Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 11


__ADS_3

Aska mengantarkan Fai sampai depan butik.Sebelum Fai turun,Aska mendekatkan wajahnya membuat Fai waspada.Fai memundurkan wajahnya.


"Kamu mau apa Aska? jangan macam-macam ya."Ucap Fai penuh kewaspadaan.


"Apa sih Fai,aku cuma mau melepaskan ini."Menunjuk seat belt lalu melepaskan nya dan menjauh dari Fai.


"Memangnya kamu memikirkan apa.Hmm?"Tanya Aska penuh selidik.


"Aku gak mikir apa-apa,kamu gak usah modus.Aku bisa lepas ini sendiri."Ucap Fai ketus.Padahal hatinya berdetak tak karuan.


"Aku kira kamu mau mengulangi adegan tadi pagi."Aska menaikturunkan alisnya.


"Udah ah aku mau turun,kamu makin ngaco ngomongnya."Tapi pipi Fai memerah.


Lalu Fai menyodorkan tangannya ke Aska,Aska malah mengeluarkan dompet dan mengambil kartu ATM dan memberikannya kepada Fai.


"Aku cuma mau cium tangan kamu Aska,kenapa malah kasih aku ATM."Fai tersenyum.


"Aku kira kamu mau minta uang,makanya aku kasih ATM."Aska nyengir,Fai hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"Tapi ya gak apa-apa Fai,kamu terima saja.Ini nafkah aku buat kamu."


"Oke aku terima ini,terima kasih yaa.Ya udah aku turun dulu."Lalu menyalami Aska dengan takzim,Aska pun mengecup kening Fai.


"Nanti siang aku jemput ya,jangan pulang sendiri."Ucap Aska.


"Udah mulai perhatian nich Yee."Ucap Fai,lalu keluar dari mobil.


"Fai,awas kamu yaa."Ucap Aska sambil tersenyum.


Aku suka sikap mu Fai, walaupun kau tak ada rasa denganku tapi kamu benar-benar memperlakukan aku layaknya suami yang di cintai...Batin Aska.


"Duch so sweet nya pengantin baru,kerja di anterin,mana lama banget lagi di dalem mobil.Hayoo ngapain."Fai masuk langsung di goda dengan Malika.


"Apaan sih Malika,aku gak ngapa-ngapain kok sama Aska cuma ngobrol aja."


"Mau ngapa-ngapain juga gak apa-apa udah halal ini."


"Udah aahh Aku mau masuk ke ruangan aku dulu,kamu omongannya tambah ngaco."Fai berlalu dari hadapan Malika.


Semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu Fai,dan bisa melupakan bayang-bayang masa lalu kamu yang selalu buat kamu merasakan sakit hati.Batin Malika


Aska baru saja tiba di kantor,dia langsung menuju ruangannya.Para karyawan berbisik-bisik membicarakan Aska yang melewati mereka.


"Astaga si CEO duda udah nikah lagi aja ya,gagal dech jadi istrinya."


"Ngaca woy,loe gak bakal di lirik sama Pak Aska."


"Padahal waktu perceraian nya dulu,aku kira Pak Aska bakalan lebih lama lagi mendudanya.Karena dia terlihat anti dengan perempuan."


"Tiga tahun Gaes,sudah cukup lama kali.Dia juga pengen ngerasain di manja-manja lagi."


"Tapi bukannya Pak Aska nikah karena perjodohan yaa,bakalan gak awet lagi nich pernikahannya."


Perbincangan mereka terhenti karena mendengar suara dari arah belakang mereka.


"Kalian disini mau bekerja atau membicarakan CEO kalian?kembali bekerja."Ucap Roy, sekretaris sekaligus asisten Aska.


Mereka pun menunduk takut lalu kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.Roy lebih di takuti dari Aska karena ketegasannya.Dia tidak pandang bulu dan tidak segan-segan memberi pelajaran kepada karyawan yang melanggar aturan Perusahaan.

__ADS_1


Cuti tiga hari membuat pekerjaannya menumpuk.Kurang ajar tuch si Roy bukannya gue masuk kerja bisa santai sedikit ini malah menumpuk begini.Aska menggerutu.


Tok...Tok...Tok..


"Aska,boleh saya masuk."Tanya Roy.


"Masuk."


Roy masuk langsung di hadiahi pulpen melayang.Untung saja Roy sigap jadi dia bisa menghindar,kalau tidak nyut-nyutan kepalanya.


"Kau keterlaluan Roy,kenapa gue baru masuk cuti malah di kasih pekerjaan menumpuk begini."Aska kesal.


"Ya mau bagaimana lagi,itu memang tugas anda Tuan Aska yang terhormat."Ucap Roy meledek Aska.


"Menyebalkan,"Gumam Aska.


"Itu semua sudah saya periksa,jadi kamu cuma tinggal tanda tangani saja.Dan sebelah kanan anda ada dua berkas yang harus kamu pelajari karena nanti sore kita akan bertemu klien."


"Siang kosongkan jadwalku,aku mau mau pulang makan siang di rumah."Ucap Aska tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas.


"Siap, setelah itu kamu harus segera kembali.Karena kamu harus mempelajari apa yang kita bahas nanti."


"Iya,sudah sana.Gue empet liat muka loe."


"Aska."Panggil Roy.


"Selamat ya,semoga pernikahan loe kali ini buat loe bahagia.Dan lupakan bayang-bayang masa lalu yang selalu menghantui loe itu."


"Thanks ya Roy."Roy hanya mengangguk dan keluar dari ruangan Aska.


Waktupun berlalu dengan cepat,kini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang.Fai dari pagi sibuk dengan membuat desain gaun pesanan pelanggannya.Setelah selesai Fai pun keluar dari ruangannya membawa desainnya ke bagian penjahit untuk di kerjakan.Lalu setelah itu Fai ke depan untuk membantu melayani konsumen sambil menunggu Aska menjemput.


"Iya Fai,ada apa?"Malika mendekat.


"Aku hari ini cuma sampai siang saja yaa di butik,aku titip butik ya."


"Tenang saja Fai, percayakan butik ini padaku."


"Aku selalu percaya padamu."Fai tersenyum.


"Terima kasih ya Fai,aku akan selalu berusaha menjaga kepercayaan yang kamu kasih ke aku."Lalu mereka berpelukan.


Berhubung butik sedang sepi pengunjung mereka pun lanjut mengobrol.


"Gimana rasanya malam pertama Fai."Malika menggoda Fai.


"Gak usah kumat dech lika,gak ada namanya malam pertama."


"Gak ada malam pertama gimana maksud kamu."


"Ya gak ada.Kita belum pernah melakukannya."


"Serius kamu Fai?"Tanya Malika tak percaya.


"Serius lah Lika,aku gak ada rasa apa-apa sama Aska mana mungkin aku menyerahkan diri aku gitu aja sama dia."


"Astaga Fai,tapi kamu sama Aska sudah menikah sudah halal untuk melakukan hal itu."


"Tapi aku belum siap Malika.Kamu paham kan,lagi pula Aska juga bekum pernah menyinggung hal ini sama aku.Lagian waktu malam pernikahan kita aku tidur pakai baju kurang bahan aja dia biasa aja,katanya gak tergoda sama badan aku yang gak seksi begini."

__ADS_1


"Aku gak yakin dia gak tergoda,dia cuma menahannya saja.Inget Fai dia itu duda sudah lebih dari tiga tahun,dia pasti paham dengan hal begituan.Dia cuma gak mau kamu merasa terpaksa melayani dia."Fai terdiam dengan ucapan sahabat nya.


"Coba deh buka hati kamu buat Aska,gak salah kalau kamu cinta dengan suami sendiri.Coba buka lembaran baru, sudah saatnya kamu bahagia Fai.Kamu harus lawan bayang-bayang masa lalu kamu."


"Terima kasih ya Lika,aku akan coba buka hati aku buat Aska."


"Nah gitu dong."


"Aku juga sebenarnya semenjak menikah dan tidur satu ranjang dengannya aku gak pernah lagi mimpi buruk tentang masa lalu aku.Aku merasa tidur aku lebih nyenyak.Aku bahkan pernah tertidur di pelukannya saat tiba-tiba bayangan masa lalu itu muncul dan membuat aku tidak bisa mengontrol diri aku, pelukannya membuat aku tenang."


"Itu tandanya kamu sudah mulai membuka diri kamu untuk Aska,Fai.Kamu pasti bisa."Fai mengangguk.


"Terus kamu sendiri kapan menikah?"Tanya Fai pada Malika.


"Apaan sih Fai kok jadi nanyain aku kapan nikah.Aku mah masih lama,aku masih harus membiayai adik-adik aku sekolah dan membantu orang tuaku."


"Awas kelamaan jadi perawan tua lho."


"Fai doain nya kok jelek gitu sih sama sahabat sendiri.Doain itu semoga cepat ketemu jodoh dapet suami yang ganteng,tajir,sayang,pengertian sama aku dan keluarga aku gitu."


"Aamiin,aku pasti doain yang terbaik buat sahabat aku yang cantik ini."


Obrolan mereka pun terhenti saat ada seseorang yang memanggil Fai.


"Fai,yuk pulang"Ajak aska.


"Ternyata pulangnya juga di jemput sama Pak suami."Goda Malika.Fai tak menanggapi.


"Aku pulang ya,titip butik."


"Asyik bangeet tadi ngobrolnya,"Ucap Aska saat mereka sudah di mobil.


"Iya biasalah namanya juga cewek."


"Tapi kamu kelihatan akrab sekali sama karyawan kamu yang tadi."


"Iya,dia bukan hanya karyawan aku,tapi juga dia sahabat aku.Kami bersahabat dari SMP,dan dia yang mensupport aku awal mula buka butik.Gimana di kantor, pekerjaan lancar?"Tanya Fai.


"Lancar,tapi ya begitu karena aku tinggal cuti tiga hari jadi menumpuk pekerjaan nya."


"Yang semangat kerjanya,supaya isi ATM yang ada di tanganku semakin banyak."Ucap Fai di selingi dengan tertawa kecil.


"Siap Nyonya."Aska pun ikut tertawa.


Saat di lampu merah


"Fai."Ucap Aska sambil menggenggam tangan


"Iya."Fai pun kaget karena tangannya di genggam oleh Aska.Fai mencoba melepas genggaman Aska tapi justru Aska semakin erat menggenggam.


"Biarkan begini sebentar saja."Ucap Aska sambil melihat ke arah Fai.Fai pun pasrah dan membiarkan Aska menggenggam tangannya.


"Nanti malam ada yang ingin aku bicarakan padamu Fai."


"Kenapa tidak sekarang saja."


"Tidak nanti malam saja,"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2