Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 115


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Jordan dan Sella akan melangsungkan pernikahan. Seluruh orang yang bekerja di mansion dari kemarin sudah sibuk mempersiapkan semuanya. Seperti yang di bicarakan kemarin, kalau tamu yang di undang tidak lah banyak, jadi acara nanti akan lebih intimate.


Sella menatap dirinya di standing mirror, ia sudah selesai di make-up dan sudah mengenakan baju pengantin yang di buat Fira. Dirinya masih tak percaya, kurang dari satu jam ia akan berubah statusnya menjadi seorang istri.


Pintu kamar yang ditempati Sella di ketuk, setelah itu terbuka dan muncul seorang wanita cantik dengan perut buncitnya... Dia adalah Karina, kakak perempuan Jordan.


" Boleh masuk?" tanya Karina di ambang pintu.


" Sure.. Masuk aja Kak." jawab Sella dengan senyum. Sella sudah berkenalan dengan kakaknya Jordan, dan sama seperti Mami, kakak Jordan juga baik dan cepat akrab dengannya.


Karina masuk dan tak lupa menutup pintu.. " Cantik sekali... Gugup ya?" ujar Karina saat sudah berdiri didekat Sella.


" Huuuft... Iya. Kakak dulu juga gugup?" tanya Sella setelah membuang nafas.


" Tentu saja... Aku dulu di jodohkan, kami gak pacaran. Sebelum menikah, ketemunya juga hanya beberapa kali." jawab Karina, ia sedikit flasback ke dirinya dulu yang belum terlalu mengenal suaminya saat keduanya menikah.


" Seriusly?? Terus setelah kalian sah apa tidak canggung?" tanya Sella sungguh penasaran.


" Ya ada canggungnya, tapi kita mengikuti arusnya saja. Tidak ada yang terlihat terpaksa dalam pernikahan ini. Dan kami sampai sekarang, dua anak kami sudah sekolah dan sebentar lagi ini launching." jelas Karina sambil mengelus perut buncitnya dan membuat Sella ikut mengelus perutnya yang masih rata.


" Kakak udah dengar dari istri Arlan, jangan menyesali apa yang sudah terjadi. Apa yang terjadi ke kamu ini mungkin sudah takdir, Kakak gak maksa kamu untuk membuka hati untuk Jordan. Karena itu bukan kapasitas Kakak, Kakak hanya bisa mendoakan kalian semoga pernikahan kalian bahagia dan langgeng. Tapi tidak ada salahnya belajar mencintai suami sendiri, pikirkan saja yang baik-baik. Jangan pikirkan apa yang belum tentu terjadi. Intinya jangan melawan arus, ikuti saja arusnya. Kakak gak akan bilang kalau Jordan itu laki-laki yang baik, tapi Kakak tau kalau dia orang yang bertanggung jawab dan komitmen dengan apa yang dia pilih. Jadi jangan ragu untuk membuka hati lagi ya.. Aduh maaf Kakak jadi banyak bicara, jangan nangis... nanti luntur make-upnya." ucap Karina panjang lebar, kemarin setelah berkenalan dengan Fira, ia bertanya tentang Sella ke Fira. Dan Fira sedikit banyak menceritakan tentang Sella.


" Makasih ya Kak, aku minta do'anya aja ya. Semoga aku membuka hati lagi dan orang itu adalah Jordan suami aku sendiri." ujar Sella dan matanya sudah berkaca-kaca.


Karina mendekat ke Sella dan membantu menghapus air mata yang sudah jatuh dengan tisu. Kemudian Karina memeluk Sella dan mengusap punggung Sella.


" Kakak seneng deh, akhirnya punya adik cewek. Semoga nanti Kakak bisa segera tinggal di Indonesia lagi, biar kita deket kalau mau hangout bareng." ucap Karina saat Sella masih di pelukannya.


Pelukan keduanya sudah terlepas dan saat ini Karina sedang memperbaiki make-up Sella yang hilang akibat menangis.


" Belum selesai juga ya?" tanya Fira tiba-tiba sudah di kamar itu dan membuat keduanya kaget.


" Astaga... Bisa gak sih datangnya bersuara, bikin jantungan aja." omel Karina sambil mengelus dada dan perutnya.


" Sorry Kak... Hehehe. Ayo acaranya sudah mau di mulai." uja Fira, saat ini Fira menggunakan gaun yang warna senada dengan Karina dan rambutnya di sanggul modern.

__ADS_1


" Anak aku mana? Dia gak rewel kan?" tanya Sella saat Fira dan Karina merapikan bajunya.


" Aman sama Mama dia.. " jawab Fira, yang di maksud Sella adalah baby Al.


Sella berjalan keluar dengan Fira dan Karina menggandengnya. Jantungnya semakin cepat berdetak saat ia sudah bisa melihat para tamu yang datang. Rasanya jantungnya sudah mau meledak, kalau saja Fira tak membisikan untuk bernafas, pasalnya Sella lupa untuk bernafas.


Semakin dekat Jordan yang sudah menunggunya dengan senyum, kakinya semakin lemas untuk melangkah. Jika tidak ada Karina dan Fira mungkin Sella sudah ambruk.


Jordan menyambut Sella dengan mengulurkan tangannya, ia membantu Sella untuk duduk dan ia juga duduk di sampingnya. Setelah itu ia mengambil nafas panjang dan membuangnya, lalu ia menjabat penghulu yang menjadi wali hakim untuk Sella.


"Bismillaahirrahmaanirrahiim, dengan memohon rahmat dan berkat Allah SWT, Jordan Wijaya Bin Renald Wijaya, saya nikah kan dan saya kawin kan Sella Marcelina Binti Alm. Dadang dengan wali hakim dengan maskawin satu set perhiasan berlian dan uang sebesar Rp. 100.000.00 dibayar tunai.


" Saya terima nikah dan kawin nya Sella Marcelina Binti Alm. Dadang dengan maskawin yang tersebut dibayar tunai." ucap Jordan dengan sekali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi?" tanya penghulu pada kedua saksi.


"SAH" jawab saksi kompak.


Setelah itu penghulu memimpin doa dan para tamu mengaminkan. Selesai doa, Jordan Sella menandatangani dokumen-dokumen pernikahan. Air mata Sella tetes saat ia menandatangani uku nikahnya. Perasaannya saat ini campur aduk, akhirnya ia sampai di tahap ini...yaitu menikah. Jika ia menikah dengan orang yang ia cintai mungkin ia menangis bahagia. Tapi sekarang Sella menikah karena accident.


Bukan Sella tak bahagia, ia saat ini juga bahagia. Sella di kelilingi orang yang begitu bisa menerima dan menyayanginya tanpa melihat Sella yang tak sama dengan mereka semua. Sella dari keluarga yang sederhana dan beruntungnya bertemu dengan Fira yang mau berteman dengannya, bahkan mau mempercayai boutique miliknya kepada Sella. Dari Fira, Sella sekarang masuk ke keluarga yang sangat baik dan mau menerimanya juga. Bagaimana Sella tak bahagia jika sudah mendapatkan begitu banyak hal baik.


Acara dilanjutkan dengan sungkem kepada kedua orang tua Jordan dan orang tua Fira yang susah menganggap Sella anak jadi menggantikan orang tua Sella. .Semua orang yang menyaksikan prosesi itu ikut terharu. Resepsi keduanya langsung dilakukan saat itu juga, beruntung cuacanya tidak hujan dan tidak panas.


Fira dari tadi sudah menghabiskan banyak tisu, air matanya tak mau berhenti melihat prosesi Sella menikah. Dan Arlan dengan setia di samping Fira memberikan tisu serta mengelus punggung Fira agar lebih rileks. Apalagi saat Sella berjalan menghampirinya, bukan hanya Fira tapi Sella juga menangis. Beruntung baby Al tak ikut menangis, jadi tak membuat Mama Ratih dan Mama Mira kewalahan.


Fira membentangkan tangannya, dan dengan cepat Sella masuk ke pelukan Fira. Keduanya diam sepatah kata pun, hanya menangis. Arlan yang berdiri di di samping Fira, ia membantu mengelus punggung istrinya. Puas menangis, keduanya saling membantu menghapus air mata.


" Hahaha... Jelek banget, pengantinnya jelek banget." ejek Fira yang pada Sella yang make-upnya luntur.


" Hahaha... Lo juga jelek, lupa gak pakek maskara waterproof ya. Luntur juga tu... Hahaha." Sella juga mengejek Fira yang masakaranya luntur.


" Hai bestie... Percayalah, sebelum nangis tadi kamu cantik banget. Itu juga karena baju yang aku buat sih. Hahahaha..." ucap Fira setelah puas mengejek dan menangis bersama dengan Sella.


" Happy wedding... Aku harap bahagia selalu bersama kamu, dimana pun kamu berada. Tetap jadi sahabat aku, tetap jadi sister aku, tetap jadi partner kerja aku dan kita besarin boutique kita itu sama-sama. Jangan marah kalau nanti aku bakalan sering repotin kamu, tapi kayaknya aku tiap hari udah ngerepotin kamu ya. Hahaha... Aku suka banget kalau kamu udah ngomel sama aku, mungkin sekarang tambah Jordan yang bakal kamu omelin. Semoga Jordan bisa ganti rasa sakit kamu kemarin dengan kebahagiaan selama pernikahan kalian. Jangan menutup diri, jangan minder-minder lagi. Udah ah... Nanti lanjutannya aku WA ya? Hahaha... Sehat -sehat kamu sama calon ponakan aku. Oiya satu lagi, kamu boleh kok ngerepotin aku suatu hari nanti." ucap Fira panjang lebar ke Sella dan Sella mendengarkan sambil mengangguk. Fira menyayangi Sella sudah seperti saudaranya sendiri.

__ADS_1


" Makasih udah pilih aku jadi temen kamu, makasih buat semuanya. Makasih kamu mau berbagi kasih sayang jadi aku tetap merasakan kasih sayang dari orang tua dan seorang kakak. Tanpa kamu mungkin aku gak ada disini saat ini. Ayo kita sama-sama sampai untuk waktu yang lama." ujar Sella menanggapi kalimat panjang Fira.


Mereka berdua kembali berpelukan, para tamu yang melihatnya ikut terharu melihat persahabatan Sella dan Fira.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong chingudeul...

__ADS_1


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo **🌹*


__ADS_2