Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 128


__ADS_3

Sella menatap hamparan kebun bunga tulip, hari ini Sella di ajak kedua mertuanya jalan-jalan. Cuaca hari ini sangat mendukung, tidak terlalu panas dan angin bertiup memberikan kesejukan. Kedua mertuanya sedang berfoto-foto di antara bunga-bunga nan cantik itu. Selain kedua mertuanya, Jordan juga ikut..


" Sayang lihat sini..." ucap Jordan dan sudah bersiap memotret Sella.


" Kamu foto aja bunga-bunga itu." ujar Sella tanpa menoleh ke Jordan.


" Kamu masih marah?" Jordan berjalan mendekat dan berdiri di depan Sella.


" Ayo kita cari minum..." Sella berlalu sambil mengelus perutnya dan tak menjawab Jordan.


Jordan membuang nafasnya kasar, matanya terus menatap punggung Sella yang semakin menjauh. Sella masih marah karena keisengannya menyembunyikan paspornya. Sebenarnya Jordan akan meminta Sella berhenti bekerja, tapi belum membicarakannya saja Jordan sudah tahu pasti jawabannya tidak mau.


" Istri kamu mana? Malah melamun..." Mami Irene menepuk pundak Jordan.


" Itu.." tunjuk Jordan ke sebuah stan minuman, dan Sella terihat duduk di salah satu bangku.


" Terus kenapa kamu malah di sini? Gak takut menantu Mami di culik?" cecar Mami Irene, dan setelah itu Mami Irene meninggalkan Jordan dan Papinya.


" Siapa juga yang mau nyulik ibu hamil??" balas Jordan pelan tapi masih bisa di dengar dan Papi Renald mendengarnya.


" Belum baikan?" tanya Papi Renald dan Jordan menggeleng lemah.


" Makanya kurangin isengnya itu, Papi tahu Sella belum sepenuhnya menerima mu meskipun ada anak kamu di perutnya. Jadi buat dia nyaman terhadap mu, kalau dia aja gak nyaman dekat dengan mu gimana ada kemajuan diantara kalian." ujar Papi Renald lalu menepuk pundak anak bontotnya dan pergi menyusul istrinya.


Akhirnya Jordan juga ikut menyusul Sella, dari kejauhan Jordan bisa melihat jika Sella tertawa lepas hanya karena candaan dari Papinya. Selama ini jika berdekatan dengan dirinya, belum pernah Sella tertawa selepas itu.


Saat Jordan sudah berdiri di dekat Sella, tawa Sella langsung lenyap. Dan tak lama ponsel Sella berdering..


" Sella angkat telfon dulu..." ucap Sella dan berjalan menjauh.


" Hallo... Kenapa Rey?" ternyata yang menelfon Sella adalah Reyhan.


Sella tak terlalu jauh dari Jordan dan orang tuanya, jadi Jordan masih bisa dengar pembicaraan Sella. Dan keningnya berkerut saat Sella menyebut nama yang ia tebak adalah nama cowok..


" Lagi gak di boutique?" tanya Reyhan.


" Iya... Gue lagi cuti, kenapa? Lo ke boutique?" balas Sella sambil melirik Jordan dan ternyata Jordan menatapnya.

__ADS_1


" Lagi di Jerman? Kebun tulip?" tanya Reyhan dan membuat Sella celingukan ke sekitar.


" Hah... Kok Lo tau kalau Gue lagi di Jerman, lagi di kebun tulip juga?" cecar Sella dan masih celingukan.


" Arah jam 9...dan Hai." ucap Reyhan dan saat Sella melihat ke arah yang di bilang, Reyhan melambaikan tangannya dan Sella juga membalas melambaikan tangan.


Bukan hanya Sella yang melihat Reyhan, tapi Jordan juga melihatnya. Dan tebakannya benar, yang menelfon Sella seorang cowok yang belum pernah ia lihat.


Sella memutuskan sambungan telfonnya dan membuat Reyhan berjalan mendekat ke arahnya..


" Hai.." sapa Reyhan dengan senyum.


" Hai... Lagi ada urusan di sini?" tanya Sella basa-basi.


" Iya... Lagi ada urusan kantor. Lo sama siapa kesini? Sama Fira juga?" balas Reyhan dan ia melihat sekeliling Sella.


" Gua gak sama Fira, dia malah lagi masuk rumah sakit." ujar Sella menjawab pertanyaan Reyhan.


" Terus sama siapa? Travelling sendiri gitu? Terus Gue lihat-lihat Lo tambah berisi ya dari kita terakhir ketemu. Tapi itu udah lama kan kita ketemu pas yang lakinya Fira cemburu sama Gua. Hahahaha..." cerocos Reyhan dan tertawa di akhir.


" Siapa?" tanya Jordan yang tiba-tiba sudah di dekatnya dan mau tidak mau, Sella mengenalkan Jordan ke Reyhan.


Reyhan dan Jordan menatap Sella bersamaan. Reyhan yang bingung, sebab tatapan Jordan seperti meminta sesuatu yang lebih. Dan Jordan menatap heran, Sella tak mengenalkannya sebagai suaminya.


" Dia suami Gue..." sambung Sella dan membuat Jordan tersenyum tipis.


" Reyhan... Jordan..." kedua orang itu akhirnya bersalaman dan berkenalan.


" Kok beda sama yang ketemu Gue itu?" tanya Reyhan blak-blakan. Sebab dirinya pernah bertemu dengan Sella dan saat itu sedang bersama dengan Devin.


" Panjang ceritanya, kapan-kapan kalau ketemu lagi Gue ceritain." timpal Sella, moodnya tambah rusak karena Reyhan malah membahas Devin.


" Gak butuh-butuh banget juga sih Gue.." ujar Reyhan dan membuat Sella mencibirnya.


" Dasar orang gila!" umpat Sella dan malah membuat Reyhan terbahak.


" Oke deh Gue cabut dulu... Selamat buat pernikahannya, salam buat Fira ya. Bye..." Reyhan pamit, karena masih ada urusan lain.

__ADS_1


Sella masih menatap Reyhan yang berjalan menjauh, tanpa sadar jika Jordan juga menatapnya dengan tatapan kesal. Bisa-bisanya saat ada dirinya di sampingnya, Sella malah menatap laki-laki lain.


Sella menoleh dan medapati Jordan masih menatapnya dan terlihat kesal.


" Mami sama Papi mana?" tanya Sella sambil melihat sekitar.


" Udah pulang... Mertua Karina datang. Kita di suruh jalan-jalan dulu." jawab Jordan dan matanya masih menatap Sella yang menghindari tatapan Jordan.


" Pulang aja, aku udah capek." ucap Sella, bukan tidak mau jalan-jalan dengan Jordan tapi kakinya sudah pegal dan pinggangnya sudah minta rebahan.


" Tadi siapa?" tanya Jordan sambil menahan tangan Sella yang sudah akan pergi.


" Reyhan... Udah kenalan kan tadi?" ujar Sella sambil mengerutkan kening.


" Ya maksud aku, dia teman kamu, mantan kamu atau siapa gitu." tanya Jordan geram.


" Bukan teman atau mantan aku. Dia kakak tingkat waktu kuliah dulu. Udah puas? Aku mau pulang.." jawab Sella dan mencoba melepaskan tangan yang di tahan Jordan.


" Kalau seperti itu kenapa kalian bisa kenal?" ternyata Jordan belum puas dengan jawaban Sella dan kembali menahan tangan Sella.


" Huufftt... Itu karena dia terkenal playboy, sering gonta-ganti cewek. Fira hampir jadi korbannya, tapi untungnya Fira gak termakan rayuan si Reyhan kampret itu." jelas Sella dan semoga Jordan akan paham.


" Makanya tadi dia bilang, kalau Arlan cemburu sama dia?" tanya Jordan lagi dan Sella mengangguk.


" Kita makan malam di luar ya,." ajak Jordan setelah mendapat jawaban yang ia mau dan Sella mengangguk saja.


Jordan yang memilih restorannya, ya iyalah... Sella mana tahu restoran mana yang enak. Makanannya pun Jordan yang memilihkannya dan itu bisa masuk perutnya. Bukan Sella memilih makanan, itu karena si anak bayi di perut yang tidak mau. Jika tidak mau, maka Sella akan memuntahkannya.


Selesai makan, mereka langsung pulang dan ternyata mertua Karina menginap.. Setelah menyapa dan berkenalan, Sella dan Jordan naik ke kamar mereka yang di lantai dua.


" Kamu dulu atau aku dulu?" tanya Sella untuk menggunakan kamar mandinya.


" Bareng aja gimana?" Jordan balik bertanya dan berjalan mendekat ke Sella dengan senyum menyeringai.


Jordan sudah berdiri tepat di depat Sella, dengan perlahan tangan Jordan memegang pipi Sella dan mengusapnya perlahan. Tindakan Jordan membuat Sella membeku, matanya mengerjap menatap Jordan. Perlahan Jordan mendekatkan wajahnya ke wajah Sella, karena kesadarannya sudah kembali Sella reflek mendorong pelan Jordan dan berlari ke kamar mandi..


" Hahaha... Lucu banget, pipinya merah tadi." gumam Jordan pelan saat melihat Sella membeku dan pipinya merona.

__ADS_1


" Dasar nyebelin... Tapi kenapa pipi ku pakek panas segala sih." gerutu Sella saat sudah di dalam kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2