Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 67


__ADS_3

Pagi hari rasanya Fira malas sekali untuk bangun, rasanya sangat nyaman tidur sambil memeluk Abi. Entah jam Arlan pindah tidur di sampingnya, jadi sekarang ia ada di tengah. Arlan memeluk Fira dan Fira memeluk Abi.


Masih ingin melanjutkan tidur, tapi tiba-tiba perut serasa di aduk-aduk. Dengan cepat ia melepas tangan suaminya yang ada di pinggangnya dan berlari ke kamar mandi.


Arlan dan Abi sampai kaget lalu mengikuti Fira ke kamar mandi. Arlan membantuk memijat tengkuk Fira, sedang kan Abi hanya menonton tapi takut juga. Takut jika Mommynya kenapa-kenapa..


'' Kok tumben sih pagi-pagi muntah sayang..'' ujar Arlan saat membantu Fira kembali ke ranjang.


'' Gak tau..'' jawab Fira bohong.


'' Jangan-jangan gara-gara cilok yang kamu makan semalam? aku kan udah bilang jangan makan..'' ucap Arlan mengomel.


'' Bukan karena itu Mas.. bisa tolong ambilkan aku air putih yang hangat?"


'' Ya sudah aku ambilkan dulu.. boy jaga Mommy.''


'' Siap Daddy..'' jawab Abi.


'' Maaf sayang ..kamu jadi ikut bangun.'' ujar Fira sambil mengelus kepala Abi.


'' It's ok Mom, sebentar lagi aku juga harus mandi dan pergi sekolah.'' jawab Abi lalu menguap karena sebenarnya ia masih mengantuk.


Di lantai bawah..


'' Tumben kamu pagi-pagi udah bangun terus minum air anget.'' ujar Mama Ratih saat mendapati Arlan di dapur.


'' Buat Fira.. habis muntah." jawab Arlan malas, biasanya jam segini ia belum bangun karena masih jam enam kurang.


'' Cepat sana bawa ke atas, Fira pasti udah nungguin Mama bikinin air jahe pakai madu dulu biar enak perutnya.'' ujar Mama Ratih lalu pergi meninggalkan Arlan.


Saat akan naik ke atas, suara Papanya menghentikan langkahnya.. lagi-lagi sang Papa heran melihat Arlan sudah bangun dan sudah turun ke bawah. Dari Arlan lajang, ia akan bangun siang jika tidak ada kuliah atau pekerjaan pagi.


'' Tumben.. mimpi apa semalam Lan?" tanya Papa yang sudah bersiap akan jalan pagi keliling komplek.


'' Ngambil minum buat Fira..'' jawabnya malas dan melanjutkan langkah yang terhenti tadi.


Sang Papa hanya senyum melihat Arlan, semalam Mama Ratih sudah cerita kalau Fira hamil tapi jangan dulu memberi tahu Arlan dan yang lainnya dulu. Karena Fira akan memberi tahu berita gembira ini setelah periksa ke dokter.


'' Maaf sayang lama..banyak lampu merah di bawah.'' ujar Arlan saat masuk kamar.


'' Pasti pada kaget ya kamu bangun sepagi ini.'' tebak Fira.


'' Iya.. hey boy bangun, pergi mandi sana.'' Arlan berbaring di samping Abi dan memeluknya.


'' Lima menit lagi Dad..'' tawar Abi dan makin mengeratkan pelukannya ke guling.


Karena Daddynya terus mengganggunya dengan menciuminya, membuat Abi bangun karena geli.


'' Stop Dad..oke aku bangun.'' ucap Abi kesal dan turun dari ranjang.


'' Yeay..Daddy menang.'' teriak Arlan senang.


Tak berapa lama Mama Ratih masuk membawa secangkir air jahe dan madu..

__ADS_1


'' Kenapa Abi?" tanya Mama Ratih, tadi berpapasan di pintu dengan muka kesal.


'' Biasa Mah.. di ganggu Daddynya. Mama bawa apa?" '' jawab Fira dan penasaran dengan cangkir yang di bawa Mama Ratih.


'' Kata Arlan tadi kamu muntah, ini air jahe madu. Mudah-mudahan bisa bikin perutnya enakan..'' Mama Ratih memberikannya pada Fira.


'' Makasih Mah..'' Fira menerima dan meminumnya perlahan.


'' Ya udah Mama ke bawah dulu, pelan-pelan aja minumnya.'' ujar Mama Ratih dan keluar kamar.


'' Mas nanti aku mau ke dokter sama Mama ya?" ucap Fira sambil minum minuman tadi.


'' Kenapa gak sama aku aja? Hari ini aku gak terlalu sibuk kayaknya..''


'' Masih kayaknya kan? Aku perginya setelah jemput Abi, jadi di temenin Abi.''


'' Ya nanti kalo aku gak sibuk, aku juga ikut.'' ujar Arlan lalu mengambil tangan Fira dan mengecupnya.


Siang hari, Fira dan Mama Ratih baru saja menjemput Abi dan sekarang dalam perjalanan ke rumah sakit. Arlan tadi menghubungi dan memberi tahu kalo tidak bisa mengantar periksa. Fira bilang tidak apa-apa, karena nanti setelah dari periksa akan mampir ke kantor.


Sesampainya di rumah sakit, semuanya langsung menuju poli kandungan. Karena Mama Ratih tadi sudah mendaftar dari rumah, jadi tidak terlalu menunggu lama.


Hanya Abi yang bingung karena banyak sekali ibu hamil dan perutnya sudah besar-besar. Sampai akhirnya nama Fira di panggil, semua masuk kecuali susternya Abi.


'' Selamat siang..'' sapa seorang dokter perempuan.


'' Siang Dok..'' jawab Mama Ratih dan Fira kompak lalu menyalami bergantian.


'' Begini Dok, akhir-akhir ini mood saya naik turun, gampang marah, sedih terus nangis juga. Dan semalam saya sudah testpack dan hasilnya ini Dok.'' ucap Fira sekaligus memperlihatkan testpacknya semalam pada dokter.


'' Kalau dari testpacknya iya Nona Safira sedang hamil Nyonya..untuk mengetahui usia kandungannya mari kita cek dulu.'' jawab Dokter itu dan menyuruh Fira berbaring di ranjang.


Setelah berbaring, suster mengoleskan jel di perut Fira lalu dokter memulai menggerakkan alat USG nya pelan..


'' Nona lihat yang putih kecil itu? itu calon anak dan cucu anda Nona.. Nyonya.'' ujar Dokter sambil menunjuk monitornya lalu menatap Fira dan Mama Ratih.


Mata Fira berkaca-kaca melihat monitor yang di tunjuk sang dokter, seakan tak percaya kalau di perutnya ada anaknya yang semoga akan terus sehat sampai lahir nanti. Begitu juga dengan Mama Ratih, akhirnya doa nya selama ini di kabulkan..


'' Saat ini umur janinnya lima minggu Nona.'' ucap dokter lagi.


'' Sayang lihat itu adiknya Abi, ada di perut Mommy.'' ucap Mama Ratih pada Abi yang dari tadi diam saja karena bingung.


'' Benar kah Nek?" tanyanya dengan mata berbinar.


'' Iya sayang..'' jawab sang Nenek.


'' Mom.. benarkah aku akan punya adik?" tanyanya lagi pada Mommynya karena belum percaya.


'' Abi senang tidak mau punya adik?" tanya Fira menatap Abi.


'' Tentu saja aku sangat senang Mom.. aku sudah menunggunya lama.'' jawab Abi dengan senyum.


Sudah kembali duduk berhadapan dengan Dokter kembali menjelaskan apa yang harus diperhatikan dan di hindari oleh Fira, apalagi saat ini kandungan Fira masih muda. Tidak lupa juga meresepkan vitamin yang di minum..

__ADS_1


'' Sekali lagi selamat Nona Fira.. bulan depan kita berjumpa lagi. Kalau ada yang mau di tanya silahkan hubungi saya kapan saja..'' ujar dokter itu sambil menjabat tangan Fira.


'' Terima kasih Dok.. kami permisi.''


Abi dari tadi tak hentinya memandangi foto USG calon adiknya. Ini menjadi kado terindah bagi seluruh keluarga, terutama Abi yang sudah sangat ingin punya adik.


Arlan dari tadi juga sudah menghubunginya, menanyakan, apakah Fira baik-baik saja atau ada sesuatu. Tadi Fira menjawab akan mampir ke kantor setelah dari rumah sakit.


Setelah mengambil obat dan vitamin, Fira dan Mama Ratih beserta Abi meninggalkan rumah sakit dan akan pergi ke kantor Arlan. Fira akan memberikan surprise pada suaminya, maksudnya surprise kabar kehamilannya...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong chingudeul...

__ADS_1


Jangan lupa Like & Komen ya...


Gamsahaeyo 🌹😘


__ADS_2