Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 39 Periksa kehamilan


__ADS_3

Fai tak terganggu sama sekali saat Aska menggendongnya hingga ke kamar mereka.Aska meletakkan Fai hati-hati agar istrinya itu tak terbangun.Setelah meletakkan Fai,Aska pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Fai.Membuka baju Fai dan menciumi perut Fai sambil mengelus-elusnya,lalu tak lama Aska pun ikut tertidur.


Keesokan harinya, Fai dan Aska kembali ke aktifitas masing-masing.Mereka akan ke rumah sakit sore hari setelah Aska pulang dari kantor.Aska sudah menghubungi Nadya untuk membuat janji.


"Pagi sayang."Sapa Aska yang melihat Fai yang baru bangun.


"Pagi mas,lho kamu sudah rapih gitu.Kok gak bangunin aku sih mas."Fai cemberut.


"Aku gak tega bangunin kamu sayang,kamu tidurnya nyenyak banget.Hari ini kamu gak usah ke butik,nanti sore kita kan mau ke dokter periksa kehamilan kamu."


"Gak mau,aku mau ke butik mas.Hari ini aku ada janjian sama pelanggan aku.Tunggu aku turun ke bawahnya,aku mau mandi dulu."Fai langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Ya sudah aku tunggu."


Nanti kalau aku tetap gak bolehin dia ngambek lagi.Aska semakin berhati-hati dalam berkata dia tak mau kejadian semalam terulang kembali.


Kini Aska dan Fai sudah berada di depan butik Fai,Aska memutuskan selama hamil Fai tidak boleh membawa mobil membuat Fai selama perjalanan ke butik hanya diam.Dirinya ngambek dengan Aska karena baru saja di bolehkan bawa mobil kini sudah tidak di bolehkan lagi.


"Jangan terlalu lelah bekerja ya sayang."Fai hanya mengangguk,lalu mengambil tangan Aska dan menciumnya,Aska pun ikut mencium pucuk kepala Fai.


"Jangan ngambek gitu dong sayang ini demi kebaikan kamu."Aska paham jika istrinya itu sedang marah karena tidak di izinkan membawa mobil.


"Tau ah mas kamu nyebelin,banyak ibu hamil di luar sana yang bawa mobil bahkan sudah hamil besar.Sedangkan aku masih hamil muda,perut aku saja belum membuncit begini sudah tidak di izinkan bawa mobil."


"Ya sudah nanti sore kita tanya ke Nadya kamu boleh bawa mobil atau gak,kalau boleh dan gak membahayakan kamu dan anak kita,aku izinkan kamu bawa mobil."Fai langsung tersenyum kembali.


"Benar ya mas,kamu gak bohong kan."Aska mengangguk.


"Terima kasih ya mas."Fai langsung mencium pipi Aska.


"Kok cuma pipi,ini ini ini belum."Menunjuk bibir dan yang lainnya.


"Kamu nih modus saja."Fai pun menciumi tempat yang di tunjuk Aska.Saat di bagian bibir Aska menahan tengkuk Fai memperdalam ciumannya dan melepaskan saat Fai sulit bernafas.Fai hingga menepuk dada Aska membuat Aska tertawa.


"Nanti siang mau makan apa?"Tanya Aska.


"Belum tau mas,nanti aku hubungi kamu deh kalau aku mau sesuatu."Fai sedang memperbaiki penampilannya.


"Ya sudah,ingat jangan terlalu lelah bekerja.Kamu cukup duduk di ruanganmu."


"Iya bawel."Fai mencubit hidung Aska.


Setelah memastikan penampilannya kembali rapih Fai pun turun dari mobil dan melambaikan tangannya saat Aska menjalankan mobilnya.


"Sudah mendingan Fai,kok sudah ke butik?"Tanya Malika melihat Fai masuk ke butik.


"Aku sudah sehat Lika,aku sudah gak apa-apa kok."


"Beneran?"


"Iya,Oya yang mau bertemu aku jam berapa yaa?"


"Katanya sih sekitar jam sepuluh Fai."


"Ya sudah kalau nanti orangnya sudah datang langsung suruh masuk ke ruangan aku yaa."Malika mengangguk.


Sore hari tiba, Aska kini sudah berada di butik Fai ingin menjemput sang istri.Rupanya sang istri masih berada di ruangannya.

__ADS_1


"Fai masih di ruangannya Lika?"Tanya Aska pada Malika yang sedang beres-beres butik.


"Iya Pak,Fai masih di ruangannya sedang mengerjakan sketsa baju."Aska pun menuju ruangan Fai.


"Sayang,kok masih sibuk bekerja sih kan kita mau ke rumah sakit."Aska merebut pensil yang di pegang Fai.


"Nanggung mas sebentar lagi selesai."


"Gak ada nanggung nanggung ini sudah sore,besok kan masih bisa.Ayo sekarang kamu bereskan semuanya habis itu kita ke rumah sakit."Fai cemberut tapi tetap menuruti ucapan Aska.


"Ingat kamu gak boleh capek-capek."


"Kerjaanku cuma duduk saja mas mana ada capek."


"Tetap saja, walaupun duduk saja kan kamu berpikir untuk membuat desain baju ini.Sudah selesai?"Fai mengangguk.


"Lika dan lainnya,aku duluan yaa."Sapa Fai pada karyawannya.


"Iya mba Fai."


"Iya Fai."


"Tadi siang makan sama apa sayang?"Tanya Aska saat mobil melaju.


"Aku minta beliin soto daging sama Malika mas.Mas makan apa tadi?"


"Mas makan di restoran sekalian meeting sama klien."


"Kliennya cewek apa cowok mas?"Tanya Fai penuh selidik.


"Pasti ceweknya cantik terus juga pakaiannya seksi."


"Masih cantikkan kamu sayang,kamu juga seksi apalagi kalau sedang pakai lingerie."Aska tersenyum nakal.


"Mas..."Fai memukul paha Aska,membuat Aska tertawa.


"Lho aku serius."


"Tau ahh."Fai membuang wajahnya ke arah jendela.


"Gak usah marah sayang,mata aku ini gak pernah jelalatan liat wanita lain.Mau itu cantik mau itu seksi,aku gak akan tertarik.Kan sudah ada istri aku yang cantik dan seksi buat apa lirik yang lain."Aska sesekali melihat ke arah Fai.


"Kamu makin kesini makin pinter gombal mas."Fai menahan senyumnya, karena ucapan Aska.


"Mana ada aku gombal,aku mah bicara fakta apa adanya sayang."


Tak terasa kini mereka sampai di rumah sakit.Aska segera mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya.Setelah itu mengajak Fai keluar mobil.Aska dan Fai langsung menuju ruangan praktek dokter Nadya.


Sampai di depan ruangan dokter Nadya rupanya banyak yang mengantri.Aska menyuruh Fai duduk terlebih dahulu,lalu dia pun menuju bagian pendaftaran.


"Permisi suster,saya Aska saya sudah ada janji dengan dokter Nadya."


"Tunggu sebentar ya Tuan."Suster tersebut masuk ke ruangan dokter Nadya.Tak lama suster itu pun kembali keluar.


"Di tunggu ya Tuan, setelah ini anda bisa masuk."Aska mengangguk dan berjalan menuju Fai.


"Kamu sudah daftar mas?pasti masih lama yaa kita masuknya."

__ADS_1


"Gak kok, sebentar lagi kita masuk.Kan aku sudah buat janji dengan Nadya."Aska menggenggam tangan Fai.


Pasien yang di dalam tak lama keluar dari ruang dokter.


"Tuan Aska silahkan masuk,sudah di tunggu dokter Nadya di dalam."Aska dan Fai pun masuk ke ruangan dokter.


"Selamat sore Aska,sore Fai."Sapa Nadya ramah.


"Sore dokter."


"Sore Nad."Ucap Aska dan Fai bersamaan.


"Waahh sepertinya ada kabar bahagia nih."Nadya sudah bisa menebak saat Aska menelponnya semalam.Membuat Fai tersenyum malu.


"Di bawa hasil testpack nya?"Tanya dokter Nadya.


"Bawa dok."Fai pun mengambil alat testpack di dalam tasnya.


"Ini sih sudah jelas sekali yaa,kapan terakhir kali datang bulan Fai?"Nadya melihat garis dua di hasil testpack tersebut.


"Satu bulan setengah yang lalu dok."


"Oke,untuk lebih jelasnya kita periksa dulu yaa.Mari naik kesana kita akan lihat sudah berapa Minggu usia Aska junior ini."


Fai pun tidur di ranjang,suster dengan sigap membantu Fai dan mengoleskan gel di perut Fai.


"Kita lihat yaa,waahh nih ini anak kalian, besarnya baru sebesar biji kacang hijau masih kecil sekali.Usianya baru 7 Minggu yaa."


Setelah selesai di periksa Fai dan Aska kembali duduk.


"Anakku cewek apa cowok Nad?"Tanya Aska tak sabar, Nadya tertawa mendengar pertanyaan Aska.


"Jenis kelaminnya belum ada Pak Aska,sabar tunggu sampai usia dia empat bulan.Sekitar tiga bulan lagi baru kelihatan."


"Ada keluhan gak Fai?"


"Kalau pagi suka mual mual dokter."


"Trimester pertama pada ibu hamil kebanyakan mengalami mual-mual atau di sebut morning sickness itu wajar Fai nanti saya akan resepkan vitamin yaa."


Fai bertanya apapun yang dia ingin tahu tentang kehamilannya ini.Nadya dengan sabar dan ramah menjawab pertanyaan Fai.Termasuk bertanya apakah dirinya boleh mengendarai mobil,dan Nadya membolehkan karena kondisi Fai dan janinnya sehat.


"Nad,kalau hubungan suami istri gimana boleh gak ?"Tanya Aska membuat Fai mencubit pahanya, dirinya malu Aska bertanya tentang hal itu.Nadya hanya tertawa.


"Sakit sayang,gak apa-apa dong kan aku gak tahu jadi harus bertanya daripada salah."


"Pertanyaan seperti ini wajar kok,apalagi ini pengalaman pertama untuk kalian.Boleh, tapi untuk trimester pertama ini sebaiknya di kurangi dulu ya Pak Aska durasinya dan pelan-pelan yaa.Tapi jika perut Fai terasa kram sebaiknya jangan dulu,senyaman ibu hamil saja yaa."


"Tuh kan sayang boleh."Fai melotot ke arah Aska.


Setelah selesai berbicara dan bertanya tentang kehamilan Aska dan Fai pun keluar dari ruangan Aska lalu menuju ke apotek untuk menebus obat.


Di tempat lain, setelah selesai dengan pekerjaannya Malika langsung pulang, dirinya ingin bersiap-siap untuk pergi bersama Roy.Malam ini Roy mengajak Malika untuk malam malam di luar.


Nanti aku pakai baju apa yaa...


Malika bingung...

__ADS_1


__ADS_2