
Malam kembali datang,Fai dan Aska kini sudah masuk kedalam kamar mereka setelah selesai makan malam.Keluarga Fathur sore tadi sudah pulang ke luar kota.Fai yang sebenarnya tidak rela harus berpisah dengan kemal keponakan gembulnya,tapi mau bagaimana lagi, kakaknya harus segera pulang karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.
Fai sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur dan kini Fai sedang membersihkan wajahnya dan memakai skincare serta lotion.Dua kegiatan yang rutin Fai lakukan sebelum tidur.Aska yang duduk di sofa sejak tadi memperhatikan Fai.
"Kamu kenapa dari tadi memperhatikan aku,jangan salahkan aku jika kamu jatuh cinta padaku."Ucap Fai santai.
"Ciiiihh..Kepedean sekali kamu."Langsung membuang muka,dirinya malu karena ketahuan dari tadi memperhatikan Fai.
Ya Tuhan kenapa dengan diriku,padahal aku sendiri takut saat di dekatnya tapi kenapa aku selalu memancingnya begini,jujur masih ada ketakutan dalam diri ini untuk membuka hati..Batin Fai..
Flashback
Kejadian satu tahun yang lalu
Fai memiliki dua sahabat bernama Malika dan Gita.Mereka bersahabat dari jaman sekolah SMP.Hingga SMA mereka bertiga sekolah di tempat yang sama.Tapi saat kuliah Malika tidak meneruskan karena tidak ada biaya,jadi hanya Eka dan Fai.Fai juga mempunyai kekasih bernama Reno,pemuda tampan yang menjadi idola kampus.Tetapi justru Reno jatuh cinta pada Fai,gadis ramah dan juga manis.
Fai yang saat itu awal mula membuka butik sangat bahagia karena kekasihnya mendukung hobinya.Kesibukannya mengurus butik membuat Fai sedikit mengabaikan kekasihnya itu.Fai seringkali membatalkan janji bertemu,tetapi kekasihnya sangat mengerti kesibukan Fai.Reno tidak pernah marah kepada Fai,justru selalu membuat Fai semangat.Bahagianya mempunyai kekasih sepertimu Reno.Aku sangat beruntung,gumam Fai.
Walaupun sibuk Fai selalu menyempatkan diri mengirim pesan atau bahkan menelpon Reno untuk melepaskan rindu.Sudah tiga bulan sikap Reno berubah,saat bertemu pun Reno cuek dan lebih asyik memainkan ponselnya.Bahkan chat dan telpon pun jarang di respon.Reno beralasan kalau dirinya juga sibuk karena dia mulai ikut terjun di perusahaan orang tuanya.
Fai ingin memperbaiki hubungannya dengan Reno agar harmonis seperti dulu.Minggu siang Fai memutuskan untuk datang ke apartemen Reno tanpa memberitahu terlebih dahulu.Butik dia serahkan kepada Malika yang memang bekerja di sana.Fai ingin memberikan kejutan pada Reno.Fai yang memang tahu pin apartemen Reno segera memencet tombol dan klik pintu terbuka.Tetapi saat masuk keadaan Apartemen sepi.
Fai meneruskan langkahnya,dia berpikir kalau Reno sedang tidur siang, hingga langkahnya terhenti di depan pintu kamar Reno.Fai mendengar suara yang Fai pun tahu suara apa itu.Suara dua insan sedang memadu kasih.
Deg..
Jantungnya berdegup kencang,apalagi saat si lelaki berucap,
"Teruskan Gita,kau sungguh nikmat."
Fai langsung memegang dinding,kakinya terasa lemas merasa tak sanggup menopang tubuhnya.Dia tak berani meneruskan langkahnya.Fai berbalik badan menunggu mereka menyelesaikan urusannya.Fai mengatur nafasnya air matanya jatuh begitu saja tanpa bisa di cegah,dia berusaha agar tidak mengeluarkan suara.Fai duduk di sofa ruang tamu,air matanya masih saja keluar dengan derasnya.
Setengah jam berlalu,dua orang di dalam sana sudah selesai dengan aktivitas panasnya.Gita yang merasa haus setelah kegiatan panasnya keluar kamar untuk mengambil minum.Gita kaget karena ada Fai duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Faaaiii!!"Ucap Gita.
Reno mendengar Gita menyebut nama Fai segera keluar.
"Fai!!"Reno pun kaget.
"Sejak kapan kamu disini Fai ?"
"Sejak kamu menikmati tubuh Gita."Ucap Fai menatap tajam kepada Reno dan Gita.Sudah tidak ada lagi air mata di wajah Fai.Gita menunduk saat matanya bersitatap dengan Fai.
Fai melihat penampilan Reno dan juga Gita.Gita yang hanya memakai kemeja putih milik Reno tanpa memakai dalaman,sedangkan Reno hanya memakai celana boxer.
"Aku tidak menyangka kalian melakukan ini padaku.Sejak kapan?"Reno dan Gita diam.
"Sejak kapan kalian mengkhianati ku ?"Fai berteriak meluapkan sesak di dadanya.
"Huuuhhh."Fai menghela nafasnya kasar.
"Kenapa kalian tega melakukan ini padaku,apa salahku pada kalian.Kenapa harus dengan Gita,Ren?"
"Bukannya kamu selalu mengerti aku yang sibuk mengurus butikku yang baru saja di buka."
"Iya awalnya aku mengerti tapi lama kelamaan aku juga butuh perhatian darimu Fai."Fai hanya tersenyum miring.Mungkin ini memang salahnya karena terlalu sibuk dan mengabaikan Reno.
"Hingga Gita datang selalu memberiku perhatian yang sudah lama tidak aku dapatkan darimu."Lanjut Reno.
"Tapi kenapa harus Gita,ren.Gita sahabat aku."Fai berteriak marah,Tak tahan lagi Fai akhirnya menangis lagi.
"Kenapa Gita,kenapa harus dengan Reno."
"Maaf Fai,tapi aku mencintai Reno.Bahkan saat aku pertama kali melihat Reno.Taoi dia malah tertarik padamu"Ucap Gita pelan.
"Bukannya kamu sendiri yang menyuruhku untuk membuka hatiku untuk Reno.Kalau memang kamu mencintai Reno,kenapa kamu gak bilang dari awal Git?"
__ADS_1
"Aku cuma gak mau jauh dari Reno, walaupun aku tidak jadian dengan Reno tapi setidaknya aku bisa sering bertemu dengannya."
"Pengkhianat!"
"Baiklah,kalau begitu aku ucapkan selamat untuk kalian berdua semoga kalian selalu berbahagia.Kita putus Reno."Ucap Fai sambil bangkit dari duduknya.
"Tunggu Fai,"Reno menahan Fai.
"Lepas,Jangan pegang tanganku dengan tangan kotormu itu."Bentak Fai.
"Aku masih mencintaimu Fai,"
"Berikan cintamu itu padanya,"Sambil menunjuk Gita,lalu keluar dengan membanting pintu.
Flashback Off
Fai tiba-tiba terisak,rasa sakit itu muncul lagi.Terasa begitu sesak di dada teringat pengkhianatan sahabat dan kekasihnya.Isakannya semakin jelas terdengar di telinga Aska yang sedang duduk di sofa.Aska langsung menghampiri Fai.
"Fai kamu kenapa?"Ucap Aska dengan nada khawatir.Fai tak menjawab justru isakannya berubah menjadi tangisan.
"Hei Fai,kamu kenapa?"Aska segera menarik Fai kedalam pelukannya.Tangisan Fai begitu pilu.
"Sakit Aska,sakit."Fai memukuli dadanya.
"Sudah Fai,sudah."Aska memegang tangan Fai agar tidak memukuli dadanya terus-terusan.
"Keluarkan semua rasa sakit di hatimu dan rasa sedihmu Fai,tapi jangan sakiti tubuhmu."Setelah merasa kepalan tangan Fai mengendur Aska melepaskannya dan memeluk Fai lebih erat lagi tak lama Fai membalas pelukan Aska.
"Menangis lah fai,jika itu bisa membuat rasa sakit di hatimu berkurang."Fai semakin menangis hingga sesenggukan.Aska mengusap-usap punggungnya memberikan ketenangan lalu Aska mencium pucuk kepala Fai lama.
Setelah beberapa saat tangisan Fai sudah tak terdengar lagi,hanya sesekali masih terdengar sesenggukan.Saat di lihat ternyata Fai sudah tertidur, pelan-pelan Aska menidurkan Fai lalu mencium keningnya lama.
Begitu sakitkah yang kau rasakan Fai,sampai kau menangis pilu hingga yang mendengar ikut merasakan sakitnya.
__ADS_1
Perlahan-lahan Aku akan menyembuhkan luka mu.Aku akan membuat hidupmu bahagia bersamaku..