
Beberapa jam mengudara kini Aska telah sampai di negara yang Aska tuju.Mobil jemputan sudah menunggu di depan.Aska tak pergi sendiri dia bersama asisten nya Roy.Setelah masuk ke dalam mobil Aska langsung mengaktifkan ponselnya.Dia sudah rindu ingin mendengar suara istri nya.
"Halo, Assalamu'alaikum sayang!"Ucap Aska saat Panggilan nya sudah di angkat.
"Wa'alaikumsalam,sudah sampai mas?"Tanya Fai.
"Sudah,baru saja ini lagi di mobil mau ke hotel."
"Alhamdulillah,jangan lupa nanti langsung pesan makanan kalau sudah sampai hotel."
"Iya sayang,kamu sudah makan?"Tanya Aska.
"Belum,disini masih sore mas, nanti malam baru makan."
"Jangan lupa makan yaa,"Ucap Aska.
"Iya mas,mas juga yaa.Jangan lupa makan, shalat dan istirahat yang cukup."
"Kalau begitu mas tutup dulu ya telponnya,sudah mau sampai hotel nanti mas telpon lagi."
Roy yang duduk di sebelah Aska hanya bisa mendengarkan percakapan antara Aska dan Fai.
Sepertinya kalian semakin dekat sudah saling mencintai.Semoga rumah tangga kalian selalu bahagia..Batin Roy.
Malam hari saat Fai akan tidur,sisi tempat tidurnya kosong.Padahal biasanya setiap malam Fai selalu tidur di peluk Aska.
Belum juga sehari,aku sudah kangen kamu mas...
Saat sedang asyik melamun ponselnya berbunyi ada panggilan video dari Aska,Fai langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat.
"Halo mas, Assalamu'alaikum."Jawab Fai senang.
"Wa'alaikumsalam, cepet banget angkat telponnya.Nungguin mas nelpon yaa,kangen bangeet gitu sama mas."Ucap Aska menggoda.
"Apa sih mas,gak ya.Ini aku emang lagi pegang hp aja jadi langsung ke angkat gitu."Fai mengelak.
"Jadi gak kangen gitu sama mas? Padahal mas aja belum apa-apa udah kangen sama kamu sayang."
Akhirnya Fai pun mengakui kalau dia juga sudah kangen berat dengan suaminya.Mereka pun terus berbicara,hingga Fai tertidur karena sudah mengantuk,tapi Aska tidak mau menutup telponnya.
Tak terasa ini sudah hari ke empat kepergian Aska.Fai merasa ada yang kurang dalam hidupnya selama Aska pergi.Bahkan selera makan Fai juga berkurang.Aska dan Fai mereka tetap saling berkomunikasi baik melalui chat atau telepon.
__ADS_1
Benar kata Dilan,rindu itu berat...Batin Fai.
Fai mendapat kabar dari Aska kalau dirinya masih tiga hari lagi di sana, karena pekerjaannya belum selesai.Fai pun hanya bisa menghela nafasnya.Kenapa dulu waktu saat dia berpacaran dengan Reno rasanya biasa saja jika mereka jarang bertemu.Apa mungkin karena ini dengan suaminya jadi perasaan ini menggebu-gebu.
"Sayang,kamu mau di bawakan oleh-oleh apa dari sini."
"Terserah kamu saja mas,apapun yang kamu belikan untuk aku,aku pasti senang menerimanya."
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu datang juga. Hari ini merupakan kepulangan Aska,Fai akan mempersiapkan dirinya untuk menyambut kepulangan suaminya.Tapi Fai mendapat kabar bahwa Aska akan sampai di rumah tengah malam.Fai pun tak jadi ingin menjemput Aska di Bandara.
Sayang aku mungkin tengah malam sampai rumah,jadi kamu jangan menunggu mas ya tidur saja.Pesan Aska saat dia sedang berkemas.
Fai ingin memberikan kejutan pada Aska.Malam ini dia siap menyerahkan dirinya pada Aska,menjadikan dia istri yang seutuhnya bagi Aska.Fai benar-benar menyiapkan dirinya.Fai sudah memakai body lotion, memakai parfum dan yang paling Fai sudah mengenakan baju tidur yang seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.Baju ini Fai beli di butik beberapa hari yang lalu.Ini bahkan lebih seksi dari yang pernah dia pakai saat malam pengantin.Fai bahkan malu sendiri melihat bayangan dirinya di cermin.
Pukul setengah dua belas malam,Aska sampai di rumah.Keadaan rumah sangat sepi dan gelap.Aska pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya.Fai yang menunggu Aska rupanya ketiduran,dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut agar Aska tak melihatnya berpakaian seperti itu.Saat membuka pintu kamar lampu sudah temaram,Aska melihat Fai sudah tertidur dengan nyenyak nya.Aska pun menaruh koper lalu langsung menuju kamar mandi.
Saat mendengar pintu kamar mandi tertutup Fai terbangun.Aroma parfum Aska tercium,rupanya suaminya sudah pulang.Dan ternyata dia ketiduran saat suaminya pulang.Fai pun kembali memejamkan matanya saat pintu kamar mandi terbuka
Aska keluar masih dengan menggunakan handuk yang hanya di lilitkan di pinggangnya.Aska mendekat ke arah Fai,langsung mencium kening Fai lama.Hingga tetesan air pada rambut Aska yang masih basah menetes mengenai wajah Fai.Fai pun membuka matanya.
"Sudah pulang mas."Ucap Fai dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Iya sayang,maaf ya mas mengganggu tidur kamu.Kalau begitu mas mau pakai baju dulu."Ucap Aska dan akan bangun tapi Fai langsung menahannya.Lalu Fai pun duduk membuat selimut yang menutupi tubuhnya melorot hingga ke pinggang.
"Kamu mau menggoda mas,dengan berpakaian seperti itu,hhhmm."Tanya Aska yang tatapan nya yang sudah di selimuti oleh ga*rah.
"Aku sudah siap menjadi istri mu Yang seutuhnya mas."Ucap Fai sambil menundukkan wajahnya malu.Lalu kembali menarik selimutnya tapi dengan cepat Aska tahan.
"Kamu serius sayang?"Tanya Aska.Fai mengangguk.
"Sudah selesai yaa tamu bulanan nya."Tanya Aska ,dia memegang dagu Fai,Fai hanya mengangguk malu.
"Jangan menunduk Fai,"bisik Aska tepat di depan Fai.
Aska lalu mencium bibir Fai,bibir yang buat ia candu dan ia rindukan selama beberapa hari ini.Ciuman yang awalnya biasa menjadi semakin memanas dan menuntut.Bahkan tangan Aska sudah merambat kemana-mana.Memegang tempat favorit Aska selama ini yang membuat Fai terbang melayang.
Lalu Aska melepas tali baju Fai,tinggal sekali tarik langsung terlepas dan terbuka.Melanjutkan kegiatannya, memegang titik-titik sensitif Fai.Bahkan tangan Aska kini sudah di tempat paling sensitif milik Fai.Hutan rimba yang tak terlalu lebat itu terawat rapih.
"Pelan-pelan ya mas."Pinta Fai.
"Iya sayang,mas akan pelan-pelan.Gigit,atau cakar punggung mas yaa kalau kamu merasakan sakit."Fai mengangguk.
__ADS_1
"Rileks saja ya Fai,jangan tegang."
Setelah itu Aska melakukan penyatuan mereka.Fai menahan sakit di area sensitifnya, hingga tanpa sadar dia mencakar punggung Aska.Tapi lama kelamaan rasa sakit pun hilang dan terganti dengan rasa yang baru pertama kali Fai rasakan.
Aska merasakan hal yang juga tidak dia dapatkan pada istrinya dulu.Aska dan Fai menikmati hubungan yang halal merasakan setiap manisnya rasa.Mereka menyelesaikan kegiatannya dua jam setelahnya.Aska benar-benar menikmati buka puasanya selama tiga tahun ini.
"Terima kasih ya sayang,karena sudah menjaganya untukku."Aska mencium kening Fai.Fai hanya mengangguk.Fai sudah tak mempunyai tenaga, Aska benar-benar mengerjainya habis-habisan.
"Ya sudah sekarang kamu tidur yaa."Mereka pun tidur berpelukan masih dengan keadaan polos hanya selimut yang hanya menyelimuti tubuh mereka.
Setelah shalat subuh, Fai dan Aska melanjutkan tidurnya.Bahkan Fai tadi harus di gendong ke kamar mandi karena Fai masih merasakan sakit di bagian sensitifnya.
Jam sebelas siang Fai baru terbangun,Aska tersenyum melihat Fai yang baru terbangun yang begitu menggemaskan di matanya.
"Mas,kamu gak ke kantor?"Tanya Fai.
"Gak sayang,aku hari ini mau di rumah saja nemenin kamu."tiba-tiba bunyi perut Fai
Krucuk... Krucuk...
"Lapar yaaa.."Ucap Aska lalu tertawa, membuat Fai malu.
"Yuuukz makan dulu,mas nunggu kamu bangun untuk makan bareng."
Mereka pun turun kebawah untuk makan, sebelumnya Fai mencuci wajahnya terlebih dahulu agar terlihat segar.
"Baru bangun Fai?"Tanya Mama Nita.
"Iya Ma,"Fai malu karena ketahuan Mama mertuanya bangun siang.
"Gak apa-apa Fai, Mama maklum kok."Ucap Mama Nita tersenyum lalu masuk ke kamarnya.Dia tak ingin Fai malu padanya.
Fai dan Aska pun sarapan yang kesiangan.Fai bahkan makan dengan lahap.
"Lapar bangeet yaa."Ucap Aska melihat Fai makannya banyak.Fai tersenyum
Siang hari,Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba ada yang datang.
"Hai semuanya,apa kabar.....
Mereka pun semua menoleh ke arah suara tersebut.
__ADS_1
Bersambung....