
Pandangan Sella kosong dan air matanya menetes setelah Mami mertuanya memberitahunya kalau bayi yang belum lama ia lahirkan sedang drop. Mami Irene belum menceritakan detailnya karena sampai sekarang Jordan, Arlan atau Papi Renald belum kembali. Memberi tahu lewat ponsel juga tidak, jadi semua orang tidak ada yang tahu.
Tadi sewaktu Sella bangun, Sella menanyakan bayinya kenapa belum ada, kenapa belum di antarkan. Awalnya Mami Irene dan Fira tak mau memberi tahu keadaan bayi Sella, tapi ternyata Sella bisa merasakan kalau anaknya sedang tidak baik-baik saja.
" Mau makan?" tawar Fira setelah cukup lama membiarkan Sella diam.
Tak ada jawaban dari Sella, mata Sella masih menatap ke depan dengan air mata meleleh di pipinya. Fira tak bisa memaksa, Mami Irene juga tak berani memaksa. Saat ini keadaan Sella sedang rapuh, takutnya jika dipaksa akan memperburuk keadaan Sella.
" Aku mau ke anak ku Ra..." ucap Sella dengan suara pelan tanpa menatap Fira atau Mami Irene.
" Nanti ya... Kita tunggu dokter dulu, kalau dokter udah ngizinin kita langsung kesana." jawab Fira sambil mengusap kepala Sella lembut.
Lagi-lagi Sella kembali diam, mau memaksa turun dari ranjang perutnya masih terasa sakit. Dan saat Fira menghapus air mata yang di pipi Sella, pintu kamar terbuka dengan perlahan. Yang masuk ternyata Arlan dan semua orang menatapnya..
" Mas... Gimana?" langsung di todong Fira.
" Ar.. Gimana anak aku?" giliran Sella yang bertanya dan menatap Arlan penuh harap.
Arlan menatap Fira dan Mami Irene bergantian, ia bingung mau memberi tahu Sella atau tidak. Sepanjang menuju kamar Sella tadi Arlan berharap Sella masih tidur, jadi ia tak susah menjelaskan. Niatnya tadi hanya mengambil makanan untuk Papi Renald dan Jordan, lalu pergi lagi. Tapi ternyata dirinya malah mendapati Sella sudah bangun dan sepertinya sudah tahu kalau anaknya sedang tidak baik-baik saja.
" Ar..." panggil Sella karena Arlan masih bungkam.
" Kamu tenang ya... Dia akan baik-baik saja. Kamu pulih saja dulu, jangan banyak pikiran." ucap Arlan, matanya memerah menahan tangis saat berbicara.
__ADS_1
Tadi saat menemani Jordan di ruang bayi, air mata Arlan beberapa kali menetes. Arlan melihat sisi rapuh Jordan, Jordan menangis meraung-raung saat melihat anaknya yang belum lama lahir harus mendapatkan tindakan dan berakhir di pasangkan beberapa alat.
Bayi Sella dan Jordan mengalami gangguan di pernafasannya, Pneumonia...Pneumonia adalah infeksi yang menyerang satu atau kedua paru-paru. Gangguan pernapasan pada bayi baru lahir tersebut menyebabkan kantong udara paru-paru terisi dengan cairan. Bakteri, virus, atau jamur dapat menyebabkan pneumonia.
Pneumonia neonatal itu penyakit radang paru pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh infeksi. Entah itu karena ketuban pecah dini, ibu menderita infeksi tertentu saat hamil, atau karena perawatan lama di rumah sakit. Gejala dapat berkisar dari ringan hingga serius dan mungkin termasuk batuk dengan atau tanpa lendir, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas.
Padahal selama hamil, Sella tak pernah mengalami Gejala yang aneh-aneh. Dokter yang memeriksanya juga memberi tahu kalau kehamilannya dan bayinya dalam kondisi sehat dan baik. Tapi kenapa sekarang keadaannya berbeda dengan apa yang pernah dokternya katakan
Perawatan untuk pneumonia mungkin termasuk antibiotik atau obat virus atau jamur. Mungkin perlu waktu beberapa minggu untuk pulih dari pneumonia. Jika gejala pneumonia pada bayi makin parah, mungkin akan diberikan antibiotik yang diberikan melalui jalur intravena dan terapi oksigen.
Dan bayi Jordan sampai di rawat di NICU, dengan tangan mungilnya di pasang infus dan hidungnya di pasang selang untuk oksigen. Dan semoga saja itu tak berlangsung lama.
Mendengar ucapan Arlan, Sella menangis dengan menjadi-jadi. Anaknya sekarang pasti sedang kesakitan, dari ucapan Arlan Sella bisa menebak itu. Tak hanya Sella, Mami Irene juga ikut menangis, cucunya yang masih sangat kecil itu harus merasakan kesakitan.
" Ssstttt... Ingat perut mu belum kering jahitannya, kita berdoa semoga baby segera sehat. Sabar ya sayang ku..." ucap Fira, saat ini ia memeluk Sella dengan erat.
" Tunggu Mami panggil dokter dulu ya sayang..." ucap Mami Irene, Mami mengusap air matanya dan langsung keluar kamar.
" Tunggu ya... Sabar. Mas tolong ambilkan minum..." ujar Fira sambil mengelus rambut Sella dan meminta tolong ke suaminya untuk mengambil minum untuk Sella.
Setelah minum, Sella sudah lebih tenang. Meski masih sesegukan, Sella tak melepaskan pelukan Fira. Tak lama dokter masuk setelah Mami Irene yang masuk.
" Ibu Sella.. Saya turut sedih atas bayi anda. Tapi ibu Sella tolong tenang ya, bayi anda sudah di rawat dengan baik dan semoga segera bisa bertemu serta berkumpul dengan ibu Sella." ucap Dokter obgyn yang menanganinya.
__ADS_1
" Maaf saya periksa dulu ya ibu..." ucap dokter lagi dan mulai meriksa Sella.
Dokter memeriksa jahitan di perut Sella, mungkin karena Sella tadi menangis dengan kuat jadi ada rembesan darah di perbannya. Dengan hati-hati dokter dan perawat yang menemaninya membersihkan dan mengganti perbannya. Setelah selesai, perawat merapikan baju Sella lagi.
" Boleh saya melihat anak saya Dok?" tanya Sella saat dokter sedang melepaskan sarung tangan.
" Jahitan di perut anda ada rembesan darah, jadi untuk saat ini saya harap anda istirahat saja dulu. Dan untuk anak anda, tenang anak anda sudah di rawat oleh dokter anak terbaik di rumah sakit ini. Selain itu, saat ini sudah bukan jam besuknya. Anda hanya akan melihatnya dari luar ruangan saja. Jadi ibu Sella istirahat dulu, agar besok saat bertemu dengan bayi anda terlihat segar. Minta saja suami ibu Sella untuk memotretnya atau memvideokan dulu untuk mengobati rindu. Saya lihat dari tadi suami anda tak beranjak sedikit pun dari sana." jawab sang dokter dengan bijak, sebenarnya dokter tak tega melihat Sella tapi demi kesehatan Sella, dirinya harus tegas.
" Benar kata dokter sayang... Istirahat dulu ya. Biar Mami suruh Jordan videokan atau memotretnya." ujar Mami Irene, sebenarnya tidak tega juga.
" Makan lalu minum obat ya ibu... Saya permisi dulu jika ada sesuatu tolong panggil saya atau perawat." ucap dokter lalu keluar kamar.
" Gak apa-apa ya... Istirahat dulu ya. Makan terus minum obat, sambil kita pikiran nama baby siapa. Atau kamu sama kak Jordan udah ada nama?" giliran Fira yang membujuk Sella yang kembali menangis tapi bukan yang meraung-raung.
" Aku panggil Jordan dulu ya..." ucap Arlan dan langsung melesat keluar.
Sambil menangis, Sella mau makan dengan di suapin Mami Irene dan Fira bertugas menghapus air mata yang tak berhenti keluar. Makanannya baru habis sedikit, Sella sudah minta berhenti dan Mami Irene menyuapi obat.
Ternyata obat yang di makan membuat ngantuk, tak menunggu lama Sella sudah terlelap. Fira merapikan selimut Sella, merapikan rambut Sella dan menghapus sisa air mata di pipi Sella.
Fira menatap Sella dengan intens dan tak terasa air mata yang dari tadi ia tahan, dengan perlahan meleleh ke pipinya. Kalau dirinya yang mengalaminya, entah apa yang akan ia lakukan. Fira berdoa dalam hati semoga Sella dan Jordan selalu kuat.
" Fira.. Mami menyusul Jordan dan Papi dulu ya sayang, Mami titip Sella dulu." ucap Mami Irene memecahkan lamunan Fira.
__ADS_1
" Iya Mami..." ucap Fira sambil menghapus air matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...