Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 25 Masih kesal


__ADS_3

"Sayang...Tunggu."Aska masih mengejar Fai yang jalan lebih dulu.


"Kamu lama banget sih mas,"Ucap Fai ketus.


"Masa kesalnya sama orang lain,aku juga kena sasarannya."Kini Aska sudah mensejajarkan langkahnya.


"Aku kesal sama ibu ibu itu masa ngomongin mama jual aku sama kamu yang duda."


"Diih,bilang dudanya biasa saja dong."Aska mencolek hidung Fai.


"Ya memang kamu duda kan."


"Lebih tepatnya mantan duda,aku sekarang sudah punya kamu sebagai istri aku,masa masih di bilang duda."Memeluk pundak Fai.


"Iya iya mantan duda."


"Mantan duda Yang sudah membuat kamu terbayang melayang setiap malamnya."Ucap Aska nakal dan langsung mendapat cubitan di pinggangnya.


"Mas,mesum banget sih,ini di luar lho."


"Biarin,gak ada yang dengar ini.Kamu tenang saja sayang,aku akan sedikit memberi mereka pelajaran agar mereka tak asal bicara lagi tentang kamu dan juga Mama Farah."


"Memangnya kamu kenal sama ibu ibu itu?"Tanya Fai.


"Ya gak dong,ngapain juga kenal sama mereka,gak penting."Fai mengangkat bahunya.


"Sudah jangan terlalu di pikirkan ucapan mereka yang cuma buat kamu marah-marah,anggap saja mereka itu fans kamu karena selalu ingin tahu tentang kamu."Lanjut Aska.


Mereka pun sampai di rumah sepanjang perjalanan tadi Fai masih saja terus menggerutu perihal tadi dan Aska menanggapinya hanya tersenyum membuat Fai semakin kesal.Fai langsung menemui Mama nya yang berada di dapur, sedangkan Aska menghampiri ayah mertua dan Fathur yang ada di samping rumah sedang bermain bersama kemal.


"Jagoan Om Aska sudah bangun nich."Melihat kemal yang sudah asyik dengan mainannya.


"Iya nih Om,aku kalau subuh sudah bangun,bangunin Mama sama Papa."Jawab Fathur yang di tanggapi tertawa oleh Aska.

__ADS_1


"Jalan-jalan pagi kemana Aska?"Tanya Papa Alam.


"Di sekitaran komplek saja Pa,terus duduk di taman komplek pulangnya malah ketemu ibu-ibu yang ketahuan ngimongin Fai,Fai ngomel-ngomel deh sepanjang jalan."Membuat Papa dan Fathur tertawa.


"Memangnya mereka membicarakan apa tentang Fai ?"Tanya Papa Alam dan di angguki oleh Fathur mereka berdua penasaran.Aska pun menceritakan kejadian tadi.


"Ya begitulah kalau orang-orang tidak suka dengan kita,mau kita baik atau buruk selalu di bicarakan.Wajar kalau Fai sampai marah begitu.Tapi ya ucapan mereka jangan terlalu di pikirkan tak baik dampaknya buat kita."Papa memberi nasihat.


"Iya Pa,Aska juga bilang begitu sama Fai.Tapi tetap saja sepanjang jalan masih mengomel,Aska cuma tersenyum dia makin marah."Mereka semua tertawa membuat kemal bingung melihatnya,kenapa tiga orang dewasa di depannya ini semuanya tertawa.Wajah bingung kemal membuat Aska,Fathur dan Papa Alam kembali tertawa.


"Kenapa nak,mukanya bingung gitu."Fathur mencubit pelan pipi kemal,kemal justru tertawa.Tiga lelaki itupun melanjutkan obrolannya.


Sementara itu di dapur,Fai dan Mita sedang membantu ibunya memasak.Walau sudah ada pembantu di rumahnya,Mama Farah sering memasak sendiri.Bi Minah yang biasa bertugas memasak hanya membantu,tapi kali ini Mama Farah ingin memasak bersama anak dan menantunya.


"Gimana tadi jalan paginya."Mama Farah bertanya dan membuat Fai kembali manyun.


"Bete ma,kesal."Ucap Fai sambil mengambil sayuran untuk di potong-potong.


"Ibu-ibu komplek yang di ujung dekat taman masa bilang kalau mama jual aku dengan mas Aska demi uang, Nyebelin banget kan."Fai memotong sayuran penuh emosi.


"Jangan di tanggapi yang begitu mah Fai,"Mita yang sedari tadi diam ikut bicara.


"Panas telinga Fai dengarnya mba, seenaknya kalau ngomong.Dikira Mama Papa gak bisa nyukupin aku gitu sampai bilang begitu."Mama Farah dan Mita tersenyum.


Mereka pun masih terus berbincang-bincang hingga makanan sudah matang semua.Fai membersihkan dan merapikan kembali peralatan masak sedangkan Mama Farah dan Mita menghidangkan makanan di meja makan.Setelah semuanya siap,Fai menghampiri para pria yang berada di halaman samping.


"Halo ponakan ateu yang ganteng,asyik bener mainannya."Fai menciumi pipi gembul kemal membuat kemal tertawa karena geli.


"Pa,Mas Aska ,kak makanan sudah siap kita sarapan dulu."Ucap Fai sambil terus menjahili kemal.


"Ayo kita sarapan dulu,Papa sudah lapar ini."Papa Alam bangkit dari duduknya di ikuti Fathur tertinggal Fai dan Aska.


"Kemal biar aku saja yang gendong kak,Kakak duluan saja."

__ADS_1


"Sudah pantas gendong anak lho sayang."Ucap Aska.


"Semoga secepatnya aku hamil ya mas,aku memang sudah pengen punya anak."


"Aamiin,mas juga pengen banget punya anak dari kamu.Pastu nanti seru deh pulang kerja ada anak yang nyambut kita dengan suara riangnya."Aska antusias.


"Tapi kalau aku gak bisa hamil gimana mas?Apa kamu bakalan cari istri lagi?"Fai menunduk membayangkan Aska mempunyai istri lagi,Fai tak sanggup.


"Sayang,kamu bicara apa sih,siapa yang mau cari istri lagi?punya istri satu saja gak habis-habis."


"Emangnya aku makanan gak habis-habis,"Fai malah manyun.


"Aku cium nanti tuh bibir maju begitu.Lagian kita kan baru juga ngelakuin itu baru sebulan jadi masih berproses.Insya Allah kalau terus berusaha pasti Aska junior akan hadir.Jadi kita harus lebih sering dan lebih bekerja keras lagi sayang."Bisik Aska di akhir kalimatnya.


"Gak usah kumat deh mesumnya."Fai meninggalkan Aska, pipinya merona karena malu.


"Sayang,aku kok di tinggal.Seneng bener deh ninggalin aku gini,kalau tiba-tiba aku di gondol sama cewek lain gimana."Fai langsung menghentikan langkahnya.


"Kamu pengen di gondol sama cewek lain gitu?"Tanya Fai dengan tangan satunya memegang pinggang sedang tangan satunya menggendong Kemal.


"Gak sayang,aku mah gak akan mau di gondol sama cewek lain.Cukup kamu saja yang gondol aku.Yuuk makan,pasti yang lain nungguin kita."Aska langsung mengajak Fai,walaupun wajah Fai masih terlihat garang.


"Awas saja kalau kamu berani macam-macam di belakang aku,aku lumuri itu kamu pakai cabe biar tahu rasa."Ancam Fai.


"Ngeri amat ancamannya sayang,tenang saja aku gak akan macam-macam sama yang lain,cukup sama kamu saja macam-macamnya."Fai tak menanggapi lagi.


Entah kenapa suami mantan duda nya itu semakin hari semakin mesum.Membuay Fai selalu saja kehilangan kata-kata untuk membalas ucapannya.


Sore hari baik pasangan Aska dan Fai ataupun Fathur dan Mita mereka kembali pulang ke rumahnya masing-masing.Rumah Papa Alam kembali sepi tak ada lagi canda tawa.Begitulah jika anak sudah dewasa apalagi sudah menikah.Mempunyai kehidupan sendiri dan pasti akan tinggal terpisah dengan orang tua.Hanya pasangan kita saja saat ini yang menjadi teman kita.


"Semoga anak-anak kita selalu di berikan kebahagiaan ya Pa."Ucap Mama Farah.


"Aamiin,kita doakan saja ya.Masuk yuk ma sudah mau magrib."

__ADS_1


__ADS_2