
Malika sudah siap tinggal menunggu Roy menjemputnya.Malika malam ini menggunakan dress polos dengan model tangan Sabrina.Lalu Malika memoles wajahnya dengan makeup tipis-tipis.
"Ciieee,Kak Malika mau kencan yaa sama Kak Roy."Adik Malika yang paling besar menggoda.
"Apa sih dek,cuma mau makan malam doang kok."Pipi Malika bersemu.
"Dinner Romantis dong."Ucapnya lagi.
"Kepo.."
"Aseeekk,Kakak aku laku juga ya ternyata."
"Di kira Kakak barang di jual apa bilang laku."Malika mencebik tak terima dengan ucapan adiknya,adiknya hanya tertawa lalu masuk ke kamarnya takut tas yang di pegang sang kakak melayang.
Benar saja Malika ingin melempar tasnya,sang adik sudah keburu masuk kamar.Tak lama pintu di ketuk,dan terdengar seseorang mengucapkan salam.Malika sangat hafal dengan suara itu dirinya tersenyum lalu berjalan mendekati pintu dan membukanya.
"Wa'alaikumsalam, sebentar Kak."
"Sudah si...ap?"Roy terpaku di tempatnya, terpesona dengan penampilan Malika malam ini.
Malika yang biasa Roy lihat biasanya hanya menggunakan celana jeans ataupun dasar saat bekerja.Saat dirinya main ke rumah juga penampilan Malika biasa saja.Tapi malam ini melihat Malika berpenampilan seperti ini semakin terlihat cantik.
"Sudah Kak."Malika menjawab dengan malu apalagi di tatap Roy secara intens,membuat Malika semakin salah tingkah.
"Ibu Bapak mana?aku mau pamitan."Tanya Roy,Malika pun kembali masuk dan memanggil kedua orang tuanya.
Setelah berpamitan Roy dan Malika berjalan mendekati mobil.Roy dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Malika.Malika senang di perlakukan baik oleh Roy.
"Kita mau kemana Kak?"
"Aku mau ajak kamu makan malam Ika."Roy melirik Malika sekilas.
"Dimana Kak?"
"Ada di suatu tempat."Roy tersenyum,Malika diam tak lagi bertanya.
Kak Roy mau ajak aku makan malam dimana yaa?kenapa malam ini dia juga terlihat tampan begitu...
Malika diam-diam mencuri pandang kepada Roy.Roy pun merasa sedang di perhatikan menoleh bersamaan dengan Malika yang masih menatap Roy.
"Ada apa Ika?"
"Gak apa-apa Kak."Malika menjawab dengan gugup karena ketahuan memperhatikan Roy sedari tadi.Malika mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil.
__ADS_1
Tak berapa lama Roy dan Malika pun sampai di restoran yang sudah di pesan oleh Roy.
"Kita makan disini Kak?"Tanya Malika saat Roy sudah mematikan mesin mobil.
"Iya,aku sudah memesan tempat untuk kita makan."Roy membuka sabuk pengamannya dan bersiap untuk membuka pintu mobil,tapi Malika menahan tangan Roy.
"Kenapa?"Roy heran.
"Apa aku pantas kak makan di restoran ini."Malika merasa rendah diri, rupanya Roy mengajak Malika makan di restoran mewah yang belum pernah Malika datangi.
"Hei, siapapun pantas makan di tempat ini.Kamu kenapa jadi merasa rendah diri begini Ika.Aku gak suka mendengarnya."Roy kembali duduk di belakang kemudi.
"Dengarkan aku Malika,jangan pernah kamu merasa rendah diri seperti ini apalagi di hadapan orang-orang yang tak suka kepada mu, mereka akan semakin senang dan juga semakin menginjak-injak harga dirimu.Tegakkan kepalamu tanamkan rasa percaya diri dalam dirimu.Buat orang yang meremehkan dirimu menjadi memujimu."
"Maaf Kak,aku hanya merasa-."Roy menaruh telunjuknya di bibir Malika.
"Sudah jangan di teruskan,mari kita makan.Kalau ada yang meremehkan mu biar berhadapan denganku."Malika tersenyum lalu mengangguk.
"Maaf ya Kak."Roy pun tersenyum lalu keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Malika.
Di depan pintu masuk sudah ada dua pelayan yang menyambut kedatangan Roy dan Malika.Bahkan manager di restoran ini pun ikut menyambut.
"Selamat malam Tuan Roy,terima kasih sudah mau datang di tempat kami.Silahkan sudah kami siapkan semuanya."Roy hanya mengangguk dan mengikuti manager juga dua pelayan ke ruangan yang sudah di sediakan.
"Silahkan di nikmati hidangannya,kalau ada yang kurang ada dua pelayan yang berdiri di depan pintu.Kalau begitu kami permisi."Ucap manager ramah lalu keluar bersama dua pelayan.Tinggallah Roy dan Malika di dalam ruangan tersebut.
"Kamu suka?"Roy senang melihat pancaran sinar kebahagiaan di mata Malika.
"Suka banget Kak,ini Kak Roy yang memintanya di dekor seperti ini?"
"Iya Ika."
"Terima kasih ya Kak."Roy mengangguk.
"Kalau begitu kita makan dulu,aku sudah lapar.Kamu mau makan yang mana?"
Roy dan Malika pun makan dengan lahap,apalagi Malika baru kali ini dirinya memakan makanan mewah seperti ini pasti harganya sangat mahal.
"Makanannya enak?"Tanya Roy melihat Malika yang makan dengan lahapnya.
"Enak banget Kak,"Roy tersenyum mendengarnya,Roy suka cara makan Malika yang apa adanya.Malika tak jaim saat makan seperti wanita yang biasa Roy kenal.
"Mau nambah?biar aku panggilkan pelayan."Malika menggeleng.
__ADS_1
"Gak usah Kak,aku sudah kenyang.Kalau boleh di bungkus saja untuk keluarga ku."Lagi-lagi Roy tersenyum mendengar ucapan Malika,Malika selalu mengingat dan mementingkan keluarganya.
"Tenang saja,untuk keluargamu sudah di siapkan untuk kita bawa pulang nanti."
"Terima kasih ya Kak,sekali lagi terima kasih."
"Sama-sama,sudah aahh bilang terima kasih Mulu bosen aku dengarnya."Malika cekikikan.
Roy dan Malika selesai makan,dan mereka pun berbincang-bincang dengan hal yang remeh sebelum Roy berkata pada intinya.Hal remeh tersebut membuat Malika tertawa dan Roy suka dengan tawa Malika seperti candu.
Tiba-tiba Roy tepuk tangan dua kali,tak lama dua pelayan yang ada di luar masuk membawa buket bunga dan buket coklat lalu menaruhnya di atas meja yang sebelumnya sudah di bereskan terlebih dahulu setelah itu mereka kembali keluar membawa piring kotor tersebut.Malika di buat heran dengan sikap Roy.
"Kak ini?"
"Ini buket coklat buat kamu Ika."Roy menyerahkan buket coklat kepada Malika.
"Terima kasih Kak."Malika menerima buket coklat tersebut.
"Malika."Roy mengambil kembali buket coklatnya dan menaruhnya di atas meja,lalu mengajak Malika berdiri.
"Maaf mungkin ini terlalu cepat,tapi aku sudah tidak bisa lagi menahan perasaan yang ada di dalam hatiku ini.Maaf juga kalau aku tidak bisa merangkai kata-kata yang romantis.Malika,sejak aku bertemu dan berkenalan denganmu,jujur di hati ini sudah ada rasa tertarik pada dirimu.Tingkahmu,tutur katamu yang apa adanya membuat aku semakin jatuh hati padamu.Malika,aku jatuh cinta padamu maukah kau menjadi kekasihku."Roy berlutut dihadapan Malika sambil memegang buket bunga yang cantik di tangannya untuk di serahkan kepada Malika.Malika yang mendengar ungkapan cinta Roy pipinya merona karena malu dan juga senang.
"Kak,bangun jangan begini."Malika menarik tangan Roy agar bangun,dirinya malu walaupun di dalam ruangan itu hanya ada dirinya dan Roy.
"Aku tidak akan bangun sebelum kamu menjawabnya."
"Kak,jujur aku takut memulai suatu hubungan lagi dengan lelaki.Apalagi aku sadar status sosial kita berbeda.Aku takut perbedaan ini membuat aku sakit hati lagi untuk yang kedua kalinya."
"Tak akan ada yang buat kamu sakit hati Ika akan aku pastikan itu."
"Kakak yakin?"
"Yakin,aku akan menjamin hal itu.Lalu perasaan kamu ke aku bagaimana?"
"Aku...Aku sebenarnya juga cinta sama kamu Kak."Malika mengambil buket bunga di tangan Roy,lalu menunduk wajahnya malu dengan ucapannya barusan.
"Jadi kamu mau menjadi kekasihku."Roy berdiri untuk memastikan,Malika hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Terima kasih sayang."Roy memeluk Malika.
"Aku tidak bisa berjanji apa-apa tapi aku akan pastikan jika kamu tidak akan merasakan sakit hati saat bersamaku."Roy mencium pucuk kepala Malika.
"Aku pegang kata-katamu Kak."Roy mengangguk,lalu memegang pipi Malika.
__ADS_1
"Terima kasih yaa sudah mau menerima ku sebagai kekasihmu."
Begitulah cinta,hadir tanpa tahu tempat apalagi memandang status harta.Semoga saja hubungan keduanya selalu lancar dan bahagia.