
Tak terasa kini kehamilan Fai sudah menginjak empat bulan.Saat masa kehamilan, ketika seorang mama atau calon mama memasuki usia kandungan empat bulan, biasanya pihak keluarga akan mengadakan syukuran untuk menyambut sang calon buah hati.Sebab dalam ajaran Islam, usia kandungan empat bulan merupakan saat di mana ruh telah ditiupkan ke dalam janin yang telah tumbuh di kandungan seorang mama.
Begitu pun dengan Fai,dirinya sangat antusias ingin mengadakan acara syukuran empat bulanan.Acara akan di adakan hari Minggu nanti,masih ada dua hari lagi untuk menyiapkan semuanya.Acaranya hanya sederhana hanya mengundang anak yatim piatu sekitar seratus orang dari yayasan di bawah naungan Papa Bram sebagai donatur tetap di yayasan tersebut.
"Katering sudah mama pesan Fai,kamu jangan khawatir."Ucap Mama Nita.
"Iya Ma,terima kasih ya."
"Kok bilang makasih sih,ini kan juga tanggung jawab Mama sebagai calon Oma.Ruang tamu mau di dekor gak Fai buat foto-foto keluarga nanti."
"Boleh Ma,tapi yang sederhana saja ya ma."Sebenarnya Fai tidak mau ada dekorasi tapi tidak enak dengan Mama mertuanya.
"Iya,kita pakai dekorasi yang sederhana saja.Nanti Mama hubungi teman Mama yang biasa dekor acara-acara seperti ini."Fai mengangguk.
Terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah.Mobil truk masuk membawa peralatan tenda untuk di pasang di halaman rumah orang tua Aska.Para pelayan bagian dapur bersiap menyediakan minum dan makanan untuk orang-orang yang memasang tenda.
Setelah selesai memasang tenda,truk tersebut meninggalkan halaman rumah orang tua Aska.Fai bengong melihat tenda yang di pasang begitu banyak.Karena saat tenda di pasang Fai ke atas masuk ke kamar dan tidur.
"Ma,kok tenda yang di pasang banyak banget, bukannya kita cuma mengundang seratus anak yatim yaa."Fai berbicara dengan Mama mertuanya yang ikut keluar rumah.
"Mama juga kaget ini kenapa Papa memesan tendanya begitu banyak, ternyata Papa juga mengundang kolega bisnisnya dan juga beberapa kerabat kita."Fai menggelengkan kepalanya,menghela nafasnya.Niatnya hanya ingin acara yang sederhana tapi kalau sudah mengundang banyak kolega dan kerabat begini bukan sederhana lagi.
"Aku kira hanya sederhana saja ma,cuma mengundang anak yayasan panti asuhan."
"Ya begitulah Papanya Aska Fai,dia gak bisa kalau gak harus mengundang para kolega bisnisnya,harap maklum yaa."Fai hanya mengangguk pasrah.
"Ya sudahlah ma,mau gimana lagi.Kalau begitu Fai masuk ke dalam lagi ya Ma."
...----------------...
Hari Minggu tiba,semua persiapan acara sudah siap.Tinggal menunggu para tamu datang.Fai dan Aska beserta para orang tua kompak memakai pakaian serba putih,semua baju rancangan Fai sendiri.Mendesain baju secara kilat dan pekerjaannya juga di dahulukan agar selesai tepat waktu karena waktunya yang mendadak.Tapi walaupun di kerjakan secara cepat hasilnya tetap bagus dan rapih.
"Kamu duduk disini saja sayang,jangan ikut sibuk mengurusi bagian makanan biar itu urusan katering."Aska menyuruh istrinya agar duduk,karena sedari tadi Fai tidak bisa diam mengatur makanan dan minuman yang akan di hidangkan.
"Aku kan cuma mau memastikan semuanya sudah siap mas."Fai menuruti suaminya dan duduk di kursi di bagian dekorasi.
"Iya mas tau,tapi mas gak mau kamu lelah sayang.Biar itu menjadi urusan para Mama."Aska menunjuk Mama dan Mama mertuanya ikut mengatur kesiapan acara.
__ADS_1
"Benar kata suamimu Fai,kamu kan yang punya acara masa ikutan sibuk turun.Kamu terima beres saja yaa,duduk nyaman disini."Papa Alam menghampiri Fai dan Aska.
"Iya Pa."
Tak lama Para Mama menghampiri Fai.
"Kamu capek gak Fai?dari tadi mama suruh duduk aja malah gak bisa diam."Mama Farah duduk di samping Fai.
"Fai gak capek kok Ma."
"Sekarang dia nurutnya sama Aska Far,kalau di omongin Aska baru deh denger."Mama Nita menyahut,Fai hanya bisa menyengir.
Tamu pun mulai berdatangan,para kolega bisnis Papa Bram sudah duduk di bangku yang sudah di sediakan.Fai dan Aska sebagai sang punya hajat menyambut mereka dengan baik.Tak lama terdengar suara mobil Bis berhenti tak jauh dari rumah orang tua Aska.Rupanya rombongan anak dari yayasan sampai.Fai antusias menyambut mereka.
Para tamu undangan duduk dengan nyaman di kursi yang sudah di sediakan.Acara pun di mulai,pembawa acara mulai menyebutkan serangkaian acara demi acara.Dan acara di tutup dengan pembacaan doa oleh pemuka agama.Semuanya dengan khidmat mengamini setiap doa yang di ucapkan sang pemimpin doa.
Setelah acara selesai,para tamu di persilahkan makan.Aska menemui kolega bisnisnya, meninggalkan Fai sendiri duduk di kursi dekorasi.Fai cemberut ditinggalkan begitu saja oleh suaminya.Fai pun bangun dari duduknya menghampiri Malika dan para karyawan butik.
"Duh bumil,kok malah menghampiri kita sih.Sini duduk duduk."Malika dengan sigap mengambil kursi untuk Fai duduk.
"Habisnya aku bete di tinggal mas Aska,dia menemui kolega nya."Malika dan yang lainnya tersenyum.
"Iya mba."Para karyawan menyahut.
"Kamu sendiri sudah makan belum Fai?"Tanya Malika.
"Belum,nanti nunggu mas Aska aja."
"Diihh,kelamaan nanti keburu laper lho.Aku ambilin yaa mau makan apa?"
"Gak ngerepotin nih?"
"Ya gak lah,kayak sama siapa aja sih kamu nih."Malika gemas dengan ucapan Fai.
"Aku mau siomay,terus sate ayam,rolade sama bakso tapi jangan pakai kuah yaa.Oya sama minumannya es Doger,sama es teler."
"Eehh busyet bumil makannya banyak amat."Malika dan yang lainnya terkejut lalu tertawa mendengar list makanan yang di sebutkan Fai tadi.
__ADS_1
"Namanya juga yang makan dua orang."Fai menjawab dengan santai.
"Buruan katanya mau ngambilin aku makanan."
"Iyaa,yuuk temani aku ambil makanan si boss,aku gak bisa kalau bawa sendirian."Malika mengajak satu karyawan butik.
Para karyawan butik melongo melihat Fai yang begitu lahap memakan makanan yang ada di meja.Semuanya di makan habis oleh Fai.
"Keren Fai,makanan segitu banyak kamu habiskan sendiri.Segitu mau nungguin Pak Aska makannya,yang ada bayi kamu keburu kelaparan."
"Iya nih,makin kesini nafsu makan aku semakin meningkat.Otomatis Berat badan aku drastis naik."
"Gak apa-apa yang penting kamu dan bayi kamu sehat Fai."
Setelah semuanya selesai makan,acara selanjutnya yaitu membagikan bingkisan kepada para anak panti asuhan.Fai sampai harus duduk di kursi karena harus menyalami tamu yang begitu banyak.
Acara selesai, orang-orang mulai pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Bramasta.Fai dan Aska senang karena acara berjalan dengan lancar tanpa halangan sedikit pun.
"Alhamdulillah acara empat bulanan Fai selesai dengan lancar."Pak Bram mengawali obrolan mereka,kini para orang tua berada di ruang tengah.Sementara Fai dan Aska sudah masuk ke kamar mereka karena Fai merasa lelah.
"Iya Pa,Mama senang akhirnya acara empat bulanan ini berjalan dengan lancar."
"Terima kasih ya Bram,Nita sudah mengadakan acara empat bulanan Fai dengan meriah."Papa Alam berucap.
"Kenapa berterima kasih, Fai juga kan anakku.Anak yang di kandung juga cucuku jadi sudah sepantasnya aku memberikan yang terbaik untuk mereka."
Sementara di kamar,Aska sedang merendam kaki Fai dengan air hangat karena kaki Fai terasa pegal dan sedikit bengkak karena terlalu lama berdiri.
"Gimana sudah enakan."Aska sambil memijat kaki Fai.
"Sudah mendingan mas,makasih yaa."
"Iya, makanya kalau di bilangin suami jangan ngeyel."Fai cemberut mendengar ucapan Aska.
"Mau di cium itu bibir monyong monyong gitu."
Tanpa mereka sadari sejak acara empat bulanan di mulai,ada wanita cantik yang memantau acara tersebut hingga selesai.Niatnya ingin bertemu dengan Aska,tapi justru kedatangannya tidak tepat karena ternyata ada acara di rumah tersebut.Dan yang lebih kaget lagi ternyata acara itu empat bulanan istrinya Aska.
__ADS_1
"Rupanya kau sudah menikah lagi Aska.Aku rindu denganmu."Setelah berkata begitu wanita cantik itu pun meninggalkan rumah Aska tanpa masuk ke dalam terlebih dahulu.
Bersambung..