
Sesuai dengan ucapannya kemarin, Jordan benar-benar menginap di apartemen Sella. Bahkan pagi ini asistennya datang dengan sebuah koper besar berisi pakaian Jordan. Kebetulan apartemen Sella ad dua kamar jadi Jordan tidur di kamar kosong sebelah kamar Sella.
" Aku ke kantornya siang, kemarin tidak ada masalah kan?" tanya Jordan pada asistennya.
" Tidak ada Tuan.. kalau begitu saya permisi." jawab Figo asisten Jordan.
" Oke... Hati-hati." ujar Jordan dan langsung menutup pintu.
" Siapa yang datang? Dan koper apa itu?" tanya Sella tiba-tiba.
" Astaga bikin kaget aja, ini koper ku." jawab Jordan santai lalu berjalan melewati Sella yang shock.
Sella melongo tak pernah percaya, dia tak mengira kalau Jordan akan serius dengan ucapannya. Bahkan sekarang bajunya juga ikut di boyong ke apartemennya.
" Ayo sarapan... aku sudah membuat sarapan. Selamat pagi anakku..." ujar Jordan saat kembali dari kamar menyimpan kopernya tadi dan tak lupa mengelus perut Sella menyapa anaknya.
" Siapa yang mengijinkan kamu pindah kesini?" tanya Sella tanpa menggubris ucapan Jordan.
" Apa perlu aku minta ijin Fira? Ini apartemen Fira kan, kalau kamu gak ngasih ijin biar aku ijin sama Fira." ucap Jordan tepat di depan muka Sella yang cemberut.
" Jangan gitu mukanya, nanti aku cium. Soalnya muka kamu saat ini sangat menggemaskan." ucap Jordan lagi sambil senyum tengil.
" Awas lah.. " Sella mendorong Jordan lalu kembali masuk ke kamarnya.
" Sarapan dulu." Jordan mengejar dan menahan Sella.
" Duluan aja, aku mau mandi dulu." ucap Sella dan berusaha melepaskan tangannya yang di tahan Jordan.
" Oke.. aku juga akan mandi." akhirnya Jordan mengalah.
Keduanya sama-sama masuk ke kamar masing-masing untuk mandi...
Dari semalam Jordan tak menghidupkan HPnya, setelah menghubungi asistennya untuk mengambil bajunya ia mematikan HPnya. Sudah di pastikan Maminya menerornya.
Dan benar dugaannya, setelah selesai mandi ia menghidupkan HPnya dan langsung terpampang nomor Maminya. Di acuhkannya telfon Maminya, kemudian ia keluar kamar dan mendapati Sella sudah duduk di meja makan.
" Kamu mau kerja ya?" tanya Jordan lalu duduk di dekat Sella.
" Iya... Bisa di pecat aku kalau gak masuk." jawab Sella, ia memakan makanan yang di siapkan Jordan.
" Padahal aku mau ajak kamu jemput Mami sama Papi." ujar Jordan, ia menyesap kopi hitamnya.
" Pelan-pelan makannya, kenapa suka banget tersedak." ucap Jordan saat Sella tersedak makanannya.
Sella melirik Jordan dengan muka sewot, padahal gara-gara ucapannya ia tersedak. Saat akan meminum susunya, HP Jordan berbunyi.
" Apa Mam?" tanya Jordan setelah mengangkat telfon Maminya.
__ADS_1
" Dasar anak kurang ajar, dari semalam di telfon tapi baru sekarang di angkat. Jemput Mami cepat di bandara, saat ini Mami masih menunggu bagasi." ucap Mami Irene menggebu-gebu.
" Iya sebentar lagi kami jemput." ucap Jordan sambil melirik Sella yang juga meliriknya.
" Menantu Mami ikut ya? Oke Mami tunggu, hati-hati ya, soalnya menantu Mami ikut." suara Mami Irene tiba-tiba berubah saat mendengar Sella akan ikut menjemput.
" Iya Mami cantik secantik menantu Mami." jawab Jordan dan setelah itu telfon terputus.
" Sudah selesai sarapannya? Ayo ikut jemput Mami dulu, Mami pengen ketemu kamu. Pleaseee.. " ujar Jordan sambil memohon.
" Iya." jawab Sella singkat, kemudian ia beranjak untuk ke kamarnya.
Sampailah mereka di bandara, tanpa memikirkan mobil mereka berjalan mendekat ke orang tua Jordan yang sudah menunggu.
" Akhirnya kalinya sampai." ujar Mami Irene riang, itu karena melihat Jordan datang bersama Sella.
" Apa kabar Tante." sapa Sella dengan senyum.
" Hallo Om.." tak lupa Sella menyapa Papi Renald.
" Baik sayang... tapi jangan panggil Tante lagi, panggil Mami. Sebentar lagi kan kamu nikah sama Jordan." ucap Mami Irene dengan senyum lebar, pasalnya tebakannya benar jika yang di hamili Jordan adalah Sella.
" Hallo juga... Cantik juga ya calon istri mu Boy?" ujar Papi Renald menggoda Sella dan menyebabkan pipi Sella merona.
" Aku juga ada di sini, kenapa kalian seolah tak melihat ku." ucap Jordan merasa terabaikan.
" Mulai saat ini, anak Mami adalah Sella. Terserah kamu maunya jadi anak siapa." ucap Mami Irene pedas.
" Ayo cepat masuk, menantu Mami itu mau bekerja." sambung Jordan yang sudah duduk di balik kemudi.
Akhirnya mobil sudah meninggalkan bandara, di dalam mobil Mami Irene tak hentinya berceloteh kesana-kemari. Tak ada capek-capeknya, padahal baru saja melakukan penerbangan panjang.
" Nanti pulang di jemput Jordan ya, terus ke mansion ya. Mami tunggu pokoknya..." ucap Mami Irene saat mobil sudah terparkir di depan boutique Fira.
" Di usahakan ya Mami." jawab Sella dengan senyum, sebenarnya ia sungguh malas. Sudah di pastikan pasti topik yang di bicarakan adalah pernikahan.
" Aku turun ya Mami...Om." pamit Sella lalu membuka pintu.
" Iya.." jawab Papi Renald.
" Hati-hati ya cantik..." ujar Mami Irene, dan Sella terlihat tersenyum sebelum pintu tertutup kembali.
Jordan mendengus kesal, pasalnya hanya dia saja yang tidak di pamiti Sella. Mau menyusul kedalam, tapi ia harus mengantarkan orang tuanya ke mansion dan harus berangkat ke kantor.
Memasuki boutique, Sella langsung menuju ke lantai dua dimana ruangannya berada. Pagi menjelang siang ini karyawan terlihat sibuk dengan tugas masing-masing. Saat masuk keruangannya, Sella di kagetkan dengan Fira yang sudah duduk di kursinya. Sella membeku melihat Fira yang saat ini menatapnya, jantungnya juga berdebar cepat. Pandangan Fira yang Sella rasakan seakan mengulitinya.
Padahal Fira malah bingung kenapa Sella diam saja dan tumben terlambat. Padahal biasa ya Sella yang selalu datang pertama, bahkan sering yang membuka boutique.
__ADS_1
" Aku mau ngomong, sini dulu." ucap Fira akhirnya, ia beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju sofa yang ada ditengah ruangan.
" Kok Lo udah kerja? Tumben Arlan ngasih ijin? Terus Al sama siapa kalau Lo kesini?" pertanyaan beruntut Sella membuat Fira mengerutkan dahinya. Pasalnya Sella beluk juga duduk disofa dan malah masih berdiri.
" Aku gak boleh berangkat kerja gitu? Aku cuma sebentar makanya boleh sama suami ku. Kalau baby Al, itu dia lagi tidur." Fira menjawab pertanyaan beruntut Sella dan akhirnya menunjuk sebuah stroller di balik meja kerjanya.
" Hah... Gue gak liat kalau ada stroller di situ. Hehehe." ujar Sella sedikit gugup.
" Sini... kenapa masih di situ, gak kangen sama aku? Aku lihat-lihat kamu jarang maen ke rumah lagi, sibuk apa sih?" ucap Fira, ia menatap Sella yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu.
Sella duduk tapi tak satu sofa dengan Fira, rasanya saat ini ia kekurangan udara. Dadanya sesak, ia juga masih dia tak menjawab Fira dan dari tadi Fira tak berhenti menatapnya.
" Kemarin Lani lapor sama aku, katanya kamu ada dua hari gak pulang ke apart. Kamu nginap disini, makan kamu juga berantakan. Wajah kamu juga kayak zombi kata Lani. Kenapa? Belum mau cerita sama aku?" ucap Fira lagi karena Sella masih membisu dan menundukkan wajahnya.
" Gue kayak lagi di sidang sama emak, si Lani pakek beneran lapor lagi tu anak. Awas aja..." ucapSella dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
__ADS_1
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo **🌹*