Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 19 Pertemuan pertama


__ADS_3

Sementara itu di kantor,dari pagi Aska uring-uringan karena dia tidak bisa makan siang bersama istrinya.


"Lu kenapa si Ka,dari pagi uring-uringan gak jelas gini."Ucap Roy.Roy jengah melihat Aska yang sedari tadi tak fokus bekerja.


"Gue pengen makan siang bareng sama Fai,tapi kan gak bisa karena kita ada pertemuan dengan Trimurti Group nanti."Ucap Aska lesu.


"Yaelah cuma perkara gak bisa makan siang sama.bini doang sampe loe gak fokus kerja gini.Nyokap loe tau bisa di marahin habis-habisan tau rasa.Lagian setiap hari juga ketemu di rumah."


"Loe gak tau rasanya, karena loe belum nikah.Makanya buruan nikah sana."Sambil melempar pena ke arah Roy.


"Kenapa sampai nyuruh gue nikah."Ucap Roy kesal.


"Ya biar loe tau rasanya kangen sama istri."


"Ciiihh..Loe gak gini gini amat sama yang dulu,ini mah bucin akut.Biar gue atur ulang pertemuan kita,siapa tau bisa di majukan sebelum makan siang."Mata Aska langsung berbinar mendengar ucapan Rendra.


"Loe benar-benar ngerti perasaan gue,buruan sana hubungi Trimurti Group."


"Bonus ya Bos."


"Bonus terus yang ada di pikiran loe."Sebelum Aska melempar pena ke arahnya lagi, buru-buru Roy keluar dari ruangan Aska.


Perbuatan atas apa yang dilakukan Sherly sudah selesai.Kini Fai dan Mama Nita sedang berbincang-bincang di ruangan Fai.Sementara Sherly,gadis itu duduk agak menjauh dari Fai dan juga Mama Nita.Sherly masih terlalu malu untuk bergabung dengan mereka berdua.


"Kita makan sekarang yuuk, Mama sudah lapar."Mama Nita mengajak Fai.


"Ayo Sherly,kamu gak mau makan?"


"Iya Tante."Sherly menjawab sambil menunduk.


Mereka pun menaiki mobil Mama Nita.Kali ini Fai yang mengendarai mobil.Fai dan Mama Nita asyik berbincang-bincang di kursi depan.Sedangkan Sherly yang berada di bangku belakang hanya bisa menggerutu dalam hati.


Harusnya aku yang menjadi menantu di keluarga Bramasta.Kenapa harus cewek yang penampilannya gak banget begini sih.


Padahal kalau di lihat penampilan Fai ini modis,Fai pasti tau fashion karena dia seorang desainer.Namanya juga orang tak suka mau kita berpakaian seperti apapun tetap saja tak suka.


Saat di perjalanan ponsel Fai berdering,Fai melihat nama yang tertera lalu tersenyum.Sebelum mengangkat Fai menunjukkan ponselnya ke mama Nita,Mama Nita pun tersenyum paham.


My Husband memanggil,Fai langsung memakai earphone lalu menggeser tombol hijau.


"Halo assalamualaikum Mas, ada apa?"


"Wa'alaikumsalam,Kamu lagi dimana sayang?"Tanya Aska balik.


"Aku lagi di jalan mau makan siang sama. Mama dan Sherly,"


"Mau makan siang dimana?"


"Di restoran ChaCha,Kamu udah makan siang?"


"Belum,aku nyusul kamu kesana yaa.Tunggu aku."

__ADS_1


"Lho bukannya kamu ada pertemuan ya pas makan siang,"Fai heran.


"Pertemuan nya di majukan,ini aku baru selesai,makanya aku mau nyusul kamu kesana."Fai tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Ya sudah aku tunggu yaa,aku tutup dulu telponnya sudah mau sampai."


Mama Nita,Fai dan Sherly sampai di restoran, mereka segera mencari tempat duduk.Setelah itu memesan menu sesuai selera mereka.


Tak lupa Fai juga memesankan untuk Aska dan Roy.


Makanan datang bertepatan dengan Aska juga masuk ke dalam restoran.Aska mengedarkan pandangannya,Fai melambaikan tangan melihat Aska yang celingukan mencari istrinya.


"Sayang,"Ucap Aska menghampiri Fai lalu mengecup keningnya,lalu menghampiri mamanya mencium tangannya.Sherly mengepalkan tangannya di bawah meja.Dia tak suka melihat pemandangan yang buat hatinya sakit.


"Fai,kamu benar-benar buat si mantan duda ini jadi bucin akut."Ucap Roy.Pasalnya dia yang harus repot mengabarkan Trimurti Group dan mengatur ulang jadwal pertemuan mereka.Aska mendelik tak suka.


"Bonus mu aku tarik kembali Roy."Ucap Aska cepat.


"Sudah sudah jangan berdebat kita makan dulu keburu dingin nanti makanannya."Mama Nita menengahi.


Mereka pun makan dengan tenang,Fai melayani Aska saat makan,membuat jiwa jomblo Roy meronta-ronta.


Kapan gue ada yang melayani begitu yaa,nasib jadi jomblo,Batin Roy.


"Sayang,Aku antar kamu ke butik yaa."Ucap Aska setelah mereka selesai makan siang.


"Mama habis ini mau kemana?"Tanya Fai ke Mama Nita tak mengindahkan ucapan Aska.


"Sayang,aku ngomong sama kamu lho kok di cuekin."Ucap Aska tak terima di abaikan oleh Fai.


"Kamu kenapa sih Aska,manja banget sama Fai,"Mama Nita geli lihat kelakuan anaknya.


"Dari pagi juga Aska uring-uringan terus Tante, karena gak bisa makan siang sama Fai."Roy ikut menimpali.Mama Nita tertawa Aska beda sekali dengan yang dulu.


"Wah ternyata benar kata Roy kalau Aska ini bucin akut."Mama Nita kembali tertawa,Aska semakin cemberut.


"Sayang, mereka ngomongin aku."Ucap Aska sambil menyembunyikan wajahnya di belakang punggung Fai.Fai ikut tertawa.


"Wajar dong,bucin sama istri sendiri ini.Lagian aku juga kan baru aja berpisah satu Minggu sama Fai.Jadi masih kangen banget."


Sherly hanya diam,dia merasa tak di anggap keberadaannya.Aska bahkan tak menyapa dirinya.


Kamu langsung berubah begitu saja sama aku Aska, padahal biasanya kamu juga mencium keningku.Kamu bahkan tak menganggap aku ada di antara kalian.Batin Sherly sedih.


"Mama habis ini mau pulang saja Fai sama Sherly,ada yang mau mama bicarakan juga dengan Sherly."


"Ya sudah, Mama hati-hati bawa mobilnya yaa."


Fai,Aska dan Roy masuk ke mobil yang sama.Aska lebih dulu mengantar Fai ke butik.


"Mas, Mau gak weekend ini kita ke rumah orang tuaku.Kebetulan Kak Fathur juga mau pulang.Kita juga sudah lama tidak kesana."

__ADS_1


"Boleh sayang,nanti Sabtu sore kita kesana yaa,kita nginap satu malam di rumah Mama Farah."


"Makasih ya mas."Fai senang lalu memeluk Aska, menyandarkan kepalanya di dada Aska.


"Bisa gak sih jangan bermesraan di depan jomblo."Ucap Roy yang ada di depan kemudi


"Makanya cari cewek sana,jadi biar gak iri lagi."Aska menanggapi.


"Gue males berurusan dengan cewek, cewek itu ribet banyak maunya."Fai mendelik mendengar ucapan Roy.


"Oh,jadi cewek itu bikin ribet ya kak Roy.Gak semua cewek itu ribet dan banyak maunya yaa."Fai marah tak terima.


"Awas aja ya nanti kalau udah jatuh cinta sama cewek,aku sumpahin kak Roy lebih bucin dari suami aku.."Fai menggebu-gebu dan Aska hanya tertawa.


"Gue gak akan jatuh cinta sampai bucin kayak Aska Fai "Ucap Roy yakin.


"Kita lihat saja nanti."Fai tak mau kalah.


Mereka pun sampai di butik Fai,


"Mau masuk dulu gak mas?"Fai menawarkan.


"Boleh,tapi gak bisa lama ya sayang.Aku cuma mau minta vitamin sama kamu."Ucap Aska pelan di akhir kalimatnya.Fai melayangkan cubitan di perut Aska,Fai malu terdengar oleh Roy.Yang di cubit hanya nyengir, karena cubitan Fai tak terasa apa-apa.


Mereka pun masuk,Aska dan Fai langsung masuk ke ruangan Fai meninggalkan Roy yang masih di luar memarkirkan mobil.


"Roy, tunggu di dalam sini."Ucap Aska setengah teriak.


Roy pun masuk ke dalam butik,Roy baru pertama kali masuk ke dalam butik Fai.


Wah hebat ya Fai,sudah punya butik sebesar ini,padahal katanya baru berjalan dua tahun.Roy melihat-lihat koleksi baju, hingga salah satu karyawan Fai menghampiri Roy.


"Ada yang bisa di bantu,Pak?"Ucapnya ramah.Roy terpana melihat wanita di depannya,walaupun berkulit sawo matang,tapi wanita di depannya begitu manis.


"Saya hanya melihat-lihat saja."Ucap Roy sedikit salah tingkah.


"Silahkan Pak, saya akan tunjukkan beberapa koleksi kami yang terbaru atau bapak mau melihat koleksi kita yang ekslusif."Ucapnya masih melayani dengan sopan.


"Tidak perlu,saya hanya sedang menunggu seseorang saja."


Sementara dua pasangan pengantin baru yang berada di dalam ruangan sedang mengisi amunisi agar lebih semangat dalam bekerja.Fai merapihkan lipstik dan juga rambutnya yang tampak berantakan akibat ulah suaminya.Fai juga merapihkan rambut Aska.Setelah di rasa rapih Mereka pun keluar.


"Siapa tahu bapak mau membelikan buat kekasihnya mungkin."Ucap wanita itu tak mau putus asa menawarkan baju ke Roy.


"Dia belum punya kekasih."Ucap Aska dari belakang Roy.Wajah Roy tampak memerah menahan malu,Awas saja kau Aska.Ucapnya dalam hati.


"Malika,kenalin ini Kak Roy,sahabat sekaligus asisten suami aku."Fai mengenalkan.Kalau Aska dia sudah tahu tentang siapa Malika.Malika hanya mengangguk dan menunduk.


"Kak Roy,ini sahabat sekaligus orang kepercayaan aku di butik ini."Roy pun hanya mengangguk juga.


"Kalau begitu aku pamit ya sayang,nanti sore aku jemput."Aska dan Roy meninggalkan butik Fai.

__ADS_1


Ada perasaan tidak rela dalam hati Roy,dia masih ingin melihat wajah wanita itu lebih lama lagi...


Bersambung....


__ADS_2