Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 120


__ADS_3

Setiap rumah tangga pasti ada saja ujiannya atau pertengkaran. Akhir-akhir ini Fira merasakan jika hanya dirinya yang selalu bertanya ke suaminya atau Abi keseharian mereka. Ia tak pernah mendengar suaminya menanyakan bagaimana harinya, Fira sudah akan bercerita walaupun Arlan tak bertanya. Tapi baru akan bercerita selalu ada saja kendalanya, entah baby Al yang tiba-tiba menagis atau Arlan yang tiba-tiba mengantuk. Tak jarang juga Arlan kembali bekerja setelah dirumah. Akhirnya semua hanya Fira pendam sendiri.


Baby Al sudah nyenyak tidur setelah kenyang *****, akhirnya Fira menidurkannya di boxnya agar lebih enak dan nyaman tidurnya. Duduk di sofa single dekat box baby Al, Fira membuka laptop. Ia memutuskan untuk bekerja dari rumah saja, sebenarnya Fira ingin berangkat me boutique. Tapi sekarang sudah malas duluan.


Waktu terasa begitu cepat, saat ini jam menunjukkan sebentar lagi makan siang. Tapi Fira masih fokus bekerja, dari tadi ia tak keluar kamar. Beruntung di kamarnya ada makanan dan susu yang bisa untuk mengganjal perutnya, sebab tadi pagi ia tak sempat sarapan. Sedang fokus menggambar gaun pesanan customer, baby Al menangis. Bisa di tebak, kalau tidak harus ya pampersnya penuh.


" Sudah bangun ya sayang...tau aja kalau udah jam makan siang. Udah laper lagi iya..." ucap Fira sambil mencium pipi gembul baby Al dan baby Al terkekeh karena geli.


" Mommy aja belum makan dari tadi, Adek udah mau makan lagi." ujar Fira lagi dan lagi-lagi baby Al terkekeh.


Baby Al sudah anteng malahap makanannya di pangkuan Fira. Fira menyenderkan kepalanya dan memejamkan matanya, saat ini kepalanya sedikit berdenyut. Tak lama terdengar suara ketukan pintu, setelah Fira berseru masuk, terihat Mama mertuanya membawa nampan berisi piring nasi lengkap dengan lauk dan juga ada buah. Ternyata Mama Mertuanya tak datang sendiri, di belakangnya ada Bibi membawa teko air putih. Kebetulan teko air putih dikamarnya sudah habis.


" Makan dulu sayang... Kerja boleh tapi jangan sampai lupa makan." ujar Mama Ratih dan meletakkan namapannya di meja samping sofa.


" Makasih Mama... Maaf Fira ngerepotin, padahal Fira bisa ke bawah habis ini." ucap Fira, ia sungguh tak enak dengan mertuanya.


" Tidak ada itu merepotkan, ayo sayang main sama Nenek. Biar Mommy makan dulu yuk..." ujar Mama Ratih sambil menoel pipi baby Al.


Karena terganggu, baby Al menyudahi menenennya dan menatap Neneknya dengan senyum. Akhirnya baby Al sudah di ambil alih Mama Ratih. Karena ingin menemani Fira makan, jadi Nenek dan cucu iti hanya bermain di ranjang.


" Mama Fira makan ya..." ucap Fira setelah membenahi bajunya.


" Iya sayang.... Makan lah." balas Mama Ratih.


Fira makan dengan tenang, di samping ia sudah sangat lapar. Saat ini baby Al tengah anteng bermain dengan Neneknya. Saat bermain Mama Ratih seperti mencium bau tak sedap, setelah di cek ternyata baby Al buang air besar. Tanpa mengganggu Fira, Mama Ratih mengganti pampersnya baby Al yang sudah terlihat tidak nyaman.


" Sayang Adek Mama bawa ke bawah ya... Kamu setelah makan, istirahat dulu aja. Nanti kalau nangis Mama antar kesini lagi." ujar Mama Ratih setelah selesai mengganti pampers.

__ADS_1


" Iya Mah... Nanti Fira kebawah, kerjaan Fira dikit lagi, udah di tunggu juga sama klien." jawab Fira, kebetulan ia sudah selesai makan, hany tinggal buah yang belum di makan.


" Iya... Santai aja, hari ini Adek lagi mau sama Nenek. Dia tau Mommynya di kejar deadline. Dadah dulu sama Mommy...mau main sama Kakek di bawah Mom." ucap Mama Ratih dan di akhir mengajari baby Al pamit ke Fira.


" Makasih Mama... Dadah Adek. Main sama Kakek dan Nenek dulu ya, nanti Mommy susul." bala Fira dengan senyum, ia sungguh gemas sama baby Al.


Perut sudah kenyang, dan Fira melanjutkan lagi kerjanya. Tangannya lincah menggambar di ipadnya, saat ini Fira sudah di tahap finishing. Designnya sudah di tunggu klien dan jika klien sudah suka maka akan langsung di berikan ke bagian produksi.


Menghabiskan waktu dengan bekerja, tak sedikit pun Fira memikirkan Arlan. Puncak rasa kesalnya dengan suaminya terjadi pagi ini, semoga nanti saat Arlan pulang kerja tak menambah kesalnya Fira. Dari tadi pagi Arlan juga tak ada menghubungi Fira, entahlah, antara tak peduli atau memang sedang sibuk.



Malam telah datang... semua sudah bersiap untuk makan malam, tapi Arlan belum juga pulang dari kantor. Sampai sudah selesai makan malam pun Arlan belum juga pulang, mungkin sedang banyak pekerjaan atau sedang menghindarinya.


Baby Al sudah tidur dengan nyenyak, Fira sudah menidurkannya di boxnya. Dengan membawa baby monitor ke kamar Abi agar bisa tetap memantau baby Al bangun atau menangis. Ia ke kamar Abi untuk menemaninya menyiapkan buku untuk besok.


" Baru aja selesai Mom... Adek udah bobok ya?" jawab Abi tapi ia masih duduk di meja belajarnya, dan tak lupa menanyakan adiknya.


" Iya Adek udah bobok, ni lihat... Udah nyenyak kan?" Fira memperlihatkan baby Al yang terlihat di baby monitor yang ia bawa.


" Daddy belum pulang juga ya Mom?" tanya Abi ketika Fira membersihkan ranjang Abi.


" Belum... mungkin Daddy sedang banyak pekerjaan." jawab Fira tak menatap Abi, Abi anak yang sangat peka. Abi bisa tau hanya dengan melihat wajah Fira.


" Sikat gigi dulu Kak, terus tidur." suruh Fira dan Abi tak membantah langsung pergi ke kamar mandi.


Sambil menunggu Abi, Fira menatap monitor di tangannya. Anak bayinya tidur dengan gaya yang lucu, perasaan tadi Fira menidurkannya dengan posisi normal. Tapi saat ini baby Al sudah berubah posisi, selimut juga sudah berantakan tak menyelimuti badannya lagi. Fira mengusap layar monitor sambil tersenyum gemas melihat anaknya keduanya itu.

__ADS_1


" Kenapa senyum-senyum Mom?" tanya Abi saat mendapati Fira senyum-senyum sendiri.


" Sini... " Fira menepuk ranjang, dan Abi langsung mendekat dan merebahkan badannya.


" Liat Adek... Tadi posisinya gak kayak gini Kak, tapi sekarang udah jadi begini." Fira menyodorkan monitor kecil itu ke Abi.


" Hahaha... Lucu sekali dia Mom. Besok kalau Kakak libur boleh kan Mom tidur dikamar Mommy, biar dekat sama Adek." ujar Abi, ia masih melihat ke layar monitor.


" Boleh dong... kita ramai-ramai di kamar Mommy. Sekarang Kakak tidur ya, besok masih sekolah. Gak mau kan terlambat bangun?" jawab Fira dengan senyum.


" Kakak minta peluk Mom... " pinta Abi dan Fira langsung mengabulkannya.


" Jangan sedih-sedih Mom, ada Kakak sama Adek yang selalu sayang sama Mommy. Maaf kalau Kakak masih sering bikin Mommy repot, Kakak janji gak akan kayak gitu lagi." ucap Abi pelan tepat di telinga Fira dan itu membuat Fira mengeratkan pelukannya, ditambah air mata yang menetes tapi dengan cepat Fira mengusapnya.


" Kok Kakak bilang kayak gitu sih, Mommy seneng di repotin Kakak. Soalnya nanti kalau Kakak udah gede pasti Mommy gak bisa kayak gini lagi." ucap Fira saat pelukannya sudah terlepas, Fira memegang kedua pipi Abi dan menatapnya intens.


" Kakak cuma gak suka kalau Mommy sedih, terlebih Daddy yang bikin Mommy sedih." ucap Abi terdengar kesal dan membuat Fira kaget.


" Aku tadi gak sengaja dengar obrolan Mommy sama Daddy, maaf Mom. Cuma sedikit kok beneran... Aku langsung ingat waktu Mommy bilang gak boleh menguping pembicaraan orang dewasa, aku langsung turun ke bawah." sambung Abi, berniat mengajak Mommy dan Daddynya turun bersama-sama,malah tak sengaja mendengar obrolan Mommy dan Daddynya.


" Maafin Mommy ya Kak... Maaf Mommy masih banyak mengeluh dan banyak kurangnya waktu ngurusin Kakak." ucap Fira, air matanya menetes saat mengucapkan itu tapi baru akan mengusapnya, Abi melakukannya lebih dulu.


" Jangan menangis Mom... Kakak kan udah bilang gak suka lihat Mommy sedih, apalagi sampai menangis." ujar Abi, ucapan anak umur hampir delapan tahun terdengar sangat dewasa.


" Iya.. Udah Mommy gak nangis lagi. Sekarang Kakak tidur ya... Selamat malam sayang, mimpi yang indah." ucap Fira dengan senyum dan tak lupa mengecup kening Abi.


Setelah Abi tertidur, Fira mematikan lampu dan dengan perlahan keluar kamar Abi. Saat berbalik, bertepatan Arlan sampai di tangga paling atas. Keduanya saling menatap tapi tak ada yang mengeluarkan suara lebih dulu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2