
Aska kembali melajukan mobilnya kekediaman orang tua istrinya.Sesampainya di depan gerbang rumah tersebut Aska menurunkan kaca mobilnya agar penjaga yang berada di pos tahu bahwa Aska datang.
"Apa Mama dan Papa ada didalam?"Tanya Aska.
"Tuan dan Nyonya sedang pergi ke luar kota Den."Jawab penjaga tersebut sopan.
"Kapan mereka pergi?"
"Tadi pagi,mereka keluar kota selama dua hari."
Berarti Fai tidak ada disini...Batin Aska
"Apa istriku datang kemari?."Akhirnya Aska bertanya.
"Non Fai tidak datang kemari Den."
"Ya sudah terima kasih ya Pak."Ucap Aska lemah.
"Aku harus cari Fai kemana."Aska menjambak rambutnya kesal.
Aska merogoh kantongnya dan mengambil ponsel dan menghubungi Roy,Aska belum menyalakan
"Ren,coba kamu tanya sama Malika tau gak Fai dimana?"Ucap Aska langsung saat panggilan nya diangkat.
"Lho bukannya kata Malika Fai pulang ke rumah."Jawab Roy heran.
"Tapi dirumah Fai gak ada Roy,aku kerumah orang tuanya juga gak ada,aku bingung harus cari Fai kemana.Ponselnya masih mati."Ucap Aska lemah.
"Oke aku telpon Malika dulu, nanti aku kabari."Ucap Roy.
Kamu kemana sayang,aku ingin menjelaskan semuanya.Tolong jangan buat aku khawatir kayak gini...Monolog Aska
Aska kembali menghidupkan mobilnya,menyusuri jalanan siapa tahu saja melihat mobil Fai.Ponsel Aska berdering,Roy menelpon.
"Gimana Roy?Apa kata Malika?"
"Malika gak tahu Ka,katanya Fai hanya ingin pulang ke rumah untuk istirahat."
"Ya sudah, tolong kamu kerahkan anak buah kita untuk mencari keberadaan Fai,kabari aku secepatnya.
Hingga waktu menunjukkan pukul tujuh malam Aska belum juga menemukan Fai.Anak buah yang disuruh mencari Fai juga belum ada kabarnya.Dengan wajah lusuh Aska berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya.
"Gimana Aska,Fai sudah ditemukan?"Tanya Mama Nita,Aska menggeleng.
"Ya sudah kamu mandi dulu habis itu makan,kamu pasti belum makan."
__ADS_1
"Aska gak selera buat makan Ma,Aska mau mandi habis itu mau cari Fai lagi."Aska melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai dua.
Sesampainya di kamar,Aska kembali mencoba menghubungi Fai namun tetap saja masih tidak bisa.
"Kamu dimana sayang?mas kangen."Ucap Aska sambil mencium bantal yang biasa dipakai oleh Fai.Tak berselang lama Aska justru tertidur.
Sementara itu di sebuah kamar di salah satu hotel,Fai tampak sudah segar karena habis mandi.Ya,saat ini Fai sedang berada di hotel untuk menghindari bertemu dengan Aska.Fai bahkan memesan baju lewat online karena dirinya tidak membawa baju ganti.Fai memegang ponselnya yang sedari tadi sengaja dimatikan.Ingin menghidupkan ponselnya setelah memikirkan beberapa saat Fai meletakkan kembali ponselnya di nakas.Fai merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.
"Maafkan Mama ya nak,untuk sementara waktu mama gak mau bertemu dulu dengan Papa mu.Nanti setelah Mama tenang,Mama akan kembali pulang.Aku tidak mempermasalahkan jika anak itu benar anak kamu mas.Aku hanya kecewa karena kamu merahasiakan hal ini dari aku dan diam diam dibelakangku kamu bertemu dengan mantan istrimu."Ucap Fai dengan nada lirih.
Malika juga tak kalah panik, setelah mendapat telepon dari Roy dan berkata jika Fai tidak ada di rumah mertuanya.Malika menyesal mengapa siang tadi dirinya tidak memaksa untuk mengantarkan Fai pulang, kejadiannya tidak akan seperti ini.
"Kamu dimana sih Fai,semua orang panik nyariin kamu.Harusnya tadi siang aku ngotot nganter kamu pulang aja."Gumamnya sambil mondar mandir di ruang tamu.
"Kamu kenapa sih Lika,mondar mandir dari tadi pusing ibu lihatnya."Ucap ibu Malika.
"Fai hilang Bu."
"Apa Fai hilang?kok bisa Lika?"Tanya ibunya dengan kaget.
Malika pun menceritakan kejadian tadi siang pada ibunya.
"Mungkin Fai kecewa sama suaminya Bu,makanya sekarang Fai menghilang begini."Ucap Malika setelah selesai bercerita.
"Fai butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan juga perasaannya.Kalau sudah membaik ibu yakin Fai pasti pulang.Kita doakan semoga Fai baik-baik saja dan segera kembali."Ucap ibu Malika.
"Ngapain Kakak kesini."Ucap Malika ketus setelah menjawab salam.
"Huusst,ada tamu kok malah ketus gitu."Tegur ibunya.
"Masuk nak Roy, silahkan duduk."Ucap Ibu Malika.
"Malika,kenapa diam saja buruan buatkan minum buat nak Roy."
"Gak usah Bu,saya kesini mau ajak Malika untuk mencari Fai."Malika mendelik kearah Roy karena sebelumnya Roy tidak memberi tahu.
"Oh ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya semoga Fai segera ketemu."
"Aku mau ganti baju dulu."Malika masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju.
"Apa apaan Kak Roy, tiba-tiba datang ngajak aku keluar padahal dari tadi gak ada kabar".Sungut Malika.
Setelah berpamitan dengan orang tua Malika mereka pun bergegas menjalankan mobilnya.
"Kita mampir cari makan dulu yaa,aku lapar belum makan.Karena sedari tadi sibuk mencari Fai."
__ADS_1
"Hmmm."Jawab Malika, dirinya masih malas berbicara dengan kekasihnya itu.
"Kamu marah sama Kakak ya?"Malika tidak menjawab.Roy paham jika Malika juga marah terhadapnya karena tidak pernah menceritakan tentang hal ini.
"Maaf ya bukannya aku gak mau cerita ke kamu,Aku merasa aku tidak perlu terlalu ikut campur dengan masalah mereka.Sedangkan Aska saja gak cerita ke Fai makanya aku juga lebih baik diam.Aku sudah sering kali meminta Aska untuk membicarakan hal ini pada Fai tidak ada kesalahpahaman.Tetapi Aska selalu bilang nanti saja jika semuanya jelas."Lalu Roy pun menceritakan semuanya tentang kedatangan Viona mantan istrinya Aska dan juga anak kecil yang mirip dengan Aska.Malika yang mendengarnya pun terkejut dan juga khawatir dengan nasib sahabatnya itu.
"Aku tadi tidak terlalu memperhatikan wajah anak itu karena aku fokus menenangkan Fai."Ucap Malika.
Roy mampir ke tenda pinggir jalan yang menjual makanan pecel lele.Setelah makan, Roy dan Malika melanjutkan mencari Fai.
Aska terperanjat kaget karena dirinya ketiduran.Melihat jam dipergelangan tangannya jam sudah menunjukkan pukul delapan malam satu jam dirinya tertidur.Buru-buru Aska masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Tak perlu lama-lama Aska keluar dengan wajah yang sudah segar.Setelah selesai memakai pakaian Aska kembali turun dan langsung keluar rumah.
"Bagaimana sudah ada kabar?"Tanya Aska pada salah satu orang suruhannya melalui telepon.
"Belum Tuan, kami belum menemukan keberadaan Nona Fai."Ucapnya dengan takut.
"Cari yang benar."Bentak Aska,lalu memutuskan sambungan telepon.
Di kamar hotel,Fai tengah menyantap makanan yang dia pesan dari pihak hotel,tetapi Fai hanya memakan sedikit tak ada selera buat makan namun dia paksakan demi janin yang ada di perutnya.Setelah selesai makan,Fai duduk di dekat balkon yang ada di kamarnya menikmati angin malam dan juga pemandangan di bawah sana.
"Apa kamu mencariku mas."Ucapnya,tak ada niatan Fai untuk menghidupkan ponselnya.
Waktu terus berjalan,sudah mendekati tengah malam tepatnya jam setengah dua belas malam Aska masih memutari jalanan berharap bisa menemukan mobil yang Fai pakai sudah pasti dia akan bertemu dengan sang pemilik mobil tersebut.Sedangkan Roy sudah mengantarkan Malika pulang jam setengah sepuluh tadi.
"Apa Fai menyusul orang tuanya yaa keluar kota."Pikir Aska, dirinya juga tidak ada keberanian untuk menghubungi sang mertua.
Fai membolak-balikkan badannya dirinya yang sedari tadi mencoba untuk tidur tapi ternyata tidak bisa.Saat ini Fai justru sedang merasa rindu dengan sang suami.Karena semenjak hamil Fai bisa tidur nyenyak jika dipeluk oleh Aska.
"Huuufftt..Gak bisa tidur."Fai kembali duduk.
"Aku kangen kamu mas,pengen di peluk kamu."Ucap Fai sambil mengusap perutnya.
"Gimana ya nak,apa kita pulang aja ke rumah."Ucapnya lagi,karena matanya benar-benar tidak bisa dipejamkan,saat ini yang ia butuhkan hanya pelukan suaminya.
Aska memutuskan pulang ke rumah,besok dirinya akan kembali mencari istrinya. Sesampainya di rumah Aska lebih dulu menuju dapur untuk minum, ternyata ada sang Mama yang juga sedang mengambil minum.
"Baru pulang nak?"Aska hanya mengangguk,lalu mengambil minum yang ada di kulkas.
"Sudah makan belum kamu Ka."Aska lagi-lagi hanya menggeleng.
"Mama buatkan kamu nasi goreng yaa."
"Gak usah Ma,Aska gak laper Aska mau langsung istirahat saja."Aska meninggalkan Mamanya di dapur.
Pukul tiga dinihari suara telepon Aska terus berbunyi.Aska yang merasa baru saja memejamkan matanya enggan untuk menjawab telepon tersebut.Panggilan itu pun mati,tapi tak lama terdengar lagi hingga tiga kali.Mau tak mau Aska pun mengangkatnya.
__ADS_1
"Ganggu orang tidur aja."Kesal Aska.
"Halo.."Ucap orang yang ada disana.