
"Mama.."
"Ma...Mama dimana?"
"Ada apa Aska?kenapa teriak-teriak begitu.Mama di ruang tengah"Mama Nita berdiri dari duduknya.
"Ma,Fai Ma."Wajah Aska di buat cemas.
"Fai?Fai kenapa?"Mama Nita ikut panik.
"Fai Ma,ikut aku sekarang."
"Ada apa dengan Fai Aska."
"Aku tidak tahu Ma, Fai..."Aska menggantung ucapannya.
"Fai kenapa Aska,kamu jangan buat Mama khawatir gini dong."
"Mama gimana sih,kan aku bilang tadi sama Mama buat titip Fai selama aku di kantor."
"Fai tadi tidak kenapa-kenapa,belum lama ini dia habis makan Aska."
Aska tidak menjawab, dirinya sebisa mungkin menahan tawanya.Aska terus saja berjalan di depan Mama hingga sedikit berlari Mama Nita pun mengikutinya.
"Mama gimana sih Ma,Akkkhhh..Mama.."Aska mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi.
"Kamu sudah telepon dokter belum Aska."
"Belum Ma,aku terlalu khawatir aku bingung apa yang harus aku lakukan."
"Cepat telpon sekarang,"
"Nanti saja Ma,Mama lihat saja dulu Fai di kamar."
"Faii.."Ucap Mama Nita lirih,Aska hanya bisa menahan senyumnya.
Aska dan Mama Nita pun sampai di depan kamar Aska.Aska pelan-pelan membuka pintu kamarnya.Mama Nita justru langsung menghambur masuk kedalam.
"Fai kamu kenapa?"Tanyanya dengan nada cemas,Mama Nita sudah duduk di samping ranjang.
"Aku gak kenapa-kenapa Ma."
"Aska tadi panggil-panggil Mama sambil teriak-teriak.Nadanya juga cemas,Mama tanya kenapa,ada apa,Aska gak jawab.Kamu kenapa Nak?Apa kamu mual mual lagi?"Fai menggeleng lalu melihat suaminya yang tersenyum.
"Mas.."
"Iya sayang,"
"Mas,kamu-"Aska mengkode Fai untuk diam dan meminta untuk memberikan alat tes kehamilan padanya.
"Kalian kenapa sih?Fai kamu gak apa-apa kan?"Fai dan Aska saling pandang dan tersenyum.
"Ma,lihat ini, sebentar lagi Mama akan mendapatkan cucu."Mama Nita menutup mulutnya dan memegang testpack yang di berikan Aska.
Dua garis..
"Kamu hamil Fai?"
"Iya Ma."Mama Nita mendorong Aska yang duduk di depannya hingga terjatuh ke bawah.Lalu Mama Nita maju dan memeluk Fai.
"Selamat ya nak, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu."
"Mama kenapa dorong aku sih,sampai aku jatuh,sakit tahu."Aska masih duduk di bawah sambil mengusap pantatnya yang ngilu.
"Kamu kapan testpack nya sayang?"Mama Nita tak memperdulikan Aska.
"Tadi pagi Ma,habis bangun tidur waktu Mama datang ke kamar.Aku lagi coba tes,Mama masuk aku lupa kalau di kamar mandi tadi aku lagi tes."
"Sekali lagi selamat ya sayang,Mama senang dengarnya.Di jaga kehamilannya yaa,makan makanan yang bergizi.Jangan terlalu capek bekerja."Fai hanya mengangguk sambil melihat suaminya di bawah dengan wajah memelas.
"Sayang tolong aku.."Aska merengek, membuat Fai dan Mama Nita tertawa.
"Jadi kamu tadi ngerjain Mama yaa?"Mama Nita mendelik.
"Hehehe...Ya biar Mama panik aja gitu,aku dari tadi sudah menahan tawa."Mama Nita mengangguk.
"Sini bangun."Mama Nita mengulurkan tangannya untuk membantu Aska berdiri.
"Terima kasih Ma."
Tapi setelah itu...
"Aauuuwww..Sakit Mah ampun sakit."Mama Nita menjewer telinga Aska.
__ADS_1
"Bagus kamu yaa,sudah ngerjain Mama buat Mama khawatir.Bahkan Mama tadi hampir jatuh saat berjalan kesini tadi.Ternyata ini cuma alasan kamu saja."Mama Nita masih menjewer telinga Aska.
"Ampun Ma,sakit lepas..Sayang tolong aku."Aska meminta bantuan Fai.Fai hanya tertawa.
"Dasar anak nakal kamu yaa."Mama Nita melepaskan tangannya dari telinga Aska.Lalu memukul bahu anaknya itu karena gemas.
"Sayang telinga aku sakit,bahuku juga.Mama jahat banget sama aku,anaknya sendiri di siksa begini."Aska mengadu pada Fai, meminta di usap usap.Sedangkan Mama Nita hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya yang manja pada istrinya.
"Kamu nih mas,aku tadi ngerjain kamu kok sekarang malah gantian mama yang kamu kerjai."Aska tertawa.
"Oohh..Jadi kamu mau balas dendam gitu,sini biar Mama jewer lagi telinganya."
"Jangan Ma,ampun."Aska menutup kedua telinganya.
"Bagaimana kalau malam ini kita rayakan kehamilan Fai ini dengan makan malam di luar.Fai undang orang tuamu juga yaa,biar nanti disana kamu kasih kejutan buat mereka.Papa juga kan belum tahu,pasti mereka semua senang mendengar kabar ini."
"Iya Ma."
"Ya sudah Mama mau telpon Papa duku kalau jangan pulang malam-malam.Kita akan makan malam di restoran Sarigi yaa."
"Sarigi?"Ucap Aska dan Fai bersamaan,lalu mereka pun tersenyum bersama.
Mama Nita pun keluar dari kamar,kini tinggal mereka berdua.
"Sayang,ini dedeknya gak apa-apa kan?Mana semalam aku gempur kamu habis-habisan lagi."Membuat Fai tersenyum.
"Gak apa-apa mas,dia kuat kayak Papanya."
"Maafkan Papa ya nak,Papa gak tahu kalau kamu sudah hadir disini.Jadi Papa mainnya kasar,tapi Papa suka karena Mama kamu begitu menikmatinya."
"Mas.."Fai memukul bahu Aska.
"Papa janji setelah ini papa akan main pelan dan lembut saja."Fai kembali memukul bahu Aska.Aska hanya tertawa kecil dan tetap Mengelus-elus perut Fai.
Fai pun menghubungi Mama nya...
"Halo assalamualaikum lagi apa Ma ?"
"Wa'alaikumsalam,lagi duduk aja ini Fai di ruang tengah.Kamu sehat nak?"
"Alhamdulillah Fai sehat Ma,Mama sama papa gimana kabarnya?"
"Mama sama Papa juga sehat."
"Oya Ma,nanti malam di undang makan malam sama Mama dan Papa Mas Aska."
"Iya Ma,datang ya Ma."
"Iya nanti Mama sama Papa usahakan datang,nanti Mama hubungi Papa mu.Di restoran Mana Fai?"
"Restoran Sarigi Ma."
Mama Farah dan Fai pun berbincang-bincang sebentar lalu setelah itu percakapan pun berakhir.
"Restoran Sarigi, tempat pertama kali kita bertemu ya sayang."
"Iya mas,kamu yang cuek dan jutek saat lihat aku, nyebelin bangeet kamu waktu itu mas."Fai kembali memukul bahu Aska.
"Aduh sayang kenapa penyakit kamu kambuh lagi sih, senang pukul aku."Fai tertawa sambil mengusap-usap bahu Aska yang di pukul tadi.
"Tapi tahu gak sih waktu aku pertama kali lihat kamu sebenernya aku sudah kagum sama kamu."
"Masa?"Pipi Fai bersemu merah.
"Sungguh,tapi aku jaim aja.Sampai aku gak sadar lihat kamu trus,Papa yang buat aku sadar lalu aku pun membuang muka.Kamu pasti masih ingat kan?"
"Iya mas,mana dengan PD nya kamu bilang gak akan jatuh cinta sama aku lagi.Pokoknya kamu waktu itu tuh nyebelin bangeet."Memukul Aska berkali-kali.
"Sayang sudah,sakit tahu.Kamu dendam banget kayaknya sama aku."
"Emang,sudah sana kamu pergi aku mau tidru lagi."
"Eehhh..Kok marah sih sayang."
"Biarin,sudah sana jangan dekat-dekat aku gerah tahu."Aska menggaruk-garuk rambutnya.
"Sayang..."Fai sudah membalikkan badannya membelakangi Aska.
"Maaf yaa kalau pertama kali kita bertemu buat kamu kesal."Fai langsung menghadap ke Aska.
"Janji yaa,gak bakal nyebelin lagi."Aska mengangguk.
"Ya sudah,temani aku kebawah yuk mas aku mau buat salad buah."
__ADS_1
Kok aneh banget sih tingkah kamu Fai...
Aska menggelengkan kepalanya bingung dengan sikap istrinya.
"Fai mau buat apa?"Tanya Mama Nita Yang sedang berada di dapur.
"Mau buat salad buah Ma, kayaknya segar deh habis makan siang nanti makan salad buah."
"Biar Bi Sari saja yang buat Non Fai, Non Fai duduk saja yaa.Oh ya,kata Ibu Non Fai hamil yaa, selamat ya Non semoga sehat terus dan lancar sampai persalinan nanti."
"Aamiin..Terima kasih ya Bi."
"Non Fai duduk saja yaa,biar bibi yang buat salad buahnya."Fai menggeleng.
"Mas..."
"Iya sayang,"Aska langsung mendekat ke arah Fai.
"Kamu saja yang buat salad buahnya yaa,aku mau lihat kamu potong-potong buahnya."
"Haaahhh,Aku sayang?"
"Iyalah,buruan mas.Bi biar mas Aska saja yang buat."Bibi mengangguk.
"Permintaan ibu hamil harus di turuti Aska."Mama Nita berucap.
Aska pun mulai mengupas dan memotong buah lalu menaruhnya ke dalam box.
"Mayonaise sama kejunya yang banyak ya mas,kejunya lebih banyak yaa."
"Siaaap sayang."
...****************...
Malam pun tiba,Fai dan Aska juga orang tua Aska sudah siap untuk pergi ke restoran Sarigi.Mama Fai pun sudah mengabari jika bisa datang.
Rombongan Aska tiba lebih dulu,tak lama orang tua Fai pun datang.
"Maaf kami datang terlambat."Ucap Papa Alam.
"Tidak apa-apa Pak Alam,kami juga baru saja sampai."Papa Aska pun menyambut.
Fai pun bersalaman lalu memeluk orang tuanya bergantian.
"Fai kangen banget sama Mama dan Papa."
"Sama sayang,Mama juga kangen sama kamu.Maaf yaa Mama sama Papa sudah lama tak main ke sana."
"Papa juga kangen sama anak Papa ini."
"Mari silahkan duduk."
Setelah itu mereka makan dengan sesekali terdengar obrolan dari mereka.
"Makan yang banyak ya sayang."Aska menaruh beberapa lauk di piring Fai.
"Sudah mas,ini sudah banyak nanti gak habis."
Mama dan Papa Fai bahagia melihat Aska yang begitu menyayangi anaknya.
"Ma,Pa sebenarnya ada yang ingin Fai sampaikan pada kalian."Ucap Fai setelah mereka selesai makan.
"Apa Fai?"Tanya Mama nya.
"Ini Ma, Mama buka saja."Fai memberikan kotak yang di dalamnya ada alat tespack.
"Apa ini Fai?"
"Buka saja Ma."Mama Farah pun mem
"Fai..Ini.."Mama Farah memegang testpack tersebut.
"Kamu hamil nak?"Tanya Mama Farah lalu berdiri lalu mendekati Fai lalu memeluknya.
"Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu.Di jaga baik-baik ya nak kandungannya.Mama bahagia mendengar kamu hamil."
"Selamat ya nak."Papa Alam pun ikut memeluk Fai.
"Terima kasih Ma,Pa."Fai pun menangis karena terharu.
"Kok Papa Yang serumah baru tahu juga."Papa Bram ikut bicara.
"Kejutan Pa."Ucap Mama Nita.
__ADS_1
"Selamat ya Fai."
Semua orang pun bahagia mendengar kabar kehamilan Fai.Berharap kehamilan Fai ini membawa kebahagiaan untuk semua orang.