Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 66


__ADS_3

Dengan hati yang tak karuan Fira mengambil testpack di laci yang ada di kamar mandi. Jantungnya semakin berdetak cepat saat menunggu garis berapa yang muncul. Ia sudah tak berharap banyak, karena sudah sering ia testpack tapi hasilnya masih garis satu.


Setelah tiga menit, dengan pelan Fira mengintip hasilnya. Fira sampai beberapa kali mengucek matanya, ia takut kalau yang di lihatnya salah. Ternyata garisnya ada dua..seketika air matanya meleleh dengan sendirinya.


Karena ingat mertuanya menunggunya di depan kamar mandi, Fira langsung keluar dan memberi kabar bahagia ini.


'' Bagaimana sayang.. kenapa menangis? Tidak apa-apa jika belum garis dua.'' ucap Mama Ratih sambil menarik Fira ke pelukannya.


Fira melepas pelukan dan menghapus air matanya yang dari tadi tak mau berhenti menetes...


'' Garisnya dua Mah..'' Fira menyerahkan testpacknya pada mertuanya.


'' Alhamdulillah sayang..Mama senang sekali sayang.'' Mama Ratih senang bahkan sampai berulang kali memeluk dan menciumi pipi Fira.


'' Tapi jangan kasih tau yang lain dulu ya Mah, termasuk Mas Arlan. Besok setelah periksa ke dokter baru kasih tau semuanya.'' pinta Fira.


'' Kalau itu mau kamu, Mama setuju aja. Besok Mama antar ke dokternya.'' jawab Mama Ratih dengan senyum yang terus mengembang.


'' Makasih Mah..''


'' Iya sayang..tapi mulai sekarang jangan capek-capek ya.'' ucap Mama Ratih yang tidak mau terjadi yang tidak diharapkan pada Fira dan cucunya.


'' Oia.. masih pengen ciloknya? biar Mama minta Bibi buatin sayang.''


'' Iya masih Mah..'' jawab Fira senang.


'' Ya sudah tunggu sini aja, nanti kalo udah mateng biar di bawa kesini. Tapi sambil nunggu, makan nasi dulu dikit ya sayang?'' ujar Mama Ratih dan Fira mengangguk menurut.


Saat di pintu Mama Ratih bertemu dengan Abi dan Arlan yang membawa nasi dan lauknya untuk Fira.


'' Mama kenapa kayak seneng gitu?" tanya Arlan penasaran.


'' Mau tau aja kamu, cepat masuk kasih makanannya ke Fira.'' ujar Mama Ratih lalu melanjutkan langkahnya.


Bingung Arlan dibuat istrinya yang gampang banget moodnya berubah, sekarang ia bingung dengan Mamanya yang terus tersenyum. Apa yang membuat Mamanya terlihat begitu senang??


Saat masuk kamar, ternyata Fira sedang duduk bersandar di headboard sambil menonton tv di temani Abi yang tadi masuk lebih dulu.


'' Sayang makan dulu ya..'' ucap Arlan lembut, ia takut istrinya ini masih marah dan tak mau makan.


'' Makan Mommy biar sehat kayak Abi.'' ucap Abi ikut membujuk Mommynya.


'' Iya sayang..Mommy makan, tapi nanti Abi bobok sini sama Mommy ya?" ujar Fira dengan wajah sendu.


'' Tentu saja Abi mau..'' jawab Abi bersemangat.


'' Sama Daddy juga kan?" sela Arlan, ia takut kalo harus tidur sendiri.


'' Tidak..'' jawab Abi dan Fira kompak.


Seketika Fira dan Abi saling pandang dan tertawa bersama karena sukses mengerjai Arlan.

__ADS_1


'' Kalian sangat kompak jika membully Daddy.. ini makan dulu sayang, aku akan mencarikan makanan yang kamu mau tadi.'' ujar Arlan dengan muka cemberut.


'' Tidak usah..'' ucap Fira dan menerima piring yang di bawa Arlan.


'' Udah gak pengen makan itu?'' tanya Arlan memastikan, tadi sampai menangis hanya karena makan makanan itu.


'' Udah di buatin sama Bibi..'' jawab Fira sambil makan.


Seketika mata Arlan membulat, ia tak menyangka Mamanya tak berpihak padanya. Arlan kira Mamanya akan membujuk Fira untuk melupakan cilok, tapi malah dengan ide cemerlangnya membuatnya sendiri. Memang lebih terjamin bahan dan cara membuatnya, tapi tetap saja tidak ada gizinya.


'' Ini Mas udah kenyang..'' Fira mengembalikan piring makannya.


'' Baru sedikit sayang.. aku suapin ya? '' ujar Arlan, karena yabg Fira makan hanya berkurang sedikit.


'' Udah kenyang, nanti cilok buatan Bibi gak ke makan kalo makan nasi banyak-banyak..hehehe.'' jawab Fira sambil tersenyum memperlihatkan giginya.


Arlan hanya pasrah, daripada kalo di paksa Fira akan menangis lagi. Beranjak keluar kamar untuk membawa piring ke dapur.


Drama tentang cilok sungguh membuat heboh semua maid, bahkan Mama juga ikut membuatnya bahan dan rasanya terjamin. Karena banyak yang turun tangan, akhirnya sang cilok pun jadi dan Mama lagi-lagi dengan semangat membawanya ke kamar.


'' Gimana sayang? Enak gak?'' tanya Mama Ratih saat Fira memakan cilok itu.


'' Enak Mah.. makasih ya Mah dan maaf semua orang jadi repot.'' jawab Fira, sebenarnya ia tidak enak jika harus merepotkan semua orang.


'' Gak repot.. Mama dan semua seneng bisa bikinin apa yang kamu pengen. Jadi kalau pengen apa-apa bilang sama Mama jangan sama suami kamu.'' ujar Mama Ratih sambil melirik Arlan yang sedang menganggu Abi.


'' Udah puas sayang?" tanya Arlan.


'' Ayo boy..'' ajak Arlan dan sudah berdiri.


'' Gendong aku Dad..'' Abi merentangkan tangannya.


Arlan mendengus kesal saat Abi minta gendong, tapi ia tetap menggendongnya di belakang..


'' Kamu gak ada mual sayang?" tanya Mama Ratih dengan suara pelan, takut Arlan dengar.


'' Sekarang sih gak ada Mah, mungkin belum kali ya..'' jawab Fira juga dengan suara kecil.


'' Ya sudah Mama ke bawah dulu, jangan malam-malam ya tidurnya.'' ujar Mama Ratih dan beranjak dari duduknya.


'' Iya Mah..'' jawabnya lalu melanjutkan memakan cilok yang tinggal beberapa butir.


Setelah menghabiskan semua cilok, Fira berniat ke kamar Abi mengambil piyama untuk Abi..


'' Mau kemana sayang?" tanya Arlan bersama Abi yang di gendongnya.


'' Mau ke kamar Abi ngambil piyama tidurnya.'' jawab Fira.


'' Biar aku aja, kamu udah selesai makannya?"


'' Udah..'' jawab Fira singkat.

__ADS_1


'' Ya udah gantian kamu yang sikat gigi, biar aku yang ambil piyamanya.'' ujar Arlan dan menurunkan Abi di ranjang.


'' Oke kalo gitu, makasih sayang.'' Fira menghampiri Arlan dan Abi lalu mencium pipi keduanya.


Ayah dan anak itu saling pandang, tadi mereka lihat Fira tak bersemangat tapi kenapa setelah makan cilok langsung berubah jadi lebih semangat.


Dan mulai sekarang Arlan akan menuruti semua yang istrinya mau, walaupun itu bertentangan dengan dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya...


Gamsahaeyo 😘🌹

__ADS_1


__ADS_2