Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 89


__ADS_3

Acara makan malam telah usai, dan saat ini Arlan dan keluarga sudah sampai di Villa lagi. Setelah makan malam tadi, Fira minta mampir ke super market untuk membeli beberapa keperluan Abi dan yang lainnya. Dan Arlan dengan senang hati menurutinya. Tapi para orang tua tidak ikut dan langsung kembali ke Villa.


Tadinya Abi akan di kamar berbeda dan akan di temani pengasuhnya, tapi karena Fira tidak tega maka jadi satu kamar lah Abi dengan Daddy dan Mommynya.


Selesai menyusun beberapa bahan makanan dibantu Sus Rahma, Fira berjalan ke kamarnya. Arlan dan Abi sudah menunggunya dari tadi. Sedangkan orang tua dan kedua mertuanya juga sudah masuk ke kamar masing.


Esok hari sudah di planing akan pergi ke Bali Zoo, lagi-lagi untuk menyenangkan Abi. Sekalian besok Sella dan Jordan jadi menyusul, sudah dipastikan semakin banyak orang akan semakin seru.


" Udah selesai sayang?" tanya Arlan saat Fira memasuki kamar.


" Kalau belum selesai aku gak kesini kan Mas?" jawab Fira dan langsung berjalan menuju kamar mandi.


" Pelan-pelan sayang... awas lantainya licin." teriak Arlan saat Fira masuk ke kamar mandi.


Arlan tadi menemani Abi menonton TV, tapi sekarang Abi sudah terlelap. Mungkin capek berenang tadi siang jadi tidurnya.


" Udah dari tadi Kakak tidurnya Mas?" tanya Fira saat sudah kembali dari kamar mandi.


" Lumayan lah sayang... kecapekan kayaknya dia." jawab Arlan sambil mengusap kepala Abi.


" Aku kelamaan ya? Padahal mau aku ajak cerita tapi udah tidur duluan." ujar Fira dan langsung naik ke ranjang.


" Tadi gak lama kok dari ganti sikat gigi, ganti baju terus nonton.. eh diam-diam tidur dia. Kan masih bisa besok cerita-ceritanya. Emang mau cerita apa?" jelas Arlan dan berujung kepo.


" Kita jarang ajak Abi jalan-jalan ya Mas? Bukan jarang, bahkan gak pernah." ucap Fira sambil menatap Abi yang sudah terlelap.


" Sering ah kita ajak jalan-jalan." sanggah Arlan.


" Maksud aku yang jauh gitu, keluar kota atau keluar negeri pakai pesawat gitu lho. " jelas Fira.


" Ooo itu. Iya juga sih sayang, tapi dia aja gak pernah minta." Arlan setuju dengan Fira. Memang dari sebelum menikah dengan Fira, Abi lebih sering pergi dengan orang tuanya. Tapi hanya dekat-dekat lebih seringnya. Pernah yang naik pesawat, tapi saat itu Abi masih kecil dan belum paham.


" Nanti kalau Adek udah lahir kita ajak mereka keliling dunia ya Mas. Aku mau mereka punya kenangan sama kita, pernah kita ajak ke berbagai tempat di belahan dunia." ucap Fira, ia sudah duduk bersandar sambil mengelus perutnya dan menatap lurus kedepan.


" Ayo keliling dunia bersama-sama dan buat memory indah di keluarga kecil kita." ucap Arlan setuju dan mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Fira.


Fira menatap Arlan dengan senyum mengembang, menerima tangan suaminya untuk ia genggam juga. Alangkah bahagianya hidupnya saat ini, suami yang selalu menuruti semua maunya dan anak yang sehat serta baik. Semoga anak yang ada diperutnya ini jika sudah lahir akan seperti Kakaknya yang baik budi pekertinya.


\*\*\*\*\*


Pagi hari sudah menyapa, matahari di Bali sangat terik pagi ini. Abi sudah bangun duluan dan melihat Mommy dan Daddynya masih tidur. Tak mau mengganggu tidur orang tuanya, Abi dengan perlahan turun dari ranjang dan berniat untuk keluar kamar.


" Selamat pagi cucu Nenek dan Oma..." sapa Mama Ratih yang lebih dulu melihat Abi berjalan ke arah dapur.


" Udah bangun ni jagoan Oma, Mommy Daddy belum bangun?" kali ini Mama Mira yang bicara.


" Pagi Nenek dan Oma. Iya mereka masih tidur... mana Kakek dan Opa?" jawab Abi dan celingak-celinguk mencari Kakek dan Opanya yang tak terlihat.


" Kakek sama Opa ada di depan sedang berjemur, sana gih kedepan ikut berjemur." jawab Mama Mira menunjuk ke arah depan Villa.


" Nanti saja lah, Abi lapar Nek. Oma dan Nenek masak apa?" tolak Abi dan malah duduk di meja makan.


" Nenek sama Oma masak nasi goreng dan bikin pancake. Ada juga tu sereal sama roti tawar yang Mommy beli tadi malam. Cucu Nenek mau makan apa?" Mama Ratih menyebutkan semua makanan yang ada di meja makan.


" Tapi Abi mau mandi dulu lah Nek, sekalian tunggu Daddy sama Mommy. Sus.. ayo mandi." Abi menunda makannya dan memutuskan untuk mandi dulu.


Sus Rahma yang sedang membantu mencuci piring, langsung berhenti dan mengikuti Abi ke kamar yang tadinya akan Abi dan Sus Rahma tiduri..

__ADS_1


Rasanya tidur Fira kali ini sangat nyenyak. Malam-malam sebelumnya, Fira sudah susah mendapatkan tidur nyenyaknya. Terima kasih ke pada suaminya Arlan yang membawanya liburan, mungkin karena suasananya nyaman dan tenang membuat tidur Fira berkualitas.


Dengan mata yang masih berat, Fira meraba kasur tempat Abi tidur. Yaitu ditengah-tengah antara Fira dan Arlan, tapi sudah kosong dan hanya ada Arlan yang masih nyenyak dengan dengkuran kecil.


Benar saja, mata sudah terbuka dan tak mendapati Abi. Mungkin sudah bangun duluan dan sudah keluar kamar. Kantung kemihnya dirasa penuh, Fira perlahan bangun dan turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi. Selain untuk buang air kecil, Fira memutuskan untuk sekalian mandi.


Sudah mandi dan sudah berganti baju, Fira berjalan ke ranjang lagi karena HP suaminya terus berdering dan sang pemilik tidak merasa terganggu tidurnya.


Dilihatnya siapa yang menelpon, ternyata yang menelfon adalah Jordan. Fira memutuskan untuk mengangkat telfon dari Jordan...


Fira : "Hallo.. Maaf Mas Arlannya masih tidur. Apa ada pesan?"ucap Fira setelah memencet tombol hijau.


Jordan :" Fira ya... Tolong bilang sama Arlan untuk menjemputku ke bandara ya nanti. Saat ini aku masih di jakarta dan baru akan pergi menuju bandara. Ya kira-kira 2jam setengah lagi lah baru landing. "


Fira :"Baiklah... Nanti aku sampaikan." ujar Fira, saat ini Fira bingung mau memanggil Jordan apa. Kakak atau Mas, atau Bang, atau apa Fira bingung.


Jordan : "Oiya... Kata Arlan, ada teman mu juga mau menyusul. Jadi apa tidak? Kalau jadi kan aku jadi barengan." ucap Jordan lagi yang ingat kemarin Arlan bilang kalau teman Fira juga akan menyusul.


Fira :"Aku tanya kan dulu ya? Nanti aku kabari lagi." jawab Fira yang tidak tahu Sella jadi menyusulnya atau tidak.


Jordan :"Oke kalau begitu. Aku tutup ya.. " ucap Jordan menyudahi.


Fira : "Iya... Safe flight." jawab Fira sebelum telfonnya mati.


Saat sedang mencari nama Sella di HP Arlan tiba-tiba Arlan mengagetkan...


" Siapa yang telfon sayang?" tanya Arlan dengan suara seramnya khas bangun tidur.


" Astaga bikin kaget aja... Jordan yang telfon." jawab Fira lalu ia duduk di dekat suaminya.


" Morning kiss dulu..." ucap Arlan dan bangun untuk duduk.


Fira mengecup bibir Arlan sekilas dan melanjutkan mencari nomor Sella..


" Ngapain sih sayang?" tanya Arlan lalu mengintip penasaran pada Fira yang mengotak-atik HPnya.


Nomor Sella sudah ketemu dan tak menjawab pertanyaan suaminya, ia langsung menelfon Sella...


Fira : "Hallo Sell.. Gimana jadi nyusul kesini?" ucap Fira saat Sella mengangkat telfonnya.


Sella :"Jadi... Ini aku udah di bandara, tiket siang udah penuh dapetnya malah pagi ni." jawab Sella.


Fira :"Teman Mas Arlan juga mau nyusul, jam pesawat kalian bareng gak ya? Aku kasih nomor mu ke dia ya biar kalau sama kan bisa bareng." ujar Fira panjang.


Sella : " Ya udah gak apa-apa kasih aja." jawab Sella pasrah.


Fira : " Oke deh Bu Manager... Safe flight ya." ucap Fira dan langsung mematikan telfonnya.


Lagi-lagi Fira sibuk dengan HP Arlan, ia mengirimkan nomor Sella ke Jordan agar mereka bisa komunikasi saling menanyakan apakah penerbangan mereka sama.


" Ni HP Mas... Tadi Jordan telfon minta jemput di bandara nanti. Maaf ya Mas aku lancang angkat telfon ya, soalnya udah beberapa kali telfon Mas gak denger. Barusan aku kasih nomor Sella ke Jordan, soalnya Sella udah di bandara dan Jordan baru mau otw ke bandara. Semoga penerbangan mereka sama jadi gak dua kali kerja jemput." jelas Fira dan menyerahkan HP Arlan.


" Kenapa minta maaf segala sih, lagian HP aku gak ada isi aneh-aneh juga kalau kamu mau buka." ujar Arlan gemas dan mencubit hidung Fira.


" Mandi sana sayang, terus sarapan. Pasti Abi sama Mama Papa udah nungguin kita. " suruh Fira dan langsung berjalan ke meja rias.


" Oke sayang... Cup." ucap Arlan senang karena pagi-pagi dipanggil sayang oleh Fira dan mencuri cium pipi Fira.

__ADS_1


Hanya geleng-geleng Fira melihat tingkah suaminya. Setelah selesai menyisir rambut Fira memakai make-up tipis serta tak lupa mengoleskan krim di perutnya agar tidak ada stretch mark lalu ia keluar kamar setelah menyiapkan baju ganti untuk suaminya.


Sesampainya di luar, benar saja. Semua orang sudah duduk di meja makan dan sudah bersiap untuk sarapan...


" Selamat pagi..." ucap Fira dan berjalan mendekat ke meja makan.


" Baru mau di bangunin sayang..." ujar Mama Ratih.


" Suamimu mana kok sendiri? Belum bangun dia?" kali ini yang bertanya Papa Anton.


" Lagi mandi Pah... anak Mommy udah mandi ya?" jawab Fira dan duduk di dekat Abi.


" Udah dong Mom, kan udah ganteng." jawab Abi, ia sudah memulai makan sarapannya.


" Pinter banget anak Mommy ini..." ucap Fira bangga dan mengelus kepala Abi.


Mereka memulai sarapan tanpa menunggu Arlan dan baru makan beberapa suap, Arlan muncul dengan wajah yang sudah segar serta memakai kaos oblong serta celana pendek selutut yang sudah di siapkan oleh Fira tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..

__ADS_1


*Gamsahaeyo 🌹😘****


__ADS_2