
Pagi menjelang,kelopak mata Fai berkedut lalu tak lama matanya terbuka.Saat ingin bangun ternyata badannya tidak bisa bergerak,ada yang menimpa tubuhnya.Pinggangnya di peluk erat oleh tangan yang kekar,kakinya pun di tindih.
'Pantas saja tidak bisa bergerak,ada badan besar yang memelukku seperti guling'.
"Aska singkirkan badanmu,badanmu berat.Aku mau bangun."Aska tak bergerak.
"Aaaaskaaaa...Hmmmppphh."Mata Fai membulat,dia terkejut dengan serangan tiba-tiba Aska.Tubuhnya membeku saat Aska tanpa peringatan mencium bibirnya.Aska begitu menikmati bibir Fai, walaupun belum ada balasan dari Fai.Setelah Aska melepaskan ciumannya,dia mengusap bibir basah Fai dengan jempolnya.
Ciuman pertama aku...akkkhh
"Kalau kamu teriak lagi,dengan senang hati aku akan menciummu Fai."Ucap Aska santai.
"Awas aku mau bangun,badanmu berat."Fai mendorong tubuh Aska.Dengan segera Aska menyingkir dari badan Fai.
"Dasar duda mesum."Setelah Fai bangkit dari tempat tidur.
"Siapa yang kau bilang duda,enak saja aku bukan duda lagi yaa.Aku sudah beristri,dan kau istriku.Apa kau lupa kalau dua hari yang lalu kita baru saja menikah."
"Iya kamu duda sebelum kau menikahi ku."Ucap Fai ketus.
"Mataku kenapa terlihat sembab begini."Ucap Fai sambil memperhatikan wajahnya di cermin.
"Apa kau tak ingat semalaman kau menangis di pelukanku."Aska tersenyum sambil menaikturunkan alisnya.
"Iiihhh..gak mungkin."Fai sambil mengingat kejadian semalam
"ASTAAGAA."Fai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Sudah ingat kan."
Fai langsung lari ke kamar mandi,dia terlalu malu di ingatkan begitu oleh Aska.Sedangkan Aska lelaki itu tertawa terbahak-bahak melihat wajah Fai merona merah karena malu.
Lucunya istriku...
Kejadian tadi malam
Setelah Fai tertidur,Aska keluar dari kamar ingin mengambil minum.Aska terkejut ternyata di depan kamarnya ada kedua mertuanya dengan wajah cemas.
"Mama,Papa ada apa?"Tanya Aska.
"Kami mendengar teriakkan Fai,jadi kami keluar kamar.Kami takut terjadi apa-apa dengan Fai."Ucap Mama Farah masih dengan nada cemas.
"Fai tidak apa-apa Ma, Pa.Fai sudah tidur."Ucap Aska tenang.
"Aska,ada yang mau mama dan Papa bicarakan denganmu,bisa kita ke ruang tengah."Ucap Papa Alam.
"Iya Pa,sebentar Aska mau minum dulu,haus."
"Biar mama yang ambilkan Aska."
"Tidak usah ma,Aska ambil sendiri saja.Papa dan mama ke ruang tengah saja duluan."
Tak lama Aska menyusul.
"Papa dan Mama mau membicarakan apa?"Tanya Aska penasaran.
"Fai tadi kenapa Aska?"Tanya Mama Farah.
"Fai tadi tiba-tiba menangis Ma,aku gak tau kenapa padahal Fai sedang membersihkan wajahnya.Sampai Fai memukul dadanya sendiri berkali-kali."
"Itulah sebabnya papa ingin berbicara denganmu tentang Fai."
"Satu tahun yang lalu,....."mengalirlah cerita Papa nya Fai tentang pengkhianatan kekasih dan sahabatnya Fai.
"Bahkan Fai berhari-hari mengurung diri di kamar.Di suruh makan susah,hanya menangis saja seharian.Saat itu Papa marah pun dia tak menanggapi tatapannya kosong.Kami semua sudah putus asa,karena Fai tidak mau bercerita kepada Mama dan Papa.Kami pun tahu cerita ini dari Mia istrinya Fathur,karena waktu itu Fai hanya mau berbicara dengan Mia."
__ADS_1
"Kasihan Fai,pantas saja dia merasakan sakit hati yang begitu dalam sampai menangis sesenggukan.Aku yang mendengar nya saja bisa ikut merasakan sakitnya Pa."Ucap Aska.
"Makanya Papa mohon sama kamu Aska,buat Fai bahagia.Sembuhkan luka masa lalunya.Fai anak perempuan Papa satu-satunya.Papa ingin melihat Fai hidup bahagia.Dia begitu terpukul akibat pengkhianatan kekasih dan sahabatnya.Papa juga ingin Fai keluar dari bayang-bayang masa lalunya.Papa percaya sama kamu Aska,kalau kamu bisa membahagiakan Fai."Ucap Papa Alam panjang lebar.
"Insya Allah Pa,Aska akan berusaha membuat Fai bahagia.Karena sebenarnya kisah kami berdua tidak jauh berbeda.Aku bahkan di khianati oleh istriku sendiri."
"Papa pernah mendengar ceritamu dari orang tuamu.Papa harap pengalaman hidup kalian menjadikan kalian pribadi yang lebih baik lagi,lebih sabar dan lebih kuat.Jangan sampai kalian membuat kesalahan yang sama seperti pasangan kalian sebelumnya."
"Mama juga berharap kalian bisa secepatnya membuka diri dan saling mencintai."Mama Farah menimpali.
"Iya Pa Ma doakan pernikahan kami agar selalu bahagia yaa,kalau begitu Aska permisi masuk ke kamar ya Pa,Ma."
Begitulah percakapan antara Aska dan orang tua Fai.Aska bertekad pelan-pelan akan membuka hatinya untuk Fai dan sebisa mungkin membuat Fai bahagia.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka,Fai sudah selesai mandi dan terlihat lebih segar.
"Aska,aku semalam lupa menyiapkan pakaian dan yang lainnya untuk aku bawa ke rumah orang tuamu.Kita tunda nanti sore saja pulangnya bagaimana?"
"Ya sudah tidak apa-apa,kamu siapkan setelah sarapan nanti.Kalau begitu aku mandi dulu."
Fai menyiapkan pakaian yang akan di pakai Aska,dia mengeluarkan dari dalam koper.Fai terlihat ragu saat akan mengambil pakaian dalam Aska.Tapi akhirnya dia pun mengambilnya dan menaruhnya di atas tempat tidur.
Sambil menunggu Aska selesai mandi,Fai mulai menyicil memasukkan skincare dan perlengkapan yang lainnya ke dalam tas kecil lalu memasukkan nya ke dalam koper.
Tak lama Aska pun keluar dari kamar mandi,hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
"Aska,itu bajumu sudah aku siapkan di atas tempat tidur."Ucap Fai tanpa melihat ke arah Aska.
Aska langsung membuka handuknya dan memakai pakaiannya dengan santai.
"ASTAGA ASKAA."Ucap Fai Sambil menutup matanya menggunakan kedua tangannya.
"Kenapa gak pakai di ruang pakaian sih,kenapa malah disini.Dasar tidak tahu malu."Fai kini memalingkan wajahnya ke arah lain.
Itu tadi apaan yang panjang menggantung..Astaga mataku ternodai...
Setelah selesai berpakaian Aska dan Fai keluar kamar untuk sarapan bersama.
"Pagi Ma,Pa."Ucap Aska dan Fai bergantian.
"Pagi sayang,Aska.Sarapan dulu."
"Kalian hari ini jadi pulang ke rumah orang tua mu Aska?"Tanya Papa Alam.
"Jadi Pa,mungkin nanti sore.Fai belum menyiapkan pakaian nya."Jawab Aska.
"Iya Pa, semalam Fai ketiduran."Fai nyengir.
"Yang di bawa yang sering kamu pakai saja Fai,"Ucap Mama Farah.
"Iya Ma."
"Pulangnya tunggu papa pulang ke rumah yaa,soalnya hari ini ada pertemuan penting dengan beberapa kolega."Ucap Papa Alam.
Setelah sarapan Fai dan Aska kembali ke kamar.Papa Alam sudah berangkat ke kantor sedangkan Mama Farah menyirami bunga-bunganya.
"Sini aku bantu susunkan pakaianmu di koper.Kau ambil saja yang mau kamu bawa,biar cepat selesai."Ucap Aska,Fai pun hanya mengangguk dan berlalu masuk ke ruang pakaian.
Fai bolak balik mengambil pakaian,sepatu,jam dan yang lainnya yang biasa dia pakai.Dan dengan cepat Aska menyusunnya kedalam koper dan tas.Fai tidak sadar jika di antara tumpukan pakaiannya ada juga benda keramatnya.
"Fai,"Ucap Aska sambil memegang bra dan segitiga Fai.
"Iya ada apa?"Fai menjawab Tanpa melihat Aska.
__ADS_1
"Ternyata ukuranmu lumayan juga ya Fai,pas lah kalau aku pegang."Ucap Aska nakal.
"Kamu ngomong apa sih As...TAGAAA!!"Teriak Fai kaget melihat Aska memegang pakaian dalamnya.
Fai segera berjalan cepat menghampiri Aska untuk mengambil benda keramatnya.Tetapi dengan cepat Aska memegang nya tinggi-tinggi.
"Aska,balikin punya aku."
"Gak mau,cium aku dulu baru aku kasih ini."
"Gak usah modus kamu Aska."Fai masih berusaha menggapai tangan Aska.
"Ya sudah kalau gak mau,gak akan aku kasih."
"Aska,aku malu sini balikin."
"Ambil sendiri kalau bisa."
"Aku gak sampai,Turunin sedikit badan kamu."
Aska menurut dia menurunkan badannya,tapi dengan gerakan cepat dia peluk pinggang Fai merapatkan badannya lalu mencium bibir Fai.
Fai membulatkan matanya,saat Fai ingin menjauh Aska malah menahan tengkuknya.Lama kelamaan Fai terbuai dengan ciuman itu walaupun masih kaku Fai membalas ciuman itu.Lama mereka berciuman,semakin lama ciuman Aska semakin menuntut.Fai segera melepaskan pelukan Aska dan dengan cepat menginjak kaki Aska dengan kuat.
"Aaauuuhhh.."Aska mengaduh kesakitan.
"Syukurin...Siapa suruh mencuri ciuman aku,kamu bahkan mencuri ciuman pertamaku."Ucap Fai kesal lalu dia keceplosan berucap seperti itu.
"Jadi tadi pagi itu ciuman pertamamu,pantas saja tadi kau masih kaku saat membalasnya."Pipi Fai merona.
"Gak usah di bahas,sini kembalikan."merebut paksa yang di pegang Aska.
Bahagianya aku menjadi yang pertama merasakan bibirmu...Batin Aska senang
Sore pun tiba,Fai dan Aska sudah siap untuk pulang ke rumah orang tua Aska. Mama dan Papa Fai ikut mengantar anak dan menantu mereka.Barang-barang Fai dan Aska sudah di masukkan ke dalam mobil.
"Sudah siap semuanya?"Tanya Papa Alam.
"Sudah Pa,"Jawab Fai dan Aska bersamaan.
Aska yang mengendarai mobilnya,Papa Alam duduk di samping kemudi.Fai dan mama nya duduk di bangku belakang.Perjalanan memakan waktu empat puluh menit.
Tak terasa Mereka sampai di rumah orang tua Aska.Rumah Aska ternyata lebih mewah dan lebih megah di banding rumah orang tua Fai.
Papa dan Mama Aska menyambut mereka di depan pintu.
"Selamat datang di rumah kami,mari masuk."
Ucap Pak Bram.
"Nak Fai,yuk masuk.Kalau mau langsung masuk kamar boleh biar istirahat dulu."
"Nanti saja ma,dari tadi di rumah sudah istirahat terus."Jawab Fai.
Setelah mereka berbincang-bincang, Mereka pun makan malam bersama.Setelah makan malam orang tua Fai berpamitan pulang.
"Kami titip Fai ya."Ucap Pak Alam.
"Pasti,kalian jangan khawatir.Fai juga kami anggap seperti anak sendiri."jawab Pak Bram.
"Fai harus nurut sama suami kalau itu tidak bertentangan dengan agama."Ucap Mama Farah.
"Iya ma,"Fai mulai menangis.
"Jangan menangis dong,masa sudah nikah di tinggal sama Mama dan Papa nangis sih.Kan nanti Fai bisa kapan saja datang ke rumah."Ucap Mama Farah,padahal mama dan Papa Fai juga matanya sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Papa dan Mama pulang ya, Assalamu'alaikum."
Semoga aku betah tinggal disini...