Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 57


__ADS_3

Saat keduanya sedang memadu kasih, lebih tepatnya Fira sedang merayu suaminya agar ia besok tetap bisa berangkat bekerja. Pintu dengan tiba-tiba terbuka dan membuat pasutri itu kaget.


'' Astaga... apa aku menganggu?" ucap Sella kaget.


'' Ya kau mengganggu Sella..'' jawab Arlan santai, tapi tidak dengan Fira.


Fira segera turun dari paha suaminya dan duduk di samping Arlan. Ia mengusap bibirnya yang basah, ia sudah seperti anak yang ketauan pacaran oleh orang tuanya.


Tanpa Arlan dan Fira sadari, di belakang Sella ada seseorang yang juga melihat adegan Arlan dan Fira. Orang itu adalah Tania, ia ke Boutique Fira untuk mengambil gaun pesanannya.


''Baiklah lanjutkan kegiatan kalian.'' ucap Sella berbalik badan.


'' Mari Nona.. kita ke ruang meeting saja. Ada sepasang suami istri gila di sini.'' ucap Sella dan bagian akhirnya ia sedikit berbisik.


'' Mbak Tania..'' panggil Fira ketika melihat orang yang diajak berbicara oleh Sella.


'' Hai Fira..'' sapa Tania juga dengan kikuk.


'' Kalian saling mengenal?" tanya Sella menatap Fira dan Tania bergantian.


'' Ya..dia teman kuliah Mas Arlan.'' jawab Fira.


'' Tapi dia..'' tunjuknya pada Arlan yang terlihat cuek dan malah memainkan ponselnya.


'' Masuk Mbak..'' ucap Fira dan sudah berdiri.


'' Apa kamu juga memesan gaun di sini?" tanya Tania pada Fira.


'' Dia pemilik Boutique ini Nona..'' Sella yang menjawab.


Tania kaget, ternyata Boutique yang cukup terkenal ini adalah milik Fira. Beberapa kali datang tapi tak pernah ia melihat Fira, ia pikir pemilik Boutique ini adalah Sella yang bertemu dengannya di bawah tadi.


" Pantas saja bisa berciuman di sini, ternyata dia pemiliknya." gumam Tania dalam hati, ia tadi sempat melihat sebentar.


'' Sayang ayo pulang..'' ucap Arlan memecah keheningan dan berdiri dari duduknya.


'' Tapi pekerjaan..'' Fira tak melanjutkan ucapannya karena Arlan menatapnya tajam.


'' Sel, kamu cari karyawan lagi aja kalo kewalahan dan untuk gaji kamu akan di naikkan oleh ibu bos ini. Karena mulai besok ibu bos ini tidak datang lagi ke sini, dia akan bekerja dari rumah.'' ucap Arlan sambil sesekali melirik Fira.


'' Mas..kok itu sih hukumannya? aku janji gak bakal telat makan lagi.'' rengek Fira, tanpa sadar memeluk pinggang Arlan dan kepala mendongak menatap Arlan dengan puppy eyes.


'' Aku gak percaya sama kamu sayang..'' jawab Arlan dan mencubit hidung Fira.


'' Ekheemm..ekheemm..maaf di sini bukan ada kalian aja ya!" seru Sella membuat Fira melepas pelukannya.


" Cuma karena telat makan Fira sampai tidak boleh lagi pergi bekerja? sebegitunya kah Arlan menyayangi istrinya?" ucap Tania dalam hati.


'' Cepat rapikan barang-barang mu sayang, atau hukuman mu mau di tambah?" ucap Arlan ketika melihat Fira diam.


'' Aku belum memilih gaun untuk nanti malam.'' ujar Fira.


'' Apa di sini ada?"


'' Apa kamu sedang bercanda? Tentu saja ada..'' jawab sewot Fira sambil membereskan barang-barangnya, ia akan mengerjakannya di rumah nanti.


'' Ya sudah..ayo aku bantu memilih. Aku tidak mau kamu memakai baju yang tidak jelas.'' ujar Arlan.


'' Maaf ibu manager, aku harus pulang atau aku benar-benar tidak boleh datang lagi kesini.'' ucap Fira pada Sella yang cemberut.


'' Mbak Tania..aku duluan ya.'' ucapnya pada Tania dan Tania hanya senyum mengangguk.


Arlan merangkul pundak Fira dengan posesif, Tania menatap keduanya hingga tak terlihat. Arlan sama sekali tak menyapa dirinya, bahkan saat keluar pun.

__ADS_1


'' Nona..Nona..'' panggil Sella pada Tania yang masih menatap pintu setelah Arlan dan Fira tak terlihat.


'' Ah..maaf.'' ucap Tania.


'' Apa benar Nona teman Mas Arlan?" tanya Sella kepo.


'' Iya..kami berteman dari awal masuk kuliah.'' jelas Tania dengan senyum tipis.


'' Tapi kenapa tadi Mas Arlan tidak menyapa Nona?"


'' Mungkin Arlan tidak mau membuat istrinya salah paham.'' jawabnya sambil tersenyum kecut.


"Apa dia yang di maksud Fira teman suaminya yang ia lihat di kantor dan mall waktu itu?" ucap Sella dalam hati sambil matanya terus menatap Tania.


'' Nona..Nona..Hallo..'' Tania mengerakkan tangannya di depan muka Sella yang melamun.


'' Astaga..Maaf Nona.'' ucap Sella malu.


'' Bisakah gaunnya saya bawa sekarang?" tanya Tania, ia sudah tidak sabar keluar dari Boutique ini.


'' Mari saya antar Nona.'' jawab Sella dan berjalan keluar di ikuti Tania.


Saat sampai di ruangan tempat gaun Tania, ternyata masih ada Fira yang sedang memilih gaun dan Arlan duduk menunggu istrinya sambil memainkan ponselnya.


'' Kalian masih di sini?" tanya Sella.


'' Iya.. semua gaun yang aku tunjukan dia tidak suka.'' jawab Fira pelan sambil bibirnya manyun.


'' Aku dengar sayang..'' ucap Arlan tanpa menatap Fira.


'' Ya sudah aku tidak usah pakai baju sekalian, dari tadi gak ada yang cocok.'' ucap Fira kesal sambil menghentakkan kakinya.


'' Itu lebih baik sayang, dan kita tak perlu datang ke pesta.'' ucap Arlan lagi tanpa menatap istrinya.


Arlan bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati istrinya yang sedang memilih gaun, dan matanya tak sengaja melihat sebuah gaun yang simpel tapi sangat cantik.


'' Sayang aku mau kamu pakai yang itu.'' ia menyentuh bahu Fira dan menunjuk gaun yang ia mau.


Fira menoleh dan matanya mengikuti tangan suaminya yang menunjuk sebuah gaun yang terletak di pojokan. Sama seperti penilaian Arlan, Fira juga berpikir gaun itu simpel tapi sangat cantik. Modelnya yang tertutup seperti permintaan Arlan.


'' Sell.. siapa yang membuat gaun ini? kenapa aku tidak ingat?" tanya Fira tanpa menatap Sella.


'' Anak magang dulu kalo gak salah.'' Sella juga lupa, ia juga tak merasa membuat gaun itu.


'' Maaf gaun saya..'' ucap Tania.


'' Maaf Nona..kita jadi lupa tujuan kita kesini, semua gara-gara pasutri ini.'' jawab Sella tidak enak.


'' Ini Nona..silahkan di periksa dulu.'' Sella menyerahkan paper bag berisi gaun Tania.


'' Tidak perlu Nona Sella..kalo begitu saya permisi dulu. Lan..Fira.. duluan ya.'' ucap Tania dengan senyum sambil menatap bergantian.


'' Iya Mbak..hati-hati dan terima kasih.'' jawab Fira tulus.


''Itu cewek yang kamu maksud?" tanya Sella saat Tania sudah tidak ada.


'' Hemm...'' jawab Fira singkat sambil melirik Arlan.


'' Aku pulang duluan ya ibu manager.'' ucap Fira ketika sudah membungkus gaunnya.


'' Ya baiklah.. ibu bos mah BEBAS.'' jawab Sella.


'' Duluan ya ibu manager.'' ucap Arlan meledek sambil merangkul pundak Fira.

__ADS_1


'' Ya silahkan pak bos..''


Para karyawan yang melihat Arlan merangkul pundak Fira dengan mesra merasa iri. Sangat terlihat jika Arlan sangat mencintai bos mereka.


'' Abi kok gak kesini?" tanya Arlan sambil berjalan keluar.


'' Tadi susternya telpon katanya mau main di rumah temannya.'' jawab Fira.


'' Kamu izinin?" Arlan membukakan pintu untuk Fira.


'' Iya.. temannya yang masih satu komplek Mas.'' jawab Fira saat Arlan sudah memasuki mobil.


Tanpa mereka sadari, ada yang memperhatikan Arlan dan Fira dari jauh. Ia mencengkram setir mobilnya dengan kuat..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong cingudeul...


Jangan lupa Like dan Komen ya...


Gamsahaeyo 🌹😘

__ADS_1


__ADS_2