
Pagi hari sudah datang dan matahari sudah di tempatnya dengan cerah. Semalam Fira benar menepati janjinya untuk langsung tidur setelah es krimnya habis.
Dan sekarang ia merasa geli diperutnya dan mendengar suara Abi. Perlahan ia membuka mata melihat apa yang membuat perutnya geli. Di lihatnya Abi sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan sedang mencium perutnya sambil diajaknya ngobrol adiknya.
"Sayang kok udah rapi aja sih, kenapa juga gak bangunin Mommy? Daddy juga mana? Udah berangkat ya?" tanya Fira beruntun dan perlahan mendudukan bersandar di head board.
"Satu-satu Mommy kalau bertanya.. Pertama, aku tidak mau mengganggu tidur Mommy dan adik yang sangat nyenyak itu. Makanya Abi sama suster aja bersiapnya. Dan kedua, Daddy.. "Ucapan Abi terpotong oleh Daddynya.
"Daddy di sini belum berangkat.. "Potong Arlan cepat, ia baru saja keluar dari walkin closet.
"Mas udah rapi juga.. kenapa aku tidak di bangun kan? Anak dan suamiku udah rapi semua, udah siap bekerja dan sekolah. Tapi Mommy malah baru bangun.. " ucap Fira sedih.
"Jangan sedih Mommy, nanti adik aku juga sedih. " sahut Abi dan cepat memeluk Mommynya.
"Tuh dengerin anaknya.. Gak papa sayang, jangan sedih. "Arlan juga ikut memeluk Fira, ia sudah di kasih kalau hormon ibu hamil memang berubah-ubah.
"Tunggu Mommy mandi sebentar ya sayang, setelah itu kita langsung berangkat. "Ucap Fira cepat dan akan beranjak turun tempat tidur.
"No Mom. Hari ini aku diantar Oma sama Opa. " gagah Abi cepat.
Baru Fira akan protes, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.. Ternyata Mamanya yang datang..
"Ayo sayang.. Jadi kan diantar sama Oma dan Opa? " tanya Mama Mira pada Abi.
"Jadi dong Oma.. Mom aku berangkat dulu, nanti Mommy yang jemput.. Jangan telat ya. Muaachh.. Muaaachh.. " Abi berpamitan pada Mommynya, tak lupa mencium pipi Fira dan perut Fira lagi.
"Baiklah.. Nanti Mommy jemput. Hati-hati ya sayang.. " ucap Fira dengan senyum.
"Mandi dan sarapan di bawah udah Mama siapkan. Hati-hati turunnya, ingat yang di perut." ucap Mama Mira pada Fira. Mama selalu ingat Fira selalu berlari jika menuruni tangga, makanya ia mengingatkan kalau di perutnya sekarang ada calon anaknya.
"Iya Mama.. Hati-hati berangkatnya." jawab Fira pasrah tak melawan.
"Aku juga berangkat ya sayang.." ucap Arlan sambil memegang tangan Fira.
"Hati-hati ya Mas.. maaf aku bangun kesiangan." Fira masih saja merasa bersalah.
"Minta maaf terus.. Aku tidak masalah, Abi juga. Itung-itung Abi dan aku belajar, nanti kalau adiknya sudah lahir kan tidak kaget lagi. Kamu pasti nanti akan sibuk dengan baby.
"Tapi sebisa mungkin aku akan tetep menyiapkan semua kebutuhan kamu dan Abi Mas." sahut Fira.
"Iya sayang.. Kalau pun nanti tidak sempat ya tidak apa-apa. Kita kan team..jadi nanti juga saling membantu." timpal Arlan bijak.
"So sweet banget suami aku.." ucap Fira dengan senyum mengembang.
"Ya sudah.. Aku berangkat ya sayang, nanti stelah jemput Abi langsung pulang. Kalau mau kemana-kemana,kabari aku ya..gak sah nganter,kamu mandi terus sarapan." Arlan berpamitan dan tak lupa pamitan pada baby yang di perut.
"Hati-hati ya Mas.. Jangan telat makan siangnya." jawab Fira.
Semenjak hamil rasa sayang yang ia dapatkan dari orang-orang di sekitarnya semakin bertambah. Selain itu mereka juga lebih protectiv terhadapnya..mereka tidak mau bayi yang di kandungan Fira terjadi apa-apa,mengingat bayi ini sudah di tunggu banyak orang.
__ADS_1
꧁꧂꧁꧂꧁꧂꧁꧂꧁꧂
Fira sudah pulang menjemput Abi, ia dan Abi beserta susternya Abi langsung pulang. Tapi tidak ke rumah orang tua Arlan, melainkan ke rumah orang tuanya. Entah mengapa ia masih ingin tinggal di rumah orang tuanya.. disamping itu kedua mertuanya masih di luar kota.
" Mama...Mah... Mama" teriak Fira saat memasuki rumah.
" Apa sih dek masuk rumah bukannya salam malah teriak-teriak kayak di hutan." jawab Mama Mira keluar dari kamarnya.
Abi langsung naik ke atas bersama susternya untuk ganti baju..
" Orang hamil emang gini ya Mah?" tanya Fira sambil duduk di sofa ruang keluarga.
" Maksudnya 'gini' tu gimana?" Mama Mira ikut duduk di dekat Fira.
" Lemes banget Mah rasanya... Mama dulu juga kayak gini?" tanyanya lagi.
" Dulu waktu hamil kakak sih gak, Mama masih bisa kerjain semua kerjaan rumah. Tapi waktu hamil kamunya 3 bulan pertama Mama bed rest total. Bulan berikutnya udah bisalah jalan-jalan sebentar ke taman rumah." jawab Mama Mira sambil mengingat kehamilannya dulu.
" Orang hamil memang beda-beda, ada yang tetep biasa aja kayak orang gak hamil. Ada juga yang dari awal hamil sampai melahirkan bed rest di tempat tidur. Pokoknya beda-beda lah, dan sabar dan dinikmati aja dek.. nanti akan indah hasilnya diakhir. " sambung Mama Mira.
" Sehat-sehat di perut Mommy ya sayang... yang nungguin adek banyak lho. " ucap Fira sambil mengelus perutnya yang masih rata.
" Ada yang pengen di makan gak dek, biar Mama masakin." tanya Mama Mira.
" Gak ada sih Mah... kalau ada nanti aku ngomong deh. " jawab Fira, ia malah merebahkan badanya di sofa.
" Belum... emang gak boleh aku pulang kesini?" jawab Fira sewot.
" Ya boleh aja dek.. Mama kan cuma nanya, gitu aja sewot. Dasar bumil.." timpa Mama Mira.
" Mom... Mommy... Mom" teriak Abi sambil menuruni tangga di gandeng susternya.
" Di sini sayang..." jawab Fira juga dengan berteriak dari ruang keluarga.
" Kenapa teriak-teriak cucu Oma?" tanya Mama Mira saat Abi sudah sampai di bawah.
" Aku mau makan Oma... Mommy sakit ya?" jawab Abi pada Omanya lalu berjalan mendekati Fira.
" Gak ah.. Mommy sehat." Fira bangun dari rebahannya.
" Mau di suap suster apa Mommy makannya? atau Oma? " tanya Fira.
" Sama Mommy.." seru Abi senang.
" Suster yang ambil makannya gak papa ya.. yang suap tetap Mommy." tanya Fira lagi.
" Oke... tolong ambilin makan ya sus. Terima kasih.." jawabnya dan duduk disamping Mommynya menunggu susternya mengambil makanannya.
" Baik Tuan Muda.. tunggu sebentar ya. " jawab Sus nya.
__ADS_1
Sambil menunggu, Fira dan Mama Mira mengajak Abi mengobrol. Di tanya bagaimana di sekolahnya, bagaimana sebentar lagi punya adik... dan masih banyak hal. Fira sangat bangga dengan Abi yang selalu bilang Tolong, Terima kasih, dan juga Maaf. Arlan, kedua mertuanya dan juga guru-guru di sekolahnya berhasil mendidik Abi menjadi anak yang baik dan tak akan sopan santun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo 🌹😘****
__ADS_1