
Hari ini adalah hari yang sudah di nantikan semua keluarga Fira dan Arlan. Pasalnya hari ini adalah acara 7 bulanan kehamilan Fira. Tak banyak orang yang di undang oleh Arlan dan Fira, dari pihak keluarga Fira atau pihak keluarga Arlan juga tak banyak. Fira ini sangat berbeda, ia tak suka acara yang terlalu ramai. Cukup hanya keluarga inti dan kerabat terdekat saja.
Karena halaman rumah orang tua Fira cukup luas dan tak banyak mengundang orang, jadi acara kali ini lagi-lagi diadakan di rumah saja. Sebenarnya Arlan sudah mau mengadakannya di hotel tapi Fira tidak mau. Bukan masalah uang, tapi dari dulu acara apapun keluarganya selalu di rumah. Ada juga acara yang di lakukan di hotel, seperti acara kantor Papanya atau ulang tahun pernikahan orang tuanya.
Hari masih pagi tapi suasana rumah orang tua Fira sudah ramai. Mulai dari para pekerja rumah yang repot pekerjaannya masing-masing. Suara tangisan dari baby Sabrina ataupun dari Abi yang di jailin Sadam. Sudah dari kemarin Fira, Arlan serta Abi menginap. Kalau orang tua Arlan tidak ikut menginap dan akan datang sebelum acara dimulai.
Acaranya mulai siang menjelang sore, jam sudah menunjukan jam 1 siang dan satu persatu undangan sudah mulai berdatangan, meskipun di rumah tapi keamanannya cukup ketat. Banyak penjaga di turunkan di seluruh penjuru rumah orang tua Fira.
" Mas aku tambah gendut ya?" ujar Fira tiba-tiba pada Arlan yang santai duduk di sofa main HP.
" Mana ada gendut sayang." jawab Arlan memindahi Fira.
" Lihat ni, seluruh badan ku bengkak." ucap Fira lagi.
Arlan berdiri dan berjalan ke arah Fira yang sedang berdiri di standing mirror. " Kalau kamu merasa tambah gendut ya gak apa-apa sayang. Kamu kan lagi hamil, nanti kalau Adek udah lahir kan bisa balik kurus lagi. Mau kamu gemuk atau enggak, buat aku gak masalah sayang. Tetep cantik, malah sekarang kamu tambah cantik." ujar Arlan sambil memeluk Fira dari belakang, ia juga mengelus perut buncit Fira.
" Bisaan banget ngomongnya. " balas Fira sambil mencibirkan bibirnya.
" Serius lho sayang. " Arlan meletakkan dagunya di bahu Fira.
" Udah banyak belum ya Mas tamu-tamunya?" tanya Fira, ia menyudahi pembahasan tentang bentuk badannya.
" Ya aku gak tau sayang, kan dari tadi aku di sini nemenin kamu." jawab Arlan, dari tadi dia memang di kamar menemani Fira.
" Ya ngapain juga kamu disini dari tadi, bukannya ke bawah aja." cibir Fira, ia juga melepaskan pelukan lalu ia mengambil HP nya di samping tempat tidurnya.
" Kalau semua di bawah, nanti kamu sama siapa sayang. Mending aku disini lah." balas Arlan tak mau kalah.
" Ya sesenangny kamu aja Mas. Ngomong-ngomong Abi kok gak keliatan ya dari tadi Mas?" dari tadi pagi Abi tak menempel padanya. Pasti Abi sedang bermain dengan baby Sabrina, karena sudah lama tak bermain bersama.
" Di bawah kan ramai sayang, pasti dia senang tu. Biarin aja lah, jarang-jarang kan di gak ganggu kita. " jawab Arlan senang.
" Sama anak kok kayak gitu, gimana nanti kalau Adek udah lahir. Tambah rebutan lagi, gak cuma sama Abi tapi sama Adek juga. " sewot Fira, ia benar-benar heran terhadap suaminya yang selalu berebut dengan Abi untuk dekat dengannya.
" Nanti aku titipin mereka ke Nenek dan Omanya kalau aku mau berduaan sama kamu. " timpal Arlan lagi tak mau kalah dan Fira hanya memutar matanya malas.
Fira sedang merapikan riasannya, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar..
Tok... Tok... Tok...
" Iya... Masuk aja gak dikunci." seru Fira.
" Non udah di suruh ke bawah..." ucap salah satu maid yang bekerja dirumah orang tua Fira.
" Oke... Makasih mbak." jawab Fira cepat.
" Kalau begitu, permisi Non." maid tadi langsung pergi dari kamar Fira.
Arlan dan Fira langsung menuju ke bawah, ia dan Arlan berjalan sambil bergandengan. Karena kamar Fira di atas, ini alasan Arlan tak mau membiarkan istrinya turun sendiri. Meski terlihat lebay, tapi jika bisa membuat Arlan tenang tak masalah.
Sesampainya dilantai bawah, keadaannya kosong. Semua orang mungkin sudah berada dihalaman luar, maka dari itu Fira dan Arlan langsung bergegas keluar.
Tamu sudah ramai dan sudah duduk dengan tenang di tempat sesuai dengan namanya. Lebih banyak tamu yang datang adalah teman-teman dekat dari orang tuanya dan juga mertuanya. Teman dari Arlan dan juga Fira bisa di hitung dengan jari.
Sekiranya tamu sebagian besar sudah datang, acara pun di mulai. Pembawa acara membacakan urutan acaranya. Fira dan Arlan beserta kedua orang tuanya sudah duduk di kursi yang ada di tengah-tengah. Tak lupa juga Abi yang duduk manis di tengah-tengah diantar Fira dan Arlan.
" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...Pertama-tama mari kita mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum memulai acara tujuh bulanan dari Nona Safira." ucap Pembawa acara dan membacakan seluruh urutan acara hari ini.
Bisa dibilang acara tujuh bulanan Fira bukan acara tujuh bulanan yang sangat adat. Tapi hanya ada pengajian dan santunan anak-anak yatim. Berdoa semoga Fira dan bayinya sehat selalu sampai pada lahiran nanti. Tak lupa juga meminta maaf kepada kedua orang tua dan keluarga dekat. Tangis haru meliputi acara Fira dan Arlan.
__ADS_1
Di ujung acara, Fira dan Arlan mengumumkan jenis kelamin anak kedua mereka. Jenis kelamin anak yang dikandung Fira adalah laki-laki. Ya adik dari Abi laki-laki seperti yang ia minta pada Fira saat tau kalau Fira mengandung adiknya. Abi melompat kegirangan saat tau adiknya adalah laki-laki.
" Selamat ya sayang, sehat-sehat sampai lahiran ya. Jangan capek-capek lagi, kurangin kerjanya ya.." ujar Mama Ratih sambil memeluk dan mencium pipi Fira.
" Makasih Mama..." jawab Fira dan membalas pelukan Mama mertuanya.
" Selamat ya Nak.. Makasih udah ngasih Papa cucu lagi." gantian Papa Anton yang memberikan selamat.
" Makasih juga Papa udah sayang sama Fira.." jawab Fira menerima pelukan dari mertuanya.
" Cucu jagoan Papa nambah, jaga kesehatan ya sayang." sekarang Papa Doni yang berdiri di hadapan Fira dan merentangkan tangannya.
" Makasih Papa sayang... Do'ain Fira terus ya." Fira dengan cepat masuk kepelukan Papanya.
" Pasti sayang, Papa selalu Doain kamu. Anak Papa yang manja ini sudah mau punya bayi..." ucap Papa Doni sambil memeluk Fira erat dan mengelus kepala belakang Fira.
" Pah gantian Mama sekarang.." seru Mama Mira yang berdiri di belakang Papa Doni dan Fira.
Sang Papa sudah melepaskan pelukannya, dan bergeser untuk memberi ruang untuk istrinya. Tapi Mama Mira hanya diam memandang Fira dengan air mata yang menggenang.
" Gak mau peluk Fira ni?" ujar Fira dan merentangkan tangannya.
Dengan perlahan Mama Mira berjalan dan memeluk Fira dengan erat. Air mata yang tadi menggenang sudah mengalir ke pipi dengan derasnya.
" Mama maafin Fira ya, Fira banyak salah sama Mama. Makasih Mama selalu ada untuk Fira, apalagi selama Fira hamil. Maaf juga Fira masih merepotkan Mama, entah itu minta di masakin makanan atau di titipin Abi." ucap Fira yang sambil menitikan air mata.
" Selamat ya anak Mama, cucu Mama tambah satu lagi cowok. Cucu cowok-cowok Mama nanti bisa jagain Sabrina. Dan juga, Mama sudah memaafkan semuanya, maaf juga kalau Mama ada salah ya sayang. Kalau soal masakan dan di titipin Abi, Mama malah senang. Soalnya jadi ada kegiatan, jadi gak kesepian. Jaga kesehatan ya sayang... Boutique dititip dulu sama Sella. " Mama Mira menanggapi dengan panjang lebar. Sekarang Sadam dan Sherin sudah tinggal di rumah mereka sendir, hany saat weekend mereka menginap di rumah. Jadi saat ini kedua orang tua Fira sepi jika anak-anaknya tak ada yang menginap.
Mama Mira melepaskan pelukannya, tak lupa juga menghapus bekas air mata di pipi Fira dan langsung mencium kedua pipi Fira...
Sekarang gantian Sella yang memberi selamat ke Fira..
" Makasih Ibu Manager, kapan ni nyusul aku. Ngomong Devin mana kok kamu sendiri? " ujar Fira yang masih memegang kedua tangan Sella sambil mencari keberadaan pacar Sella.
Mendengar Fira menanyakan Devin, membuat muka Sella berubah." Dia sedang keluar kota, maaf ya gak bisa datang. " jawab Sella bohong. Sebenarnya Sella dan pacarnya hubungannya sedang tidak baik-baik saja.
" Serius? Kalian sedang tidak berantem kan? " selidik Fira tak percaya.
" Iya serius... Sudah lah aku mau makan dulu. " Sella yang tak mau ketahuan kalau sedang bohong langsung pergi ke stan makanan.
" Aku tau kamu sedang tidak baik-baik saja... Nanti akan aku tanyakan lagi di waktu yang tepat. " gumam Fira dalam hati saat memandang Sella berjalan menjauh.
" Sayang... Kok melamun, ada apa? " ucap Arlan yang tiba-tiba sudah di depannya dengan orang yang Fira ingat pernah makan dengan Arlan.
" Hah.. Tidak, aku hanya sedang melihat Sella yang kelihatannya sangat lapar. Oiya... Kamu sama siap Mas? " Fir tak mau membahas Sella lagu dan mengalihka pembicaraan.
" Sayang kenalin ini Jordan teman ku sejak SMA, dia selama ini tinggal di luar negeri jadi kamu gak pernah lihat. " Arlan memperkenalkan Jordan ke Fira.
" Safira... bisa panggil Fira aja. " Fira mengenalkan diri sambil bersalaman.
" Jordan... Btw, selamat untuk anak cowoknya. Semog sehat sampai lahiran." balas Jordan dan tak lupa memberi selamat.
" Terima kasih... Udah makan kan? Kalau belum, silahkan makan dulu makanan yang di sukai. " ujar Fira.
" Itu yang aku tunggu dari tadi, bagian makannya. Hehehe... Kalau begitu aku kesana dulu ya. Lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi. Sekali lagi selamat ya... " ucap Jordan sambil bercanda dan langsung meninggalkan Arlan dan Fira.
Semua orang juga ikut dalam kebahagiaan Abi, tak henti-hentinya seluruh tamu secara bergantia memberikan selamat pada Arlan dan juga Fira.
" Makasih sayang, Abi seneng banget tau siAdek ternyata cowok." ucap Arlan memeluk Fira dan tak lupa mengecup kepala Fira berulang kali.
__ADS_1
" Kan aku juga gak tau Mas, kok makasih sama aku sih." sahut Fira, ia manatap Arlan yang menjulang tinggi.
" I love you sayang.." bisik Arlan lembut. Ia menempelkan keningnya ke kening Fira.
" I love you too Mas sayang.." balas Fira sambil memejamkan mata dan tersenyum.
Semua orang yang melihat adegan Arlan dan Fira ikut merasakan kebahagiaan yang saat ini di rasakan oleh keluarga kecil Fira dan Arlan.
" Daddy... Mommy..." seru kencang Abi sambil berlari ke arah Arlan dan Fira.
Mendengar Abi berteriak, keduanya melepaskan pelukan dan merentangkan tangan menyambut Abi. Tak ingin kehilangan momen sang photograper mengabadikan momen keluarga kecil itu.
*Gambar hanya ilustrasi...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo 🌹😘****
__ADS_1