Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 7 Menggoda Fai


__ADS_3

Saat ini Fai dan juga Aska sudah berada di dalam taksi.Fai kesal dengan sikap Aska tadi saat di kamar hotel.Sedangkan Aska sejak tadi hanya senyum-senyum.


"Kenapa kamu senyum-senyum terus dari tadi,gak jelas banget."Ucap Fai ketus


"Emang gak boleh kalau aku senyum-senyum,hhmm."Ucap Aska sambil menaikturunkan alisnya.


Kejadian di kamar hotel tadi,saat mereka akan bersiap pulang.Di kamar,Aska langsung saja mendorong tubuh Fai hingga ke tembok.


"Apa yang mau kamu lakukan Aska,jangan macam-macam."Ucap Fai takut.


"Aku melakukan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai pengantin baru Fai,"Ucap Aska sambil menelusuri pipi Fai menggunakan jarinya.


"Jangan Aska,"Fai memejamkan matanya.


Aska menikmati wajah ketakutan Fai dan badannya bergetar,dia begitu polos batin Aska.


Tiba-tiba Aska menjauhkan tangan nya dari pipi Fai mengunci Fai dengan kedua tangannya.


"Awas Aska aku mau beres-beres."Fai mendorong tubuh Aska tetapi matanya masih terpejam.Tubuh Aska tak bergerak sama sekali,Aska semakin mengunci tubuh Fai.


"Kenapa harus terburu-buru,kita masih banyak waktu."Aska semakin senang menggoda Fai.


"Buka matamu Fai,"Fai menggeleng.


"Menjauh dari ku Aska."Tapi Aska justru makin dekat dengan wajah Fai.Hingga Fai bisa merasakan hembusan hangat nafas Aska.


Astaga jantungku kenapa berdebar-debar gini sih...Batin Fai.


Rasanya aku ingin sekali mencium bibir tipis nan seksi ini.Tahan Aska tahan..


Fai makin merapatkan bibirnya,dia bisa merasakan bahwa wajah Aska semakin dekat dengannya.


"Aku boleh mencium bibirmu Fai,"Ucap Aska dengan nada rendah tapi penuh makna.


"Jangan macam-macam Aska."Fai langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Aska tertawa melihat Fai yang begitu ketakutan saat dia berucap begitu.Lalu Aska pun menjauh dari Fai setelah dia mencium keningnya.


Bisa gila aku kalau terus berdekatan dengannya..Batin Fai


Tak terasa mereka telah sampai di kediaman Pak Alamsyah.Rumah dua lantai dengan mengusung konsep rumah klasik tropis yaitu konsep ini menciptakan udara sejuk di tengah kota. Material alami seperti kayu dan batu alam banyak digunakan. Selain itu, pepohonan pun ditanam di berbagai titik di rumah ini.


Fai dan Aska segera turun dari mobil,ternyata Mama dan Papa Fai sudah menunggu mereka di depan pintu untuk menyambut sepasang pengantin baru.


"Selamat datang di rumah kami nak Aska."Sambut Papa Fai.


"Papa sampai repot-repot gini nyambut Aska."Aska segera menyalami mama dan papa Fai di ikuti dengan Fai.


"Ma,Kak Fathur masih di dalam kan."Ucap Fai.


"Masih,nanti sore Katanya mau pulang."


"Kok udah pulang aja cepet bangeet sih, terus mana Kak fathur nya."Fai langsung mencari keberadaan kakaknya.


Fai merupakan anak kedua dari dua bersaudara.Kakaknya bernama Fathurrahman,usianya baru dua puluh delapan tahun,dia sudah menikah dan mempunyai satu orang putra bernama Kemal Pahlevi yang baru berusia satu tahun.


"Lho kok Aska nya malah di tinggal Fai."Ucap mama Farah.


"Biar suruh ngobrol dulu sama Papa ma,aku mau ketemu Kemal dulu kangen."


"Gak boleh gitu,kamu ajak Aska ke kamar dulu sekalian taruh koper kalian terus istirahat.Nanti waktu makan siang Mama panggil."


"Tapi Ma,"Fai cemberut.


"Udah sana,Aska istirahat di kamar aja dulu."

__ADS_1


"Iya ma,"Aska tersenyum.


"Jangan buru-buru gitu dong sayang jalannya,kenapa sih kamu udah gak sabar yaa pengen tidur sambil peluk aku lagi ."Goda Aska.


"Jangan Kepedean kamu Aska,"Fai menghentak-hentakkan kaki nya kesal.Aska tertawa, senang sekali menggoda istrinya.


Baru sehari menikah kenapa aku merasa hidupku lebih berwarna..Batin Aska.


Sesampainya di kamar Fai,Aska segera merebahkan dirinya di ranjang.


"Siapa yang suruh kamu tidur di sana?"Ucap Fai kesal.


"Tidak ada, inisiatif aku sendiri saja.Sini."Sambil menepuk ruang di sebelahnya yang kosong.


"Gak mau,aku mau keluar aja bantuin mama masak."


"Gak ingat tadi apa kata Mama,kamu suruh nemenin aku istirahat aja Fai."


"Ya sudah kalau kamu mau tidur,tidur aja aku mau nelpon karyawan aku dulu."Fai berlalu menuju balkon kamarnya.


Setelah selesai menelpon karyawannya Fai masih berdiri di balkon.


Tuhan, apa aku bisa buat dia jatuh cinta padaku,atau malah aku duluan yang jatuh cinta padanya.Lelaki yang baru aku kenal kini sudah menjadi suamiku.Bagaimana bisa kami menjalani pernikahan ini tanpa adanya cinta di antara kami.


Fai berbalik hendak kembali ke kamar tetapi dia terkejut,karena Aska sudah berada tepat di belakangnya.


"Astaga Aska,bikin kaget saja."Sambil memukul lengan Aska.


"Kamu yaa selain hobi teriak ternyata hobi pukul juga.Aku cium baru tau rasa."Mengusap lengannya yang baru di pukul Fai,padahal tak terasa sakit sedikitpun.


"Sini,aku mau bicara sama kamu."Menarik Fai dan di dudukkan di sofa.


"Mau bicara apa sih,gak usah tarik-tarik juga kali."


Lalu Aska pun duduk di samping Fai.


"Besok pagi,kita pulang ke rumah orang tuaku.Jadi kamu siapkan apa saja yang mau kamu bawa.Jangan terlalu banyak yang sering kamu pakai saja dan yang penting-penting."


"Secepat itu Aska? aku masih mau tinggal disini."Ucap Fai menunduk sedih.


"Mau tidak mau Fai,lusa aku sudah harus bekerja."


"Ya sudah kalau begitu nanti malam aku akan berkemas."Setelah itu Fai bangkit dan langsung berbaring di tempat tidur sambil bermain ponsel.


"Kita kan masih bisa main kesini Fai,saat weekend."Aska paham perasaan Fai saat ini.Fai hanya mengangguk.


"Aku minta no hp mu,gak lucu kan kalau kita belum saling menyimpan no hp."Sambil menyodorkan hp ke Fai.Setelah mengetik Fai mengembalikan ke Aska lagi.


"Itu no ku,jangan lupa di save."Setelah Aska menelpon no yang di ketik Fai tadi.


Tok...Tok...Tok...


"Fai, Aska,makan siang dulu yuuuk.Mama tunggu di meja makan yaa."


"Iya ma."Sahut Fai.


Fai menghampiri Aska di sofa,rupanya Aska tertidur di sofa.Fai membangunkan Aska dengan menggoyangkan lengannya.


"Aska,bangun di tunggu Mama di meja makan."Aska tak bergerak sama sekali.


"Aska."


"Hhmmm."


"Buruan bangun,sudah di tunggu di meja...Aaakkkkhhh."Aska menarik Fai hingga Fai jatuh di atas badan Aska.

__ADS_1


"Kenapa sih kamu seneng banget teriak-teriak gitu apalagi di depan aku,nanti beneran aku cium lho bibirnya."Fai langsung merapatkan bibirnya dan menggeleng.


"Makanya jangan suka teriak-teriak,awas aku mau bangun.Sengaja kan lama-lama di atas badan aku."Padahal dari tadi Aska memeluk badan Fai.Fai lalu bangkit setelah Aska melepaskan pelukannya.


"Padahal dia yang dari tadi Meluk aku tapi kenapa seolah-olah aku yang nahan dia, nyebelin."Gumam Fai kesal.


"Kamu omong apa Fai."Ucap Aska karena mendengar Fai bergumam.


"Aku gak ngomong apa-apa,sudah ayo buruan."


Merekapun keluar kamar bersama.Di meja makan sudah berkumpul keluarga Fai.


"Kemal mana mba mia?"Tanya Fai pada istri kakaknya.


"Lagi tidur Fai,dia capek dari tadi mainan gak bisa diem."


"Yaaahhh,padahal mau mainan sama kemal."Ucap Fai cemberut.


"Mungkin bentar lagi bangun,sudah duduk makan siang dulu kita."Ucap Fathur.


Aska pun ikut duduk di sebelah Fai.Fai mengisi nasi di piring.


"Mau makan sama apa?"Fai bertanya pada Aska.Aska kaget karena ternyata Fai mau mengambilkan makanan untuknya.


"Sama ayam sambal sama capcay aja Fai."Fai mengangguk.Setelahnya menaruh piring tersebut di depan Aska,lalu menuangkan air ke gelas untuk minum Aska.Setelah itu Fai mengisi piring untuk dirinya sendiri.Mama dan Papa saling melirik dan tersenyum.Mama Farah senang karena tanpa di suruh Fai berinisiatif sendiri untuk melayani suaminya saat makan.


Setelah makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


"Adik kakak ini sekarang sudah menikah yaa,udah gak boleh lagi manja-manja sama kakak,manja-manjaannya sama suami aja sekarang mah."


"Apaan sih kak Fathur nih."Ucap Fai cemberut.


"Iyalah nanti suami kamu cemburu Fai kalau kamu manjanya sama kakak."Aska hanya tersenyum dan Fai makin Cemberut.


Mana ada dia cemburu sama aku,dia aja gak ada rasa sama aku..Batin Fai.


Saat mereka asyik mengobrol terdengar suara kemal yang menangis.Mia pun Segera menghampiri anaknya.


"Mba,aku ikut."Ucap Fai ikut bangkit menyusul Mia.


"Aska,Papa harap kamu sabar ya dalam menghadapi sikapnya Fai.Dia itu agak keras kepala,terkadang kalau kita nasehati dia ngeyel.Tapi sebenarnya dia anak yang penurut.Jangan sampai kamu meninggikan suaramu saat kamu marah dan membentak Fai.Karen Fai tidak bisa di bentak pasti dia langsung menangis."Pesan papa pada Aska.


"Insya Allah Aska akan sabar pa,Fai dan juga Aska kan sama-sama masih beradaptasi dengan status baru ini.Jadi kita masih sama-sama belajar dalam memahami karakter kita masing-masing."


"Papa percaya sama kamu,Papa tinggal dulu ke kamar yaa mau istirahat.Fathur temani Aska mengobrol.Ayo ma."Lalu bangkit bersama istrinya.


Tinggallah berdua Fathur dan Aska.


"Aku bingung mau panggil kamu apa yaa,secara umur kamu lebih tua dari aku."Fathur memulai obrolan.


"Panggil Aska saja kak, walau gimanapun kakak kan kakaknya Fai."Aska tersenyum.


"Iya,kita juga cuma beda dua tahun yaa."Fathur tertawa kecil.


"Aska jaga adik kakak yaa,dia itu anaknya manja,maklumlah anak bontot.Bimbing dia dengan kelembutan,karena Fai itu keras kepala jadi di kasih taunya juga harus dengan lembut.Jangan sakiti adik kakak,kakak percaya sama kamu."


"Iya kak."


Lalu mereka pun asyik mengobrol berdua,sambil membicarakan hal-hal lucu hingga mereka tertawa.Tak ada rasa canggung antar keduanya.Sementara itu di kamar Fathur,Mia dan Fai sedang mengajak bermain kemal,si bocah gembul yang menggemaskan.


"Fai,mba harap setelah ini kamu hidup bahagia dengan Aska.Mba lihat Aska orang yang baik.Buka hati kamu buat suamimu,jangan beranggapan kalau semua lelaki itu sama.Mba tahu,sulit bagi kamu untuk membuka hatimu yang sudah terlanjur terluka.Tapi kalau kamu belum mencobanya kamu mana tahu hasilnya.Buang semua ketakutan dalam dirimu,kamu tak akan bahagia jika kamu masih di bayang-bayangi kejadian masa lalu.Buka lembaran baru bersama suamimu yaa."Ucap Mia yang tau bagaimana masa lalu Fai,hingga dia menutup diri dari laki-laki.


"Iya mba,Insya Allah Fai akan mencoba membuka hati Fai buat Aska.Terima kasih ya mba,sudah kasih aku semangat."Ucap Fai lalu memeluk Mia.


Seseorang yang berdiri di depan pintu ingin mengetuk pintu,tapi di urungkan karena mendengar obrolan dua wanita di dalam kamar.Lalu dia segera berbalik badan.

__ADS_1


Ternyata kamu juga punya masa lalu yang begitu menyakitkan Fai.Aku akan menyembuhkan rasa sakit itu...


__ADS_2