
Aska yang saat ini menjalankan mobilnya kembali setelah memastikan istrinya masuk ke dalam butik.Akan tetapi di tengah perjalanan Aska ponselnya berdering menandakan ada Panggilan masuk.
Belum juga sampai kantor,Aska mendapatkan telepon dari Viona.Dengan malas Aska mengangkat telpon tersebut.
"Halo,ada apa?"Aska mengangkat telepon dai Viona setelah menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Siang ini Alvian ingin bertemu denganmu lagi,apakah kamu bisa?"Ucap Viona dengan manis.
"Aku tidak bisa,hari ini jadwalku sibuk."
"Kasihan sekali Alvian, padahal dia ingin sekali bertemu denganmu."Nada bicara Viona dibuat sedih.
"Mama,itu Papa yaa aku mau ngomong sama Papa Ma."Alvian yang berdiri tak jauh dari Mamanya langsung merebut ponsel.
"Hallo Papa,ayo kita main bareng lagi.Aku pengen banget main sama Papa lagi."
"Maaf nak,hari ini Papa gak bisa hari ini Papa sibuk.Lain kali kita main lagi yaa,nanti Papa kabari ke Mama mu,oke boy."
"Oke Pa."Jawab Alvian dengan lesu.
"Bagus boy,kalau begitu Papa tutup dulu telponnya yaa."
"Iya,tapi secepatnya kita main lagi ya Pa."
"Pasti boy."Aska langsung mematikan panggilannya,dia tidak ingin berbicara kembali dengan Viona.
"Halo Aska , gimana?"Viona mengambil kembali ponselnya dari Alvian,tak ada sahutan dari sebrang sana.Saat melihat ponselnya Viona kesal karena ternyata Aska sudah memutuskan panggilan.
"Aahh,,sial..Lihat saja Aska setelah ini kamu tidak bisa lagi menghindari ku."Ucapnya dengan penuh percaya diri.
Sesampainya di kantor,Aska langsung masuk ke ruangan Roy.Roy yang juga tak lama sampai pun kaget melihat kedatangan Aska di ruangannya.
"Ada apa Aska?"Roy yang hendak ingin mengajak Aska bercanda pun tak jadi karena melihat wajah Aska yang serius.
"Kapan gue bisa mengadakan tes DNA?"Tanya Aska dan duduk di depan Roy.
"Besok sudah bisa,loe ajak dia datang ke rumah sakit yang kita tentukan supaya dia tidak bisa berbuat curang."
"Dimana kita akan melakukan tes DNA nya?"
"Di RS Fatmawati, menurut gue RS itu cocok untuk untuk loe tes DNA karena penjagaannya yang super ketat.Jadi untuk hasil lab tersebut minim terjadi kebocoran data."Aska mengangguk.
"Jam sepuluh pagi suruh dia datang ke RS Fatmawati."
"Apa hasilnya bisa langsung keluar?"
"Sayangnya gak Aska,kita harus tunggu selama satu Minggu."
"Lama bangeet."Kesal Aska.
"Sesuai prosedur,gue udah hubungi pihak laboratorium dan bertanya-tanya tentang tes DNA dan dia bilang memang butuh waktu seminggu untuk hasilnya."
"Oke gak masalah yang penting gue bisa tahu Alvian itu anak kandung gue atau bukan.Gue mau cerita ke Fai juga masih ragu."
"Tapi saran gue sebaiknya loe jujur ke Fai biar gak ada salah paham nantinya."
"Gue bukannya gak mau cerita,cuma untuk sementara waktu ini biar masalah ini jelas dulu minimal sampai hasil tes DNA itu selesai."
"Terserah loe,yang penting gue udah kasih tahu loe."
__ADS_1
"Kalau gitu gue balik ke ruangan."
...----------------...
Keesokan harinya Aska dan Roy sudah berada di RS Fatmawati dan menunggu kedatangan Viona juga Alvian.Kemarin Aska menelpon Viona untuk memberitahukan perihal tes DNA,Viona pun menyanggupi dengan santai.Setelah beberapa menit menunggu,Viona dan Alvian pun datang.Alvian langsung menghampiri Aska dan memeluknya,Aska pun menerima pelukan Alvian dan menggendongnya.
"Papa,Alvian kangen Papa."Alvian menciumi pipi Aska.
"Papa juga kangen."Aska membalas mencium pipi Alvian.
"Tapi kenapa Papa gak mau ketemu Alvian?"Ucap Alvian dengan nada sedih.
"Maaf ya sayang bukannya Papa gak mau ketemu sama Alvian tapi Papa sibuk kerja.Gimana kalau habis dari sini kita jalan-jalan?"Tawar Aska yang tidak enak melihat wajah sedih Aska.
"Beneran Pa?kita jalan-jalan terus main bareng kayak waktu itu ya Pa."
"Iyaa."
"Yeay..Asyiik..."Alvian turun dari gendongan Aska dan melompat kegirangan.
"Ma,aku bisa main bareng lagi sama Papa."Ucap Alvian sambil menarik tangan Viona,Viona hanya tersenyum menanggapi.
"Kita langsung saja masuk ke ruangannya,dokter sudah menunggu di dalam."Roy mengajak semuanya masuk.
Setelah beberapa saat mereka pun keluar dari ruangan tersebut.
"Nanti jika hasilnya sudah keluar kami akan memberitahu kalian."Ucap dokter.
"Baik dokter,terima kasih."Ucap Aska dan Roy bersamaan.
Sementara Viona,wanita itu tetap bersikap santai dan tidak ada raut cemas ataupun ketakutan yang di tunjukkan.
"Papa ayo sekarang kita jalan-jalan,aku juga mau bermain di permainan seperti waktu itu ya Pa."
"Iya nak,ayo."Aska lebih dulu jalan bersama Alvian.
"Kamu jangan merasa menang dulu Viona,aku bahkan tidak yakin kalau Alvian itu anak kandung Aska.Anak itu hanya mirip wajahnya saja,mirip belum tentu anak kandung bukan?"Setelah berkata begitu Roy meninggalkan Viona menyusul Aska yang sudah berada di depannya.Viona mengepalkan tangannya kesal mendengar ucapan Roy.
"Lihat saja kamu Roy,aku akan membungkam mulutku yang penuh percaya diri itu."
Sesampainya di mall,Alvian langsung menyeret Aska ketempat area bermain anak-anak.Aska pun menuruti keinginan Alvian.Aska ikut senang jika melihat Alvian senang.Roy dan Viona hanya melihat dari kejauhan tak ada obrolan di antara mereka karena mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing.
Setelah lelah bermain,Aska mengajak Alvian makan siang,karena memang sudah waktunya makan siang.Dengan tak rela berhenti bermain Alvian pun menuruti ucapan Papanya.
Sementara itu,Fai dan Malika kini sedang bertemu dengan produsen kain.Karena sudah banyak kain yang kosong di gudang,jadi Fai harus menyetok kembali agar produksi pakaiannya tetap berjalan.Setelah selesai bertemu produsen kain,Fai mengajak Malika mampir ke mall untuk sekalian makan siang,karena perut Fai sedari tadi sudah keroncongan.Padahal tadi saat bertemu dengan produsen Fai tidak berhenti memakan makanan yang di sediakan.
Fai dan Malika sudah sampai di mall dan begegas menuju restoran yang Fai inginkan.Rupanya restoran yang dimasuki Fai sama dengan restoran yang Aska datangi.Setelah memilih tempat duduk Fai dan Malika memilih makanan yang akan mereka santap.Sambil menunggu makanan datang Fai asyik memainkan ponselnya,dia juga mengirimi suaminya pesan dan menanyakan keberadaan suaminya.Tetapi selang beberapa menit pesan Fai belum di balas.Fai pun menaruh kembali ponselnya di dalam tas.Fai melihat ke sekeliling restoran dan terkejut saat matanya melihat sosok lelaki yang mirip dengan suaminya, walaupun hanya terlihat dari punggungnya saja.Karena posisi duduk lelaki itu membelakangi Fai.
Fai yang tidak yakin dengan penglihatannya menepuk tangan Malika dan bertanya pada sahabatnya itu.
"Lika,itu mas Aska bukan sih kok kayak mas Aska yaa kalau walaupun dari belakang gitu aku yakin itu mas Aska."Malika pun mengikuti arah mata Fai.
"Gak tau kan dari belakang gitu,mungkin cuma sama doang kali Fai."
"Tapi bajunya sama persis sama yang tadi pagi mas Aska pakai.Tapi kok dia lagi nyuapin anak kecil makan yaa."
"Tuh kan berarti bener bukan Pak Aska suami kamu Fai."
"Ehh..Tunggu deh,kayaknya aku kenal sama wanita itu,tapi siapa yaa."Fai mencoba mengingat wanita yang dilihatnya.
__ADS_1
"Lho itukan Viona mantan istrinya mas Aska."Malika yang mendengar itupun kaget.
"Berarti bener dong itu mas Aska,gak bener ini masa dia diam-diam ketemuan sama mantan istrinya."Fai yang terlanjur emosi segera bangun dari duduknya untuk menghampiri lelaki yang mirip Aska.Malika yang kaget reflek mengikuti Fai takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu,apalagi kini Fai sedang hamil.
"Fai,tunggu sabar dulu Fai mungkin cuma mirip aja."
"Makanya itu Lika aku harus pastiin itu mas Aska bukan."Fai terus mendekati ketiga orang Yang sedang asyik makan.
"Mas Aska."Panggil Fai yang sudah berdiri di belakang lelaki tersebut.Merasa namanya di panggil orang tersebut pun menoleh ke belakang, apalagi dia mendengar suara yang tidak asing di telinganya.
"Fai."Aska yang kaget melihat Fai pun reflek bangun dan gelagapan.
"Oh, jadi ceritanya lagi ketemuan gitu ya sama mantan."Fai emosinya langsung meledak.
"Sayang,mas bisa jelasin."Aska mengambil tangan Fai tapi di tepis.
"Jelasin apa mas?"
"Terus ini anak siapa?"
"Ini anak aku sama Aska."Viona menyahut.
"Diam kamu Viona."Bentak Aska.
"Jadi kamu diam-diam di belakang aku sering ketemuan sama mantan istri kamu mas.Tega kamu mas."
"Gak sayang,mas bisa jelasin."
"Jelasin apa sih mas,apa yang mau kamu jelasin ke aku?Kamu mau bilang kalau kamu makan sama mantan kamu atau kamu mau jelasin kaalu kamu mau rujuk sama mantan kamu?"Emosi Fai semakin tak terkendali,tapi sebisa mungkin dia menahannya.
"Sabar Fai,"Malika mengelus punggung Fai dan memegang tangan Fai.
Roy yang tadi sedang ke toilet kaget melihat ada keributan apalagi melihat ada Fai dan juga Malika,Roy tambah kaget dan segera mendekat ke arah mereka.
"Fai,Malika."Panggil Roy.
"Oh,jadi mas Roy juga tahu kalau mas Aska ketemuan sama mantannya.Bagus kalian yaa."Ucap Fai ikut menyalahkan roy.
Ini yang di takutkan Roy jika Aska tidak bercerita pada Fai tentang Viona.Fai akan salah paham dan mereka akan ribut.Dan benar saja justru mereka bertemu di waktu yang tidak tepat.
"Aku kecewa sama kamu mas."Fai balik badan.
"Ayo Lika kita pulang saja,aku sudah gak lapar."
"Sayang,tunggu mas."Lagi-lagi tangan Aska di tepis.
"Aku gak mau ketemu apalagi bicara sama kamu Mas.Aku benar-benar kecewa sama kamu"Fai melanjutkan langkahnya.
"Kasih Fai waktu untuk menenangkan dirinya Pak.Fai pasti syok dan bapak jangan khawatir saya akan menjaga Fai."Setelah berkata begitu Malika mengejar Fai.
"Aaargghh.."Aska mengusap wajahnya kasar, kejadian tadi otomatis menjadi sorotan orang-orang yang berada di restoran tersebut.
"Papa kenapa?Tante tadi siapa? kenapa marah-marah sama Papa?"Pertanyaan polos itu meluncur dari Alvian.
"Sayang,Papa pulang duluan yaa.Papa masih ada pekerjaan."Aska tak menggubris perkataan Alvian, setelah berkata begitu Aska langsung keluar dari restoran.
Roy setelah melakukan pembayaran segera menyusul Aska ke tempat parkir.
"Gue bilang juga apa,Fai harus tau masalah ini.Kalau sudah begini kan semuanya jadi runyam."Ucap Roy pada Aska,Aska hanya diam.
__ADS_1