hampir jam lima sore.Fai bergegas mandi dan menunaikan kewajibannya.Setelah itu Fai mengambil ponselnya,tak ada panggilan ataupun pesan dari Aska.Kemana suaminya itu pergi.Kenapa dari tadi tidak masuk kamar.Lalu Fai keluar kamar dan turun menuju dapur,Fai melihat ada mama mertuanya Yang sedang meminum teh hijau.
"Baru bangun Fai?"Tanya Mama Nita.
"Iya Ma,tadi habis terima telpon terus cek laporan butik eehh malah ketiduran."Fai tersenyum,Mama Nita juga ikut tersenyum.
"Ma,Mas Aska kemana yaa, sepertinya dari siang tadi tidak masuk kamar."Tanya Fai.
"Lho dia gak bilang kamu dulu Fai?Tadi dia pergi dengan Sherly.Sherly minta di temani jalan-jalan,sudah lama dia tidak datang ke Indonesia."
"Oh begitu ya Ma,tapi Mas Aska gak ada bilang apa-apa sama Fai."
"Sepertinya Aska lupa Fai."Fai hanya mengangguk.
Fai benar-benar merasa di abaikan,ada rasa nyeri di hatinya.Fai bahkan belum pernah jalan-jalan berdua dengan Aska.Karena hubungan mereka yang memang baru dekat akhir-akhir ini.Keluar pun hanya sekedar makan habis itu langsung pulang.Ini bahkan sudah berjam-jam lamanya.
"Fai ke kamar dulu ya Ma."
"Iya Fai."
Aska kenapa tidak beritahu Fai dulu kalau mengajak Sherly jalan-jalan sih,anak itu yaa.Yang ada Fai nanti malah salah paham dengan Sherly.
__ADS_1
Katanya hari ini akan menemaninya seharian di rumah,tapi ini justru Fai di tinggal begitu saja tanpa kabar.
Kamu bahkan tak mengabari ku dulu mas.Sampai saat ini pun tak ada panggilan ataupun pesan yang kau kirim untukku.
Menjelang petang,Aska dan Sherly baru pulang.Bahkan Sherly memeluk lengan Aska Mereka tertawa bersama,Fai mematung di ujung tangga.Melihat pemandangan yang benar-benar membuatnya sesak.Aska bahkan tak menyadari keberadaan Fai.Aska asyik mengobrol dengan Sherly.Fai segera berbalik badan dan masuk kembali ke kamarnya.Sungguh dia tidak sanggup.
Apakah memang sedekat itu antara Aska dan Sherly.Hubungan yang hanya sekedar sepupu,tapi menurut Fai ini sudah keterlaluan.Antar sepupu bahkan bisa menikah karena agama tak melarangnya.Tanpa terasa air mata Fai jatuh dengan derasnya.Padahal baru saja dia merasakan kebahagiaan, merasakan indahnya pengantin baru.
Apa dalam hal ini Fai yang berlebihan,tapi Fai bisa melihat ada cinta di mata Sherly untuk Aska.Dan ada permusuhan di mata Sherly untuk Fai.Fai paham itu.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,Fai buru-buru menghapus air matanya.Fai tidak mau Aska melihat dia menangis.Lalu Fai membuka aplikasi novel online.
"Sayang."Panggil Aska.Lalu mendekati Fai yang duduk di sofa.Fai hanya diam.
"Maaf mas lupa memberitahu mu kalau Sherly minta di temani jalan-jalan sama mas."Fai tetap diam,dia masih mengontrol emosinya.
"Segitu lupanya kamu sama aku mas,bahkan pergi berjam-jam pun tak mengabari ku."
"Mas benar-benar lupa,Maaf."
"Padahal Aku berharap kamu menyusul ke kamar tapi ternyata sampai aku ketiduran bahkan sampai aku bangun tidur pun kamu tidak menyusul ku ke kamar."Aska diam.
"Apa kamu memang sedekat itu dengan Sherly?"
"Kami memang sangat dekat Fai,"
"Kamu bahkan tak risih Sherly selalu bergelayut manja denganmu.Kamu bahkan tak sungkan mengusap kepalanya berulang kali.Sedangkan aku istrimu yang dari tadi di sampingmu juga seperti tak di anggap keberadaannya."
"Fai, Sherly sepupuku,dia sudah aku anggap seperti adik sendiri.Wajar kan kalau aku bersikap seperti itu, apalagi kami sudah lama tidak bertemu.Kenapa kamu berlebihan begini sih."Aska tak suka Fai membicarakan Sherly.
"Ya mungkin aku memang berlebihan.Tapi perlakuan kamu ke dia sudah tak wajar, Sherly sudah dewasa,tak sepatutnya dia bersikap manja padamu,apalagi sekarang kamu sudah mempunyai istri."
"Kamu jangan salah paham Fai.Sherly hanya sepupuku.Dia memang begitu manja padaku."
"Kalau dia masih anak-anak aku masih memakluminya.Tapi ini aku bahkan melihat cinta di matanya untuk kamu mas."
"Fai, apa-apaan sih kamu.Kamu makin ngaco ngomongnya.Mas mau mandi,sudah mau Maghrib."Aska berlalu ke kamar mandi meninggalkan Fai yang duduk termenung di sofa.
Fai tetap melayani Aska, menyiapkan pakaian yang akan di kenakan.Serta perlengkapan shalat.Setelah shalat mereka turun dan akan makan malam bersama.Tak ada percakapan lagi antara Fai dan Aska mereka saling diam.
Sesampainya di meja makan,yang lain sudah pada kumpul.Sherly bersikap manis dan ceria di depan yang lain.Saat Fai akan mengambil piring Aska dan mengisi makanan untuk Aska, Sherly lebih dulu mengambilnya.Gadis itu menawari ini dan itu kepada Aska.Aska pun menanggapi nya.Fai yang merasa tak di pedulikan kembali duduk dan mengambil makanannya sendiri.Lagi dan lagi Aska tak menyadari perlakuan nya kepada Fai.
Mama Nita menyadari ada yang beda dengan Fai.Fai dari tadi diam.Saat mereka berjalan bersama pun saling cuek.
Sepertinya mereka sedang ada dalam masalah,aku harus mencari tahu...Batin Mama Vita.
Setelah Selesai makan,Fai izin masuk ke kamar duluan.Tetapi Aska tidak ikut masuk ke dalam kamar,justru dia ikut bergabung kepada orang tuanya dan Sherly.
Fai menumpahkan segala keluh kesahnya di dalam sebuah buku diary.Buku yang menemaninya selama ini baik duka dan suka.
__ADS_1
*Belum satu hari kedatangan Sherly,kamu sudah berubah begitu padaku Mas...
Bersambung*....