Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 35 Hasilnya ?


__ADS_3

Fai kini berada di dalam kamar mandi, sebelum menggunakan benda tersebut Fai terlebih dahulu membaca cara penggunaannya karena ini pertama kali baginya setelah paham Fai pun mulai menggunakannya.Sebenarnya Fai takut sekali jika hasilnya membuat suami dan Mama mertuanya kecewa.Tapi Fai juga penasaran, walaupun sebenarnya masih wajar jika dirinya telat seminggu.


Sementara di luar kamar mandi, Aska dan Mama Nita sedang menunggu Fai dengan harap-harap cemas.Setelah beberapa saat Fai pun keluar dari kamar mandi.


"Gimana hasilnya sayang?"Tanya Aska tak sabar.Fai menggeleng,senyum yang mengembang di bibir Aska menyurut.


"Gak apa-apa Fai berarti kalian harus usaha lebih keras lagi."Mama Nita menenangkan Fai, walaupun dalam hatinya ada rasa kecewa,tapi Mama Nita tidak mau memperlihatkan kekecewaannya itu.


"Maksud aku..Aku gak tahu Ma hasilnya apa karena aku gak berani lihatnya."


"Jadi kamu belum lihat hasilnya sayang?"Tanya Aska kini semakin berharap.


"Belum."


"Terus mana alat tesnya?"Mama Nita bertanya.


"Ini Ma."Fai menyerahkan alat tes kehamilan kepada Mama Nita.


"Gimana hasilnya Ma?"Tanya Aska lagi.


"Garis satu Aska."


"Jadi artinya?"


"Negatif."


"Maaf Mas Aska,Mama."Fai Menunduk,tak mau melihat wajah kekecewaan Suami dan Mama mertuanya.


"Gak apa-apa sayang,berarti kita memang harus lebih sering berusaha lagi kan."Aska memeluk Fai,tak ingin membuat istrinya diliputi rasa bersalah.


"Iya Fai,kamu jangan merasa tak enak dan merasa terbebani yaa.Maaf Mama langsung menebak kalau kamu hamil makanya Mama tadi menyuruh bibi membeli ini."


"Maaf Ma, Fai sudah membuat Mama kecewa."


"Tidak Fai,tidak masalah.Kamu tenangkan diri dulu yaa.Oya,ini kamu cuma tes pakai satu alat saja? sepertinya tadi bibi membeli lima."


"Iya Ma,Fai cuma pakai satu."


"Ya sudah tidak apa-apa, sisanya simpan saja.Kalau begitu Mama keluar dulu yaa."Mama Nita pun keluar kamar.


"Maafkan aku ya mas,mas Aska pasti kecewa juga kan sama hasilnya?"


"Kecewa itu wajar sayang,namanya juga manusia jika kita tak mendapatkan apa yang kita inginkan pasti kita kecewa.Tapi gak apa-apa,kamu jangan merasa bersalah,terbebani dan membuat kamu malah kepikiran.Kita jalani saja semuanya,pasti Allah tahu yang terbaik untuk kita."Aska masih memeluk Fai memberikan ketenangan pada Fai.


Terdengar Isak tangis dari bibir Fai, dirinya benar-benar merasa tak enak hati.Merasa tak berguna dan sudah mengecewakan Suami serta mertuanya,pasti mereka sudah sangat berharap dirinya hamil.


"Sayang,kamu menangis?"Aska melepaskan pelukannya.


"Maafkan aku mas,ma afkan aku karna su dah menge ce wakan mas."Ucapnya terbata karena menangis.

__ADS_1


"Astaga sayang,aku gak apa-apa,gak masalah kalau kamu tidak hamil sekarang masih banyak waktu bagi kita.Sudah jangan menangis yaa."Fai menangis sesenggukan,Aska mengusap air mata yang jatuh di pipi Fai.


"Jangan terlalu di pikirkan, Mama juga gak masalah kan."


"Tapi aku tahu kamu dan Mama pasti berharap banget aku hamil tapi nyatanya aku..."Fai tak melanjutkan kata-katanya.


"Iya,tapi gak masalah kalau kamu belum hamil berarti Allah memberi kita waktu agar kita menikmati masa-masa pacaran setelah menikah.Aku kan masih mau di manja manja sama kamu sayang.Cuci muka yuuk sekalian wudhu biar kamu tenang, sebentar lagi juga adzan Maghrib."Fai mengangguk,Fai berusaha agar tak menangis lagi.


Satu Minggu sudah setelah Fai menggunakan alat tes kehamilan.Fai tak lagi merasa bersalah karena dirinya belum hamil.Fai tak ingin dirinya stress memikirkan hal ini.Tapi Fai juga heran kenapa sampai sekarang dirinya tak kunjung datang tamu bulanan.Apa mungkin efek hormonnya yang tidak stabil mengakibatkan dirinya telat datang bulan.Atau dirinya yang lelah bekerja dan juga banyak pikiran.Aahh..entahlah


Pagi hari Fai masih terlelap karena kelelahan melayani suaminya semalam.Aska membiarkan Fai tidur lagi setelah tadi subuh menjalankan kewajibannya.Mata Fai yang terpejam tiba-tiba terbuka, perutnya merasa seperti diaduk aduk ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam perutnya.Fai segera bangun dan berlari menuju kamar mandi.Aska yang sedari tadi duduk di sofa sedang membaca email terkejut karena istrinya berlari menuju kamar mandi.


Uwwekkk...Uuwwekk..


Fai mengeluarkan semua isi perutnya,hingga sampai tak ada yang keluar lagi.Tapi dorongan untuk mengeluarkan sesuatu masih terasa begitu kuat.


Uwwekkk..Uweekk..


Keringat dingin membasahi tubuh Fai,Aska yang mendengar istrinya mun*ah mun*ah langsung menyusul Fai ke kamar mandi.


"Sayang kamu kenapa?"Tanya Aska cemas.


Fai tak menjawab,Fai kembali mun*ah tapi lagi-lagi tak ada yang bisa ia keluarkan semuanya sudah keluar.Aska memijati tengkuk Fai.


"Kamu kenapa sayang?"Terlihat sekali Aska begitu khawatir melihat kondisi istrinya saat ini.


"Ya ampun,wajah kamu pucat sayang."Aska langsung menggendong Fai keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuh Fai secara perlahan di ranjang.


Fai merasa tubuhnya lemas Fai memejamkan matanya,tapi perutnya kembali merasakan yang mendesak ingin di keluarkan.Fai kembali bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


Aska segera menyusul Fai.Tapi nihil tak ada yang di keluarkan.


"Kamu pasti salah makan sayang."


"Aku gak tahu mas, perasaan aku gak makan yang aneh aneh kemarin."Ucapnya dengan nada lemah.


"Sudah?"Fai mengangguk, Aska kembali menggendong Fai.


"Kamu hari ini gak usah ke butik yaa di rumah saja,aku cemas lihat kamu begini."Fai hanya mengangguk.


"Apa kamu kelelahan karena kita melakukannya hingga tengah malam yaa?Maafkan aku ya sayang."Fai tak menjawab, dirinya kembali memejamkan matanya.


"Wajah kamu pucat sekali sayang,aku buatkan teh yaa."Aska bangun ingin turun dari ranjang.


"Sini saja, temani aku mas."Fai menahan tangan Aska matanya sayu.


"Temani aku tidur mas,badanku lemas sekali.Aku ingin di temani sama kamu,kamu jangan kemana-mana."Aska pun tak jadi keluar kamar,Aska ikut membaringkan tubuhnya di samping Fai.Aska memeluk Fai menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Fai.Mengelus-elus rambut Fai dan mencium pucuk kepala Fai.Tak lama terdengar dengkuran halus dari Fai,pertanda bahwa Fai sudah terlelap tidur.


Aska pelan-pelan meletakkan kepala Fai di bantal agar lebih nyaman, setelah itu Aska turun perlahan dari ranjang.Tak lama ponsel Aska berdering, buru-buru Aska angkat dan keluar dari kamar dengan menutup pintu perlahan.

__ADS_1


"Ada apa Roy?"


"Jangan lupa jam delapan nanti ada pertemuan penting."


"Apa tidak bisa di wakilkan denganmu saja Roy.Fai sedang tidak enak badan."


"Tidak bisa Aska, kliennya ingin bertemu langsung denganmu jika tidak dia tidak mau melakukan perpanjangan kontrak."


"Sialan orang itu,ya sudah nanti aku akan datang."Aska menuruni tangga.


"Fai mana Aska? kenapa tidak ikut turun.Kamu juga kenapa belum siap-siap."Belum apa-apa Mama nya sudah mencecar beberapa pertanyaan.


"Fai lagi gak enak badan ma,dari tadi muntah muntah terus,badannya sampai lemas , wajahnya pucat."


"Ya Ampun Fai,kenapa gak di bawa ke rumah sakit saja Aska."


"Fai nya sudah keburu tidur lagi Ma,biar dia istirahat dulu.Aku juga mau ada pertemuan penting,nanti kalau sudah selesai Aska langsung pulang kok."


"Apa tidak bisa di wakilkan Aska?"Tanya Papa Bram.


"Tidak bisa Pa,kata Roy orangnya ingin bertemu langsung dengan Aska kalau tidak dia tidak mau memperpanjang kontrak."


"Ya sudah biar Fai sama Mama saja,kamu buruan sarapan terus siap-siap ke kantor."


"Iya Ma,nanti kalau Fai sudah bangun tolong bibi buatkan teh ya Ma,biar enakan perutnya."


"Iya kamu tenang saja."


Setelah sarapan Aska pun kembali ke kamar untuk bersiap ke kantor, sampai kamar Fai masih terlelap tidur.


"Aku ke kantor dulu ya sayang,nanti kaku sudah selesai aku langsung pulang."Ucapnya sebelum keluar kamar lalu Aska mengecup kening Fai.


Tak berapa lama setelah Aska pergi ke kantor,Fai terbangun.Rupanya Bibi tadi sudah menaruh teh yang masih lumayan hangat dan juga roti.Fai langsung meminum teh tersebut dan memakan rotinya.


Fai mengecek ponselnya ada pesan dari Aska.


"Sayang maaf aku harus ke kantor ada pertemuan penting,nanti kalau sudah selesai aku langsung pulang."


Setelah membaca pesan dari Aska,Fai justru menangis.


Kan aku sudah bilang,jangan kemana-mana malah pergi gak bilang dulu ke aku.Aku mau di temani sama kamu mas,ngeselin kamu mas Aska.Ucapnya sambil memakan roti.


Setelah selesai memakan roti,Fai pergi ke kamar mandi.Fai melihat isi lemari kamar mandi yang masih terdapat alat tes kehamilan.Fai pun iseng ingin mengetes lagi.


"Apa coba tes lagi saja yaa? tapi kalau hasilnya negatif lagi gimana dong."Fai pun menjadi ragu.Tapi akhirnya dia pun tetap mengambilnya karena hasrat ingin buang air kecil sudah tidak bisa di tahan.


Fai menampungnya pada wadah yang sudah di sediakan.Fai dengan cemas menunggu hasilnya tapi tiba-tiba.


"Fai,kamu di dalam?"Tanya Mama Nita.

__ADS_1


"Iya Ma, sebentar."Fai pun keluar dari kamar mandi dan meninggalkan alat tes tersebut yang kini sudah keluar hasilnya...


__ADS_2