
Kini Fai dan Aska,di ikuti oleh Mama Nita dan beberapa pelayan sudah berada di halaman belakang.Ada satu pohon buah mangga, buahnya cukup lebat tapi belum matang. Fai menatap pohon mangga dengan mata berbinar.
"Buruan mas kamu panjat pohon mangganya,aku sudah gak sabar ini mau makan mangga campur es cendol nya."Fai mendorong tubuh Aska agar terus melangkah mendekati pohon mangga.
"Sabar sayang,aku suruh Pak Heri saja ya yang naik pohon mangga dia kan sering ambil mangga."
"Gak mau,aku maunya kamu yang panjat dan ambil mangganya bukan orang lain mas."Fai cemberut.Mau tak mau Aska pun memanjat pohon mangga di depannya ini.
Sementara itu, Mama Nita berbisik sesuatu kepada salah satu pelayan di rumahnya.
"Tolong kamu belikan yaa,beli yang beberapa merk." Pelayan tersebut mengangguk dan pergi,Mama Nita lalu kembali bergabung dengan Fai.
"Nunggunya sambil duduk Fai."Mama Nita menyerahkan kursi kepada Fai.
"Iya Ma, Terima kasih yaa,kok Mama malah repot-repot gini bawain Fai kursi."
"Ya gak apa-apa dong, nanti capek kakinya kalau berdiri terus."Fai pun duduk di kursi.
"Yang ada sedikit kuningnya itu mas,pasti segar deh manis manis asem."Teriak Fai dari bawah.Aska sudah mulai memanjat pohon mangga.Aska hanya memberi tanda oke.
Srupphh...
Fai bahkan sudah membayangkan betapa segarnya buah mangga itu apalagi dicampur dengan es cendol mantap.Sementara itu Mama Nita hanya menggeleng melihat kelakuan menantunya.
"Mau berapa sayang mangganya?"
"Dua saja mas,"
Aska pun turun dari pohon mangga dengan membawa dua buah mangga.Fai langsung berdiri dan sedikit berlari menghampiri Aska yang baru saja turun dari pohon.
"Makasih ya mas,senang banget deh aku."Fai mengambil mangga dari tangan Aska dan masuk ke dalam tanpa menunggu Aska.
"Sini Non Fai,biar bibi saja yang buka mangganya."Salah satu pelayan mendekati Fai.
"Boleh Bi,habis itu di potong dadu kecil-kecil gitu ya Bi,mau aku campur di es cendol."Bibi mengangguk lalu menuju ke dapur dan mulai mengupas mangga.
"Di potong begini Non Fai?Kurang kecil gak?"Tanya Bibi.
"Ya segitu Bi,maaf lho sudah di repotkan sama Fai."
"Gak apa-apa atuh Non ini kan sudah tugas Bibi.Non Fai tunggu di meja makan saja nanti kalau sudah beres Bibi antar."Fai menggeleng.
"Aku mau lihat bibi kupas mangganya."Bibi hanya tersenyum.Fai mengambil garpu dan mencoba satu potong mangga.
"Hmmm..segar,manis manis asem."
"Sayang,kok aku di tinggal sih."Aska menghampiri Fai yang sedang asyik menikmati mangga.
"Maaf mas aku lupa kalau kamu masih di belakang."Aska cemberut lalu ikut berdiri di samping Fai.
"Memangnya gak asem sayang?"
"Gak terlalu asem kok enak segar tau mas,nih cobain."Fai menyodorkan potongan kecil buah mangga.
"Asem sayang,"Aska membuang kembali yang mangga yang di suapi Fai tadi.
"Enak tahu."Aska heran melihat istrinya.
Bibi pun selesai memotong buah mangganya,Fai langsung membawanya ke meja makan.
__ADS_1
"Bi,Fai minta tolong lagi yaa,tolong ambilkan es batu ini es cendolnya sudah gak terlalu dingin."
Fai menaruh potongan mangga ke dalam gelas es cendolnya menambah beberapa potong es batu lalu mengaduknya.
"Enak bangeeet."Fai lahap meminum es cendolnya.Aska ikut menelan ludah melihat Fai meminum es cendol.
"Mau coba gak mas?"Aska menggeleng.
"Kamu habiskan saja sayang,aku cukup lihat kamu saja sambil minum es Doger."
"Mama mau coba?"
"Gak Fai,mama sudah kenyang tadi makan jajanan kamu."Fai pun melanjutkan meminum es cendol mangganya.
Pelayan yang tadi di suruh membeli sesuatu oleh Mama Nita pun datang.
"Ini Nyonya."
"Terima kasih yaa."
"Mama beli apa?"Tanya Aska.
"Rahasia."
"Diihh...Pakai acara rahasia segala."
Di butik Fai, Setelah kepulangan Fai tadi siang pengunjung tiba-tiba membludak.Ramai yang datang untuk membeli atau sekedar melihat koleksi di butik tersebut.Bahkan ada juga yang ingin memesan baju dengan desain yang sudah terpajang.Hingga mereka tutup toko telat sedikit dari jam biasanya.Rupanya tanpa Malika sadari Roy sudah berada di dalam butik dan duduk di bangku yang sudah di sediakan.Roy sedari tadi memperhatikan Malika yang jalan kesana kesini untuk melayani pelanggan.Sifatnya yang ramah dan murah senyum kepada yang lain membuat Roy ikut tersenyum melihatnya.
Pintu di tutup dari dalam menyisakan beberapa orang yang masih asyik melihat-lihat, karena kalau tidak dilihat mereka tidak akan pulang-pulang karena sedari tadi orang-orang terus saja masuk ke dalam butik.Setelah semua pembeli keluar, mereka pun merapihkan kembali barang-barang yang acak-acakan.Setelah rapih kembali mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
"Mba Lika,kami pulang duluan yaa."Para karyawan berpamitan dengan Lika yang masih asyik menghitung laporan harian.
"Jangan lama-lama ngerjain laporannya mba,itu kasian sudah ada yang menunggu dari tadi."Ucap salah satu dari mereka.
"Siapa?"Tanya Malika.
"Itu Disana,Mas ganteng itu sudah dari tadi lho nunggu mba Malika."
"Masa?kok aku gak tahu yaa kalau dia ada disini."Malika bingung
"Mba Malika kan sibuk wara Wiri melayani pembeli dari tadi jadi mana tahu."
"Ya sudah kami pulang duluan yaa,bye mba Lika."
Sejak kapan dia Disana...
Malika pun mempercepat membuat laporan hariannya, biasanya Fai yang menunggu dirinya mengerjakan laporan.Tapi berhubung hari ini Fai pulang lebih dulu, akhirnya hanya dirinya sendiri dan tak sadar jika sudah ada seseorang yang menunggunya sejak tadi.
"Kak Roy sudah dari tadi?"Tanya Malika sambil mengerjakan laporan.
"Ya lumayan dari waktu kamu mondar-mandir kesana kemari melayani pembeli aku sudah duduk disini."Ucap Roy,lalu dirinya bangun dan jalan menghampiri Malika.
"Maaf ya Kak,aku sudah mengabaikan kakak.Aku tidak tahu kalau ada kakak disa...na."Malika kaget karena tiba-tiba Roy sudah berada di hadapannya.
"Duh..kaget aku Kak, tiba-tiba Kakak sudah ada di depan aku."Ucap Malika sambil mengelus dadanya,Roy tersenyum melihat ekspresi Malika yang dimatanya terlihat lucu.
"Masih lama?"Tanya Roy.
"Sebentar lagi Kak,sabar yaa."
__ADS_1
"Aku akan sabar menunggumu Ika."Malika hanya tersenyum, dirinya kembali fokus mengerjakan laporan dan menghitung uang yang masuk hari ini.
Lima belas menit kemudian Malika pun selesai dengan laporannya dan bersiap akan pulang.
"Sudah selesai?"Tanya Roy yang melihat Malika sudah menenteng tas di pundaknya.
"Sudah Kak,tapi aku bawa motor Kak."
"Gak apa-apa,biar motor kamu nanti orangku yang membawanya,mana kuncinya?"Malika menyerahkan kunci motornya pada Roy.
Mereka pun sudah berdiri di luar butik sebelumnya Roy ikut membantu Malika menutup pintu butik.Setelah itu Roy menyerahkan kunci motor Malika pada orang yang rupanya sudah berada di depan butik juga.
"Berhubung sudah mau malam juga gimana kalau kita makan dulu sebelum aku antar kamu pulang?"Ajak Roy.
"Boleh Kak."
Roy dan Malika pun masuk ke dalam mobil Roy menuju rumah makan yang akan mereka datangi untuk makan malam.
Kembali ke rumah Aska,Fai kini sudah selesai meminum es cendol mangganya.Fai terlihat senang sekali.
"Mas sekali lagi terima kasih yaa,kamu sudah mau panjat pohon dan memetik mangga buat aku."
"Sama-sama sayang,tapi semuanya gak gratis yaa,ada imbalannya."Aska menaikturunkan alisnya.
"Mas,ada Mama."Fai malu, suaminya memang terkadang tidak tahu tempat.
"Gak apa-apa Fai, Mama maklum kok.Oh ya Fai Mama mau tanya sesuatu sama kamu."
"Tanya apa Ma?"
"Apa bulan ini kamu sudah datang bulan?"Tanya Mama Nita.
"Datang bulan?Astaga aku baru sadar kalau aku belum datang bulan,sudah telat seminggu deh sepertinya."Fai sambil mengingat ingat tanggal terakhir dirinya datang bulan.
Mendengar hal itu Mama Nita semakin tersenyum dan yakin akan pikirannya.
"Fai ini Mama tadi belikan kamu testpack,kamu tes ya."Ucap Mama Nita dengan senang.
"Tapi ma,kalau hasilnya nanti...."
"Gak apa-apa sayang, apapun hasilnya yang penting kita semua tahu."potong Mama Nita.
"Tes kehamilan gitu ma?"Tanya Aska yang sedari tadi diam."
"Iya Aska."
"Gak apa-apa sayang, apapun hasilnya aku tetap terima kok."
"Ya sudah kalau begitu Fai coba tes ya."Fai menerima plastik dari tangan Mama Nita.
"Banyak amat ma testpack nya."Fai kaget karena ada lima testpack di kantong plastik tersebut.
"Ya gak apa-apa biar tahu."
"Tapi ma, bukannya kalau testpack itu bagusnya bangun tidur yaa."
"Iya,tapi itu ada yang kapan saja bisa Fai."Fai mengangguk.
Kini Fai dan Aska menuju kamar, Mama Nita ikut jalan di belakang mereka dirinya ingin tahu hasilnya.
__ADS_1
Fai masuk ke ke dalam kamar mandi,Aska dan Mama Nita menunggu harap-harap cemas di depan pintu kamar mandi.