Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 105


__ADS_3

Fira dan baby Al sudah pulang ke rumah dengan selamat. Fira memutuskan pulang ke rumah mertuanya, dan saat ini kedua orang tuanya dan kakak serta kakak iparnya sudah di rumah mertuanya juga. Tak ketinggalan juga baby Sabrina yang semakin gembul dan sudah bisa berjalan.


Setelah semua orang bergantian menggendong Baby Al, sekarang baby Al di tidurkan di bouncer. Karena dari tadi baby Sabrina mencoba mengganggu baby Al yang sedang tidur, maka Abi mengajaknya untuk bermain ke kamarnya. Tentu saja bersama para pengasuhnya masing-masing.


" Kok pada kesini semua? Emang gak kerja?" ucap Fira menatap Kakak dan para Papanya.


" Ya kan kemarin kami gak sempat ke rumah sakit, jadi kami sekarang disini." Sadam yang menjawab.


Fira melirik dengan tatapan tajam, bisa-bisanya Kakak dan Kakak iparnya liburan saat ia sudah dekat lahiran.


" Maaf ya Dek, kita lupa Hpl kamu melahirkan." sekarang Sherin yang bersuara.


" Iyain deh." jawab Fira pura-pura merajuk.


" Jelek banget, anak udah dua juga masih suka merajuk." nyinyir Sadam.


" Sayang lihat tu, aku di bilang jelek." adu Fira pada Arlan.


" Sudah-sudah...ayo makan siang dulu. Mumpung si kecil itu tidur." Mama Ratih menghentikan perseteruan kakak dan adek itu.


" Denger tu, kalian ini udah sama-sama punya anak masih aja sering ribut kalau deket. Malu sama anak!." ujar Mama Mira.


Setelah mengucapkan itu Mama Mira berdiri dan berjalan ke meja makan di ikuti yang lain sambil geleng-geleng.


Karena baby Al masih nyenyak tidurnya, Fira ikut makan di meja makan bersama yang lain. Tapi ad satu maid yang duduk menjaga baby Al.


❆❆❆❆❆❆❆❆❆


Sudah dua hari Sella tak pulang ke apartemennya, selama itu juga ia habiskan di boutique. Tidurnya juga di sofa tapi dia tetap nyaman. Sella mengerjakan semua pekerjaannya tanpa memikirkan badannya yang sudah mulai tidak enak. Semua pekerja di boutique sudah menyuruhnya pulang, tapi Sella tetap tidak pulang. Lani sudah mau melapor ke Fira tapi Sella sudah mengancamnya akan memecatnya, jadi Lani mengurungkan niatnya.


Pagi ini, Lani dan karyawan lainnya sudah datang dan membuka boutique. Setelah masuk semua membagi pekerjaan, ada yang menyapu, mengepel, dan membuka gorden. Ada juga yang merapikan baju-baju tergantung yang di situ.


Lani naik ke ruangan Sella dan Fira di lantai dua, dengan perlahan ia membuka pintu. Sudah takut mengganggu tidur Sella, ternyata yang bersangkutan malah masih duduk dan berkutat di meja kerjanya.


" Mbak... Gak tidur lagi?" tanya Lani saat sudah masuk dan Sella tak menyadarinya.


" Tidur kok... Lani tolong beliin sarapan ya." jawab Sella dengan santai tak kaget sedikit pun.


" Mau apa Mbak?" tanya Lani, ia duduk di depan Sella.


" Yang biasa aja." jawab Sella tanpa menatap Lani.


Lani diam menatap Sella yang terlihat sibuk dengan laptop dan sesekali telfon klien dengan HPnya.


" Mbak... mau sampai kapan?" ucap Lani dan membuat Sella menghentikan kegiatannya.


" Kerjaan aku lagi banyak Lani, bukan karena hal lain." jawab Sella dan melanjutkan kegiatannya.


" Tapi kan gak harus menginap di sini juga Mbak." ucap Lani gemas.

__ADS_1


" Ya gak apa-apa kan?" ucap Sella sambil senyum.


" Tau gak.... muka Mbak tu udah kayak zombi. Pulang aja sana lah, kalau gak mau aku lapor ke Mbak Fira." ancam Lani dan malah membuat Sella tertawa.


" Lapor aja." ucap Sella tak takut jika Lani melapor ke Fira.


" Oke." Lani berdiri dan langsung keluar dari ruangan Sella.


Sella kembali melanjutkan pekerjaannya, ia tak sedikit pun takut jika Sella melapor ke Fira. Paling kalau Fira tahu, Fira akan mengomel saja padanya.


Saat sedang serius dengan laptopnya, pintu terbuka lagi. Sella kira itu Lani, tapi yang masuk bukan Lani. Sella mengendus bau yang tercium hidungnya, perasaannya bau Lani tidak seperti yang tercium hidungnya. Tapi Sella masih saja berkutik dengan laptopnya.


" Lan, simpan aja di meja dekat sofa, bentar lagi aku makan." ucap Sella tanpa menatap orang yang barusan masuk.


Tak mendapat jawaban, Sella mendongak dan seketika badannya kaku. Tapi secepat ia menetralkannya lagi. Yang di hadapannya saat ini adalah Jordan dan di tangannya ada buku dan makanan yang ia tebak itu adalah sarapannya.


" Ada apa?" tanya Sella berusaha santai dan tak menatap Jordan.


" Makan dulu." jawab Jordan singkat dan terasa dingin di telinga Sella.


" Simpan saja di meja sana, makasih. Kalau tidak keberatan boleh kan keluar dari ruangan ku." ucap Sella, kai ini ia menatap Jordan.


Tanpa menjawab Sella, Jordan berjalan mendekat ke kursi Sella dan menarik lengan Sella. Di bawanya Sella duduk di sofa dan Jordan juga ikut duduk di sebelah Sella.


" Apaan sih?" protes Sella.


Baru saja Sella akan protes, Jordan sudah menyuapkan makanan ke mulut Sella dengan penuh. Akhirnya Sella hanya pasrah karena Jordan menatapnya dengan jarak yang dekat.


" Aku makan sendiri." ucap Sella sambil tangannya merebut tempat makanannya.


" Gak usah buru-buru makannya, aku tidak akan minta." ujar Jordan karena melihat Sella manyuapkan makanan sampai mulutnya penuh.


" Aku sudah makan, dan sekarang kamu pulang saja." balas Sella sambil melirik ke Jordan.


" Kenapa sih mengusir ku terus? Aku masih mau di sini." jawab Jordan santai, ia bahkan menyenderkan badannya.


" Ya silahkan kalau masih mau di sini." ujar Sella, ia membersihkan bungkus makanannya dan langsung berjalan ke meja kerja untuk.


Sella mengambil tasnya dan laptopnya, tak lupa buku designnya jiga ia angkut. Setelah itu ia meninggalkan Jordan tanpa basa-basi.


Sedangkan yang bersangkutan hanya ternganga, kemudian dengan cepat ia mengejar Sella. Bahkan saat menuruni tangga, langkah Jordan membuat pekerja yang ada di lantai bawah menatap ke arah Jordan semua. Untungnya Jordan belum terlambat, pasalnya Sella baru saja memasuki mobilnya. Dan dengan cepat juga ikut masuk ke mobil Sella.


" Turun!" ucap Sella saat Jordan berhasil masuk dan saat ini malah sedang memasang seat belt.


" Tidak, sampai kita bicara." Jordan malah bersandar dan memejamkan matanya.


" Bicara apa lagi sih Jordan. Pembicaraan kita sudah selesai pagi itu. Gak perlu ada yang di bicarakan lagi!" ucap Sella dan berhasil membuat Jordan menatapnya tapi Sella langsung membuang mukanya menatap ke depan.


" Sella... malam itu aku gak pakai pengaman, bisa aja kamu hamil." ucap Jordan dan menatap Sella intens.

__ADS_1


" Bisa juga gak kan, kalau pun iya juga kamu gak perlu repot. Aku penyebab malam itu terjadi, jadi kamu gak perlu tanggung jawab. Sekarang kamu keluar dari mobil ku." Sella tetap kekeh tak mau melibatkan Jordan lagi, mau nanti hamil atau tidak.


" Biar aku yang nyetir, biarin aku nganter kamu pulang. Pegawai mu tadi cerita kalau sudah dua hari kamu gak pulang, bahkan bergadang juga." Jordan jug tak kalah kekeh dan seakan tuli. Padahal Sella sudah berkali-kali mengusirnya.


" KELUAR DARI MOBIL KU DAN BERHENTI MENGURUSI URUSAN KU!!!" teriak Sella pada akhirnya, sungguh badannya saat ini sudah lelah. Dan sekarang di tambah Jordan yang lagi-lagi mengganggunya.


Jordan tentu tersentak kaget, ia tak berekspetasi kalau Sella akan berteriak kepadanya. Bahkan saat ini air mata Sella sudah menetes.


" KELUAAARRR!!" teriak Sella lagi saat tangan Jordan mencoba menyentuh pipinya.


Jordan mengangkat kedua tangannya, ia menyerah untuk mendekat ke Sella. Tapi hanya saat ini ia menyerah, karena besok ia akan kembali mencoba lagi. Setelah melepas seat belt ia keluar dari mobil Sella. Tak lupa ia juga bilang agar Sella hati-hati dalam menyetir.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo **🌹*

__ADS_1


__ADS_2