Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 18 Tak mau mengaku


__ADS_3

"Hei apa yang akan kamu lakukan,"Ucap Yesi yang memergoki Sherly.


Sherly terkejut,lalu dengan cepat memasukkan kembali gunting kecil ke dalam tas nya.


"Memangnya apa yang aku lakukan?"Sherly tanya balik dan bersikap tenang agar orang di depannya tak curiga.


"Aku lihat mba ingin melakukan sesuatu pada gaun ini."


"Gak usah asal nuduh kamu yaa,emang aku melakukan apa."Ucap Sherly tak terima.


"Mba mau coba gunting gaun ini kan."Yesi tetap kekeh dnegan penglihatannya tadi membuat Sherly gugup.


"Heehh..gak usah asal nuduh kamu yaa.siapa yang mau gunting gaun ini,aku dari tadi cuma lihat-lihat."Sherly emosi.


"Saya gak asal nuduh mba,saya lihat sendiri tadi."


"Ada apa ini?"Tanya Fai yang keluar dari ruangannya karena mendengar ribut-ribut.


"Mba ini mau mencoba gunting gaun ini mba Fai."Ucap Yesi cepat.Membuat Fai kaget.


"Gak usah asal nuduh kamu."Sherly mendorong Yesi.


"Saya lihat sendiri,saya gak asal nuduh."Ucap Yesi yakin.


"Aku gak mungkin ngelakuin hal itu kak,aku dari tadi cuma lihat-lihat aja kok."Sherly berkilah.


"Mba Fai kalau gak percaya sama aku,coba cek tas nya dia,aku lihat dia tadi memasukkan gunting itu kedalam tas nya."Sherly mematung di tempatnya berdiri, bagaimana ini kalau sampai Fai memeriksa tasnya,bisa ketahuan dia.


"Aku gak suka yaa,barang pribadi aku di lihat orang lain."Sherly Masih mencari cara agar dia tak ketahuan.Fai dari tadi hanya diam memperhatikan dua orang yang dari tadi saling berdebat.


"Kalau kamu gak salah kamu gak perlu takut sher."Ucap Fai tenang.


"Siapa yang takut,kamu percaya ucapan karyawan rendahan ini kak ketimbang aku sepupu suamimu."Sherly berucap sombong.Fai hanya bisa menghela nafas.


"Jangan hina karyawan saya seperti itu Sherly. Saya tidak percaya siapapun disini,saya hanya ingin memastikan apa yang di bicarakan karyawan saya ini benar atau salah.Kalau kamu ingin membuktikan dirimu tak bersalah,buka tas mu saya ingin melihatnya."Ucap Fai tegas.


"Aku tidak mau,sudah aku bilang aku tidak suka barang pribadiku di lihat orang lain."Sherly tetap pada pendiriannya.


Beruntung keadaan butik tak terlalu ramai,jadi tak terlalu menjadi pusat perhatian.Fai memikirkan cara untuk membuktikan Ucapan karyawannya.Dia juga tidak mau salah dalam mengambil keputusan.Sedangkan Sherly dan Yesi,dua wanita itu masih saja berdebat saling menuduh.


"Kamu pecat saja dia kak,dia bisa merusak citra butikmu dengan kelakuannya yang asal menuduh itu."Membuat Yesi langsung diam,dia takut kalau Fai memecatnya,karena tadi Sherly berucap bahwa dia sepupu suaminya Fai.


Duh bagaimana kalau aku di pecat,aku tidak mau di pecat...


"Tapi saya bicara benar mba Fai,saya tidak asal menuduh."

__ADS_1


Karyawan Fai yang lain tetap melayani pelanggan yang datang.Fai tidak mau karena q ini,butiknya malah kecolongan karena ada yang memanfaatkan situasi.Saat dua orang ini sedang berdebat,Mama Nita datang,membuat Sherly lega,dia bisa memanfaatkan Tante Nita untuk mengadu domba Fai.


"Ada apa ini Fai?"Tanya Mama Nita saat sudah mendekat.


"Tante,ini Fai sama karyawannya menuduh aku mau melakukan sesuatu pada gaunnya."Ucapan Sherly membuat Fai terbelalak kaget termasuk Mama Nita.


Dasar gadis labil,kamu mau memfitnah aku rupanya.Fai Tersenyum miring.


"Maksudnya gimana ini Fai?"


"Tante,aku kan sudah bilang Fai dan karyawannya menuduh aku__"


"Diam Sherly,Tante bertanya pada Fai."


"Begini Ma,kata karyawan aku,dia melihat Sherly mau mencoba menggunting gaun aku."


"Bohong Tante."Sergah Sherly cepat.


"Sherly."Mama Nita mengingatkan Sherly agar diam dulu.


"Lanjutkan Fai."


"Karyawan aku ingin membuktikan bahwa apa yang dia lihat dan di ucapkan benar dengan melihat isi tas Sherly.Tapi Sherly tak mengizinkannya."Lanjut Fai.


"Sepertinya kita lanjutkan masalah ini di ruangan kerjaku saja ma,tidak enak di lihat para pengunjung yang lain."Mama Nita menyetujui.


Sekarang Fai,Nita, Sherly dan Yesi sudah berada di ruangan Fai.


"Sherly,kenapa kamu tidak mau tas mu di periksa?"


"Tante,ini privasi aku jadi tidak boleh ada yang melihatnya."Sherly tetap bersikukuh.


"Terus bagaimana kami bisa membuktikan kalau ucapan karyawan Fai ini benar atau salah."Ucap Mama Nita heran dengan Sherly.


"Tolong Bekerja sama Sherly,kamu tidak mau kan kami asal menuduh.Jadi tolong izinkan kami melihat isi tas mu."Fai memohon.


"Aku sudah bilang, karyawan mu saja yang Asal menuduhku."


Lalu Yesi berbisik sesuatu ke Fai DNA Fai mengangguk.


"Hei,kamu jangan ngomongin aku yang tidak tidak yaa."Sherly marah.Fai hanya menggeleng kan kepala.


"Ya sudah kalau kamu memang tidak mau kami melihat isi tas mu tidak apa-apa.Mari kita lihat melalui CCTV saja."


Deg..Deg..Deg..

__ADS_1


Jantung Sherly berdetak cepat mendengar kata terakhir Fai.Sherly terlihat gugup,dia pasti ketahuan.Sherly meremas tangannya,dia benar-benar ketakutan.


"Kenapa harus melihat CCTV itu tidak perlu.Kita pulang saja Tante,itu tidak penting."Menarik tangan Mama Nita.


"Tidak Sherly,baik Tante ataupun kamu dan yang berada di ruangan ini tidak boleh ada yang keluar sebelum Maslah ini selesai."Mama Nita berucap tegas.Membuat Sherly langsung diam dan melepaskan tangannya pada Tante Nita.


"Silahkan Fai,putar CCTV nya."


Sial,aku lupa kalau di butik ini pasti ada CCTV nya..


CCTV terus berputar menampilkan kejadian tadi.Sherly menunduk tak berani melihat.Saat kejadian Sherly mendekati deretan gaun ekslusif, putarannya diperlambat.Dan saat Sherly mengeluarkan sesuatu dalam tas nya tampilan layarnya di zoom.Teelihat Sherly mengeluarkan gunting dalam tasnya dan saat akan mulai menggunting muncullah Yesi dan buru-buru Sherly memasukkan gunting kedalam tasnya.


"Saya tidak asal menuduh kan mba."Ucap Yesi merasa lega.


Terlihat guratan kecewa pada wajah Mama Nita kepada Sherly.Sherly hanya menunduk tak berani berkata apapun.


"Yesi,kamu bisa keluar sekarang."Ucap Fai,"Yesi mengangguk dan keluar dari ruangan Fai.


"Tante kecewa sama kamu Sherly."Ucap Mama Nita dan langsung duduk di sofa.


"Sherly minta maaf Tante."Ucap Sherly pelan.


"Sabar Ma,"Fai mengelus-elus lengan Mama Nita agar tenang.


"Kenapa kamu minta maaf sama Tante, harusnya kamu minta pada Fai.Cepat minta maaf sama Fai."Mama Nita menahan emosinya.Sherly diam.


"Kenapa diam Sherly,kamu pasti tahu kan harga gaun Yang ada di bagian itu.Makanya kamu sengaja berbuat begitu agar pelanggan Fai kecewa dan membuat citra butik Fai menjadi buruk."Fai hanya diam,dia tidak mau marah-marah kepada Sherly karena hanya membuang-buang tenaganya saja.Biarkan Mama Nita yang menyelesaikan semuanya.


"Sherly gak bermaksud begitu Tante.Sherly hanya_"


"Sudah jangan banyak alasan.Tante benar-benar kecewa sama kamu.Buruan minta maaf sama Fai."


Dengan terpaksa Sherly meminta maaf pada Fai.


"Kak Fai,aku minta maaf atas kesalahan aku tadi.Aku khilaf kak."Lalu memeluk Fai.


"Aku harap permintaan maaf mu tulus sher,dan aku harap kamu tidak membuat ulah di butik ini lagi.Kalau tidak aku akan membuat perhitungan denganmu."Bisik Fai saat Sherly memeluknya.


"Maaf ya Fai,Tante jadi tidak enak sama kamu karena Sherly membuat ulah di butikmu."


"Tidak apa-apa Ma,kenapa jadi Mama yang tidak enak begini.Gaunnya juga tidak rusak,tapi aku harap kejadian ini tidak terulang lagi."


*Dasar bocah labil,ada saja kelakuannya...


Bersambung*..

__ADS_1


__ADS_2