Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 104


__ADS_3

Baru saja Fira diperiksa dokter, dan dokter mengatakan kalau besok Fira sudah bisa pulang bersama baby Al juga. Selama di rumah sakit, tak henti tamu yang menjenguk Fira dan baby Al. Kebanyakan yang menjenguk Fira adalah teman-teman arisan Mama dan Mama mertuanya.


" Sayang... kayaknya dia laper lagi deh." ucap Arlan menunjuk baby Al yang sudah akan menangis di gendongannya ketika Fira baru saja keluar dari kamar mandi.


Dan benar saja... seolah tau bau Mommynya, baby Al langsung menangis saat Fira sudah duduk di samping Arlan.


" Ya ampun Dek, kamu tu baru aja lho nenennya." ujar Fira, ia menoel pipi baby Al.


" Apa jangan-jangan popoknya penuh sayang? ujar Arlan.


" Tadi waktu aku kasih ke Mas habis di ganti kok." jawab Fira, tapi ia tetap meraba popok baby Al.


" Dia gemes banget ya sayang, aku gak nyangka kalau hasil karya kita bakalan se gemas dan selucu ini." ucap Arlan, ia menatap baby Al yang sangat semangat meminum asi.


" Hasil karya banget Mas? Ada-ada aja lah." timpakan Fira.


" Jadi apa kalau bukan hasil karya sayang? Hahaha.." Arlan yang gemas mencium kepala Fira dan baby Al bergantian.


Saat sedang bercanda gurau, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Disana Abi masuk dengan Sella, karena Suster Rahma sedang sakit jadi Sella yang diminta tolong untuk menjemput Abi.


Mama Ratih sedang ada urusan jadi tidak bisa menjemput Abi. Papa Anton juga berangkat ke kantor lagi karena Arlan cuti selama seminggu.


" Mommy... Daddy... Adek..." seru Abi saat memasukk kamar perawatan Fira.


" Cuci tangan sama Daddy dulu sayang. Tolong Mas bantu Abi cuci tangan." ucap Fira, ia melepas mulut baby Al dari putingnya lalu membenahi bajunya.


" Makasih ibu manager, maaf ya saya merepotkan." ucap Fira sambil senyum-senyum.


" Iya sama-sama bos, santai saja. Jangan sungkan-sungkan memberi tugas saya bos." sarkas Sella, ia membuka minuman yang ia ambil dari kulkas.


" Mas tolong bawa box Adek, dia tidur ni." ucap Fira saat Arlan dan Abi keluar dari kamar mandi.


" Sini biar aku yang taruh dia." Arlan mendekat dan mengambil baby Al dari gendongan Fira dengan hati-hati.


" Capek sayang?" tanya Fira pada Abi yang mendekat kepadanya.


" Tidak Mommy... aku semangat tadi biar cepat pulang terus kesini ketemu Adek. Tapi Adek malah bobok." jawab Abi, ia meminum air putih dari botol minumnya.


" Makan dulu sama Daddy, tapi ke kantin makannya. Oma belum kesini bawain makanan." ujar Fira, ia membelai rambut Abi.


" Aku masih kenyang Mom... tapi boleh gak beli es krim?" ucap Abi sambil mengedipkan matanya.


Fira menatap gemas ke Abi, anaknya sudah bisa merayu agar dapat keinginannya...


" Pergi dengan Daddy...beli juga buat Aunty Sella ya." jawab Fira akhirnya, karena ada yang mau ia tanyakan ke Sella.


" Oke Mommy...Ayo Daddy." ajak Abi dengan semangat.


Arlan tahu jika Fira mau berbicara dengan Sella, bisa juga Arlan lihat jika Sella terlihat sedang tidak baik-baik saja. Jadi ia menurut tak protes saat Fira menyuruhnya membawa Abi ke kantin untuk membeli es krim.


Sepertinya Arlan dan Abi, Fira menatap Sella yang terlihat lesu. Sella menyandarkan kepalanya dan juga memejamkan matanya. Saat ini Fira berpikir kalau Sella lagi-lagi memikirkan Devin.

__ADS_1


" Kenapa?" tanya Fira akhirnya.


Sella membuka mata dan melirik ke Fira, " Kenapa apanya?" Sella malah balik tanya.


" Kamu kenapa? Masih kepikiran sama Devin?" Fira bertanya lagi.


" Ngapain aku mikirin Devin lagi. Semalam aku minum dan sekarang masih terasa efeknya." jawab Sella, ia menatap plafon. Sella juga tak berniat cerita kalau ia minum bersama dengan Jordan, bahkan berakhir tidur dengan Jordan.


" What? Kenapa gak bilang kalau semalam minum? Kalau tau kan aku tidak minta kamu jemput Abi." ucap Fira, saat ini ia sangg kaget. Pasalnya sudah lama Sella tak minum alkohol, kalau semalam minum berarti Sella sedang tidak baik-baik saja.


" Gak usah lebay, Abi sampai kesini dengan selamat." sewot Sella.


" Bukan itu, kan kamu bisa istirahat saja. Kamu oke kan?" ujar Fira, ia menatap Sella serius. Fira tak mau kalau sampai Sella kenapa-kenapa dan ia tidak tau.


Sella menghela nafas kasar, rasanya ia ingin membagi semua yang ia rasakan ke Fira. Tapi Sella juga tak mau kalau sampai Fira ikut kepikiran, apalagi Fira baru saja melahirkan.


" Kenapa? Ayo cerita sama aku, aku bakal dengar semuanya tanpa menjudge kamu." ucap Fira lagi.


" Nanti ya.. Kalau aku sudah agak enak buat ceritanya. Oke..." jawab Sella. Ia menegakkan duduknya dan meminum minumannya tadi. Setelah itu ia beranjak dan berjalan ke arah box baby Al.


" Aku di sini, gak kemana-mana dan nunggu kamu sampai siap buat cerita." Fira juga beranjak mendekati Sella yang sedang mencoba membangunkan baby Al lalu memeluknya dari belakang.


" Makasih ya prend." ujar Sella, ia berhasil membangunkan baby Al dan ia langsung menggendongnya.


" Sabar ya Dek, Aunty kamu ini lagi galau. Jadi tolong hibur dia Dek." ucap Fira saat baby Al diam saja dan menatap Sella dengan mata bulatnya. Biasanya bangun tidur baby Al akan menangis, tapi kali ini tidak. Mungkin tahu jika Auntynya sedang tidak baik-baik saja.


Saat Sella sedang bernegosiasi untuk membawa baby Al pulang ke apartemennya, tiba-tiba pintu terbuka dan Abi masuk dengan berlari.


" Aku di kejar raksasa Mom." ujar Abi dan bertepatan pintu kembali terbuka. Yang masuk adalah Arlan dan Jordan sambil menenteng kantong berisi es krim yang Fira tebak.


Jordan dan Sella sama-sama membeku saat keduanya tak sengaja saling menatap. Tapi terlebih dulu Sella yang memutus kontak matanya.


" Itu Mom raksasanya." ucap Abi saat melihat Jordan dan Daddyny masuk, kemudian ia menempel ke Fira.


" Wah sudah sampai sini aja, jadi mau nyulik baby Al?" ucap Jordan bercanda.


Semua orang di situ kaget mendengar ucapan Jordan, terlebih Abi yang percaya begitu saja.


" Benar Aunty? Aunty mau bawa Adek?" cecar Abi pada Sella.


Sella menatap Jordan dengan tajam, bisa-bisanya membuat candaan seperti itu. Karena sudah kesal, Sella memberikan baby Al ke Fira.


" Iya... mau Aunty bawa pulang." jawab Sella mengerjai Abi.


Seketika tangis Abi pecah, dan semua orang lagi-lagi kaget jawaban Sella yang malah mengerjai Abi sampai menangis meraung-raung.


" Sudah Kak, Aunty cuma bercanda. Ini Adek udah sama Mommy." Fira mencoba menenangkan Abi tapi tak berhasil. Akhirnya Arlan mendekat dan menggendong Abi.


" Kalian sudah kompak, tinggal nikah aja. Bisa-bisanya bercandain anak kecil." ucap Arlan, sambil terus menenangkan Abi.


" Aku pulang dulu... dan kami tidak terlalu dekat untuk saling melempar candaan. Apalagi sampai menikah. Kabari kalau udah pulang." ucap Sella dingin lalu mengambil tasnya dan langsung keluar dari kamar perawatan Fira.

__ADS_1


" Lo apain dia? Kayaknya kemarin udah deket kalian berdua, kok sekarang kayak lagi marahan." ucap Arlan, Abi sudah tenang jadi di turunkan lagi di ranjang.


" Dia gak cerita ke kamu Fir?" Jordan malah bertanya ke Fira yang juga sedang bingung dengan Sella.


" Gak ada... dia bilang nanti kalau siap baru maj cerita." jawab Fira jujur.


" Aku pulang dulu, kabari kalau sudah pulang ya." ucap Jordan lalu langsung berjalan ke arah pintu dan menghilang saat pintu sudah tertutup kembali.


Jordan berniat mengejar Sella dan meminta maaf, ia sadar kalau belum minta maaf ke Sella. Tapi sayangnya ia tak berhasil mengejar Sella, kemudian ia memutuskan untuk ke apartemen Sella.


" Mereka kenapa ya Mas?" Fira masih menatap ke arah pintu.


" Biarkan saja sayang, toh udah pada tua ini." jawab Arlan, karena ia tak mau terlalu ikut campur.


Fira hanya diam saja, benar kata suaminya. Kalau Sella cerita padanya, ia akan mendengarkan atau kalau bisa ia akan membantu menyelesaikan masalahnya. Tapi kali ini ia tak tau apa-apa, jadi yang bisa ia lakukan adalah diam saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..

__ADS_1


*Gamsahaeyo **🌹*


__ADS_2