
Malam semakin larut dan suasana kamar juga ikut sunyi. Sejak kepulangan Arlan tadi, keduanya masih bungkam. Fira tetap menyiapkan baju ganti untuk Aran yang saat ini sedang bersih-bersih di kamar mandi. Saat Fira sedang bermain ponselnya, Arlan sudah selesai mandi dan sudah berdiri di dekat ranjang. Bertepatan juga dengan baby Al yang menangis. Dengan cepat Fira mendekat ke box baby Al. Arlan yang melihat hanya menghela nafas pelan, lalu ia merebahkan badannya yang sangat lelah. Dan tak lama matanya terasa berat dan akhirnya tertidur..
Sudah lewat tengah malam dan baby Al belum juga mau tidur,dari tadi mengajak Mommynya bermain. Sedangkan Arlan sudah terlelap sejak tadi, terdengar juga suara dengkurannya. Fira menghela nafasnya, dirinya sudah sangat mengantuk, tapi bayinya belum juga mau tidur. Umurnya sudah hampir tujuh bulan, tapi baby Al masih saja suka mengajak Mommynya bergadang.
Air matanya menetes, rasanya ingin Fira membangunkan Arlan untuk bergantian. Tapi Fira juga tak enak, Arlan juga lelah setelah bekerja seharian.
" Ya sudah... Ini sudah jadi resiko memiliki bayi. Jam tidur jadi berantakan, beruntung masih ada sedikit kewarasan di diri ku." gumam Fira dalam hati.
Hampir menjelang subuh, baby Al baru mau tidur dan sudah nyenyak di boxnya. Mata sudah sangat berat, segera Fira melangkahkan kaki ke ranjang. Tak menunggu lama, Fira sudah masuk ke alam mimpi.
Alarm pertama sudah berbunyi tapi Fira matikan, dan beberapa saat kemudian alarm kedua berbunyi. Dengan mata yang masih berat, Fira memaksakan bangun. Bisa saja Fira kembali tidur, tapi Fira tak enak pada mertuanya jika bangun siang. Meskipun mertuanya tak pernah mempermasalahkannya.
Sebelum ke kamar mandi, Fira mengecek baby Al dan ternyata masih terlelap. Akhirnya Fira memutuskan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Baru saja akan membuka pintu kamar, terdengar baby Al menangis.
" Selamat pagi sayang... Kok udah bangun sih? Mau ikut Mommy ke bawah?" ucap Fira pada baby Al yang sudah berhenti menangis karena sudah melihat Mommynya.
" Ayo kita ke bawah, tapi nanti main sama Kakek atau Nenek ya." baby Al tersenyum saat Mommynya mengakatnya lalu menggendongnya.
Fira melirik ke ranjang, dan suaminya benar-benar tak terusik. Bahkan posisi tidurnya juga tak berubah dari semalam. Karena kesal, Fira menutup pintu dengan keras saat keluar kamar. Bukan hanya Arlan yang kaget dan akhirnya terbangun, tapi baby Al juga terkaget.
" Maaf sayang... Mommy lagi sebel sama Daddy." ucap Fira sambil mengelus dada baby Al.
__ADS_1
Saat sudah sampai di lantai bawah, terlihat kedua mertuanya sudah bangun. Sang Papa mertuanya sedang duduk di sofa ruang tamu di temani secangkir teh hangat. Sedangkan Mama mertuanya duduk menemani suaminya.
" Lho anak bayi ini kok udah bangun sih.." ujar Mama Ratih dan berjalan mendekati Fira dan baby Al.
" Iya Nenek... Mau main sama Nenek dan Kakek." Fira yang menjawab dengan suara anak kecil.
" Ayo sama Kakek, kita jalan-jalan keliling komplek." ajak Papa Anton dan baby Al langsung minta gendong ke Kakeknya.
" Sana pergi sama Kakek, biar Nenek sama Mommy menyiapkan sarapan untuk kalian." ujar Mama Ratih saat baby Al sudah di gendong Kakeknya.
" Mama ikut sekalian aja, biar Fira sama Bibi aja yang siapin sarapan." ucap Fira, ia sudah datang membawa stroller.
" Ya sudah... Nenek ikut ya sayang." ujar Mama Ratih dan langsung berlari ke kamarnya untuk mengambil sweater.
♡
Di lantai atas...
Setelah terbangun karena kaget, Arlan jadi langsung segar. Saat ini Arlan tengah duduk bersandar di head board ranjangnya. Semalam dirinya ingin mengobrol dengan Fira. Terlebih pagi harinya Fira mengeluarkan unek-uneknya dan membuat Arlan merasa bersalah sepanjang hari. Bukannya bisa mengobrol, malah dirinya ketiduran.
Puas memikirkan apa yang membuat Fira sejengkel itu terhadapnya, Arlan memutuskan untuk mandi. Nanti dirinya akan mencoba untuk mengobrol dengan Fira. Saat akan ke kamar mandi, ia melihat baju kerjanya sudah di siapkan Fira. Istrinya meski sedang mogok bicara dengannya tak pernah Fira melupakan untuk menyiapkan baju kerjanya.
__ADS_1
Kali ini Arlan tak memanggil Fira untuk memasangkan dasinya, meski dengan susah payah ia mencoba memasang dasi sendiri. Mungkin sudah kebiasaan setiap paginya di pasangkan Fira, ia jadi sedikit lupa cara memasang dasi. Meski hasil akhirnya tak sempurna, Arlan berhasil memasang dasi dan bertepatan dengan Fira yang masuk ke kamar.
Melihat dasi Arlan yang tak rapi, Fira berjalan mendekat dan tanpa suara memperbaiki dasi suaminya. Begitu juga dengan Arlan, ia diam dan hanya menatap Fira yang mukanya datar tanpa ekspresi.
" Bisa kita bicara sayang?" tanya Arlan pelan saat Fira sudah selesai memperbaiki dasinya.
" Pergilah sarapan, aku akan ke kamar Abi." jawab Fira dan langsung berlalu keluar kamar lagi.
" Huft... Sebenarnya apa sih salah ku. Apa ingin di layani istri itu salah?" gumam Arlan pelan saat tak melihat Fira.
Saat keluar kamar, bertepatan dengan Fira dan Abi juga akan turun ke bawah. Abi sudah rapi dengan seragam sekolahnya..
" Turun dengan Daddy ya Kak, Mommy mandi dulu dan kita berangkat." ucap Fira dan Abi mengangguk patuh.
" Tumben Boy udah rapi, biasanya harus sama Mommy siap-siapnya." ucap Arlan saat menuruni tangga.
" Aku sudah besar, jadi harus belajar mengerjakan semuanya sendiri. Meski masih ada di bantu Sus, aku tidak mau bikin Mommy kerepotan. Apalagi di pagi hari, kalau Daddy gak bisa bantuin Mommy, setidaknya jangan bikin Mommy makin repot. Aku paling gak suka kalau Mommy ku sedih apalagi menangis." jawab Abi bijak, kemudian ia berlari menuruni tangga karena melihat adiknya baru saja masuk ke rumah bersama Kakek dan Neneknya.
Arlan terngangga mendengar jawaban Abi, ia mematung di tengah-tengah tangga. Ingatannya kembali saat ia yang selalu merengek ke Fira di pagi hari, tidak peduli Fira repot di dapur, Fira repot menenangkan baby Al, repot dengan Abi. Akhir-akhir ini dirinya juga pulang malam, tak sempat bermain dengan kedua anaknya. Contohnya seperti semalam, dirinya pulang saat kedua anaknya sudah terlelap. Memang... Arlan dan Fira masih melakukan kegiatan suami istri, tapi setelah itu Arlan tidur dan Fira mengurus baby Al yang selalu bangun di tengah malam.
Dan di ingatan Arlan, Fira yang selalu bertanya kesehariannya. Sedangkan dirinya tidak menanyakan keseharian istrinya bagaimana, apakah capek? Apakah ada masalah di boutique? Bagaimana tumbuh kembang baby Al? Semua itu tak pernah ia tanyakan, dirinya senang di perhatikan Fira. Tapi dirinya tak balik perhatian ke istrinya...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...