Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Mencari Fai


__ADS_3

Aska segera berlari menghampiri Fa'i yang sudah duduk di dalam mobilnya bersama Malika.


"Sayang,dengerin mas dulu,mas bakal jelasin semuanya."Ucap Aska sambil mengetuk pintu mobil.


"Lika buruan jalan."Ucap Fai datar,dia tidak peduli dengan Aska yang terus saja memanggil namanya.


"Lika."Teriak Fai.Mau tidak mau Malika menjalankan mobilnya.


Suasana tampang hening,Fai dan Malika sama-sama diam.Malika mengerti dengan kondisi Fai yang syok melihat kejadian tadi.Bahkan Fai tidak mengeluarkan air matanya setetes pun,ini justru membuat Malika khawatir.Malika melajukan mobilnya ke taman dekat dengan butik Fai.Setelah sampai taman,Malika mematikan mesin mobilnya lalu melihat Fai yang sedari tadi hanya menatap kosong di luar jendela.


"Fai,kalau kamu mau nangis,nangis aja jangan ditahan."Tak berapa lama terdengar Isak tangis dari Fai.Malika hanya diam membiarkan Fai meluapkan kesedihannya.Setelah 15 menit berlalu tetapi Fai belum juga berhenti menangis,Malika mendekat dan langsung memeluk Fai memberi ketenangan pada sahabatnya itu.


"Sudah Fai,tenangkan dirimu."Ucap Malika sambil mengusap punggung Fai.


"Aku takut kejadian dulu terulang lagi."Fai berkata sambil terisak.


"Mereka dua orang yang berbeda Fai,aku yakin suamimu gak akan mengkhianati mu."


"Tapi aku takut Lika,aku takut kalau Mas Aska.."


"Sstt..Kamu gak boleh berkata yang belum tentu kebenarannya Fai."Malika mengurai pelukannya.


"Tarik nafas yang panjang, hembuskan perlahan biar kamu rileks dan tenang."Fai pun mengikuti arahan Malika beberapa kali.


"Kasihan ponakan aku yang di dalam sini kalau mommy nya sedih pasti dia juga akan sedih.Bukankah kalian berdua memiliki ikatan batin yang kuat."


"Ya Allah,maafkan Mama nak,Mama sampai lupa kalau ada kamu di perut Mama."Fai mengelus perutnya yang sudah agak membuncit.


"Minum dulu Fai."Malika menyerahkan air mineral.


"Gimana?sudah lebih tenang?"Tanya Malika,yang di angguki oleh Fai.


"Sekarang kita makan yuk,pasti ponakan aku sudah lapar didalam sana.Kita kan tadi gak jadi makan."


"Tapi aku gak lapar Lika."Lirih Fai.


"Kamu gak boleh gitu Fai,kamu harus tetap makan.Ada bayimu yang menunggu kiriman asupan dari ibunya."


Krucuk..Krucuk..Krucuk..


Terdengar suara perut Fai


"Nah kan lapar,yuuk ahh kita cari tempat makan.Aku juga mau makan.Gimana kalau kita makan di warung soto langganan kita.Sepertinya panas panas gini seger nih makan soto daging,ditambah es jeruk aahh mantap."Lika berbicara sendiri sambil kembali menjalankan mobilnya.Mau tak mau Fai pun menurut.


Benar kata Lika aku gak boleh egois,ada anakku didalam sini.Maafkan Mama nak.


Sementara itu kembali ke restoran,Viona tersenyum senang melihat kemarahan Fai terhadap Aska itu merupakan awal kehancuran rumah tangga mereka berdua.


"Akhirnya tanpa repot repot aku bicara dengan istrinya Aska,dia justru melihat sendiri pertemuan aku dengan Aska.Aku yakin setelah ini mereka akan bertengkar hebat."Ucap Viona dengan senyum kemenangan.


Aska dan Roy masih menyusuri jalanan yang sekiranya dilalui Fai.Aska sedari tadi hanya diam sambil matanya memandang awas kesetiap penjuru jalan dan memastikan kalau tidak ada yang terlewat.Sambil terus mencoba menghubungi nomor Fai,baik melalui aplikasi hijau ataupun ponsel biasa.Tetapi tetap saja panggilannya tak terhubung.Sebelumnya panggilannya terhubung sebanyak 3x tetapi tak di angkat oleh Fai.Tapi setelah itu nomor Fai tak lagi aktif.


"Roy,coba telpon Malika siapa tahu dia mau angkat telepon dari kamu."Roy pun mencoba menelpon Malika,tetapi hingga panggilan ke lima telponnya tidak di angkat oleh Malika.


"Gak di angkat-angkat."Ucap Roy.


Fai sengaja mematikan teleponnya setelah mendapat tiga kali telpon dari Aska.Fai mengabaikan telpon tersebut lalu mematikan ponselnya.Untuk sementara waktu dia tidak mau di ganggu oleh Aska.Begitupun Malika,gadis itu sengaja mensilent ponselnya agar telpon dari Roy tak terdengar.


"Setelah ini kita mau kemana Fai?"Tanya Malika setelah mereka selesai makan.


"Aku akan antar kamu kembali ke butik Lika,aku titip butik yaa.Aku mau pulang aja istirahat."

__ADS_1


"Aku antar kamu sampai rumah ya,nanti aku gampang ke butik pakai ojol aja."Malika masih khawatir dengan kondisi sahabatnya itu.


"Gak usah Lika,aku bisa pulang sendiri kok."


"Tapi Fai,aku..."


"Gak apa-apa aku baik-baik aja kok,kamu tenang aja yaa."Fai mengusap lengan sahabatnya agar tak khawatir.


"Fai."Malika memelas, dirinya benar benar khawatir.


"Aku gak apa-apa beneran deh,aku titip butik yaa ke kamu."


"Ya sudah,tapi kalau sudah sampai di rumah kamu kabarin aku yaa."


"Iya."Fai menjawab singkat.


Akhirnya Malika pun di antar kembali ke butik,mau tak mau Malika menurut.Dia juga tidak mau memaksa Fai.


"Kalau ada apa-apa jangan sungkan kabarin aku ya Fai."Ucap Malika sebelum turun dari mobil.


"Iya bawel."Fai tersenyum walau sedikit terpaksa.


"Fai."Malika yang hendak membuka pintu mobil,kembali duduk.


"Hmmm."


"Saran aku mending kamu dengar dulu penjelasan dari Aska ya."Fai hanya mengangguk dan tersenyum.


"Udah sana masuk,kasian itu anak-anak gak ada yang mengawasi."Malika pun akhirnya turun dari mobil Fai dan masuk setelah memastikan mobil Fai melaju.


Setelah satu jam lebih berkeliling tapi Aska tak melihat tanda-tanda keberadaan mobil Fai.


"Kenapa gak kepikiran sih,ya udah kita ke butik Fai sekarang."Otaknya buntu tidak bisa berpikir,terlalu kalut memikirkan Fai.


Sesampainya di butik Fai,Aska lagi lagi tak melihat mobil Fai.


"Tapi mobil Fai gak ada Roy."Ucap Aska dengan putus asa.


"Kita masuk aja dulu Ka."Aska dan Roy langsung masuk kedalam butik.


"Fai ada di dalam?"Tanya Aska pada salah satu karyawan.


"Ibu Fai tidak kembali lagi Pak setelah keluar bersama Malika,Malika datang sendiri kemari."


"Dimana Malika?"Tanya Aska tak sabar.


"Ada di sebelah sana."Tunjuknya di bagian ujung butik.


Aska dan Roy segera menghampiri Malika yang sedang sibuk merapihkan baju yang sedang di pajang.


"Malika,Fai dimana?"Tanya Aska setelah berdiri di belakang Malika.


Malika terlonjak kaget tiba-tiba mendengar suara Aska.


"Fai tadi langsung pulang ke rumah Pak, katanya mau istirahat."


"Terima kasih Malika."


"Roy kunci mobil mana,aku harus menemui Fai.Kamu kembali ke kantor pakai taksi saja."


Roy pun menyerahkan kunci mobil pada Aska.

__ADS_1


"Hati hati Aska jangan ngebut."


"Malika,kamu marah juga sama aku?"Tanya Roy setelah Aska pergi.


"Maaf kak saya sedang bekerja, jadi tidak bisa membicarakan hal yang bersifat pribadi."Ucap Malika datar.Malika juga kesal mengapa Roy tak bercerita tentang hal ini pada dirinya.


"Baiklah,nanti malam aku akan ke rumahmu dan menceritakan semuanya.Aku permisi selamat bekerja."Roy mengalah dan tidak mau mengganggu jam kerja Malika.


Sesampainya di rumahnya,Aska kembali dibuat terkejut karena tidak mendapati mobil Fai di garasi.Buru-buru Aska keluar dari mobilnya.


"Fai,kamu dimana sayang?"Panggil Aska.


"Fai."Aska berlari menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua.


Ceklek...


"Sayang,kamu didalam?"


Hening,tak ada tanda jika Fai sudah datang.Terlihat dari kasur yang masih rapih,pertanda belum ada yang menempati.Aska masuk ke dalam kamar mandi ternyata kosong.Beralih ke ruang pakaian,kosong juga.Aska dengan ragu membuka lemari pakaian baju Fai.Takut jika Fai sudah pulang dan membawa baju bajunya dan ternyata semua bajunya masih tersusun rapi,Aska bernafas lega.


Aska kembali keluar kamar,menuruni tangga.


"Fai."Panggil Aska.


"Faiza kamu dimana sayang."Teriak Aska frustasi karena tak melihat Fai dimanapun.


"Maaf Mas Aska,Mba Fai belum pulang sejak tadi pagi."Ucap salah satu pelayan di rumah Aska.


Aska tak menjawab, dirinya menjambak rambutnya kesal.


"Aska,ada apa nak?kenapa kamu teriak teriak panggil Fai.Setahu Mama,Fai belum pulang."Mama Aska yang berada di kamarnya mendengar anaknya berteriak memanggil istrinya lalu menghampiri Aska.


"Fai Ma,Fai tadi lihat aku,Alvian dan Viona di restoran.Dan dia pergi sebelum aku menjelaskan semuanya."


"Kamu duduk dulu, tenang Aska."Mama Nita mengajak Aska duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.


"Bi, tolong ambilkan minum buat Aska."Ucap Mama Nita pada pelayan.


"Mama sudah mendengar cerita tentang Viona dari Papamu.Dan kata Papa kamu belum beritahu Fai tentang masalah ini?Aska, sebenarnya Mama tidak setuju kamu tak membicarakan masalah ini.Harusnya kamu tetap ceritakan ini dengan Fai,agar maslah ini tak terjadi."


"Aska pikir,Aska akan ceritakan semuanya pada Fai jika semuanya sudah jelas jika anak itu anak Aska atau bukan.Tapi ternyata Fai justru melihatnya di waktu yang tidak tepat."


"Biarkan Fai sendiri dulu nak,Fai butuh waktu sendiri."


"Tapi Ma,Aska khawatir.Hp nya mati Aska gak bisa hubungi Fai."


"Mungkin Fai pulang ke rumah orang tuanya."


"Tapi kalau disana juga Fai tidak ada gimana Ma?Apa yang harus Aska katakan pada mertua Aska."Aska mengusap wajahnya kasar.


"Kau jelaskan saja semuanya pada mertua mu,pasti mereka mengerti.Lebih baik sekarang kamu tenangkan diri kamu setelah itu kamu pergi ke rumah orang tua Fai."


"Kalau begitu Aska langsung pergi saja Ma,Aska gak bisa tenang kalau belum bertemu dengan Fai."


"Ya sudah hati-hati bawa mobilnya."


Sementara itu di satu ruangan,seorang wanita masih terdiam.Saat ini dirinya tidak ingin bertemu ataupun di ganggu oleh siapapun apalagi dengan suaminya.


"Maaf mas,aku gak mau bertemu kamu dulu.Aku terlalu takut mendengar penjelasan yang keluar dari mulutmu."Ucapnya dengan nada lirih.


MAAF YAA SUDAH LAMA TIDAK UPDATE.SEMOGA GAK BOSAN YA NUNGGUNYA.SETELAH INI AKAN DIUSAHAKAN LEBIH SERING UPDATE

__ADS_1


__ADS_2