
Sementara itu di tempat lain,Mama Nita dan Sherly kini sedang di perjalanan menuju rumah.Selama dalam perjalanan Mama Nita diam,dia hanya fokus menyetir.Walaupun usianya yang tidak muda lagi,tak menghalangi Mama Nita untuk bepergian seorang diri.Mama Nita bahkan masih aktif di deretan ibu-ibu sosialita juga di bagian bakti amal.Mama Nita lebih senang menyetir sendiri ketimbang memakai sopir.
Mereka pun sampai di rumah,Mama Nita membanting pintu dengan keras,membuat Sherly terlonjak kaget.
Mampus gue,pasti Tante Nita bakal marah besar nich.
"Duduk Sherly Tante mau bicara,"Ucapnya setelah mereka sampai di ruang tengah.
"Apa maksudmu melakukan itu pada Fai?" Tanya nya langsung.
"Aku tidak bermaksud apa-apa Tante,aku khilaf."
"Tidak mungkin,kamu pasti sudah merencanakan sebelumnya.Tante benar-benar kecewa sama kamu Sherly."Mama Nita sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.
"Aku benar-benar khilaf Tante,maafkan Sherly."Sherly mulai terisak,dia tidak pernah di marahi seperti ini oleh Mama Nita.
"Jangan kira Tante tidak tahu kalau kamu tidak suka dengan Fai.Dari kemarin kamu sengaja mengalihkan perhatian Aska agar selalu berpusat padamu dan mengabaikan Fai."Mata Sherly terbelalak, ternyata Tantenya itu tahu akal bulusnya.
"Gak gitu Tante,aku kan emang kangen sama kak Aska.Jadi wajar dong,kalau aku minta temenin jalan-jalan sama kak Aska.Kok Tante jadi nyudutin aku gini sih, seolah-olah aku bersalah banget gitu."Sherly mulai tak terima.
"Kamu memang bersalah bangeet Sherly.Tante tahu kalau kamu itu sayang sama Aska,bukan sekedar sayang antar sepupu tapi lebih tepatnya sayang antara lelaki dan wanita."
"Tante gak usah ngasal dech,mana mungkin aku ada perasaan begitu sama Kak Aska."Sherly mengelak.
"Pokoknya Tante akan adukan perbuatan kamu tadi pada Mama kamu!"
"Jangan dong Tante,nanti aku pasti kena marah sama Mama."Rengeknya.
"Tante gak peduli,dan rubah sikap kamu ke Fai.Fai menantu Tante,jadi jaga sikap kamu!"Tante Nita bangkit lalu pergi meninggalkan Sherly yang masih duduk di tempatnya.
Ini semua gara-gara si Fai itu!
Sampai kamar,Mama Nita mengambil ponselnya lalu menghubungi adiknya yang tak lain Mamanya Sherly.Setelah panjang lebar menjelaskan kejadian tadi,Mama Nita menutup telponnya ,lalu mengganti baju dan menuju ranjangnya.Hari ini dia merasa tubuhnya lelah karena sudah melewati kejadian yang menguras emosi.
Aku benar-benar tidak enak dengan Fai karena kelakuan Sherly.Mama Nita memijat pangkal hidungnya.Dia merebahkan dirinya di ranjang empuk miliknya,lalu tak lama Mama Nita pun tertidur.
Di kamar lain, Sherly sedang menerima panggilan dari Mama nya,benar saja Sherly di marahi habis-habisan oleh Mamanya.
"Kalau kamu membuat ulah Disana,lebih baik kamu pulang saja sher.Mama malu dengan kelakuan kamu pada istrinya Aska.Memangnya apa salah istrinya Aska sampai kamu berbuat begitu."Mama Sherly Marah.
Sial, gara-gara Fai aku jadi kena marah Tante Nita dan Mama.Awas saja kamu Fai,aku tidak terima.
"Kenapa kamu diam saja,Hah!"Ucap Mamanya lagi karena Sherly hanya diam.
"Ma,aku benar-benar tidak sengaja."Ucap Sherly lirih.
"Seperti itu kok gak sengaja.Jangan mengada-ada kamu.Pokoknya kamu cepat pulang,jangan lama-lama Disana.Mama tidak mau dengar kamu membuat ulah lagi."
"Tapi Sherly masih mau disini Ma.Sherly baru saja dua hari disini."
"Satu Minggu saja kamu Disana, setelah itu pulang.Dan jangan membuat ulah lagi."Ultimatum Mamanya membuat Sherly diam.
Kenapa semua orang membela wanita itu...
Di kantor Aska,Aska sudah kembali semangat lagi setelah makan siang bersama istrinya dan mendapatkan vitamin lagi dari Fai.Bibirnya dari tadi terus saja menyunggingkan senyum lebar.Tiba-tiba pintu terbuka lebar,Roy masuk karena sudah mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada sahutan dari dalam.Roy menyerngit heran melihat Aska yang sedari tadi tersenyum dan tak sadar kalau dirinya sudah sadar.
Bruuukk...
Roy meletakkan map dokumen dengan kuat,membuat Aska terlonjak kaget.
"Sialan loe,bikin kaget aja."
"Lagian loe yaa,udah ketemu Fai di kasih vitamin pula katanya,masih aja gak fokus kerjanya."
__ADS_1
"Sorry,sorry,iya ini gue fokus kerja lagi."Aska kembali melihat ke arah laptop di hadapannya.
"Terus loe kesini mau ngapain?"Ucap Aska tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Gue kasih berkas kontrak kerjasama dari Perusahaan yang kemarin sudah deal."
"Semuanya beres?"
"Kalau belum beres gak mungkin gue serahin ke loe,tinggal loe periksa lagi aja.Kira-kira ada yang kurang gak."
"Oke,nanti gue periksa lagi."Roy pun kembali ke ruangannya.
Telpon di ruangan Roy berdering,lalu Roy pun mengangkatnya.
"Maaf Pak,ada kendala di proyek kita yang berada di Sumber Asri."Ucap Karyawan yang memantau di proyek.Karyawan kantor hanya memantau keadaan proyek satu Minggu sekali,karena mereka harus berpindah dari proyek satu ke proyek lain.
"Kendala apa?"Tanya Roy tegas.
"Para buruh mogok kerja Pak,mereka menuntut upah yang menurut mereka tak sepadan dengan kerja mereka dan juga upah yang sering telat di berikan.Mereka ingin bertemu langsung dengan pihak perusahaan."
"Mana mandor di tempat itu saya mau bicara!"
"Justru itu Pak,Mandor disini ternyata sudah lima hari tidak datang."
Sepertinya ada yang tidak beres.Batin Roy .
"Ya sudah kalau begitu saya akan kesana."
Roy menghampiri Aska terlebih dahulu.
"Aska,gue mau ke proyek yang di Sumber Asri,ada kendala di sana."
"Kendala apa?"
"Kenapa bisa seperti itu?bukannya kita bayar mereka sesuai dengan kesepakatan awal."
"Gue juga gak tau kenapa,makanya gue mau kesana langsung.Karena mereka juga ingin bertemu pimpinan perusahaan."
"Ya sudah loe yang urus."
"Sepertinya masalah ini bersumber dari mandor Aska,karena kata karyawan kita mandor tersebut sudah lima hari tidak datang."
"Ada yang ingin main-main rupanya."Ucap Aska
"Ya sudah gue ke proyek dulu."
Roy sampai di proyek,masih terlihat buruh yang demo.Walaupun karyawan mereka mencoba menenangkan tetap saja,para buruh ingin bertemu dengan pihak pimpinan langsung.
"Dua perwakilan dari kalian menghadap saya ke dalam."Ucap Roy dengan dingin,membuat para buruh langsung diam.
"Begini Pak Roy,kami mengeluhkan upah yang kami dapat terlalu kecil,bahkan kami sering telat menerima upah."Ucap salah satu buruh.
"Memangnya selama ini berapa upah yang kalian dapat?"Tanya Roy.
"Kami hanya menerima upah Rp.100.000 untuk kuli dan yang tukang Rp.150.000,tidak sesuai Pak.Di awal memang kami mendapatkan masing-masing Rp.150.000 dan Rp.200.000.Kami bahkan sudah lima hari tidak mendapat upah karena mandor tak datang."Buruh menjelaskan.
"Seharusnya memang seperti itu pembayarannya Rp 200.000 dan Rp.150.000."
"Tapi benar kami hanya menerima itu saja.Kami hanya menerima upah besar selama dua bulan saja,tapi seterusnya kami hanya mendapat Rp.100.000 dan Rp.150.000."
"Kenapa kalian tidak melaporkannya kepada pihak perusahaan, bukannya setiap Minggu karyawan kami selalu datang untuk memantau."
"Kami kira itu memang kebijakan dari perusahaan Pak,karena Pak Ridwan (mandor) bilang bahwa anggaran untuk proyek ini di kurangi,jadi mau tak mau upah kami juga di potong.Kami bahkan dua bulan ini sudah tidak menerima jatah makan siang lagi Pak."
__ADS_1
"APAAA...!"Rendra kaget mendengar penjelasan dari buruh tersebut.
"Kami tidak pernah mengurangi upah,upah kalian tetap sesuai dengan kesepakatan awal.Dan jatah makan kalian juga tetap di berikan."Dua orang buruh kaget mendengar penjelasan dari Rendra.
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan mandor itu.Keluhan kalian kami terima,saya akan menelpon pimpinan Perusahaan ini untuk memberi solusi kalian."
"Kami tidak akan kerja sebelum kami mendapat kejelasan dari masalah ini."
"Baik, secepatnya kami akan menyelesaikan Masalah ini."Dua orang buruh pun keluar.
Roy segera menelpon Aska dan menceritakan kepada Aska keadaan di proyek.Aska marah,dia sudah kecolongan.
"Kurang ajar,rupanya si Ridwan sudah berbuat curang."Aska marah.
"Aku akan kirimkan uang,bayarkan upah mereka sesuai kesepakatan awal.Dan juga bayar kekurangan upah mereka selama tiga bulan ini,juga kasih mereka uang sebagai ganti uang makan.Dan secepatnya cari mandor pengganti."Aska memijit pelipisnya,setelah ini dia harus mengurus mandor yang sudah berbuat curang.
Roy keluar menemui para buruh dan mengatakan apa yang di ucapkan Aska.
"Hari ini kami akan membayar upah kalian penuh dan juga membayar kekurangan upah kalian selama tiga bulan ini."Sorak Sorai terdengar dari mulut para buruh, mereka tersenyum senang.
"Saya akan mengklarifikasi,bahwa pihak perusahaan tidak pernah mengurangi upah kalian.Upah kalian tetap sama sesuai kesepakatan awal dan kami juga akan mengganti jatah makan kalian dengan uang.Setelahnya kalian akan tetap mendapat makan siang."
Mereka semua kaget, rupanya selama ini mandor yang mereka kira baik,ternyata sudah berbuat curang.
"Gunakan sisa waktu kalian untuk bekerja kembali,saya akan mengurus uang kalian."Para buruh pun kembali bekerja dengan hati senang.
Ridwan kamu benar-benar tidak tahu diri,sudah ditolong ternyata malah berbuat curang,setelah ini aku akan memberi pelajaran agar kau jera.Kesal Roy.
Roy pergi ke ATM untuk menarik uang upah buruh, lalu kembali ke proyek untuk menyerahkan uang kepada para buruh.Para pekerja terlihat sangat senang menerima hak mereka.
Setelah urusan selesai Roy pun meninggalkan proyek,Roy langsung pulang tak kembali ke kantor karena sudah waktunya pulang kerja.Roy pun melajukan kecepatan sedang,dia ingin menikmati suasana sore ini.Saat berada di jalanan yang lumayan sepi,Roy melihat seorang wanita sedang mendorong motornya.Roy memelankan laju kendaraannya.Roy pun menepikan mobilnya tak jauh dari wanita tersebut.Lalu menghampiri wanita tersebut.
"Motornya kenapa mba?"Tanya Roy yang tak melihat wanita tersebut karena wanita itu sedang menunduk.
"Motor saya pecah ban....Pak."Ucapannya terpotong karena melihat orang Yang ada di depannya.
Roy pun terkejut,rupanya yang dia tanyai adalah Malika, sahabat Fai.
"Tapi bengkel dari sini jauh."Ucap Roy kaku.
"Tidak apa-apa Pak,saya ma__."Ucapan Malika terpotong.
"Saya antar kamu pulang."Ucap Roy cepat.
"Tidak usah Pak,saya tidak mau merepotkan bapak."
"Saya tidak repot dan jangan panggil bapak-bapak saya belum menikah dan punya anak."Roy tak suka Malika memanggil dengan sebutan bapak.
"Tapi motor saya gimana?"Malika takut menolak Roy,karena terlihat raut wajah Roy yang kaku.
"Nanti biar orang bengkel yang membawanya."Malika mengangguk.
Malika pun masuk mobil Roy dan pergi meninggalkan motor Malika.
"Aku jamin motormu tidak akan hilang,kalau hilang biar aku ganti."Roy seolah tahu ketakutan Malika.
"Terima kasih Pak."
"Eheem,jangan panggil saya bapak."
"Maaf Pak eehh Kak."
Roy pun mengantarkan Malika pulang...
__ADS_1
Bersambung...