Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 42 Ada yang di sembunyikan


__ADS_3

Fai masih merasakan kebahagiaan dari acara empat bulanan tadi.Walaupun badannya terasa pegal-pegal dan kakinya sedikit bengkak tetapi Fai senang karena acara empat bulanan berjalan lancar dan banyak yang mendoakan dirinya juga anak yang ada dalam kandungannya.Fai semakin tak sabar ingin bertemu dengan buah hatinya.


"Mama sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu nak."Fai mengelus-elus perutnya yang mulai membuncit.


Fai kini sedang duduk di ranjang dengan posisi bersandar, Fai sudah memakai baju tidur kesukaan Aska dan sedang menunggu Aska keluar dari kamar mandi.Kakinya dia luruskan agar semakin terasa enak.Tak lama pintu kamar mandi terbuka terlihat Aska yang juga sudah memakai baju tidur.


"Perutnya kram sayang?"Tanya Aska karena dari tadi Fai mengelus-elus perutnya.


"Gak mas,emang kenapa?"Tanya Fai dengan heran.


"Aku kira kram karena di elus-elus gitu."Aska naik ke atas ranjang dan ikut mengelus perut Fai menyibakkan baju tipis Fai ke atas.Tak.mau mengelusnya dengan terhalang kain.


"Gak mas,seneng aja di elus-elus begini.Perutku sudah mulai besar ya mas."


"Iya,kan sudah empat bulan pasti mulai besar dong."


"Kalau badanku semakin besar nanti apa kamu akan ilfil denganku mas?"


"Ya gak dong,kamu begini juga karena sedang mengandung anak aku."


"Tapi kamu akan tetap cinta aku kan walaupun nanti badanku tetap membesar."


"Itu pasti sayang,aku akan tetap cinta sama kamu.Justru aku suka karena kamu semakin seksi dan montok.Dadamu juga semakin besar,aku semakin senang memegangnya."Tangan Aska sudah mulai merayap kebagian atas Fai.


"Mas.."Fai memukul pelan tangan Aska,Aska hanya tertawa.


"Masih pegal-pegal gak sayang kakinya?"Setelah selesai dengan urusan tangannya,kini tangan Aska beralih ke kaki Fai.


"Sudah mendingan mas,kan sudah kamu pijat tadi.Terima kasih ya mas."


"Aku minta hadiahnya yaa karena sudah pijitin kamu."


"Kok kamu jadi pamrih gini sih, apa-apa minta hadiah terus."


"Hadiah aku kan beda sayang,kamu pasti suka."Tangan Aska mulai beraksi kembali dan kini mulai intens.Hormon kehamilan Fai membuat Fai lebih mudah terpancing.Akhirnya mereka pun melakukan kegiatan panas mereka hingga hasrat keduanya tersalurkan.

__ADS_1


Pagi pun menjelang,setelah melaksanakan kewajiban subuh tadi Fai dan Aska kembali naik ke tempat tidur.Apalagi Fai yang begitu terlihat lelah karena pertempuran semalam membuat tubuhnya lemas.


Aska membuka gorden membuat cahaya matahari pagi masuk melalui celah.Fai yang merasa ada cahaya masuk perlahan mulai membuka matanya.Lalu melihat Aska yang berdiri di balkon kamar,hanya menggunakan celana pendek dan juga kaos ketat.Perlahan Fai bangun dari tidurnya mendekati suaminya yang sepertinya tidak mengetahui jika Fai semakin mendekat.


"Mas."Fai memeluk Aska dari belakang.Aska pun menoleh kebelakang dan tersenyum ke arah istrinya mengusap tangan Fai yang ada di perutnya.


"Sudah bangun?maaf kamu keganggu ya tidurnya."


"Gak kok mas,emang sudah mau bangun.Kamu ngapain berdiri disini?gak siap-siap ke kantor?"Aska berbalik badan lalu melihat istrinya yang begitu cantik walaupun baru bangun tidur.Ini yang di suka Aska wajah Fai saat tidak memakai make up apapun cantiknya alami.


"Sebentar lagi sayang,mas mau merasakan matahari pagi dulu."


"Kamu lagi ada masalah mas?"Tanya Fai,karena setahunya Aska jika sedang ada yang dipikirkan dirinya akan berdiri merenung di balkon seperti ini.


"Gak ada,eehh kok aku baru sadar pakaian kamu begini,ayo masuk mas gak mau tubuh indah kamu di lihat pria lain."Aska mengajak Fai kembali masuk ke kamarnya.Aska menghindari pertanyaan Fai.


"Kamu mau mandi lagi gak biar seger?"Tanya Aska saat mereka sudah duduk di tepi ranjang.


"Gak mas,aku mau cuci muka aja sama gosok gigi.Aku siapkan baju mu dulu ya mas."


"Gak usah mas nanti ambil sendiri saja,ya sudah mas mau siap-siap dulu yaa.Nanti kita turun ke bawah sama-sama."


"Iya sayang, pelan-pelan jalannya takutnya licin."Fai mengangguk.


Setelah masuk ke kamar mandi, Fai berdiri di depan wastafel yang berhadapan dengan kaca.


"Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dari aku mas.Kamu seperti menghindar saat aku tanya.Aku harap kamu jangan sampai membuat aku kecewa"Ucapnya pada diri sendiri.


Fai sebenarnya tahu jika tadi Aska sengaja mengalihkan pembicaraan.Setelah di rasa cukup segar Fai keluar dari kamar mandi,menyimpan rasa penasaran terhadap suaminya.Saat keluar dari kamar mandi Fai melihat Aska sedang berbicara di telepon di balkon.Terlihat sekali dari mimik wajahnya jika Aska sedang marah.Fai langsung masuk ke ruang pakaian untuk berganti pakaian,karena hari ini dia hanya di rumah saja jadi Fai memutuskan memakai dress rumahan yang menurut dirinya nyaman.


Saat keluar dari ruang pakaian,Aska sudah selesai bicara di telepon dan sedang duduk di tepi ranjang.


"Tadi kamu telponan sama siapa mas,kok kayaknya kamu marah gitu."Fai berdiri di depan meja rias menyisir rambutnya juga memakai bedak dan lipstik tipis agar tak terlihat pucat.


"Owh,itu tadi dari orang kantor ada masalah sedikit di kantor."Aska berbicara dengan tenang.

__ADS_1


"Semoga masalahnya cepat selesai ya mas."Aska hanya mengangguk.


"Sudah selesai?"


"Sudah mas,aku juga sudah lapar nih."


"Ya sudah yuuk."Aska memeluk pinggang Fai dan menuntunnya untuk keluar kamar.


Setelah sampai di ruang makan,ada Mama dan Papa Aska yang sudah memulai sarapannya.


"Pagi Ma,Pa."Sapa Aska dan Fai.


"Pagi nak,maaf ya Mama Papa duluan sarapannya.Mama kira kalian masih lama turunnya."


"Iya Ma gak apa-apa,aku bangun kesiangan Ma."Fai berbicara dengan tidak enak.


"Pasti kamu kecapekan yaa,ya sudah yuuk duduk terus sarapan."Aska dan Fai pun duduk,Fai mulai menyiapkan makanan ke piring Aska.


"Pa, setelah sarapan nanti ada yang ingin aku bicarakan."Ucap Aska dengan nada serius,Papanya hanya mengangguk.


"Fai makan yang banyak yaa,biar kamu dan bayi yang ada di kandungan kamu gizinya terpenuhi."Mama Nita begitu perhatian dengan Fai.


"Iya Ma,ini juga sudah banyak kok."


Karena Papa Bram selesai sarapan lebih dulu,Papa Bram bangun dari duduknya.


"Papa tunggu di ruang kerja."Papa Bram menepuk pundak Aska,Aska hanya mengangguk.


"Sayang,mas ke ruang kerja Papa dulu yaa,kamu lanjut saja sarapannya."Aska mengecup kening Fai lalu meninggalkan Fai bersama Mama nya di meja makan.


"Apa ada masalah Fai?"Tanya Mama Nita yang penasaran.


"Aku juga gak tau Ma,Mas Aska sih bilangnya begitu lagi ada masalah di kantor.Tapi sebelumnya aku melihat mas Aska berbicara di telepon dengan nada marah."


"Apapun masalahnya mudah-mudahan cepat selesai ya Fai.Kamu lanjut sarapannya jangan di pikirkan yaa."Mama Nita masih setia menemani Fai sarapan.

__ADS_1


*Aku harap apapun masalahmu aku ingin kamu membicarakannya denganku mas,tanpa ada yang di tutup tutupi.Fai menoleh sekilas ke arah ruang kerja Papa mertuanya yang tertutup..


Bersambung*..


__ADS_2