Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 132


__ADS_3

Hari sudah berganti dan Sella belum mendapatkan pembukaan. Oleh karena itu, Jordan meminta dokter untuk melakukan tindakan operasi Caesar. Jordan sudah tak tega melihat Sella kesakitan tapi jalan lahir anaknya belum juga terbuka. Padahal Sella selama hamil sangat aktif, sampai Jordan takut Sella dan anaknya terjadi apa-apa karena aktifnya. Sella sampai mau melahirkan masih pergi ke boutique, meskipun hanya dari siang sampai sore saja. Tapi entah kenapa untuk melahirkan secara normal sangat sulit untuk Sella, padahal semua yang di sarankan orang-orang terdekat dan dokter agar bisa melahirkan normal sudah di lakukan.


Sella sudah masuk ke ruang operasi, dan Jordan ikut masuk ke dalam menemani. Tadi sudah tak di izinkan, tapi karena kegigihannya bernegosiasi dengan rumah sakit akhirnya dirinya di izinkan.


Kedua orang tua Jordan duduk di depan ruang operasi dan saling bergandengan. Mereka sama-sama berdoa dalam hati, semoga menantu dan cucunya baik-baik saja. Berdoa semoga operasinya lancar dan keduanya sehat...


Bukan hanya ada kedua orang tua Jordan, Arlan dan Fira juga ada. Pasutri itu sudah pulang untuk berganti baju dan melihat anak-anak, lalu kembali lagi ke rumah sakit. Beruntung anak-anaknya tak rewel di tinggal, mereka menginap di rumah orang tua Fira. Kedua orang tua Arlan juga ikut menginap disana, karena rumah sepi jika kedua cucunya tak di rumah.


" Sayang anak-anak gimana? Di tinggal gak nangis mereka?" tanya Mami Irene, memecah keheningan.


" Aman Mami, justru mereka senang di tinggal bersama Oma Opa, mereka bisa bebas makan apa saja dan minta apa saja sama Oma Opanya. Mama sama Papa juga di sana jadi makin senang mereka." jawab Fira, ia kembali mengingat ketika tadi berpamitan. Anak-anaknya biasa-biasa saja, malah sibuk main karena baru dapat mainan baru dari Opanya.


" Cucu kesayangan ya... Mami gak sabar, anak Jordan bermain bersama." ujar Mami Irene dengan senyum mengembang.


" Nanti cucu kita jadi anak bawang soalnya paling kecil. Hahaha... " timpal Papi Renald.


" Ayo sayang bikin lagi, biar cucu Mami ada temannya yang kecil." ucap Mami Irene dan menatap Fira.


" Kalau bikin sih udah tiap hari Mam, tapi belum jadi aja. Do'a in aja ya, semoga anak Jordan ada teman yang sama-sama kecil." Arlan yang menjawab dan membuat Fira mencubit perutnya.


" Mas... Kamu itu benar-benar ya." ucap Fira, dirinya sebenarnya malu mendengar ucapan frontal Arlan.


" Kan emang benar sayang, ngapain kamu malu sama Mami dan Papi." jawab Arlan santai.


" Sudah lah Mas, berhenti membahas itu." pungkas Fira. Ia masih suka shock dengan Arlan yang kadang blak-blakan, apalagi jika dengan orang yang di kenal.

__ADS_1


Saat semuanya sedang mengobrol kesana kemari, tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah Jordan di ikuti perawat mendorong troly box bayi. Di sana ada bayi mungil dengan bedong warna biru. Mami Irene menagis haru melihatnya, begitu pun dengan Papi Renald juga berkaca-kaca. Kedua orang tua itu, mendekat ke cucu nya, tanpa memperdulikan Jordan yang sudah hampir menangis karena tak menyangka sudah memiliki anak.


" Selamat Bro..." ucap Arlan dan langsung memeluk Jordan dan itu membuat Jordan malah menangis.


" Selamat Kak Jordan..." ucap Fira bergantian dan juga memeluk Jordan sebentar.


" Makasih ya..." balas Jordan, ia menatap Arlan dan Fira bergantian.


" Maaf Ibu Bapak... Bayinya harus saya bawa ke ruang bayi." ucap sang perawat ke orang tua Jordan yang sedang memotret bayi mungil itu.


" Kami akan ikut... " ujar Mami Irene dan langsung mengikuti perawat yang mendorong troly box cucunya.


" Aku masuk dulu ya... Kalian tunggu di kamar Sella kemarin aja." ucap Jordan dan kembali masuk ke ruang operasi.


Sebelum ke kamar rawat Sella, Fira dan Arlan pergi ke kantin dulu. Mereka membeli makanan dan minuman untuk mereka, orang tua Jordan dan untuk Jordan. Dari semalam Jordan tak selera makan, yang masuk ke perutnya hanya kopi.


" Biar Sella istirahat, sekarang Lo makan dulu. Dari semalam Lo belum makan." suruh Arlan saat Jordan selesai merapikan selimut Sella.


" Gak usah ngebantah... Cepat makan. Istri Gue udah capek-capek beliin ke kantin, ingat... Sella sama anak Lo bakalan bergantung sama Lo. Kalau Lo sakit siapa mau nemenin mereka." ucap Arlan lagi saat Jordan enggan untuk makan.


" Iya Kak, makan dulu. Gak lucu kan kalian berdua sama-sama dirawat." ujar Fira.


" Baiklah... " ucap Jordan pasrah. Benar kata Arlan dan Fira, Sella yang baru selesai operasi pasti akan bergantung padanya. Sangat mustahil Sella akan merepotkan Maminya atau Fira.


Karena Sella masih terlelap, Fira dan Arlan sibuk dengan ponselnya. Kalau Arlan mengurus pekerjaan, sedangkan Fira melihat video yang anak-anak yang di kirimkan Mama dan Papanya.

__ADS_1


Pintu kamar terbuka dan ternyata yang masuk adalah kedu orang tua Jordan dengan terburu-buru, tentu membuat semua orang kecuali Sella kaget.


" Mami Papi ini gak bisa pelan buka pintunya?" omel Jordan, karena takut Sella terbangun.


" Anak kamu tiba-tiba drop..." ucap Papi Renald pelan dan tak menghiraukan omelan Jordan.


" APA?" teriak Jordan, Arlan dan Fira serentak.


Tak menunggu lama, Jordan berlari keluar menuju ruang bayi di ikuti Arlan. Saat Fira juga akan ikut mengejar, tiba-tiba Papi Renald mencegahnya...


" Kamu di sini saja Nak, temani Sella sama Mami. Biar Papi yang menyusul mereka..." ucap Papi Renald dan Fira terpaksa mengangguk.


" Cepat kabari Mami ya Pi, apa pun perkembangan cucu kita..." ujar Mami Irene sambil menangis.


" Iya Mi... Papi pergi dulu." jawab Papi Renald dan langsung melesat menyusul Jordan dan Arlan.


" Mami ayo kita duduk dulu... Kita berdoa semoga cucu Mami baik-baik saja. Minum dulu Mi... " ujar Fira dan saat sudah duduk di sofa, Fira memberikan air minum.


" Iya... Semoga saja ya sayang. Mami gak tau harus bilang apa ke Sella, semoga saat Sella bangun bayinya sudah ada di sini dengan kondisi baik." ucap Mami Irene di sela tangisnya.


Sebenarnya Fira juga ada rasa ketakutan akan bayi Sella, takut jika terjadi hal yang tak di inginkan. Tapi Fira mencoba untuk selalu berpikir positif, ia mengatakan kepada dirinya jika bayi Sella akan baik-baik dan sehat.


Cukup lama para bapak-bapak kembali, Fira mencoba menghubungi Arlan, tapi ternyata ponsel suaminya tergeletak di meja. Mami Irene sudah cukup tenang, saat ini Mami Irene sedang duduk di dekat ranjang Sella yang masih tidur. Sambil berkaca-kaca Mami Irene menatap Sella, tangannya mengenggam tangan Sella dan tangan satunya mengusap rambut menantunya itu.


" Mami..." panggil Sella dengan suara pelan dan sedikit serak.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2