Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 12 Memulai komitmen


__ADS_3

Fai dan Aska sudah sampai di rumah.Mama Nita bahkan menyambut kedatangan mereka.


"Langsung makan yuukz, Mama sudah lapar."Mama memeluk bahu Fai lalu mengajak Fai masuk ke dalam,Aska diam mematung dirinya tidak di ajak makan.


"Ma,aku gak di ajak makan juga,masa Fai saja."Ucap Aska dengan wajah cemberut."


"Eeehhh.Mama lupa kalau ada kamu Aska.Ayo masuk kenapa diam saja di depan pintu."Fai tersenyum melihat wajah Aska yang cemberut.


"Sepertinya posisi aku sebagai anak tunggal di rumah ini akan tergantikan."Ucap Aska dengan mode masih Cemberut.


"Bener banget,karena sekarang Mama sudah punya anak perempuan yang bisa Mama ajak shoping dan ke salon bareng."Ucap Mama Nita sambil tertawa.


"Kamu kan gak asyik kalau Mama minta temenin belanja."Lanjut Mama nya.


"Ya habisnya Mama kalau belanja bisa berjam-jam.Capeklah."


"Namanya juga perempuan Aska,kamu gak akan ngerti.Iya kan Fai."Ucap Mama Nita meminta pembelaan.


"Bener banget Ma."


"Udah gak usah cemberut aja,sini Mama sudah masakin kesukaan kamu.Ini ada udang saus Padang,sama capcay,juga Ayam crispy."Mata Aska berbinar melihat hidangan yang ada di meja makan.


"Mama memang the best."Aska Mengacungkan kedua jempolnya.


"Fai,kamu gak alergi udang kan?"Tanya Mama Nita.


"Gak Ma,Aku mah pemakan segala."Ucap Fai sambil tertawa kecil.


"Aku mau pakai semuanya ya Fai."Ucap Aska saat Fai akan mengambilkan makanannya.


"Emangnya ini buat kamu,ini buat aku sendiri kok."Ucap Fai membuat Aska kembali cemberut.Dan itu membuat Mama Nita tertawa.


"Becanda."Fai sambil mencubit pipi Aska lalu meletakkan piring di depan Aska.


"Dasar,terima kasih yaa."Lalu mencium Pipi Fai.Membuat Fai malu karena di cium di depan mama mertuanya.


"Aska."Fai mencubit paha Aska.


"Sakit Fai."Aska meringis Sambil mengusap-usap pahanya yang habis di cubit Fai.


"Eeehhh..maaf sakit yaa."Fai ikut mengelus paha Aska,membuat Aska tersenyum penuh kemenangan.


"Kamu bohong yaa,dasar"Fai kini malah memukul paha yang tadi dia elus.Fai menatap Aska tajam,yang di tatap malah tersenyum.


"Sudah-sudah,kok kalian malah bertengkar sih.Ayo buruan makan."


Mereka pun makan dengan tenang,sambil sesekali berbincang.


"Tambah dong Fai,"Ucap Aska sambil menyodorkan piring ke Fai.


"Lapar apa doyan?"Tanya Fai sambil kembali mengisi piring Aska.


"Dua-duanya."Ucap Aska.


"Aska kalau sudah ketemu makanan kesukaannya dia bisa nambah berkali-kali Fai."Mama Nita menimpali.Aska malah asyik menghabiskan makanannya.Membuat Fai melongo.


Setelah selesai makan,Aska kembali ke kantor.Fai masuk kedalam kamar mereka.Fai ingin berganti pakaian rumahan sekaligus ingin memasukkan pakaiannya ke dalam lemari.Tetapi saat masuk ke ruang pakaian,Fai mencari kopernya tetapi tidak ada.Fai mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.Ternyata kopernya sudah berada di lemari khusus bagian koper-koper.

__ADS_1


Fai pun membuka lemari pakaian satu persatu mencari pakaian nya,lalu Fai pun tersenyum saat melihat pakaian nya sudah tersusun rapi di lemari.Bahkan tak hanya pakaiannya, beberapa tas,sepatu dan pernak-pernik yang di bawa Fai sudah berada di tempatnya.


Ini pasti tadi pagi Aska yang menyuruh Bi sari untuk membereskannya.Kan aku jadi gak enak.Gumam Fai.


Setelah mengganti baju Fai turun ke bawah,dia ingin mengucapkan terimakasih kepada Bi Sari.Di ruang tengah dia melihat Mama Nita sedang serius menonton TV.


"Ma di dapur ada mangga gak yaa,pengen buat jus mangga."


"Sepertinya masih ada Fai,minta Bi sari saja yang buatkan."


"Gak usah Ma,biar Fai sendiri saja yang buat.Mama mau juga?"


"Boleh deh,kayaknya enak siang-siang gini minum jus mangga."


"Ya sudah Fai buatkan dulu yaa."Fai pun berlalu ke dapur.


Di dapur ternyata sepi tidak ada orang.Dapur juga sudah bersih dan rapih.Fai lalu membuka kulkas mencari mangga setelahnya mengupas dan memotong lalu mengambil blender.Saat asyik memasukkan buah ke blender, tiba-tiba Bu Sari datang.


"Non Fai kenapa gak panggil Bibi, sini biar Bi sari saja yang buat."Ucap Bi sari.


"Gak usah Bi,ini juga udah mau selesai.Aku minta tolong ambilkan gelasnya saja ya Bi dua."


"Iya Non,"Lalu Bi Sari mengambilkan gelas dan nampan.


"Bi terima kasih ya sudah membereskan pakaian Fai, harusnya biar Fai saja yang bereskan."Ucap Fai tak enak.


"Sama-sama Non,kan itu sudah tugas Bi Sari jadi Non Fai tak perlu terimakasih,Dan Non Fai juga jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan Bi Sari."Fai tersenyum menanggapi.


"Ada cemilan gak ya Bi,soalnya aku suka nyemil."Ucap Fai sambil tersenyum kecil.


"Ada Non,Non Fai tunggu saja di depan nanti Bi Sari bawakan."


"Jangan sungkan Non."


Bi Sari tersenyum senang,istri Aska kali ini sangat baik,sopan dan juga ramah.Beda sekali dengan istri Aska sebelumnya.Merasa Nyonya besar seenaknya kalau menyuruh pelayan di rumah dan juga sering memarahi para pekerja yang ada di rumah ini.Bahkan lebih galak daripada Nyonya Nita sang Nyonya rumah.


"Lho gak jadi buat jus mangga nya Fai?"Tanya Mama Nita karena Fai kembali tidak membawa apa-apa.


"Nanti di bawakan sama Bi Sari Ma,Katanya biar Bi Sari saja yang bawa."Mama Nita mengangguk.


Tak lama Bi Sari datang membawa dua gelas jus dan dua toples cemilan.


"Terima kasih ya Bi."Ucap Fai.


"Sama-sama Non Fai,kalau butuh apa-apa panggil Bi sari saja "Fai tersenyum dan mengangguk.


"Ini Ma jus nya,Maaf ya Ma aku minta bawain sekalian cemilan sama Bi Sari."


"Gak apa-apa Fai,anggap rumah ini sebagai rumah kamu sendiri.Jadi jangan sungkan yaa."


"Iya Ma,soalnya Fai kalau di rumah suka sekali nyemil, terkecuali malam Fai gak mau nyemil takut gendut."Fai tertawa,Fai mencoba mengakrabkan dirinya dengan mama mertuanya.


"Bagusnya kalau malam emang jangan nyemil Fai,tapi kalau nyemil nya buah ya bagus."


Mereka pun asyik menikmati jus dan cemilan sambil menonton tv dan juga berbincang-bincang.


"Fai,kamu mau dengar masa lalu tentang Aska?Kenapa dia sampai bercerai dari istrinya!"

__ADS_1


"Kalau Mama tak keberatan,aku mau mendengar nya Ma."Lalu Mama Nita pun menceritakan semuanya dari awal.


"Aska harus menelan pil pahit atas pengkhianatan yang di lakukan oleh sang istri.Istrinya berselingkuh dengan mantan pacarnya.Bahkan mantan istrinya itu secara terang-terangan berucap bahwa dia tidak pernah mencintai Aska.Dia hanya terpaksa menerima lamaran Aska.Tentu saja Ucapan mantan istrinya itu sungguh membuat Aska tak percaya dan merasakan sakit hati yang teramat dalam. Padahal sebelumnya mereka sudah menjalin hubungan selama satu tahun dan hubungan keduanya selalu harmonis."


"Pernikahan yang baru berjalan tiga bulan harus kandas hingga keputusan untuk bercerai merupakan keputusan yang terbaik untuk hubungan keduanya.Sebenarnya Kejadiannya sudah lama yaitu tiga tahun yang lalu.Sejak saat itu sikap Aska pun semakin dingin,bahkan Aska semakin menjaga jarak dan membentengi dirinya agar tak tertarik dengan yang namanya perempuan.Kami sebagai orang tuanya merasa kasihan dengan nasib percintaan anak kami.Kami sangat takut jika Aska sampai tidak mau menikah lagi.Kami tidak mau Aska selalu berada dalam bayang-bayang masa lalunya."


"Maafkan kami ya Fai karena sudah egois menjodohkan kalian berdua."Mama Nita menangis,Fai segera memeluk nya.


"Tidak apa-apa Ma,aku maupun Aska mencoba menerima perjodohan ini.Jujur ternyata masa lalu Aska hampir sama yang aku alami,bahkan kejadiannya belum lama Ma baru satu tahun yang lalu."Ucap Fai.


"Iya nak, Mama sudah tau cerita mu dari Papa mu.Mama harap kamu dan Aska bisa saling membuka hati kalian, lupakan semua masa lalu yang kelam.Dan buka lembaran baru bersama Aska.Mama yakin suatu saat kalian akan hidup bahagia dan saling mencintai."


"Doakan pernikahan kami ya Ma semoga selalu bahagia."Ucap Fai sambil memeluk Mama Nita lagi.


Aku akan coba buka hati aku buat kamu Aska.


"Pasti sayang, Mama selalu mendoakan kebahagiaan anak-anak Mama.Mama senang kamu mau melayani Aska dengan baik.Menyiapkan pakaian kerja dan juga mengambilkan makanan untuk Aska.Walaupun Mama tahu kamu Belum ada perasaan apa-apa tehadap Aska.Bukan maksud Mama untuk membandingkan, bahkan dulu mantan istrinya Aska tidak pernah memperlakukan Aska begitu."


"Iya Ma,ini semua berkat nasihat dari Mama Farah.Aku harus tetap melayani suami aku."


Setelah itu Fai kembali ke kamarnya karena dia merasa mengantuk.Tak terasa hari sudah sore,Fai bangun ,dia pun kaget melihat jam di ponselnya waktu sudah menunjukkan jam lima lewat.


'Lama sekali aku tertidur'


"Sudah bangun Fai?"Tanya Aska yang baru keluar dari ruang pakaian.


"Astagfirullah bikin kaget aja.Maaf ya aku gak tahu Kamu sudah pulang."Fai mendekati Aska lalu mencium tangannya.


"Tidurmu nyenyak sekali sampai aku masuk kamar tidak tahu."Fai nyengir.


"Kalau gitu aku mandi dulu yaa.Aku belum shalat ashar."


Malam hari setelah makan malam selesai,Fai ,Aska beserta orang tua Aska berbincang-bincang di ruang tengah.Setelah itu mereka masuk ke kamar mereka masing-masing.Fai sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur begitu juga dengan Aska.Lalu mereka pun duduk di atas tempat tidur.Tiba-tiba kecanggungan menghampiri mereka berdua.


"Fai."


"Aska."Ucap mereka bersamaan.


"Kamu dulu Fai."Ucap Aska.


"Tadi siang kata kamu ada yang mau kamu bicarakan sama aku.Mau bicara apa?"Aska hanya diam tak menjawab.


"Boleh aku pegang tangan kamu Fai?"Tanya Aska,Fai hanya mengangguk tanda menyetujui.


"Fai,Aku tahu kita menikah karena perjodohan.Aku dan kamu hanya dua orang asing yang tiba-tiba harus menikah.Dan ternyata kita memiliki masa lalu yang hampir sama yaitu sama-sama di khianati oleh orang yang kita cinta.Untuk itu mari kita buka lembaran baru,aku akan berusaha membuka hati aku untuk kamu.Dan aku juga berharap kamu juga mau berusaha buka hati kamu untuk aku.Jujur aku ingin pernikahan aku kali ini menjadi pernikahan aku yang terakhir.Kamu mau kan memulai kehidupan baru ini bersamaku,kita bangun rumah tangga kita menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah."Fai malah menangis mendengar kata-kata yang Aska ucapkan,lalu dia pun mengangguk.Dia tak tahu harus berkata apa.


"Terima kasih Fai."Lalu Aska pun memeluk dan mencium kening Fai lama.


"Aku juga akan mencoba buka hati aku untuk kamu Aska.Tapi aku minta maaf,aku belum bisa melakukan kewajiban aku sebagai istrimu .Aku belum siap Aska."


"Tak masalah Fai,aku akan memberikan waktu sampai kau siap Fai.Tapi jangan lama-lama yaa,aku sudah lama puasa."Bisik Aska di akhir kalimat nya.


"ASKAAA."Fai mencubit perut Aska.


"Tapi bolehkan kalau tidurnya sambil meluk kamu."Fai mengangguk malu.


Akhirnya mereka menghabiskan malam panjangnya dengan saling berpelukan.Mencoba menghilangkan kenangan buruk masa lalu dan membuka lembaran baru yang lebih bahagia.Semoga saja.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2