
Saat Dedi sampai di rumah... ibunya yang sedang membersihkan meja jualan dan heran melihat Dedi membawa bungkusan yang sepertinya makanan dari restoran mahal.
'' Assalamu'alaikum..'' ucap Dedi lalu menyalami tangan ibu nya.
'' Walaikumsalam.. bawa apa nak?'' tanya sang ibu.
'' Ini ada titipan dari Nona Fira yang pernah aku ceritakan itu dan yang memberikan ku uang tempo hari.'' jawab Dedi dan menyerahkan bungkusannya ke ibunya.
'' Makanan?" tanya ibu Dedi.
'' Iya.. tadi aku menemaninya mengobrol lalu Nona Fira memberi ku ini.'' jawab Dedi sambil melepas sepatunya.
'' Baik sekali dia nak.. ya sudah pergi lah mandi setelah itu kita makan bersama.''
'' Baik Bu..''
Saat Dedi sudah di kamar mandi, ibunya berteriak memanggilnya..
'' Kenapa Bu..'' Dedi menghampiri ibunya.
'' Ada ini di dalam sini..'' ibu Dedi memberikan bungkusan uang yang ada di paper bag itu.
Dedi membaca tulisan yang ada di kertas yang membungkus uang itu '' Titip untuk membayar sekolah adik mu.. hanya ada ini di dompet asisten suami ku. Maaf ya.. hehe :) '' itu tulisan yang Fira tulis.
'' Apa ini maksudnya nak?" tanya ibu Dedi bingung.
'' Tadi aku cerita, kalau aku masih bekerja setelah selesai bekerja di kantor karena masih mempunyai adik-adik yang masih sekolah dan ibu tidak tentu bekerjanya.'' jelas Dedi pada ibunya.
'' Jadi ini bagaimana?'' tanya ibunya.
'' Apa perlu kita mengembalikannya Bu?" Dedi malah balik bertanya.
'' Nona Fira pasti sudah menduga jika di berikan langsung pada mu, pasti kamu akan menolaknya. Jadi Nona Fira memasukkannya kesini, Ibu terserah pada mu nak. Jika ingin kamu kembalikan ya kembalikan, tapi jika tidak ya besok ucapkan terima kasih secara langsung. Ini bukan tentang nominalnya, tapi ketulusan Nona Fira yang ingin membantu kita. Jarang ada atasan yang mau tau tentang kehidupan karyawannya, apalagi kamu di sana hanya cleaning service. '' ujar sang Ibu.
'' Baiklah..akan aku pikirkan , aku mandi dulu Bu.'' ucap Dedi lalu kembali masuk ke kamar mandi.
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
Fira kembali ke ruangan Arlan dengan membawa minumannya tadi yang tidak habis dan masih di ikuti Dika di belakangnya..
'' Mas..'' panggil Fira setelah sampai di ruangan suaminya.
'' Iya sayang.. kenapa?" Arlan menoleh menatap Fira yang berjalan ke arahnya.
'' Tolong gantikan uang Dika yang ku pinjam.'' ujar Fira, ia duduk di hadapan Arlan.
Arlan mengerutkan keningnya, '' Kamu pinjam uang Dika untuk apa?"
'' Aku tadi lupa bawa dompet saat ke kafe dan kartu yang biasanya ada di belakang ponsel ku tidak ada. Beruntung Dika menguntit ku, jadi aku tidak berhutang ke kafe nya.'' ujar Fira menjelaskan.
" Astaga.. apa yang dia barusan bilang? menguntit? kalau bukan karena suaminya yang menyuruh untuk apa aku mengikutinya." gerutu Dika dalam hati.
'' Berapa yang kamu pinjam sayang?" tanya Arlan.
'' dua juta..'' jawab Fira cepat.
Dika melotot mendengar jawaban Fira, padahal uang yang di pakai Fira tidak sampai dengan nominal yang disebutkan Fira.
'' Apa yang kamu beli sampai dua juta?'' tanya Arlan heran.
'' Tadi aku bertemu dengan Dedi dan aku membelikan makanan untuk ibu dan adiknya. Aku juga memberinya uang untuk membayar sekolah adiknya, tapi tidak bahyak karena hanya ada itu di dompet Dika.'' jelas Fira .
'' Siapa Dedi?"
'' Pegawai tempo hari yang membantu ku,dan juga Mas mau pecat.'' jawab Fira.
Tanpa berbicara, Arlan mengambil ponselnya dan langsung mentransfer ke rekening asistennya..
__ADS_1
'' Dika sudah ya.. '' ucap Arlan dan menatap Dika.
Dika langsung membuka ponselnya setelah mendapat notifikasi, matanya langsung melotot bahkan ia juga mengucek matanya. Nominal yang barusan Arlan transfer 5x lipat.
'' A-apa ini tidak salah Tuan? Banyak sekali..'' tanya Dika memastikan, takutnya Arlan salah pencet.
'' Itu untuk sewaktu-waktu jika istri ku pergi tidak membawa dompetnya dan ada kamu di sisinya. Jadi tidak perlu pinjam pada mu lagi.'' jawab Arlan bohong, padahal ia memang sengaja memberi lebih untuk Dika.
'' Ouw.. baik Tuan.'' jawab Dika kecewa.
" Padahal aku kira ini untuk ku semua, ternyata hanya titip." ucap Dika dalam hati.
'' Ayo pulang Mas.. apa belum selesai pekerjaannya?"
'' Belum.. tapi ayo kita pulang, nanti akan aku kerjakan lagi di rumah.'' jawab Arlan lalu membereskan mejanya.
'' Tapi kan kita akan ke rumah Mama.." ujar Fira.
'' Iya sayang.. nanti setelah pulang dari rumah Mama baru aku kerjakan lagi, atau besok juga bisa.''
Fira tersenyum mendengarnya.. ia sudah tidak sabar berkunjung ke rumah orang tuanya. Ia juga tidak sabar memberi tahu kabar kehamilannya..
Di rumah orang tua Fira...
...Papa Doni dan Sadam yang baru pulang dari kantor merasa heran melihat Mama Mira sibuk di dapur bersama para maid memasak banyak makanan....
'' Ada acara apa Mah kok masak banyak banget?" tanya Papa Doni.
'' Anak Papa tu, tiba-tiba minta di masakin makanan kesukaannya.'' jawab Mama Mira.
'' Fira?"
'' Iya lah.. siapa lagi anak Papa. Sudah sana kalian mandi, nanti Fira kesini sama Ratih dan Anton juga.'' ujar Mama Mira dan melanjutkan kegiatannya tadi.
Papa Doni dan Sadam saling menatap dan menaikan bahu lalu mereka berlalu ke kamar masing-masing..
'' Oma.. Opa..'' teriak Abi saat melihat Mama Mira dan Papa Doni keluar.
'' Halo sayang.. cucu Oma. Oma kangen lho.. lama gak kesini.'' ujar Mama Mira.
'' Abi juga kangen..hehehe'' ucap Abi lalu menghampiri baby Sabrina yang baru keluar kamar bersama Mama Papanya.
'' Fira mana kok gak ada?" tanya Papa Doni yang tak melihat Fira di ruang tamu.
Baru saja Arlan akan menjawab, Fira sudah muncul dari arah dapur..
'' Kok kamu muncul dari situ dek?" tanya Sadam.
'' Aku mengecek makanan yang ku pesan tadi.'' jawab Fira lalu duduk di samping suaminya.
'' Yang ada tu ketemu dulu sama Mama Papanya, tanyain kabarnya. Ini malah ketemu sama makanannya dulu..'' ujar Mama Mira.
'' Kamu agak berisi dek..'' ucap Sherin.
'' Aa sayang kak Sherin bilang aku gemuk.'' ucapnya pada Arlan.
'' Idih.. lebay banget.'' celetuk Sadam.
'' Biarin...'' ucap Fira sambil menjulurkan lidahnya.
'' Kamu gak salah makan obat kan?" tanya Mamanya.
'' Maksud Mama?"
'' Ya tumben aja kamu manja sama suami kamu di depan kita semua.'' jawab sang Mama yang merasa aneh dengan sikap Fira.
'' Aku gak salah minum obat, aku minum obat dan vitamin sesuai yang dokter kasih.'' ujar Fira lalu mengambil kotak yang tadi ia berikan pada suaminya. Kotak yang berisi foto USG dan testpack.
__ADS_1
'' Ini aku punya hadiah buat Mama dan Papa.'' belum sempat Mamanya membuka mulut, Fira memberikan kotak itu.
Dengan pelan Mama Mira membuka kotak itu dan matanya langsung menatap Fira setelah melihat isi kotak itu.
'' I-ini punya mu sayang?" tanya Mama Mira dengan mata berkaca-kaca.
'' Iya Mah.. Mama mau punya cucu lagi.'' jawab Fira dengan senyum tapi matanya juga berkaca-kaca.
'' Kemari..'' ucap Mama Mira sambil merentangkan tangannya.
Fira menghampiri Mamanya dan memeluknya, begitu juga dengan Papanya yang ada di samping Mama Mira juga ikut memeluk Fira.
'' Selamat sayang.. sehat-sehat dan lancar sampai lahiran.'' ucap Papa Doni sambil mengelus rambut putri kesayangannya.
Mama Mira hanya memeluk Fira tanpa mengucapakan apa-apa, tapi di dalam hati Mama Mira berucap syukur atas kabar gembira ini. Meski sering berdebat dengan Fira, tapi Mama Mira tak pernah henti mendoakan putri kecilnya agar selalu bahagia dan segera mendapatkan buah hati. Dan saat ini doa-doanya di kabulkan, ia akan kembali memiliki cucu..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
Gamsahaeyo 🌹😘
__ADS_1