Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 23 Pulang ke rumah Mama


__ADS_3

Setelah mengantar Sherly ke bandara,Aska dan Fai berjalan-jalan menikmati suasana malam.


"Kamu mau beli sesuatu gak sayang atau makan sesuatu gitu."Tanya Aska melirik sekilas ke arah Fai yang tampak berfikir lalu kembali fokus menatap ke depan.


"Makan bakso kayaknya enak mas,kamu mau gak?"


"Boleh,mau makan bakso yang dimana?"


"Arah yang dekat butik enak tuh mas."Fai antusias.


"Ya sudah kita kesana."


Mereka pun sampai di kedai bakso yang Fai maksud.Fai langsung memesan dua mangkok bakso dan memilih tempat duduk.Tak lama pesanan bakso Fai datang,Fai langsung menambahkan saos,kecap dan juga sambal.


"Jangan banyak-banyak sambalnya Fai."Aska memperingatkan Fai.


"Baru juga dua sendok mas."


"Sudah cukup dua sendok saja."Tegas Aska


"Tapi ini sendoknya kecil,mana terasa."


"Faiza."Fai cemberut.


"Mas gak mau kamu nanti sakit perut sayang."Ucap Aska lembut lalu Mengelus tangan Fai,karena melihat istrinya itu cemberut.


"Iya mas, terima kasih ya sudah perhatian sama aku."Fai tersenyum, dirinya memang suka lupa diri kalau sudah berurusan dengan sambal.


Selesai makan bakso mereka langsung pulang.Fai yang kekenyangan makan bakso tertidur di mobil.


"Sayang,bangun sudah sampai."Aska mengelus pipi Fai lalu menciumi seluruh wajah Fai.,Fai yang merasa tidurnya terusik pun membuka matanya.


"Mas,sudah sampai yaa."Ucap Fai sambil mengedarkan pandangannya ke luar.Aska mengangguk.


"Apa mau mas gendong sampai kamar,hhmm."Fai menggeleng cepat.


"Gak usah mas,aku bisa jalan sendiri."Aska tersenyum melihat istrinya yang salah tingkah.


"Aku ke dapur dulu ya mas,mau ambil air minum."


"Biar mas saja,kamu duluan ke kamar."


"Ya sudah,aku ke atas duluan yaa."


Sesampainya di kamar,Aska melihat Fai sudah mengganti baju tidurnya dan sedang duduk di depan cermin memakai krim wajah dan mengoleskan body lotion.Gerakan Fai saat mengoleskan body lotion membuat Aska tak fokus,apalagi saat Fai mengoleskan di bagian paha nya,membuat jakun Aska naik turun menahan hasrat yang mulai naik.


"Sayang."Panggil Aska dengan suara berat.


"Apa mas?"Jawab Fai tanpa melihat Aska.


"Aku kira kamu tadi langsung tidur."Sambil menahan sesuatu di bawah sana yang sudah bangun.


"Habis cuci muka malah jadi segar gini gak jadi nga...Aakkkhh."Fai menjerit kaget karena tiba-tiba Aska menggendongnya.


"Kalau begitu,aku akan buat kamu mengantuk sayang."Lalu Aska pun memulai aksinya yang sudah meninggi.


Fai pun hanya bisa pasrah dan menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Aska pada tubuhnya.Mereka melakukan kegiatan panas kembali.Padahal tadi pagi mereka sudah melakukannya dan malam ini terjadi lagi.


"Kamu gak pernah puas ya mas."Ucap Fai ngos-ngosan sambil mengatur nafasnya.


"Aku gak akan pernah puas sama kamu sayang, tubuhmu sudah jadi candu buat aku."Ucap Aska sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang masih polos.


Tak lama setelah itu Fai pun tertidur karena kelelahan.Aska pun tak lama ikut tertidur juga.


🎗️


🎗️


🎗️


Pagi harinya setelah shalat subuh Fai kembali tidur,Fai merasa tak enak badan.


"Sayang,kamu hari ini gak usah ke butik yaa.Kamu istirahat di rumah saja."Aska mengecup kening Fai.

__ADS_1


"Badan kamu panas Fai,kamu demam."Aska panik.


"Aku gak apa-apa mas,nanti setelah minum obat penurun panas,pasti demamnya turun."Ucap Fai lemah.


"Kita ke dokter yaa,wajah kamu juga pucat gini."


"Gak mau,aku mau di rumah saja."


"Tapi aku gak bisa temani kamu sayang,mas ada meeting penting hari ini."


"Gak apa-apa mas ke kantor saja."


"Beneran?"


"Iya mas,aku gak apa-apa,mungkin aku kecapekan saja."


"Kamu jangan terlalu capek dong,kan kamu sudah banyak karyawan di butik."


"Iya mas,"


"Maaf ya sayang,sampai di rumah mas malah buat kamu capek juga."


"Itu sudah kewajiban aku mas,sudah sana siap-siap."


"Kamu tiduran saja,jangan kemana-mana,jangan siapin aku baju biar aku sendiri yang ambil."Fai mengangguk patuh.


"Mas ke bawah buat ambil sarapan dulu yaa,nanti sekalian mas bawakan obat."


"Aska,Fai mana kok gak ikut turun?"Tanya Mama Nita.


"Fai demam Ma,ini Aska mau bawain sarapan sama obat,sekalian Aska makan di atas."


"Kamu sih pasti sering buat Fai kelelahan makanya sampai Fai demam begini."


"Biar cepat jadi Aska junior Ma."Mama Nita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.Aska masih sibuk menata makanan untuk di bawa ke kamar.


"Bi Sari tolong bawakan obat penurun demam ya ke kamar Aska."Ucapnya pada Bi sari.


"Iya Den,nanti bibi antar ke atas."


"Roti saja mas,maaf ya mas sudah buat kamu repot."Ucap Fai tak enak.


"Kamu bicara apa sih sayang,kamu kan istri aku jadi sudah kewajiban aku buat merawat kamu saat kamu sedang sakit begini.Ini juga kan pasti gara-gara aku karena sering ajak kamu begadang."Pipi Fai bersemu.


"Apaan sih mas, ngomongnya ke arah sana Mulu."


"Nanti kalau urusan mas di kantor sudah selesai mas langsung pulang."


"Aku gak apa-apa mas,mas yang tenang kerjanya."


"Gimana mau tenang,istri aku sakit begini."


Pintu di ketuk,Bi Sari masuk membawakan minum dan juga obat.


"Terima kasih ya Bi,maaf sudah merepotkan."


"Jangan merasa sungkan Non Fai,ini sudah jadi tugas bibi."Bi sari lalu keluar.


Setelah minum obat Fai pun tiduran lagi.


"Mas ke kantor dulu yaa sayang,cepat sehat yaa."Mengecup kening Fai.


"Hati-hati ya mas bawa mobilnya."


Siang hari,saat jam makan siang Aska melakukan video call dengan Fai.


"Gimana sayang sudah mendingan?"


"Sudah mas, Alhamdulillah.Kamu sudah makan?"


"Sudah ini baru saja selesai.Kamu sudah makan?"


"Sudah,sudah minum obat juga."

__ADS_1


"Maaf ya sayang,mas gak bisa pulang cepat."Aska kesal karena jadwalnya hari ini padat.


"Gak apa-apa mas,ada mama tadi yang temani aku."


"Ya sudah mas mau lanjut kerja lagi,kamu istirahat saja,jangan keluar kamar."Titah Aska .


"Iya,aku dari tadi di kamar kok gak kemana-mana.Yang semangat kerjanya ya sayang..Emmuaah."Fai langsung mematikan panggilan,dia malu habis berucap begitu.


"Curang,kok langsung di matikan,pasti sekarang Fai pipi nya merona karena malu."Aska tersenyum.


Dua hari kemudian, Fai sudah sehat kembali dan sudah kembali datang ke butik.Rencananya lusa yang bertepatan dengan akhir pekan Fai dan Aska akan datang ke rumah orang tua Fai.Fai sudah memberitahu orang tuanya bahwa Fai akan datang dan menginap satu malam.


Akhir pekan pun tiba, kemarin malam Fai sudah menyiapkan bajunya dan Aska untuk di bawa ke rumah orang tuanya.Fai juga sudah bicara pada mertuanya bahwa dia akan menginap.Aska dan Fai sengaja pulang setelah makan siang.


"Sudah disiapkan semuanya sayang?"Tanya Aska sambil memeluk Fai dari belakang dan mencium tengkuknya.


"Sudah mas,"Fai menggeliat merasakan geli.


"Berarti masih ada waktu dong ya,kan kita berangkatnya nanti sore."Sambil terus menciumi tengkuk Fai.


"Masih siang mas,"Fai paham maksud Aska.


"Memangnya kenapa kalau masih siang,hmm."Membalikkan badan Fai sehingga mereka saling berhadapan.Fai menggeleng.


"Kamu makin gencar aja sih mas nyerang aku."


"Karena aku pengen cepat ada Aska junior sayang."


Akhirnya mereka pun melakukan olahraga panas di siang hari.Saling berbagi keringat,berbagi kenikmatan.Setelah kegiatan panas selesai Fai pun tertidur.


Sore hari, mereka sudah siap untuk berangkat.Menghampiri mama dan Papa Aska untuk berpamitan.


"Ma,Pa ,Fai ke rumah Mama Farah dulu ya."


"Iya sayang,Aska hati-hati bawa mobilnya."Pesan Mama Nita.


"Mama tenang saja,Aska akan hati-hati menantu kesayangan mama ini akan baik-baik saja."


Setelah berpamitan mereka pun masuk ke dalam mobil dan Aska menjalankan mobilnya.Empat puluh lima menit kemudian Fai dan Aska pun sampai di rumah orang tua Fai.Fai melihat ada mobil kakaknya Fathur.


"Ayo mas,kak Fathur juga kayaknya pulang."Fai tak sabar.


"Iya sayang sebentar,mas ambil koper dulu."


"Assalamu'alaikum."Ucap Fai dan Aska bersamaan.


"Wa'alaikumsalam,"sahut semua orang Yang ada di dalam.


"Mama,Papa."Fai berlari menghampiri kedua orang tuanya.Memeluk Papa lalu Mama nya, Fai pun menangis di pelukan Mama nya.


"Lho kamu kenapa sayang?"Tanya Mama Farah heran.


"Aska,Fai kenapa?"Tanya Papa ke Aska.Aska mengangkat bahunya tak tahu.


"Kamu lagi bertengkar sama Aska,nak?"Tanya Mama nya sambil mengusap-usap punggung Fai, Fai hanya menggeleng karena Fai menangis sampai sesenggukan.Setelah tangisan Fai mereda Fai pun baru menjawab.


"Fai kangen sama Mama dan Papa."Membuat semuanya tertawa.


"Mama kira kamu kenapa,sampai nangisnya begitu."


"Dasar Faiza cengeng,hampir saja Kak Fathur menghajar Aska karena sudah membuat adek Kakak menangis seperti ini."Fai pun melepaskan pelukan Mama nya dan beralih memeluk Aska.


"Enak saja mau menghajar suami Fai,"


"Ciiiee udah main peluk peluk aja nich."Goda kakaknya.


"Ya biarin halal ini."Semuanya kembali tertawa.


"Kami tunggu yaa kabar baik dari kalian."Ucap Papa Alam.


"Tunggu saja Pa, Insyaallah gak lama lagi."Ucap Aska dan langsung mendapat cubitan di perutnya.


"Sakit sayang."Sambil berpura-pura kesakitan padahal tak terasa sama sekali.Fai pun reflek ikut mengusap bekas cubitannya.

__ADS_1


Alhamdulillah, sepertinya yang di ucapkan Nita benar kalau Fai dan Aska sudah saling mencintai.Semoga pernikahan kalian selalu bahagia ya nak...Batin Mama Farah.


__ADS_2